Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 72 permintaan maaf


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Elpan masih menjaga di rumah sakit Karena Lian belum di perbolehkan untuk pulang.


Elpan melihat kondisi Lian jujur saja setelah mendengar kebenaran dari Iqbal, Elpan merasa cukup kepikiran dengan perkataan itu.


Sekarang Elpan bertekad akan melakukan tes DNA untuk membuktikan kebenaran ucapan Iqbal.


Elpan langsung di periksa oleh dokter karena sebelum nya dia sempat bicara pada dokter untuk melakukan tes DNA ini.


Semenjak Wanda tiada Elpan merasa cukup lega bukan Elpan tak menangisi kehilangan Wanda tapi setidaknya Elpan bisa menikmati hidup nya dengan bebas.


Elpan menunggu di ruangan Lian sambil melihat bayi itu di periksa.


Elpan melihat ponsel nya yang menyala karena ada pesan yang masuk.


Drrtt drtt


Elpan membuka pesan dari sekertaris nya itu ternyata ada sebuah undangan dari perusahaan Mahoji yang meminta Elpan untuk datang.


"Peresmian perusahaan" gumam Elpan.


Elpan melihat pada Lian yang menangis karena kesakitan.


"Tenang lah Lian kamu harus kuat" ucap Elpan.


Sedangkan di kediaman Rahma saat ini Rahma tengah mempersiapkan wawancara untuk acara nya besok.


Akhirnya setelah beberapa hari Rahma menyiapkan semua nya.


Besok adalah hari di mana Semua aset berharga papahnya akan jatuh pada Rahma.


"Rahma papah punya permintaan" ucap Argam.


"Apa pah" tanya Rahma.


"Begini jadi papah ingin jodoh kan kamu dan Arman" ucap Argam.


Arman yang tengah menyiapkan berkas pun langsung melihat pada tuannya itu.


"Kalian cocok kok" ucap Argam lagi.


Rahma tersenyum mendengar hal itu.


"Papah jangan Ngada Ngada deh" ucap Rahma.


"Papah serius" ucap Argam dengan mimik wajah yang datar.


"Tapi pah gak mungkin aku dan Arman bersama ya kan Arman" ucap Rahma.


"Ya betul sekali tuan" ucap Arman.


"Kenapa apa salahnya kalian mencoba, Rahma kamu single dan Arman juga lajang jadi apa salahnya" ucap argam.


"Tidak tuan" ucap Arman.


"Kenapa kalian tak melakukan pendekatan saja, kalian akrab dan sering bercanda papah yakin akan gampang tumbuh rasa cinta antara kalian" ucap Argam.


"Tapi pah" ucap Rahma.


"Gak ada tapi tapian kalian coba lah dulu" ucap Argam.


Arman dan Rahma hanya saling melihat saja tak habis pikir pada pemikiran Argam yang meminta nya untuk menikah.


"Ayo kalian kenalan dulu supaya terkesan kalian baru ketemu" ucap Argam.


Rahma langsung bangkit dari duduknya dia mencoba menuruti keinginan papahnya itu.


"Hay nama aku Rahma" ucap Rahma menyodorkan tangan nya pada Arman.


Arman menerima jabatan tangan Rahma.


"Aku Arman" ucap Arman terlihat Sangat canggung.


"Dimana kamu tinggal" tanya Rahma namun pertanyaan itu seperti lelucon karena Rahma tentu saja tau dimana Arman tinggal.


"Sangat kaku, papah akan masuk ke kamar untuk melihat laporan dulu kalian lanjutan saja perkenalan nya" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Argam pergi dari sana, Rahma langsung mendekat pada Arman.

__ADS_1


"Papah ini bagaimana masa kita akan di jodoh kan" ucap Rahma.


"Itu mustahil Rahma" ucap Arman.


"Ya apa lagi aku tau selera mu" ucap Rahma.


"Ada masalah dengan selera saya" tanya Arman.


"Ya maksud aku selera kamu kan tinggi jadi mana mungkin kamu mau pada ku yang seperti ini" ucap Rahma.


Arman hanya tersenyum saja mendengar hal itu.


"Aku ada pekerjaan jadi maaf aku harus pergi" ucap Arman.


"Ya" ucap Rahma.


Keesokan harinya Rahma sudah bersiap akan menuju ke perusahaan nya yang tak terlalu jauh dari rumah nya.


Rahma melihat pantulan diri nya di cermin terlihat kalau Rahma sangat cantik tapi Rahma selalu minder jika melihat orang lain apa lagi jika dia melihat temannya yang sangat cantik membuat Rahma semakin insecure.


"Cantiknya anak papah" ucap Argam.


"Pah" ucap Rahma sambil memasang kan jepitan pada Rambut nya supaya tak berantakan.


"Oh ya pah apa akan banyak orang yang datang" ucap Rahma.


"Mungkin tapi papah mengundang para tamu lumayan banyak" ucap Argam.


"Papah pasti mengeluarkan uang banyak untuk acara ini" ucap Rahma.


"Tak apa lah uang bisa di cari lagi kan" ucap Argam.


"Baiklah, terima kasih pah" ucap Rahma.


"Ya sama sama" ucap Argam.


Rahma berangkat bersama dengan papah nya dan Arman, mereka saat ini menuju ke arah perusahaan.


