Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 84


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nayla menghela nafasnya dan berusaha untuk mengatur kata Kemudian ia memberanikan diri untuk melihat kearah Ibu tiri Kevin.


"Apa saat ini Anda sedang memberi lampu hijau pada saya, Nyonya?" Tanya Nayla penasaran.


"Bukankah Anda lihat sendiri jika saya sudah pernah menikah sebelumnya dan punya seorang anak. Apa Nyonya sungguh tidak keberatan jika Kak Kevin menikahi seorang janda seperti saya?" Tanyanya lagi.


Ibu tiri Kevin tersenyum simpul.


"Lalu kenapa jika kamu seorang janda?" Ia malah balik bertanya.


Nayla kehabisan kata dan tak tahu harus menjawab , Ternyata ibu tiri Kevin memililki pola pikir yang agak berbeda dengan kebanyakan orang.


"Menjadi seorang janda bukan berarti karena kita buruk, Nayla. Bagiku perceraian adalah kemalangan untuk seorang perempuan, karena itu berarti perempuan tersebut menikah dengan lelaki Lain.


Ibu tiri Kevin menghela nafas sejenak.


"Asal kamu tahu sebelum aku menikah dengan Ayah Kevin, aku juga sudah pernah menikah dan bercerai terlebih dahulu. Pernikahan pertamaku bisa di bilang sebagai kemalanganku Hampir setiap hari aku hanya bisa menangis karena menikahi lelaki yang sama sekali tidak mencintai dan menghargaiku. Hingga akhirnya perceraian menjadi jalan satu-satunya bagiku untuk melepaskan penderitaan." Kemudian wanita paruh baya itu melihat kearah Nayla sambil tersenyum tipis.


"Lalu aku menikah dengan Ayah Kevin. Lelaki yang mencintaiku sejak lama, yang tak pernah aku gubris sebelumnya. Dia menerimaku apa adanya, meski hingga sekarang aku tidak bisa memberinya keturunan sekalipun. Jujur saja, awalnya aku tidak mencintainya sama sekali. Semua rasa cintaku sudah aku berikan seutuhnya untuk mantan suami yang telah menyia-nyiakanku. Tapi kemudian kasih sayang dan kelembutannya membuat aku perlahan luluh sampai akhirnya tidak mampu berpaling lagi." Ibu tiri Kevin bercerita sambil tersenyum.


"Jadi apa salahnya mendapatkan menantu seorang janda? Selama dia adalah perempuan baik-baik dan putraku merasa bahagia, aku rasa semua itu tidak masalah." Tambahnya lagi.


Nayla sungguh kehilangan kata-kata dibuatnya, Ibu tiri Kevin benar-benar mempunyai pikiran yang terbuka. Awalnya Nayla kira, karena termasuk sebagai perempuan kelas atas Ibu tiri Kevin akan memandang rendah kepada Nayla Tapi ternyata dugaan Nayla salah. Perempuan dihadapannya ini selain anggun juga sangat bijaksana Beruntung sekali Kevin bisa mendapatkan seorang ibu sebaik ini, terlebih perempuan yang nanti menjadi menantunya. Sebuah anugerah bagi seorang menantu jika bisa mendapatkan Ibu mertua yang bersahabat dan penyayang.


"Lagipula, hanya perempuan hebat yang bisa menahan ego dan mau bekerjasama dengan mantan suami demi membahagiakan anaknya, Bahkan aku sendiri pun tidak akan sanggup melakukannya. Beruntung aku tidak punya anak dengan mantan suamiku dulu, sehingga aku tidak perlu berurusan dengannya lagi." Sambung perempuan paruh baya itu lagi.


Nayla mengulas sebuah senyuman.


Ibu tiri Kevin benar, Sangat tidak mudah harus kembali berinteraksi dengan Galang di saat mereka telah bercerai seperti sekarang ini. Jika bisa memilih, Nayla tidak ingin bertemu lagi dengan mantan suaminya itu, Ia ingin melupakan Galang sepenuhnya dan membuka lembaran baru. Tapi apa daya, ada Alvaro di antara mereka, Bocah itu sangat membutuhkan Nayla dan juga Galang saat ini, hingga mau tidak mau Nayla harus membuang jauh egonya demi putra kesayangannya itu.


