Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 10: menjebak Elpan


__ADS_3

Keesokan harinya Rahma sudah bersiap karena akan kuliah dan sekarang Rahma akan memasak dulu di dapur.


Hari ini Rahma belum menemukan ibu mertua nya, entah kemana Mira gak ada padahal setiap hari Mira pasti sudah bangun dan sudah stay di ruang tamu.


"Bi ke mana mamah" tanya Rahma pada pelayan rumah itu.


"Tadi pagi sekali dia sudah pergi" ucap Pelayan.


"Oh" ucap Rahma.


Rahma merasa bingung di sana juga ada dua bule yang bekerja menjadi pelayan di sana, sampai sekarang Rahma tak pernah terlibat percakapan dengan mereka karena Rahma merasa canggung takut nya mereka tak bisa bahasa Indonesia.


Rahma menyajikan makanan nya di meja makan, terlihat kalau Elpan sudah turun dari kamar nya.


"Makan kak" tanya Rahma.


"Ya" ucap Elpan.


Drtt drtt


"Bentar kak ada telpon" ucap Rahma.


"Ya angkat saja siapa tau penting" ucap Elpan.


📞📞


"Ya ada apa" tanya Rahma pada si penelpon.


"Rah ini aku Julia, maaf aku pakai ponsel Rega hari ini kelas libur karena katanya dosen nya rapat" ucap Julia.


"Oh Julia" ucap Rahma.


"Ya aku memberi tau karena takutnya kau masuk ke kampus" ucap Julia.


"Ya terima kasih Jul" ucap Rahma.


"Sama sama" ucap Julia.


📞📞


"Siapa" tanya Elpan.


"Julia katanya sekarang libur" ucap Rahma.


"Oh baik lah kalau kau libur akan aku usaha kan untuk pulang cepat supaya Kita bisa jalan jalan sore, kamu mau kan" tanya Elpan.


"Ya kak" ucap Rahma.


Setelah selesai makan Elpan langsung pergi karena akan bekerja, Rahma menatap kepergian suaminya di teras depan rumah nya.


Sedangkan saat itu Rahma melihat ada Mira yang baru saja datang dengan berjalan kaki dan jaket tebal yang menutupi tubuh nya.


"Dari mana mamah" tanya Rahma.


"Sibuk saja kamu, urusin hidup sendiri bukan ngurusin hidup orang lain" ucap Mira sewot.


Rahma hanya bingung saja pada sikap mamah mertua nya itu.


"Kenapa mamah" gumam Rahma.


Rahma kembali lagi ke dalam rumah dia sekarang punya banyak waktu jadi Rahma memilih kembali ke kamar nya karena akan mengganti pakaian.


Sedangkan di perusahaan Sudardjo, Elpan tengah menyiapkan berkas berkas yang akan dia tanda tangani sekarang.


Tiba tiba Wanda datang dan langsung masuk ke dalam ruangan Elpan dengan membawa satu gelas kopi untuk Elpan, karena Wanda mantan pacar Elpan, Wanda sangat tau betul apa yang tak Elpan suka dan yang Elpan suka, bukan itu saja Wanda tau seluk beluk perusahaan Elpan karena dahulu saat mereka pacaran mereka selalu ke perusahaan Elpan.


"Selamat pagi" ucap Wanda.


Elpan menatap heran pada Wanda.


"Sedang apa di sini" tanya Elpan.

__ADS_1


"Aku bawakan kamu kopi" ucap Wanda.


"Tak perlu aku sudah minum di rumah tadi" ucap Elpan.


"Yah sayang sekali padahal aku beli kopi ini dari luar negeri, kopi kesukaan mu" ucap Wanda.


"Semenjak putus dari mu aku tak pernah lagi minum itu" ucap Elpan berusaha tak memandang Wanda yang sekarang terlihat sangat menggoda dengan dres yang memperlihatkan belahan dada nya.


"El apa kau tak mau menghargai usaha ku ini Plis minum ya sedikit saja" ucap Wanda.


"Aku tak mau" ucap Elpan.


"Ayo lah El aku buat susah susah" ucap Wanda.


"Kau minum lah dulu" ucap Elpan.


"Oke aku siap, kau takut kalau aku meracuni kopi mu kan, baik lah biar aku bukti kan, El aku tak mungkin melakukan sesuatu pada mu" ucap Wanda yang meminum kopi itu sedikit.


Elpan melihat hal itu dan benar saja tak terjadi apa apa pada Wanda.


"Tuh kan aku baik baik saja" ucap Wanda.


"Oh baik lah" ucap Elpan yang langsung meminum kopi itu.


Walau pun satu gelas berdua dengan Wanda, Elpan tak merasa jijik karena dahulu juga mereka sering melakukan nya.


Apa lagi Elpan tak akan mungkin menolak kopi khas luar negeri.


Karena kopi itu sudah menjadi kesukaan Elpan sejak dahulu.


Hanya karena Elpan yang sekarang tak pernah keluar negeri jadi dia jarang mengonsumsi kopi itu lagi.


"Enak kan" tanya Wanda.


