Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 60


__ADS_3

^^^"Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."^^^


Penyesalan memang selalu berada diakhir. Kini istri manis dan penurut itu sudah tidak ada lagi. Galang sendiri yang telah mengusir perempuan itu dari hidupnya. Memisahkan Ibu malang itu dengan anak kesayangannya. Kejam Bukan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Galang masuk kedalam rumahnya dengan tergopoh-gopoh, lalu dengan setengah berlari dia menaiki tangga kelantai atas. Tadi saat sedang meeting dengan seorang klien, Galang mendapat telfon dari pengasuh Alvaro jika bocah itu tiba-tiba tak sadarkan diri.


Segera Galang meninggalkan meeting bernilai jutaan Dolar itu, lalu buru-buru pulang kerumahnya.


Pengasuh Alvaro bilang jika Alvaro sudah ditangani olah Dokter keluarga. Tapi tetap saja Galang khawatir sebelum memastikan keadaan putranya itu sendiri.


Alvaro sangat jarang sakit, itulah sebabnya Galang sangat panik sekarang.


Galang membuka pintu kamar Alvaro dengan nafas memburu. Dilihatnya Dokter sudah selesai memeriksa Alvaro. Tampak pula Bi Sani dan Laraa, pengasuh Alvaro, sedang berdiri disisi tempat tidur Alvaro.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Galang pada Dokter dengan cemas.


Dokter itu sedikit membungkuk, kemudian Dokter itu tersenyum tipis.


"Tuan Muda tidak apa-apa, Tuan Galang. Hanya sedikit kelelahan. Saya sudah memberi obat penurun panas, jadi sekarang tinggal beristirahat saja agar kesehatannya cepat pulih." Dokter itu menjelaskan.


Galang tampak menghela nafas lega. Dilihatnya Alvaro juga sudah sadar dan membuka matanya. Hanya saja tatapan bocah itu tampak sedikit sayu, tidak berbinar seperti biasanya.


"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Galang. Saya juga sudah meninggalkan vitamin pada pengasuh Tuan muda. Jangan lupa memberikannya pada Tuan Muda nanti." pesan Dokter itu. Kemudian di membungkuk hormat pada Galang sebelum akhirnya pamit meninggalkan ruangan itu.


Tak lama Bi Sani juga pamit undur diri.


Kini tinggal Laraa sendirian berdiri dihadapan Galang dengan wajah tertunduk. Laras tampak merasa takut karena tanpa sengaja membuat Alvaro sakit. Ia merasa telah lalai menjalankan tugasnya. Entah apa Galang akan memecatnya setelah ini, Laras berharap itu tidak terjadi.


"Apa yang terjadi?" tanya Galang kemudian.


Laras mengangkat wajahnya.


"Tadi saat pulang Tuan Muda masih baik-baik saja, Tuan. Tapi kemudian tiba-tiba saja Tuan Muda mengeluh pusing dan tak sadarkan diri." jawab Laras dengan nada takut.


Galang menghela nafasnya.


"Baikkah. Kau boleh pergi." ujarnya kemudian.


Laras membungkuk hormat, kemudian meninggalkan tempat itu.


Kini tinggal Galang dan Alvaro disana. Perlahan Galang semakin mendekati Alvaro dan duduk disisi ranjang bocah itu.


"Apa masih pusing?" tanyanya kemudian dengan nada lembut.

__ADS_1


Alvaro mengangguk lemah.


"Sedikit." jawabnya pelan.


Galang tersenyum sambil mengusap-usap pucuk kepala Alvaro dengan sayang.


"Tidurlah.... Nanti Papa akan minta Grandma menjadwal ulang kegiatanmu agar tidak terlalu padat. Kau pasti kelelahan belajar." ujar Galang.


Kali ini Alvaro hanya diam dan tidak menjawab. Matanya yang sayu kemudian sedikit menerawang.


"Apa Papa tidak merindukan Mama?" tanya Alvaro tiba-tiba.


Galang tertegun mendengar pertanyaan dari Alvaro. Tubuhnya tiba-tiba membeku.


"Kenapa menanyakan pertanyaan seperti itu?" tanya Ga kemudian. Sebisa mungkin diredamnya perasaan aneh yang mendadak memenuhi rongga dadanya.


Alvaro tak langsung menjawab. Matanya yang sayu itu tampak mulai berkaca-kaca.


"Al merindukan Mama...." gumamnya kemudian dengan suara pelan. Sangat pelan, hingga lebih terdengar menyerupai sebuah bisikan.


Tapi telinga Galang terasa sangat tajam dan bisa mendengar itu dengan jelas.


Galang mematung untuk beberapa saat, tak tahu harus menjawab apa.


"Al merindukan Mama?" ulangnya meyakinkan. Alvaro mengiyakan dengan mengangguk lemah. Wajah polosnya saat ini benar-benar membuat terenyuh siapapun yang melihatnya.