"Anda benar, Nyonya. Sangat sulit untuk kembali menjalin hubungan dengan seseorang yang dulu sering menyakiti kita, Itu seperti mengorek luka yang hampir kering dan membuatnya mengeluarkan darah lagi. Seringkali terasa lebih sakit, ada kalanya kita justru muak dengan kata maaf yang dia ucapkan. Tapi...., seorang ibu akan mengorbankan apa saja untuk kebahagiaan anaknya, termasuk perasaannya sendiri, Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain senyum ceria dari anak kesayangan kita Selamanya akan selalu seperti itu." Nayla berbicara sembari menengadahkan wajahnya dengan sebuah senyuman tipis.


Ibu Tiri Kevin mengangguk-anggukan kepalanya.


"Sekarang aku memahami kenapa Kevin tidak bisa berpaling darimu, Nayla. Itu karena selama ini dia tidak pernah menemukan seorang perempuan yang sebanding denganmu, Seorang perempuan dengan hati setulus dirimu, aku kira cuma ada di negri dongeng, ternyata memang masih ada di dunia ini." Ujarnya sambil tertawa kecil.


Kemudian perempuan paruh baya itu kembali menatap Nayla.

__ADS_1


"Semoga suatu saat kamu bisa membuka hati untuk Kevin." harapnya dengan tulus.


Nayla agak tercenung untuk sesaat,Ia hanya menanggapi kata-kata ibu angkat Kevin dengan senyuman karena tak tahu harus merespon seperti apa.


Nayla belum punya rencana untuk membuka hati pada siapa pun. Entah kedepannya ia akan menjalin hubungan dengan seseorang lagi atau tidak, biarlah waktu yang akan menjawabnya.


Tak lama kemudian Galang dan Alvaro datang. Galang berpamitan terlebih dahulu untuk kembali ke hotel karena tiba-tiba ada urusan mendesak Sedangkan Nayla dan Alvaro masih meneruskan acara perkenalan bersama kedua orang tua Kevin.


Menjelang sore hari Nayla dan Alvaro baru kembali ke hotel tempatnya menginap.


Nayla menautkan kedua alisnya saat melihat Galang dan Rangga sudah berpakaian rapi dan siap dengan koper-kopernya. Tampak mereka seperti orang yang telah siap untuk check out Sedangkan Sarah berdiri tak jauh dari mereka bersama dengan seorang perempuan muda yang belum pernah Nayla lihat sebelumnya.


"Nyonya." Rangga membungkuk kepada Nayla.


Galang mendekati Nayla.


"Aku dan Rangga harus kembali saat ini juga,Terjadi sesuatu di perusahaan." Ujarnya dengan wajah serius Kemudian dia memberi isyarat kepada perempuan yang berada di dekat Squidward untuk mendekat.


"Ini adalah salah satu orangku, namanya maimoen. Kalian bisa melanjutkan liburan di temani oleh maimoen Dia yang akan mengurus semua kebutuhan kalian sampai pulang." Terang Galang.


Gadis bernama maimoen itu membungkuk hormat kepada Nayla.


Nayla menganggukkan kepalanya sekilas pada maimoen Kemudian ia kembali beralih kearah Galang.


Galang diam sesaat, lalu menghela nafasnya.


"Ikut denganku sebentar." Pintanya kemudian. Galang melangkah masuk kembali ke dalam kamarnya dengan memberi isyarat agar Nayla mengikutinya.


Nayla semakin bingung Tapi kemudian ia memutuskan untuk menuruti Galang, Ia pun mengikuti lelaki itu masuk kedalam kamar hotel.


"Ada apa?" Tanya Nayla lagi dengan penuh tanda tanya.


Galang masih terdiam beberapa saat sambil menatap kearah Nayla, Tiba-tiba dia mendekat kearah Nayla sampai menyisakan jarak yang sangat sedikit diantara mereka.