"Ya" ucap Elpan.


Wanda tersenyum tipis karena akhirnya Elpan bisa meminum nya juga walau pun Wanda juga harus merasa kan sensasi panas pada tubuh nya tapi Buat Wanda tak menjadi masalah.


Obat itu sudah bereaksi pada tubuh Wanda, namun sepertinya belum pada tubuh Elpan.


Ya sebelum Wanda membuat kopi dia dan Mira merencanakan sesuatu terlebih dahulu.


Flash back onn


Pagi sekali Mira dan Wanda sudah berada di sebuah toko tempat obat obatan saat ini Wanda Hendak membeli obat perang sang karena dia akan menjebak Elpan dengan bantuan dari Mira mereka bisa berhasil membeli obat itu karena seingat Wanda obat itu tak akan mungkin di kasih jika di beli oleh anak muda.


"Sekarang kau pergi lah ke perusahaan Elpan kau diam saja di dapur, aku yakin kalau Elpan pasti sudah berangkat" ucap Mira.


"Baik Tante" ucap Wanda.


Setelah di perusahaan tepatnya di dapur perusahaan Elpan, Wanda sudah membuat kopi dan memasukan obat itu bahkan dia memasukan nya banyak sekali.


"El kau milikku sekarang" gumam Wanda.


Saat ini Wanda sangat tau kalau hanya di ruangan Elpan yang tak ada kamera cctv nya jadi dia bisa berani melakukan ini di sana.


Flash back off


Wanda mulai merasakan kalau Elpan juga tengah merasakan kegerahan apa lagi terlihat dari sikap nya yang sering melonggarkan dasi nya.


Keringat di kening Elpan sangat banyak posisi duduk Elpan juga terasa tak nyaman.


"Sekarang waktunya aku beraksi" gumam Wanda.


"El aku akan tutup pintu nya boleh kan, aku ingin bicara dengan mu" ucap Wanda.


"Ya terserah" ucap Elpan lemas.


Wanda mengunci pintu ruangan itu, tak henti hentinya Wanda tersenyum manis.


Wanda kembali lagi ke tempat duduk nya yang tadi.

__ADS_1


Sekarang Elpan sudah tak bisa menahan has rat karena reaksi obat itu.


"Wanda kau sangat cantik" ucap Elpan yang sudah di terkendali kan dengan naf su.


"Terima kasih El" ucap Wanda.


Elpan langsung mendekat pada Wanda, Elpan menarik Wanda menuju ke arah sofa ruangan itu.


Tanpa Wanda duga Elpan akan bermain sangat semangat kali ini, dia langsung meraih bibir Wanda.


Tak berlama lama Elpan mengajak Wanda ke kamar rahasia di ruangan itu, tak akan ada yang tau selain Elpan karena jujur saja Wanda juga baru tau sekarang.


"Dia punya kamar rahasia" gumam Wanda.


Tanpa sadar Elpan langsung mendorong Wanda sehingga membuat Wanda terlentang di atas kasur yang empuk dan super besar itu.


Wanda tersenyum ja hat karena rencana nya berhasil dengan sangat mulus.


"Lakukan lah El" gumam Wanda.


Namun karena akting Wanda berpura pura menolak.


"Jangan El jangan lakukan itu El" sahut Wanda mendorong pelan badan Elpan yang sekarang sudah berada di atas nya.


"Jangan El" teriak Wanda.


Satu jam kemudian..


Wanda melihat Elpan yang sudah tergeletak tak berdaya di atas ranjang, saat ini ponsel Wanda terdengar berdering menganggu Wanda yang sekarang akan tidur.


Drtt drtt


"Siapa sih" gumam Wanda.


📞📞


"Bagai mana" tanya Mira yang menelpon.


"Rencana kita berhasil" ucap Wanda.


"Oh ya kalau begitu Tante sangat senang, Tante harap akan segera dapat kabar baik" ucap Mira.


"Ya Tante" ucap Wanda.


📞📞


Di kediaman Elpan saat ini Rahma masuk ke kamar mertua nya karena akan ijin pergi untuk menemani Papah nya ke perusahaan.


Rahma tak sengaja mendengar kan percakapan Mira dan seseorang di telpon.


"Kabar baik apa mah" tanya Rahma.


Mira langsung terkejut mendengar suara Rahma.


"Kau ini kaya hantu saja ada di mana mana" ucap Mira sambil berusaha menutupi keterkejutan nya.


"Kabar baik apa yang mamah tunggu" tanya Rahma.


"Sibuk sekali kau Rahma mencampuri urusan ku, seharusnya kau urus dirimu supaya bisa segera berikan aku cucu" ucap Mira.


"Mah aku akan berikan" ucap Rahma.


"Kapan" tanya Mira marah.


"Nanti" ucap Rahma.


"Nanti nanti terus" geram Mira.


"Mah aku minta ijin menemui papah ke perusahaan nya" ucap Rahma.


"Tak ada tak bisa" ucap Mira.

__ADS_1


"Kenapa" tanya Rahma.


"Tak ada, pokok nya tak boleh titik" ucap Mira.


__ADS_2