Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 14


__ADS_3

Selamat membaca teman-teman...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui komentar dan jika ada kekurangan kata atau ceritanya tidak sesuai ekspektasi kalian,aku tunggu saran dan kritik kalian dikomentar🀭 hehe aku tunggu ya loppyuuu fulfull buat kalian 😘😘πŸ₯°πŸ₯°


Dan jangan lupa ikuti kisahnya sampe habiiissss😁😁😁


πŸ₯€


πŸ₯€


πŸ₯€


πŸ₯€


πŸ₯€


πŸ₯€


πŸ₯€


Galang mendekap erat tubuh Nayla, membiarkan Jessica menyaksikan hal itu. Jessica Eliana menatap dengan penuh kebencian, ia berniat untuk membalas wanita itu telah merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya.


Dengan terpaksa wanita itu meninggalkan ruangan, sangking kesel nya menatap kearah galang yang sedang memeluk erat tubuh nayla.


"Jangan berpikir bahwa aku mencintaimu, nona nayla, Aku melakukannya hanya karena terpaksa. Jadi jangan terbawa suasana. " bisiknya lirik di telinga Nayla, Lalu melepaskan pelukannya dengan Nayla.


Nayla masih belum mengerti,ia mematung menatap Galang yang sudah keluar,ada apa sebenarnya? bingung nayla


Nayla segera meninggalkan ruangan , ia harus melakukan tugasnya yang lain dan kebetulan hari ini tuan galang memintanya untuk ikut ke kantor, ya mungkin saja untuk menawarinya bekerja disana.Agar tidak lagi menjadi pengasuh pribadi tuan dingin itu karena pekerjaan itu sangat melelahkan.


" Kau mau kemana, nona nayla? " suara itu membuat langkah Nayla berhenti


" Bukankah saya harus bersiap untuk ikut anda ke kantor, tuan? " Tanya Nayla dengan sedikit menaikan alisnya karna heran.


" Pergilah waktumu hanya lima menit, jika kau terlambat sedikit saja, akan aku berikan kau hukuman untuk membaca semua dokumen-dokumen yang berada di atas meja kerjaku " ucapnya dengan tegasnya meski raut wajahnya tetep datar, ia menatap Nayla dengan tatapan dalam.

__ADS_1


" Hah! " Nayla mengembuskan nafasnya dengan kasar " Apa anda masih waras, Tuan? Bagaimana mungkin aku bisa membaca semua dokumen itu" ujar Nayla sambil menatap galang dengan kesal


" Aku tidak mau tau, nona Nayla! waktumu hanya lima menit " Ucap galang dengan suara tak terbantahkan.


Nayla tidak ingin berdebat dengan tuan galang lagi, ia dengan cepat meninggalkan ruangan itu dan berlari menuju kamar yang di tempatinya, dengan tergesa-gesa Nayla mengganti pakaiannya tanpa memoleskan make up di wajahnya,Dengan sesingkat mungkin ia memanfaatkan waktu agar tidak terkena hukuman dari pria gila itu.


Ya. Nayla menganggap Tuan Galang adalah pria gila, terkadang ia bersikap dingin dan hangat padanya. atau mungkin hanya perasaan Nayla saja? Entahlah, Nayla sudah merasakannya berulang kali.


Nayla pergi keruangan di mana Tuan Galang berada.


" Saya sudah selesai tuan " ujar Nayla tanpa mengetuk pintu ruangan, ia langsung masuk begitu saja.


Galang mengembalikan tubuhnya ke arah Nayla, sorot matanya memperhatikan wanita itu dari ujung kaki sampai ujung kepala, benar-benar wanita gila, pikir galang


" Apakah kau pergi dengan pakaian seperti itu, nona Nayla? " Tanya galang dengan heran, bagaimana ia tidak heran pakaian Nayla sangat kampungan.


Nayla mengangguk dengan cepat"Tentu, tuan "


" Baik, ayo kita pergi" Galang menarik lengan Nayla meninggalkan ruangan, mereka bergegas menuju teras rumah, di mana Rangga sudah menunggu mereka.


Sesampainya di teras halaman rumah, Nayla menatap wajah Galang secara diam-diam, ia memperhatikan dengan lama, hingga membuat pria itu menyadari bahwa Nayla sedang memperhatikannya secara diam-diam.


" Ah, mana ada ! Saya tidak memperhatikan Anda tuan, Mengapa Anda begitu percaya diri?" elak nayla karna merasa malu , kedua pipinya sudah merah merona, karena Tuan Galang yang sudah memergokinya.


Gilang tersenyum miring, wanita ini membuat dia benar-benar gila karena terkadang tersenyum sendiri, sampai rangga mengira dia sudah tak waras.


" Masuklah " ucap galang


" Baiklah " Nayla menjawab dengan singkat


Nayla dan Tuan Galang segera masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh Rangga, mereka segera meninggalkan perkarangan rumah pribadi milik tuan galang menuju kantor Alexander group.


" Nona nayla , di mana sepatumu? " tanya galang dengan heran, apakah wanita itu tidak punya sepatu sama sekali?


Nayla menatap kakinya, matanya membulat penuh " Eh. sepatuku di mana ya? " tanya nayla pada Galang dengan mimik wajah terkejut dan bingung.

__ADS_1


" aku mana tahu sepatumu di mana, Aku bertanya padamu kenapa kamu malah kembali bertanya padaku? " Sarkas galang dengan wajah tidak suka


Nayla menggelengkan kepalanya dan membenturkan kepalanya dengan pelan di kursi mobil, sangking buru-buru nya dia lupa memakai sepatu.


"Ya Tuhan Kenapa aku begitu ceroboh" gumam nayla


Sesampainya di depan gedung perusahaan, tampak semua pria berpakaian hitam dengan setelan jas menyambut kedatangan mereka.



" Apa kau akan keluar tanpa memakai sepatu?" tanya Galang sambil menatap Nayla dengan tatapan dingin.


" Iya " Nayla mengangguk dengan polos


" Dasar wanita bodoh, kau menyusahkan ku! " rutuk galang dengan kesal.


Nayla segera berjalan keluar dari dalam mobil, namun dengan tiba-tiba Tuan Galang menggendong Nayla untuk masuk ke dalam pelukannya. Tuan Galang berjalan membawa wanita itu di dalam pelukannya, semua penjaga di depan gedung menatap heran ke arah tuan mereka yang baru pertama kali membawa seorang wanita di kantor apalagi wanita itu berada di gendongannya.


Tampak semua karyawan memperhatikan mereka, ada yang merasa heran dan ada juga yang merasa iri pada nayla, karena sudah berhasil berada di dalam pelukan tuan mereka yang tampan itu namun amat dingin.


πŸ’‹


🌸


πŸ’‹


🌸


πŸ’‹


🌸


πŸ’‹


Bersambunggggg...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya gaes πŸ₯°


hehe di tunggu bab selanjutnya okπŸ‘Œ


__ADS_2