
Nayla duduk diruang kerja butiknya dengan pikiran yang melayang entah kemana. Bayangan tentang Galang yang menciumnya semalam terus saja memenuhi kepalanya. Sekuat tenaga Nayla berusaha melupakan kejadian itu, tapi tetap saja tidak mau pergi dari pikirannya.
Belum lagi kata-kata Galang malam itu yang juga terus terngiang ditelinganya.
"Benar, aku sudah tidak waras. Aku kehilangan akal sehatku karena terlalu merindukanmu." Nayla kembali memijit-mijit pelipisnya sendiri untuk sedikit mengurangi rasa pusing yang menderanya.
Kenapa juga kalimat yang diucapkan Galang itu harus terus memenuhi kepalanya, seperti rekaman suara yang diputar berulang-ulang.
Nayla mendesah kesal.
Ia tak mengerti kenapa itu semua harus membuatnya merasa terganggu. Bukankah jika ia menganggapnya angin lalu saja, semuanya tidak akan membuat kepalanya pusing. Anggap saja jika Galang sedang tidak sadar saat mengatakannya Atau mungkin lelaki itu hanya sedang bermain-main.
Ya. Bukankah belakangan ini sedang trend orang-orang melakukan prank? Kemungkinan besar Galang memang sedang mengerjainya, kan? Meski Nayla sendiri tidak terlalu yakin dengan hal itu, mengingat Galang bukanlah orang yang suka berlaku iseng.
Lalu jika bukan sedang mengerjainya, apa sebenarnya yang sedang Galang lakukan? Benarkah saat ini Galang memang sedang mengejarnya kembali seperti yang dikatakan Kevin semalam?
Huffttt....
Kevin kembali menghela nafasnya.
Tadinya ia mengira setelah bercerai dengan Galang semuanya akan berakhir. Hubungannya dengan Galang, perasaannya dan semua hal yang menyangkut dengan Galang, juga akan berakhir. Tapi kenapa disaat Nayla sudah berusaha untuk hidup tanpa Galang, lelaki itu malah sangaja datang dan mengusiknya.
Nayla sungguh tidak ingin terlibat lagi dengan Galang sekarang, Ia tidak ingin dihempaskan dan merasa sakit lagi. Dari pengalamannya terdahulu, setelah bersikap baik padanya, Galang pasti akan menghancurkan hatinya. Nayla tidak ingin terjebak dengan rasa sakit itu lagi, Ia tidak ingin mengulang penderitaannya selama ini. Tidak akan!
"Bu Bos!" suara khas Sarah membuyarkan lamunan Nayla.
Nayla menoleh.
"Ponselmu ketinggalan, ya?" tanyanya sambil duduk di hadapan Nayla.
"Tidak." jawab Nayla.
"Dokter Kevin menelfonku tadi, Dia bilang kamu tidak menjawab panggilannya, makanya kupikir ponselmu ketinggalan." ujar Sarah lagi.
Nayla tampak menautkan alisnya, Lalu buru-buru dikeluarkannya ponsel miliknya dari dalam tas tangannya. Dan benar saja, ada dua puluh tujuh panggilan tak terjawab dari Kevin.
Nayla kemudian menaruh kembali ponselnya itu kedalam tas tangannya.
"Kamu tidak telfon balik?" tanya Sarah. Ia heran melihat Nayla yang terkesan tak mempedulikan panggilan tak terjawab dari Kevin.
"Nanti saja." kilah Nayla, Sejujurnya Nayla sedang tidak ingin berbicara dengan Kevin. Dia takut jika seandainya Kevin tiba-tiba membahas tentang permintaannya semalam. Nayla benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang ini.
"Kalian berkelahi, ya?" tanya Sarah lagi.
Nayla menggelengkan kepalanya dengan bingung.
"Tidak."jawabnya cepat.
"Apa jangan-jangan dia melakukan sesuatu padamu hingga membuat kamu marah" Sarah kembali bertanya.
Nayla buru-buru menggeleng.
"Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya sedang lelah dan tidak ingin berbicara dengannya." kilah Nayla. Tapi jangan panggil gadis itu Sarah jika bisa dengan mudah Nayla membohonginya. Sarah tahu ada sesuatu antara Nayla dan Dokter Kevin,Meski dia tidak yakin itu apa.
"Kenapa kamu terlihat seperti sedang menghindarinya?" Kali ini Nayla terdiam dan tidak menjawab.
"Hei, ayolah.... ceritakan padaku ada apa." pinta Sarah.
__ADS_1
Nayla masih terdiam, terlihat enggan mengatakan apapun pada Sarah.
" Nayla, bukankah kamu sudah berjanji tidak akan menyembunyikan apa-apa dariku lagi?" Sarah tampak memasang mode serius dengan tidak memanggil Nayla dengan sebutan Bu Bos lagi.
Tapi Nayla masih terlihat sedang tak ingin berbicara.
" Nayla...." Sarah tampak mulai kesal.
Nayla menghela nafasnya.
"Oke, My Sarah..., oke. Aku akan cerita." ujarnya kemudian sembari memutar bola matanya malas.
Sarah tersenyum, kemudian melipat kedua tangannya di dada.
"Ayo, ceritakan sekarang." ujarnya dengan nada agak memerintah, seolah disini dia adalah bosnya.
Nayla terdiam sesaat, Terlihat sedang menyusun kata-kata.
" Kevin memintaku untuk jadi kekasihnya." lirih Nayla akhirnya.