"Tapi ternyata Mama pergi.... Al tidak bisa melihat Mama lagi. Kalau saja Al tahu Mama tidak selamanya disini, Al tidak akan terlalu patuh sama Grandma. Al akan main sama Mama dan tidak terlalu banyak belajar." Airmata bocah itu mulai meleleh membasahi pipinya.


Galang tercekat. Ia tak menyangka dibalik sikapnya yang acuh pada Nayla selama ini, ternyata putranya ini menyimpan perasaan yang dalam pada sang ibu.


Galang mengira karena Nayla tidak terlibat langsung dalam mengurusi Alvaro, maka tidak ada kedekatan emosi antara mantan istrinya itu. Namanya saja ikatan batin antara anak dan ibu bambang segimanapun kamu memisahkan mereka bahkan memberi jarak untuk mereka bertemu. Tampaknya Galang lupa dengan istilah darah lebih kental daripada air.


Dia terlalu meremehkan ikatan batin antara Nayla dan putranya. Antara ibu dan anak, biar bagaimanapun pasti akan terikat satu sama lain. Dan kini dia telah menjadi orang yang paling kejam karena telah memisahkan sepasang ibu dan anak yang saling menyayangi.


Galang menghela nafas dengan penuh rasa bersalah.


Semakin besar saja penyesalannya sekarang. Bahkan putra kesayangannya pun kini ikut menanggung rasa sakit karena keputusan bodoh yang dibuatnya. Entah bagaimana dia harus memperbaiki semua ini.


Hati Galang benar-benar teriris mengetahui putranya ini sakit bukan karena kelelahan seperti yang dikatakan dokter tadi. Tapi ia sakit karena sedih harus berpisah dari Sang Ibu dan sekuat tenaga menahan kerinduannya itu.


Galang benar-benar merasa menjadi lelaki paling brengsek sekarang. Selain telah banyak menyakiti Nayla, sekarang dia juga telah menyakiti Alvaro anak kesayangan mereka. Apalagi yang bisa dia banggakan, Orang-orang terdekatnya menderita karena dirinya sendiri.


"Maafkan Papa, Sayang." lirihnya kemudian.


"Istirahatlah. Nanti kalau Al sudah sembuh, Papa akan ajak Al untuk menemui Mama." bujuknya.

__ADS_1


Alvaro mengangguk dengan senyuman yang merekah di bibirnya.


"Apa boleh nanti Al tidur dengan Mama?" tanyanya lagi.


Galang terdiam sebentar, lalu mengangguk.


"Tentu saja." jawabnya sambil tersenyum.


"Papa tidak bohong, kan?" Alvaro kembali meyakinkan.


Galang menautkan kedua alisnya.


"Apa sekarang anak Papa tidak percaya lagi pada Papa?" tanyanya berpura-pura marah.


"Al percaya. Tapi harus janji seperti ini" Albern mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Galang.


Galang hanya bisa memperhatikan apa yang dilakukan Alvaro.


"Sekarang janjinya sudah dikunci. Papa tidak boleh sampai mengingkarinya, ya. Nanti bisa terkena kutukan." ujar Alvaro lagi.


Mata Galang sedikit membulat. Tidak pernah sebelumnya dia mendengar putranya ini berkata hal-hal aneh seperti ini.


"Kata siapa seperti itu?" penasaran. tanya Aaron


"Kata Al sendiri." jawab bocah itu.


Galang semakin bingung di buatnya,Galang merasa anehh dengan sikap anak kesayangannya itu.


"Al pernah janji pakai kelingking seperti ini dengan teman Al, tapi kemudian Al lupa dan tidak bisa menepatinya. Lalu sekarang Al terkena kutukan.... Mama Al pergi." Alvaro berujar dengan polos.


Galang kembali merasa tertohok. Bahkan Alvaro menganggap keadaanya sekarang sebagai kutukan. Andai Alvaro tahu Galang sendirilah yang sudah menciptakan kutukan ini, akankah kemudian bocah kecil ini membenci dirinya?...


Semua ibu pasti akan memiliki ikatan batin yang kuat dengan buah hatinya. Ikatan batin ini telah terbentuk secara alamiah sejak Si Kecil masih berada di dalam kandungan. Sebenarnya, bagaimana ikatan ini bisa terbentuk? Ternyata, keberadaan sang buah hati dalam kandungan membuat ibu merasa bahagia, terlebih ketika Si Kecil sudah lahir. Ketika bahagia dirasakan, tubuh akan memproduksi hormon dopamin.


Semakin hari, hormon ini akan semakin banyak dibuat oleh tubuh, yang menjadi penguat ikatan batin ibu dan anak. Jadi buat para suami jangan mencoba memisahkan anak dari ibunya karna itu akan berakibat fatal pada akhirnya. Dan buat ibu-ibu tetaplah menjadi orang pertama buat anak-anak jika mengalami kesulitan dalam hal apapun.


...Bersambung..... ...


...** Dukungan Dan Votenya author tunggu ya gaes gaes**...


... Tapi bagi yang ikhlas aja yaaaa😅...


...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...


...Please....pleasee🙏🙏...

__ADS_1


...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰...


__ADS_2