Galang semakin dalam menatap Nayla hingga Nayla menjadi semakin bingung dibuatnya.


"Kau akan memberiku sebuah kesempatan, kan?" Tanyanya lirih.


Nayla semakin menautkan kedua alisnya karena tak mengerti dengan pertanyaan Galang.

__ADS_1


"Berjanjilah padaku, Nayla. Berjanjilah kau tidak akan memilih siapa pun sebelum aku membuktikan semua perkataanku padamu. Aku mungkin harus membereskan sesuatu terlebih dahulu dan sebelum itu selesai, tolong jangan buat keputusan apapun dulu menyangkut pilihanmu." Pinta Galang lagi dengan penuh harap.


Nayla tertegun mencerna kata-kata Galang. Apa itu maksudnya Galang sedang meminta untuk menunggunya? Lalu hal apa pula yang akan dibereskan Galang? Apa terjadi sesuatu yang serius di perusahaannya.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Galang? Apa ada hal buruk yang terjadi di perusahaanmu?" Tanya Nayla lagi.


Galang tampak menghela nafas panjang.


"Semuanya akan baik-baik saja selama kau masih mau memberiku kesempatan untuk membuktikan diri padamu." Ujarnya sekali lagi dengan nada penuh harap.


Nayla mengamati Galang untuk beberapa saat,Entah kenapa ia merasa Galang tampak sangat rapuh saat ini. Dan kelihatannya terjadi sesuatu yang sangat serius terhadapnya, meski Nayla tak tahu sesuatu itu apa.


Mau tidak mau Nayla akhirnya mengangguk.


"Baiklah, terserah padamu saja." Jawab Nayla.


"Tapi semuanya akan baik-baik saja, kan?" Tambah lagi dengan cemas Bukan apa-apa, jika terjadi hal buruk kepada Galang, maka Alvaro pasti akan terkena imbasnya juga Dan Nayla tidak ingin putranya itu mendapat masalah.


"Terima kasih, aku memegang janjimu. Sekarang semuanya pasti akan baik-baik saja." Galang tersenyum.


Nayla terkesiap, Tidak pernah sebelumnya ia melihat senyum Galang yang begitu cerah seperti saat ini. Tiba-tiba Nayla menyesali


kata-katanya tadi yang menyetujui permintaan Galang begitu saja.


Lalu hal tak terduga kembali membuat Nayla membeliakkan matanya, Galang merengkuh tubuh Nayla dan membawa Nayla kedalam dekapannya. Lelaki itu memeluk Nayla erat hingga tubuh Nayla membeku karena terlalu terkejut.


Untuk sesaat Nayla mematung Tapi kemudian ia kembali tersadar dan berusaha untuk melepaskan pelukan itu.


"Sebentar saja." Bisik Galang pelan Suaranya terdengar tak menuntut, justru seperti sebuah permohonan.


Nayla terdiam dan tak jadi mengurai pelukan itu, Dirasakannya Galang tengah menghirup aroma tubuhnya seperti yang pernah ia lakukan saat memeluk Galang dulu. Seolah lelaki itu tengah mengumpulkan kekuatan dengan memeluk tubuh Nayla.


Nayla pun menyadari Sepertinya telah terjadi sesuatu yang tidak sederhana dan cukup sulit untuk Galang hadapi. Tapi yang tak Nayla pahami, kenapa Galang sekarang bertingkah seolah Nayla adalah sumber kekuatannya? Bukankah selama ini Galang adalah orang yang tak bergantung pada siapapun?


Untuk kesekian kalinya, Galang membuat Nayla harus berpikir keras Tapi kali ini Nayla sedang terlalu lelah untuk berpikir dan memutuskan untuk membiarkan saja Galang melakukan yang dia inginkan.


^^^β€œSangat dicintai oleh seseorang memberimu kekuatan, sementara mencintai seseorang memberimu keberanian.” - Galang Christian Alexander^^^


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Komen dan vote ya gaes plis plisπŸ™πŸ™πŸ™


Yuhu selamat membaca dan semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan❀😊


__ADS_2