Sarah tampak sedikit menautkan kedua alisnya.
"Lalu?" tanyanya menanggapi.
"Lalu apanya?" Nayla balik bertanya.
"Dokter Kevin memintamu untuk menjadi kekasih Lalu apa masalahnya?" Tanya Sarah sekali lagi untuk memperjelas.
Nayla terdiam sesaat.
"Bukankah baik jika sebelumnya kalian sudah saling tahu tentang diri masing-masing?" Tanya Sarah
Nayla kembali terdiam.
"Tapi bagiku tetap saja terasa agak sedikit aneh. " gumamnya.
Sarah tampak berdecak sebal.
"Yang aneh itu kamu, Nayla. Dokter tampan dan baik memintamu untuk menjadi kekasihnya, kok kamu malah menghindar dan tidak menerimanya." gerutu Sarah.
"Sepertinya ada yang koslet didalam sana." tambah Sarah lagi sambil menunjuk kearah kepala Nayla.
Tentu saja Nayla mendengus sebal mendengarmya.
"Apa jangan-jangan kamu belum bisa move on dari mantan suamimu itu, sehingga tidak bisa menerima lelaki lain?" tanya Sarah dengan mimik wajah yang tak bisa dijelaskan.
"Mana ada." sergah Nayla cepat.
"Tentu saja bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin terburu-buru menjalin hubungan baru." ujarnya kemudian.
Belum sempat Sarah menanggapi perkataan Nayla, Lila datang menginterupsi.
"Bu Bos." panggilnya sopan.
"Ada kiriman bunga dibawah. Banyak sekali." tambah Lila lagi dengan takjub.
Nayla tidak menjawab, tapi ia langsung turun kebawah untuk melihat yang dikatakan oleh Lila tadi.
__ADS_1
Mata Nayla terbuka lebar saat mendapati beberapa orang sedang meletakkan banyak bunga segar dibeberapa sudut butiknya,Aromanya wangi dan menenangkan.
"Wah... Jangan bilang ini pernyataan cinta dari Dokter Kevin untukmu, Bu Bos." tebak sarah.
Nayla tak langsung menjawab, Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan mendial nama seseorang.
"Halo, nay. Aku baru saja mau menghubungimu lagi, untungnya kamu sudah menelponku duluan." terdengar suara Kevin diseberang sana.
Nayla tampak berpikir untuk mengatakan kalimat apa.
"Kenapa Kakak mengirim bunga ke butik banyak sekali?" tanyanya kemudian.
"Bunga?" Kevin balik bertanya.
"Iya, bunga. Kakak yang mengirimnya, kan?" tanya Nayla lagi.
"Tidak." jawab Kevin.
Nayla tertegun.
Bukan Kevin yang mengirim bunga-bunga itu? Lalu siapa? Tanpa sadar Nayla memutus panggilan telfonnya dengan Kevin.
Belum sempat Nayla menerka-nerka, salah satu petugas pengirim barang tersebut datang menghampiri Nayla dengan satu buket bunga.
"Ini, Nyonya. Tolong tanda tangan disini." pintanya sambil meyerahkan buket bunga itu kepada Nayla, lalu ia menyodorkan tempat Nayla harus membubuhkan tanda tangan.
Nayla pun menurutinya.
"Pak, siapa yang mengirim bunga-bunga ini?" tanya Nayla penasaran.
"Kami hanya bertugas mengantarnya saja, Nyonya. Kami tidak tahu siapa yang mengirimnya." jawab petugas dengan sopan.
Nayla pun akhirnya hanya bisa mengangguk.
Lalu setelah para petugas jasa pengiriman barang itu telah pergi, Nayla kembali keruang kerjanya diikuti oleh Sarah.
Nayla mengamati buket bunga yang barusan ia terima, Lalu tiba-tiba matanya melihat kertas yang terselip diantara tangkai bunga. Nayla mengambil dan membacanya.
"Maaf.''
Nayla terkesiap membaca tulisan itu.
Itu adalah tulisan tangan yang sangat Nayla kenal. Dari cara pena digoreskan keatas kertas, serta dari gaya penulisannya, Nayla sangat tahu siapa yang telah menulisnya. Tulisan tangan itu adalah milik seseorang yang telah hidup dengan Nayla selama Lima tahun Lebih lamanya. Lelaki yang pernah sangat Nayla cintai dengan sepenuh hati.
Jadi, pengirim bunga-bunga itu ternyata adalah...Galang? Gumam Nayla dengan bingung.
Kadang cinta lama bersemi kembali akan membuka hatimu, bahwa takdir terkadang membawa kita ke jalan yang tidak kita rencanakan. Kamu dan kekasih telah memutuskan berpisah, namun suratan takdir mempersatukanmu lagi dengan sang mantan.
Kamu seperti mendapat kesempatan kedua untuk membina hubungan kembali dengan orang yang sama, yang telah pernah mengisi hari-harimu di masa lalu. Namun, kini, kamu tentu tidak akan mengulang kesalahan sama seperti yang terjadi pada kesempatan pertama kamu dan si dia bersama.
Bersambung...
^^^Andaikan cinta author cinta lama bersemi kembali alias CBLK pasti author bahagiaaaa bengetttt tapi author sadar ini cuma ada di dunia halu^^^
Hai gaes jangan lupa LIKE, KOMEN DAN VOTE YA, author gak bosan-bosan kok bilangnya ππ€
Happy Reading πβ€π§‘ππππ€π€π€
__ADS_1