Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 49


__ADS_3

"Jika kau tak mengizinkanku masuk ke dalam hatimu, maka izinkan aku menyebut namamu dalam setiap doaku."


Nayla tidak keberatan jika harus tetap mencintai dalam diam seumur hidupnya.


Cinta dalam diam memang memiliki banyak hal yang terkadang dapat membuat seseorang galau berkepanjangan. Mencintai diam-diam mengindikasikan bahwa kamu menjaga dan menghargai dirimu sendiri. Kamu memilih untuk berada di posisi aman dibandingkan terburu-buru dan nantinya terluka. Hal ini karena Nayla sadar bahwa kebahagiaan dalam hal mencintai tak selamanya harus tentang memiliki.


Tak terasa hari sudah mulai sore. Meski Butik masih belum tutup, Nayla sudah harus pulang kerumah karena Alvaro juga telah menyelesaikan pelajaran tambahannya. Karna Butik sudah di jaga oleh orang kepercayaan nya apalagi salah satu kepercayaannya adiknya sendiri melly dan pegawai yang di anggapnya seperti adiknya sendiri Nina dengan Lila. Tentu, kalian masih Ingat kan kedua gadis ini?


Nayla memang berusaha untuk lebih dulu berada dirumah sebelum Alvaro pulang. Baginya momen menyambut kedatangan Alvaro dan mengantarkan bocah itu kekamarnya adalah sesuatu yang lebih berharga dari apapun. Dan Nayla tak ingin seharipun melewatkannya. Untuk itulah ia berusaha untuk selalu pulang cepat setiap harinya agar selalu ada waktu anak kesayangan mereka itu yang sudah berumur lima tahun lebih.


Setibanya dirumah, Nayla merasa lega karena Alvaro belum kembali. Tapi kemudian ia sedikit menautkan alisnya saat melihat seseorang yang turun dari arah ruang kerja Galang.


"Asisten Rangga?" panggilnya setengah bergumam.


"Nyonya." Asisten Rangga membungkuk hormat pada Nayla.


"Kenapa kamu disini? Apa Galang sudah pulang?" tanya Nayla bingung.


"Iya, Nyonya. Tuan sudah pulang. Sekarang Tuan sedang menunggu Nyonya diruang kerjanya." jawab Asisten Rangga.


"Saya permisi, Nyonya." tambah Asisten Rangga lagi sambil kembali membungkuk hormat pada Nayla, kemudian dia pun berlalu meninggalkan Nayla yang masih diselimuti tanda tanya.


"Galang menungguku? Kenapa? Sambil bertanya-tanya Nayla melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja Galang. Setelah sempat mengetuk pintu, Nayla pun masuk kesana dengan perasaan yang mulai terasa tidak enak.


Tampak Galang sedang duduk disofa sambil memeriksa beberapa berkas.


"Apa kamu menungguku?" tanya Nayla.


Galang mendongak dan meletakkan berkas ditangannya.


"Duduklah. Aku mau bicara." pinta Galang. Suaranya terdengar sangat dalam dan serius.


Nayla patuh dan duduk dihadapan Galang. Kemudian Galang mengeluarkan selembar berkas dan menyerahkannya pada Nayla. Nayla pun menerimanya dengan penuh tanda tanya hingga jantungnya berdetak kencang.


"Baca dan segeralah tanda tangani." ujar Galang dengan nada tidak ingin dibantah.

__ADS_1


Nayla menautkan kedua alisnya, lalu melihat sekilas berkas ditangannya. Matanya seketika membelalak dan langsung mendongak kearah Galang.


"A-apa ini..?" tanyanya tercekat.


Tiba-tiba dadanya bergemuruh dan sekujur badannya bergetar hebat, ia merasa sedang berhalusinasi dan ini tidak mungkin, bukan?


Nayla belum membaca keseluruhan isi berkas itu, tapi tulisan dengan huruf kapital yang cukup besar dibagian atasnya membuat benar-benar syok.


SURAT PENGAJUAN PERCERAIAN


Menjalani rumah tangga memang tidak semudah yang terlihat. Terkadang ada hal-hal yang nggak lagi bikin nyaman, dan berat banget untuk dijalani. Di saat ini terjadi, hasrat untuk bercerai pun muncul apalagi jika sudah berumah tangga sudah cukup lama namun suami masih belum memiliki perasaan apa-apa untuk istrinya sendiri, Bukankah itu hal yang begitu menyakitkan Bukan?


Jika di tanyakan pada Nayla,Apakah saat ini kamu sedang kecewa dengan sikap suami kamu? Tentu,Jawabannya ya. Sangat amat kecewa seperti belati tajam yang menusuk ke dalam relung jantungku yang paling dalam.


" Galang, apa kamu sedang mengajakku bercanda? " Tanya Nayla untuk memastikan jika yang ia baca barusan salah.


"Galang..., apa maksudnya ini?" Nayla kembali bertanya dengan suara bergetar karna Galang masih belum menjawab pertanyaannya.


