Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 47


__ADS_3

Dalam kehidupan sehari-hari kadang terselip salah dan khilaf yang bisa kita lakukan terhadap pasangan kita. Tapi tahukah, bahwa ada kesalahan yang tidak biasa. Kesalahan yang bisa membuat seseorang sakit hati.


Terkadang suami tidak peka dengan hal-hal sensitif yang bisa melukai hati istrinya. Menurutnya itu hal sepele atau dianggap biasa saja. Lalu ia tidak menyadarinya dan mengulangi lagi sampai berkali-kali.


"Baiklah... Aku akan melakukan seperti yang kamu katakan." ujar Nayla akhirnya. Dibalas dengan helaan nafas lega dari Galang.


Suasana pun kembali hening.


Sepanjang perjalanan Nayla terus melihat kearah luar jendela. Sedangkan Galang kembali sibuk dengan pekerjaan di laptopnya. Tampaknya ada banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Sesekali Zaya melirik Nayla. Dan saat Nayla merasa Galang tidak menyadarinya, Nayla mulai memberanikan diri mengamati Galang yang sedang serius menatap layar laptopnya.


Nayla merasa seperti tersihir pada pesona Galang. Wajahnya yang sedang serius itu membuat Galang terlihat semakin tampan dan seksi dimata Nayla.


Astaga! Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya. Sepertinya benar-benar ada yang salah dengan otaknya hari ini. Sejak tadi kepalanya selalu saja dipenuhi pikiran tak masuk akal tentang Nayla.


Nayla pun cepat-cepat memalingkan wajahnya kearah luar jendela lagi. Nayla pun cepat-cepat memalingkan wajahnya kearah luar jendela lagi, Terlalu lama melihat Galang membuat tingkat kewarasan otaknya jadi berkurang. Nayla tidak mau sampai kehilangan akal dan menjadi gila.


Akhirnya mereka sampai juga dirumah.


Setelah sempat menyapa Alvaro yang sedang diberi cemilan oleh pengasuhnya, Galang langsung kekamarnya untuk membersihkan diri. Dia sudah berganti dengan pakaian rumah saat Nayla masuk kedalam kamar.


Galang duduk diatas tempat tidur dengan posisi punggung dan kepala menyandar pada sandaran kasur. Matanya terpejam dengan satu tangan memijit pelipisnya. Tampaknya dia sangat kelelahan.


Nayla mendekat.


Sulitkah bagimu mengabaikannya Nayla? Apa cinta selemah itu?


"Apa kepalamu sakit?" tanyanya lembut.


Galang membuka matanya dan melihat kearah Nayla.


"Iya." jawabnya pelan.


Nayla kemudian keluar dari lalu kembali membawa obat dan segelas air.


"Minum obat dulu, setelah itu baru istirahat." pinta Nayla lembut.


Galang kembali melihat Nayla sambil meraih obat yang diberikan Nayla. Tanpa bicara dia pun menelan obat itu dengan segelas air.


Andai Nayla tahu jika Galang sangat benci minum obat. Biasanya dia selalu membuang obat yang diberikan padanya. Tapi entah kenapa kali ini dia menurut saja pada wanita di hadapannya ini.


Nayla tersenyum.


"Sekarang istirahatlah." ujarnya masih dengan nada lembut. Ia pun beranjak hendak meninggalkan Galang. Tapi sejurus kemudian Nayla berbalik dan kembali mendekati Galang.


"Mau aku pijat kepalamu?" tanyanya pelan.


Sekali lagi Galang melihat kearah Nayla. Kali ini dia menatap Nayla dalam waktu yang cukup lama.


"Hmm" jawab Galang akhirnya.


Hmm? Maksudnya? Nayla tampak sedikit bingung.


"Lakukanlah." ujar Galang dengan sedikit mendesah. Ia sedikit kesal karena Nayla tak mengerti isyaratnya tadi.

__ADS_1


Nayla pun tersenyum sambil lebih mendekat lagi. Lalu diulurkan tangannya dan mulai memijat kepala Galang. Tangan kirinya menahan tengkuk Galang dan tangan kanannya memijat dahi serta sebagian area kepala Galang.


