Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 20


__ADS_3

Yuk gaes jangan lupa mampir baca ya dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui komentar dan jika ada kekurangan kata atau ceritanya tidak sesuai ekspektasi kalian,aku tunggu saran dan kritik kalian dikomentar๐Ÿคญ hehe aku tunggu ya loppyuuu fulfull buat kalian dan jangan lupa support author biar lebih semangat lagi..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tiba-tiba seseorang datang di ruangan itu dengan ekspresi yang tidak terlalu bagus. ia sedikit menoleh ke arah Nayla sebelum akhirnya membungkuk hormat ke arah Galang.


" Maaf mengganggu tuan,ada masalah " ucap asisten Rangga


Galang mengangguk dan memberi isyarat kepada asisten nya agar menunggunya di luar. Galang dan Rangga memang bersahabat tapi waktu kerja mereka selalu bersikap profesional.


Dengan penuh tanda tanya, Rangga akhirnya keluar dari ruangan itu dan memilih menunggu di dalam mobil.


" Tampaknya aku sudah harus pergi, Nayla. Jangan khawatir sopir akan mengantarmu ke tempat tinggalmu yang baru. Semua kebutuhan mu juga akan aku penuhi dan sopir akan menjemput keluargamu di desa setelahnya akan mengantarkan ke rumah barumu, aku tidak menerima penolakan " ujar Galang lalu beranjak dari tempat duduknya.


" Dan satu lagi, tidak perlu mengambil barang-barang di kamarmu. Aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan barang barang baru untukmu dan keluargamu." sambung Galang dengan nada memerintah.


Kemudian mereka pun berjalan beriringan keluar dari restoran mewah itu.


Pikiran Nayla bermain kesana kemari. masih mencerna apa yang dikatakan Galang kepadanya, Apa itu Galang menerima permintaannya dan mau menanggung Nayla. Hal tidak bisa di percayai nya kita Galang juga menanggung kebutuhan keluarganya dan memberinya rumah baru. Nayla masih bertanya-tanya?Hingga akhirnya mereka sampai di tempat mobil Galang terparkir.

__ADS_1


" Aku akan menemuimu besok dirumah barumu " Galang melihat ke arah Nayla Sesaat, dibalas anggukan dari Nayla.Kemudian keduanya menaiki mobil yang berbeda, Galang masuk ke dalam mobil yang dinaiki Rangga sedangkan Nayla masuk ke dalam mobil yang telah menjemput dia sebelumnya dan menuju ke rumah Galang untuk mengambil beberapa barang yang perlu dibawa nya.


Kedua mobil itu pun melaju ke arah yang berbeda.


" Ada masalah apa? " tanya Galang pada Rangga saat mobil yang mereka naiki sudah melaju.


" Tadi Maya memberi tahu jika Dirga meminta anda untuk segera pergi ke Singapura,Tuan. Masalah kemarin masih belum selesai, jadi Dirga menunggu kehadiran anda disana hari ini juga " terang Rangga


" Apa?" sentak Galang


" Bukannya masalah ini sudah ada yang menangani? Dasar Orang-orang tak berguna! " Galang menghela nafas. baru saja ia menyelesaikan masalahnya dengan Nayla, ada masalah yang mengharuskan dia untuk pergi. Bagaimana ini?


Galang nampak berpikir, Haruskah ia meninggalkan Nayla saat ini? Akankah gadis itu akan menganggapnya lari dari tanggung jawab Jika dia tiba-tiba menghilang? apalagi Ia sudah mengatakan pada Nayla jika dia akan menemuinya besok. Tapi di sisi lain, Galang juga tidak menampik Jika dia butuh waktu untuk mengambil keputusan apa yang akan diambilnya terhadap Nayla.


Selama ini, Galang hanya melakukan sesuatu yang diyakininya saja dan kali ini juga Galang pun ingin seperti itu. karena baginya, melakukan sesuatu dengan ragu-ragu hanya menghasilkan dengan kegagalan, tetapi jika ia jujur bahwa sebenarnya Ia juga merasa kehilangan. Nayla mengabaikan dan menghindarinya saja sudah membuatnya nya Hampa, apalagi sekarang nayla akan pergi sudah jelas pasti bahwa ia bakal jarang bertemu dengan nayla.


" Berapa lama rencananya aku berada di sana?" tanya Galang kemudian.


" Karena masalahnya sudah agak rumit, kemungkinan besar anda berada di sana selama 1 bulan lebih, Tuan. Dan bisa lebih lama dari itu " jawab Rangga

__ADS_1


Galang sejenak menimbang-nimbang, kemudian terlihat kembali menghela nafas.


" Baiklah, aku akan pergi " katanya kemudian


" Tapi, Rangga. selama aku ada di sana, tolong atur orang untuk memenuhi segala kebutuhan Nayla. cari juga orang yang bisa mengurusnya di rumah dan menemaninya ke dokter, jangan bingung melihatku Ia tidak meminta aku untuk bertanggung jawab tapi dia hanya ingin minta bantu agar selama kehamilannya aku yang membiayai nya. aneh bukan? " jelas Galang pada Rangga Yang sedang menatapnya.


Rangga termangu. Apa ia tidak salah dengar, mana ada wanita yang mau menanggung malu dan beban berat itu sendirian. pikirnya dengan heran


" Kau dengar " tanya Galang sambil menegaskan suaranya.


" I-iya,Tuan. sesuai dengan keinginan anda " Rangga agak tergagap. sejuta pertanyaan muncul di otaknya " Apa Nayla sedang hamil, lalu apa Nayla pergi dan masih banyak lagi yang ini sekali Rangga tanyakan. tapi dengan keras ia tekan agar tak sampai terucap dari mulutnya, karena selama ia bekerja dan bersahabat dengan Galang, dia selalu berpikir sebelum bertindak.



Galang dan Nayla ๐Ÿฅฐ


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya๐Ÿ˜Š


__ADS_2