Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 32


__ADS_3

..." Aku tak pernah menyesal akan keputusanmu memilihnya. Yang aku sesalkan, tiada setitikpun kesempatan bagiku untuk membuatmu bahagia."...


..." Ketika kamu pernah memberikan perhatian terhadap seseorang secara berlebihan, maka kamu akan mendapat sakit yang lebih sakit dari apa yang seharusnya kamu dapatkan."...


🥀🥀🥀🥀🥀


Tiga hari setelah melahirkan, Nayla sudah diperbolehkan pulang. Semua orang menyambutnya dirumah dengan penuh suka cita. Nampak Bibi Sani telah menyiapkan pesta kecil bersama para pelayan lainnya.


Zaya merasa sangat terharu melihat hal itu.


Para pelayan di rumah Galang memang telah Nayla anggap sebagai keluarganya sendiri. Merekalah yang telah menemani Nayla dan membuat Nayla tak terlalu kesepian dirumah besar itu. Hingga Nayla tak sungkan untuk membagi kesedihan dan kebahagiaan bersama mereka. Menyenangkan, bukan?


"Selamat, Nyonya. Sekarang Nyonya sudah jadi seorang ibu." ucap Bi Sani dengan tulus.


Ia nampak sangat bahagia dengan kelahiran putra tuannya dan Nyonya nya itu


Dulu saat pertama kali bekerja pada keluarga Alexander, Galang masih berusia sekitar 7 tahun. Dan sekarang tuannya itu sudah 25 Tahun dan di karuniai seorang anak laki-laki yang sangat tampan.


Bi Sani masih merasa ini seperti mimpi. Bukan?


"Terima kasih, Bi." jawab Nayla haru matanya sudah berkaca-kaca menatap Bibi.


Kemudian Nayla menyodorkan Alvaro untuk di gendong oleh Bibi Sani. Dan tentu saja Bi Sani menerima Alvaro di gendongannya dengan wajah yang berbinar. Nampak bayi mungil yang sebelumnya tengah tertidur itu mengerjapkan matanya .


"Tuan muda tampan sekali, Nyonya. Wajahnya mirip Tuan Galang, tapi matanya sama seperti mata nyonya bulat itu sangat indah di pandang." tuturnya antusias.


"Benar." balas Nayla menyetujui.


"Dia memang tampan seperti papanya. Namanya Alvaro. Kita bisa memanggilnya Al Bi." tambah Zaya lagi.


"Nama yang bagus." gumam bi Sani sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Galang datang menghampiri mereka.


"Segeralah istirahat, kau belum pulih benar. Aku akan kembali kekantor." ujar Galang pada Nayla.


"Kamu sudah mau kekantor?" tanya Nayla.


"Iya. Sudah tiga hari pekerjaanku dikerjakan orang lain. Aku tidak mau terjadi masalah karna aku mengabaikan pekerjaan ku." jawab Galang.


"Baiklah." Nayla mengangguk. Kemudian ia pun mengambil kembali Alvaro dari gendongan Bibi Sani hendak masuk kekamarnya. Tapi kemudian seorang pelayan datang dari arah ruang tamu dengan tergopoh-gopoh.


"Tuan, didepan ada Tuan dan Nyonya Besar." lapornya sambil sedikit membungkuk kepada Galang.


Nayla sedikit menautkan alisnya. Tuan dan nyonya besar? Apa maksudnya orang tua Galang?


Astaga...


Mata Nayla membulat sempurna.Tiba-tiba Nayla menjadi sangat tegang. Belum sempat Nayla memikirkan apa-apa, kedua orang yang dimaksud tiba-tiba telah ada diruangan tempat Nayla dan yang lain berada.


"Selamat datang, Tuan dan Nyonya Besar.' Hormat Bi Sani membungkukkan badannya kearah dua orang itu, yang dibalas anggukan dari keduanya.


"Mama..Papa.." Galang menyapa seolah sedang bergumam pada dirinya sendiri.


"Kenapa kau tampak sangat terkejut, Galang?" tanya laki-laki paruh baya yang Galang sebut papa itu.


"Apa kau tidak akan mempersilahkan kami duduk?" tanyanya lagi.

__ADS_1


Kemudian tanpa diminta dia menduduki sofa yang ada diruangan itu. Diikuti oleh wanita yang datang bersamanya.


Dia adalah Mahendra Alexander , ayah kandung Galang yang juga pemilik dari perusahaan Alexander group.


Dan disebelah ,Mahendra nampak seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik. Tubuhnya langsing terawat berbalut pakaian mahal dan elegant. Tangannya juga menenteng tas branded yang tentu saja punya harga selangit. Benar-benar perempuan yang anggun dan berkelas, melihat itu Nayla sudah merasa insecure sekali.


Perempuan yang dipanggil Nyonya Besar oleh pelayan tadi. Pasti dialah Nyonya Yunita yang pernah diceritakan oleh Bi Sani tempo hari. Ibu kandung Galang.


Galang pun mendekat dan duduk disofa yang berseberangan dengan mereka.


"Selamat datang, Ma, Pa. Maaf tidak menjemput kebandara. Aku tidak tahu kalian akan datang ,akhir akhir ini aku sedang sibuk jadi aku tidak tahu jika mama sama papa kesini." ujarnya berbasa-basi.