Secara perlahan Galang mengangkat kepalanya membuat Nayla bingung dan betapa kagetnya Nayla, ternyata Galang menaruh kepalanya di pangkuan Nayla.


Galang memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Nayla. Tampak pijatan Nayla membuat ototnya yang tegang mulai menjadi rileks. Nayla berusaha tidak gugup karna ini pertama kali nya Galang tidur di pangkuannya.


Nayla terus memijat kepala Galang dengan sangat telaten, hingga akhirnya tangannya tiba-tiba berhenti memijat.


Nayla terkesiap. Dirasakannya kepala Galang lunglai menyentuh perut bagian atasnya. Dengkuran halus juga terdengar dari mulut Galang. Dia tertidur.


Nayla memberanikan diri memandang wajah Galang yang terlihat damai. Guratan halus diwajah tampannya itu menunjukkan Guratan halus diwajah tampannya itu menunjukkan betapa kerasnya dia bekerja. Dia pasti sangat kelelahan.


Tangan Nayla mulai turun kewajah Galang. Dibelainya dengan sangat hati-hati pipi dan rahang lelaki itu. Ditatapnya Galang dengan perasaan yang penuh dan hampir membuncah.


Lalu perlahan Nayla mulai menunduk dan membawa Galang kedalam dekapannya.


'Tidurlah, Galang. Tolong izinkan aku memelukmu untuk sementara " lirih Nayla


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Esok hari....


"Apa kau sangat suka dengan pekerjaan mu sekarang ?" tanya Galang sambil membolak-balik dokumen ditangannya.


Nayla sedikit menautkan alisnya. Ia yang sedang mengantarkan teh hangat keruang kerja Galang tampak terdiam dan meraba arah pertanyaan yang di lontarkan Galang padanya.


"Duduklah dulu. Aku mau bicara." Galang menutup dokumen ditangannya dan meletakkannya diatas meja.


Nayla menurut dan duduk disofa yang terdapat diruang kerja Galang. Kemudian Galang juga ikut duduk disana berhadapan dengan Nayla.


Nayla terlihat berpikir untuk menjawab apa pada galang.


"Ya, itu sangat menyenangkan,aku tidak merasa kesepian lagi. apalagi ada Nina da Lila di butik, aku suka menghabiskan waktuku bersama mereka...." jawabnya kemudian.


"Jadi, berinteraksi dengan mereka memang terasa menyenangkan untukku dan aku tidak begitu merasa bahwa aku cuma sendiri" sambungnya lagi.


deg..


Jantung galang bagai dihantam belati tajam mendengar kalimat terakhir Nayla.Galang tampak memandang Nayla agak lama.


"Lalu Alvaro, apa kau tidak senang menghabiskan waktu bersama putramu sendiri?" tanya Galang.


Nayla mengangkat kepalanya dan buru-buru menggeleng.


"Bukan seperti itu." sanggahnya.


"Kamu tahu aku sangat dibatasi berinteraksi dengan Alvaro... Sebenarnya itu membuatku agak sedih.... Tapi dengan bekerja di butik dan melayani para pelanggan,aku jadi sedikit bisa menghilangkan rasa sedihku. Jadi bukan maksudku sengaja mengabaikan Alvaro. Tolong jangan salah paham." tambah Nayla lagi dengan pelan dan hati-hati.


Galang diam dan menghela nafas. Dia tahu Nayla memang dibatasi berinteraksi dengan Alvaro. Itu semua atas inisiatif dari Yunita yang mendapat persetujuannya juga.


Meski alasannya untuk masa depan Alvaro,Galang tak menampik jika Nayla menjadi pihak yang tersakiti disini, dan Galang cukup merasa bersalah akan hal itu. Tapi kepeduliannya pada kecemerlangan masa depan Alvaro membuat nya menomorduakan perasaan Nayla.


" Itu demi kebaikan Alvaro " Jawab Galang


Secara perlahan Nayla menghembuskan nafasnya yang amat sesak, sepertinya dia tidak ada kesempatan untuk mengambil hati galang.