Dipandangnya Galang dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Sejuta perasaan bercampur aduk didalam hati Nayla. Bingung, sedih, ragu, bimbang, takut dan kecewa. Semuanya berbaur memenuhi hatinya sampai terasa ingin meledak.


"Aku ingin kita bercerai, Nayla. Itu adalah surat pengajuan cerai yang sudah aku tanda tangani. Jadi, sekarang tinggal kau yang harus menandatanganinya." ujarnya datar.


Nayla tercenung dengan ekspresi wajah yang sulit untuk dilukiskan. Mulutnya masih sedikit terbuka karena tak percaya. Bukankah tadi pagi semuanya masih baik-baik saja. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba kamu ingin kita bercerai ? ujar Nayla lagi dengan nada sendu. Pelupuk matanya sudah digelayuti airmata yang siap jatuh kepipinya kapan saja.


Galang melihat kearah Nayla yang tampak sedang meminta penjelasan.


"Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Aku ingin kita bercerai karena memang sudah saatnya kita untuk mengambil jalan masing-masing." jawab Galang akhirnya.


Nayla menggeleng. Tampak ia tidak bisa menerima alasan yang dikatakan Galang.


"Bukankah kamu bilang aku bisa berdiri disampingmu jika aku tidak melibatkan perasaanku. Aku sudah berusaha untuk tidak mengganggumu. Aku juga sudah berusaha untuk mematuhi semua peraturan darimu. Katakan apa yang membuat kamu tidak puas padaku. Aku akan berusaha untuk melakukannya lebih baik lagi." Nayla berujar dengan nada putus asa.


Galang memandangnya datar dan menghela nafas kasar.


" Ingatlah bahwa psikis dan masa depan anak kita Galang,seringkali menjadi taruhan kala orang tuanya memutuskan untuk bercerai. Jadi, pertimbangkan baik-baik Galang.Aku sudah berjanji tidak melibatkan perasaan di dalam hubungan kita " Ujar Nayla dengan suara bergetar, hatinya benar-benar sakit.

__ADS_1


"Aku memang punya alasan sendiri, tapi aku tidak bisa memberitahukannya padamu. Sejauh yang aku pikirkan, perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita berdua, Nayla." ujar Galang dengan nada dingin dan tak mau dibantah.


Nayla memandang Galang sambil tersenyum penuh ironi. Kemudian ia menurunkan pandangannya dengan sedih.


"Apa karena sekarang kamu sudah menemukan wanita yang membuatmu jatuh cinta?" tanya Nayla dengan lirih.


Galang menautkan alisnya, nampak bingung dengan pertanyaan Nayla. Tapi sejurus kemudian dia dapat menetralkan kembali ekspresi wajahnya.


"Kalau memang seperti itu, apa kau setuju untuk bercerai?" tanya Galang kemudian.


Nayla mengangkat wajahnya lagi dengan tatapan mata sendu. Namun kemudian kembali ia menunduk dengan airmata yang jatuh tanpa bisa ditahan lagi.


"Begitukah?" lirihnya serak.


Buru-buru dihapusnya airmata yang terus saja mengalir tanpa permisi. Sungguh Nayla tidak ingin menangis dihadapan Galang. Tapi kali ini luapan emosinya telah membuatnya tak bisa lagi mengendalikan diri. Nayla kalah kali ini.


"Sepertinya kau perlu waktu untuk berpikir. Kau bisa simpan dulu surat pengajuan cerai itu, dan tanda tangani jika sudah siap." Galang beranjak dari duduknya dan bersiap untuk meninggalkan ruangan itu.


"Pikirkanlah dengan baik, Nayla. Aku akan memberikan apapun yang kau minta sebagai kompensasi perceraian. Jadi aku harap kau segera menandatanganinya dan menyerahkannya kembali padaku." Galang berkata sambil meninggalkan Nayla.


Nayla tercenung dengan mata basah. Akhirnya apa yang ditakutkannya selama ini datang juga. Nayla tahu rasanya pasti akan sangat sakit, maka dari itu ia mempersiapkan dirinya dari jauh hari. Tapi saat tiba waktunya seperti sekarang, tetap saja dirinya merasa tidak siap. Hatinya benar-benar terasa hancur dan tak tahu bagaimana harus memperbaikinya. Nayla luruh dan menangis tanpa peduli lagi dengan sekitarnya.


Jika memang kau harus pergi dariku, pergilah. Kelak kau akan mengetahui betapa berharganya aku. Nayla Purnama


Bersambung..


...****************...


** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho**


Gaes author jangan di marahin ya😭author nangis juga kok gak tega banget bahkan tangan author bergetar pas nulisnya tapi kalau mulus mulus perjalanan kisah mereka nanti gak seru gaes🤭 hehe percaya deh nanti author bikin ayang galang menyesal 🥰😘


Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah


Please....pleasee🙏🙏

__ADS_1


Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰


__ADS_2