"Memang sejak kapan kau peduli pada kami? Bahkan kau menikah pun tanpa meminta restu dari kami." sarkas Yunita ibunya Galang.


Tampak Galang sedikit menghela nafas, mendengar pertanyaan mamanya.


"Bukankah aku sudah meminta restu, kalian saja yang tidak datang." elaknya kemudian.


"Kau hanya memberi tahu, bukan meminta restu." Sarkas Yunita.


"Bukankah itu sama saja?" Kali ini Yunita yang menghela nafasnya kasar.


"Sudahlah..." Mahendra langsung melerai anak dan ibu itu.


"Kami kesini untuk melihat cucu kami." ujarnya lagi pada Aaron.


Galang tiba-tiba menoleh kearah Nayla yang masih mematung ditempatnya. Sedangkan Bi Sani dan pelayan yang satunya lagi telah menyingkir sejak tadi.


"Kemarilah. Papa dan mama ingin melihat Alvaro." pintanya pada Nayla.


"Duduklah disampingku." pinta Galang lagi. Dan seperti sebelumnya, Nayla hanya bisa menurut tanpa menjawab.


"Ma, Pa, ini Nayla. Istriku." Galang memperkenalkan Nayla pada kedua orang tuanya.


Deg.


Ini kedua kalinya Galang menyebut Nayla dengan sebutan 'istriku'. Nayla benar-benar terharu


"Dan ini Alvaro, cucu kalian." sambung Galang dan memberitahu kepada kedua orang tuanya.


Yunita tampak berbinar melihat Alvaro. Kekesalannya yang tadi tampak telah hilang entah kemana.


"Cucuku, dia tampan sekali. Apa boleh aku menggendongnya?" tanya Yunita dengan mata berbinar.


Tanpa menjawab Galang langsung beranjak dan memberikan Alvaro kedalam gendongan Yunita. Lalu dia pun kembali duduk di sebelah Nayla yang masih terdiam sejak tadi dan tampak memperhatikan mereka.


"Dia benar-benar tampan. Aku jadi jatuh cinta padanya." Yunita bergumam sendiri sambil tersenyum. Lalu dia mendongak kearah Nayla.


"Apa dia minum asi?" tanyanya pada Nayla. Nayla pun mengangguk cepat.


"Iya." jawabnya. Nayla yang mendengarnya nampak lega.


"Baguslah." sahutnya dengan suara lega.


"Asi adalah yang terbaik." sambungnya kemudian.


Nayla hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Baiklah..." ,Mahendra beranjak dari duduknya.


"Karena aku sudah melihat cucu dan menantuku, aku pergi dulu. Ada yang harus aku urus." ujarnya lagi.


Kemudian dia beralih pada Nayla yang telah ikut berdiri.


"Aku pergi dulu, Nayla. Tolong jaga cucuku dengan baik." ujarnya pada Nayla. Nayla hanya mengangguk.


"Baiklah....Tu.." Zaya menggantung kalimatnya karena tidak tahu harus memanggil .Mahendra apa.


Mahendra sedikit terkekeh melihat Nayla yang tiba-tiba bingung.


"Kau menantuku sekarang, jadi panggil aku Papa." ujarnya sambil menepuk lembut bahu Nayla.


"I-iya, Pa." jawab Nayla canggung.


"Jaga dirimu juga. Nayla bukanlah orang yang mudah untuk dihadapi, jadi kau harus banyak bersabar." Ujar Mahendra kembali terkekeh, kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Nayla masih sedikit mematung mendengar kalimat terakhir Mahendra tadi. Kemudian ia kembali tersadar saat Yunita berdiri dan memberikan Alvaro kepadanya.


"Bawa Alvaro kekamar, sepertinya dia sudah lapar dan ingin menyusu. Kau juga belum pulih dan harus banyak istirahat." ujarnya pada Nayla.


Nayla hanya mengangguk patuh.


"Baiklah..., Ma." ujarnya, masih dengan nada canggung. Kemudian ia pun meninggalkan Galang dan Yunita menuju kamarnya.


"Mari keruang kerjamu Galang. Ada yang ingin aku bicarakan padamu." pinta Yunita dengan nada memerintah. Lalu ia berjalan terlebih dulu dan masuk keruang kerja Galang.


Galang nampak bertanya-tanya. Tapi akhirnya dia pun menuruti perkataan Mamanya dan menyusul masuk keruang kerja.


"Ada apa, Ma?" tanya Aaron sambil mendudukkan dirinya dihadapan Yunita.


"Dia terlihat masih sangat muda. Berapa umurnya?" tanya Yunita yang langsung menatap Galang dengan tajam.


Galang pun langsung tahu siapa yang Yunita maksud.


" Dua puluh dua tahun ma." jawabnya.


Yunita tampak menghela nafas.



Pasangan paruh baya yang masih romantis ( Mahendra Alexander dan Yunita Laraswati)


🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung....


^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho^^^


^^^bagi yang ikhlas aja yaaaa😅^^^


^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^


^^^Please....pleasee🙏🙏^^^


^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^

__ADS_1


__ADS_2