__ADS_1


Apa aku memilih mundur ? Apa kepergian salah satu kebahagiaan mereka jika iya? Tentu aku lakukan.


Perasaan bimbang mulai menghampiri Nayla, ia ingin mengungkapkan semua kegundahan hatinya namun seakan dia seperti orang bisu. Hingga suara Galang menyadarkan Nayla dari lamunannya.


Ternyata sejak tadi Galang menatapnya.


" Apa ada yang ingin kamu sampaikan " Tanya Galang


Nayla masih diam tapi masih menatap Galang dengan lekat.


" Aku berterimakasih padamu " Ucap Galang sambil menatap Nayla dengan tatapan yang sulit di artikan


"Berterima kasih?" Nayla menautkan kedua alisnya.


Galang mengangguk.


"Kau sudah membawa Alvaro datang dalam kehidupanku, Nayla. Dia seperti sebuah keajaiban bagiku. Setiap kali aku melihatnya, aku selalu merasa hidupku sangatlah menakjubkan. Sebelumnya aku tak pernah menyangka akan sangat menikmati menjadi seorang ayah. Setiap hari aku hanya fokus pada kemajuan perusahaan. Tapi semenjak Alvaro hadir, aku merasa seperti punya arah baru dalam hidupku. Semua yang aku lakukan sekarang adalah untuk masa depannya. Sekarang dia benar-benar telah menjadi duniaku."


Galang kembali diam sebentar.


"Dan kau adalah orang yang paling berjasa karena telah mengantarkannya padaku. Untuk itu aku ingin berterima kasih padamu..."


Kali ini Galang berkata sambil menatap mata Nayla.


Nayla terkesiap. Matanya juga lekat menatap Galang dengan perasaan yang sulit dijabarkan. Dapat Nayla lihat ketulusan dimata Galang. Sepertinya yang Galang katakan sekarang benar-benar berasal dari dalam hatinya.


"Aku minta maaf karena telah membuatmu terjebak kedalam duniaku. Karena menjadi istriku, kau terpaksa harus mengikuti aturan yang banyak membuatmu tersakiti. Kau juga tidak bisa mengatakan pada semua orang jika kau adalah ibu kandung Alvaro. Tapi yang harus kau percaya, aku melakukan ini bukan hanya untuk reputasiku, tapi juga untuk keselamatanmu sendiri."


"Hidupku lebih rumit dari dari kelihatannya, Nayla. Ada banyak sekali musuh dalam selimut yang selalu mencari celah untuk menghancurkanku. Aku tidak mau kau dalam bahaya karena mereka tahu kau adalah istriku. Karena itulah aku tidak mengakuimu didepan orang-orang jika kau adalah istriku. Itu adalah caraku untuk melindungimu, aku harap kau bisa memahaminya."


Nayla tertegun. Ia semakin tak bisa menjabarkan perasaannya setelah mendengar penuturan Galang. Benarkah Nayla menjabarkan perasaannya setelah mendengar penuturan Galang. Benarkah selama ini ia telah salah memahami Galang. Nayla pikir Galang malu akan latar belakangnya sehingga tak mau mengakuinya sebagai istri. Tapi ternyata semua ini karena untuk keselamatannya sendiri. Nayla tidak tahu harus merasa seperti apa.


"Jalanilah kehidupanmu dengan nyaman, Nayla. Jika ada yang kau inginkan, katakan saja padaku. Aku akan berusaha untuk memenuhinya. Tapi aku punya permintaan satu " Nayla kembali memandang Galang yang sedang menatapnya.


"A-apa itu?" tanyanya gugup.


Galang tak langsung menjawab. Diarahkannya pandangannya ke langit-langit ruangan itu .


"Jangan jatuh cinta padaku." jawabnya kemudian.


" Yang terbaik bukanlah yang datang dengan segala kelebihannya. Namun yang tidak pergi karena segala kekurangan kita."


"Andai aku tidak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tidak perlu mersa terbang terlalu jauh dan jatuh pun tidak terlalu keras."


...****************...


^^^Bersambung.. ^^^


^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho^^^


^^^ ^^^


^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^


^^^Please....pleasee🙏🙏^^^

__ADS_1


^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^


__ADS_2