Karena menurut pesan dari sekertaris Argam, para tamu sudah ada yang berdatangan.


Mereka masuk kedalam para tamu undangan menatap pada Rahma karena tak banyak orang yang tau kalau Rahma adalah anaknya Argam mahoji, seorang yang mampu bersaing dengan perusahaan mana pun hingga berkembang pesat.


Mereka terpaku pada Rahma yang sangat cantik sekarang dengan di gandeng oleh Argam.


"CK kemarin mau sama Kevin sekarang dengan om om" gumam ibunya Kevin nyinyir.


Rahma di datangi oleh teman teman papahnya mereka memperkenalkan dirinya pada Rahma berharap mereka bisa kerja sama kedepannya.


"Nona Rahma terima kasih atas undangan nya saya sangat terhormat bisa datang kemari" ucap seorang pria gagah dari perusahaan ternama.


"Terima kasih tuan sudah menyempatkan waktu nya untuk datang kami sangat berterima kasih sekali" ucap Rahma.


"Anda sangat beruntung karena punya papah yang gigih seperti tuan Argam" ucapnya.


"Anda terlalu banyak memuji kami terima kasih" ucap Rahma.


Di sela sela perbincangan itu ibunya Kevin merasa sangat kepo pada kedatangan Rahma jujur saja dia tak percaya kalau Rahma anaknya Argam.


Apa lagi kemarin Rahma Bekerja di perusahaan Kevin.


"Apa dia anaknya Tuan Argam" tanya Ibunya Kevin pada seorang wanita yang bekerja di sana.


"Ya nyonya dia nona Rahma" ucap karyawan itu.


"Oh" ucap Ibunya Kevin.


"Aku pikir Rahma itu miskin nyesel aku jodoh kan Kevin dengan keturunan keluarga Sudrajat" gumam ibunya Kevin.


Pandangan Rahma fokus pada seseorang yang datang ke sana.


"Kak El" gumam Rahma.


Rahma tersenyum bukan karena melihat Elpan tapi karena dia melihat Lian yang ikut bersama dengan nya.


Ingin sekali Rahma mendekat dan memeluk Lian tapi sayang dulu juga Elpan menjauhkan Lian darinya dia takut terulang lagi.


Saat ini Elpan sangat malu untuk bertemu dengan Rahma apa lagi hinaan dan perlakukan keras Elpan masih terasa di benak Elpan.


"Selamat" ucap Elpan menyodorkan tangan nya.

__ADS_1


Sebagai seorang yang profesional Rahma langsung menjabat tangan Elpan.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Bisa kita bicara" tanya Elpan.


"Aku sedang sibuk" ucap Rahma.


"Aku mau bicara penting demi Lian juga" ucap Elpan.


Rahma melihat bayi itu yang mempunyai perban di kepala nya, Elpan membawa Lian dengan troli bayi.


"Baiklah setelah ini selesai" ucap Rahma.


"Aku akan tunggu" ucap Elpan.


Acara di mulai dari sambutan sambutan, Rahma wawancara didepan hingga penutupan.


Para tamu terlihat Sangat menikmati makanan yang ada di sana.


Rahma melihat keberadaan Elpan namun tak ada, Rahma berjalan ke arah ruangan yang lain ternyata Elpan tengah menenangkan Lian yang menangis.


Rahma langsung mendekat dan mengambil alih Lian


"Biar aku bantu" ucap Rahma.


Rahma menenangkan Lian saat ini Lian sudah besar dia hanya perlu di tunjukan pada hal yang menarik saja.


"Lian lihat ada mobil" ucap Rahma melihat pada jendela yang banyak mobil berlalu lalang.


Lian yang masih menangis melihat kendaraan yang banyak itu.


Tangisannya berhenti karena melihat lampu yang menyala dari mobil itu.


"Bagus kan" ucap Rahma.


"Terima kasih" ucap Elpan.


"Tak apa, ada apa" tanya Rahma sedikit ketus.


"Rahma aku minta maaf" ucap Elpan.


"Untuk" tanya Rahma.


"Aku sadar sekarang" ucap Elpan.


Rahma tak paham pada apa yang di bicarakan Elpan, dia hanya diam saja menatap pada luka yang ada di kepala Lian yang seperti bekas jahitan.


"Lian kenapa" tanya Rahma.


"Dia kecelakaan" ucap Elpan.


"Kecelakaan apa" tanya Rahma.


"Wanda dan Lian tertabrak" ucap Elpan.


"Apa mbak Wanda baik baik saja" tanya Rahma.


"Dia sudah meninggal" ucap Elpan.


Hah, Rahma terkejut mendengar nya dia tak percaya pada apa yang Elpan katakan.


"Mana mungkin" ucap Rahma.


"Ini kenyataan nya, Wanda meninggal dan aku menyesal menceraikan mu" ucap Elpan.


"Apa kau menyesal karena mbak Wanda tak ada lalu kau akan pada ku dan menjadikan aku seperti dahulu lagi" tanya Rahma.


"Tak ada Rahma aku benar benar menyesal" ucap Elpan.


"Oh ya bukan karena kau tak ada yang menjaga Lian dan kau kembali lagi pada ku" tanya Rahma.


"Demi tuhan aku tak berniat begitu" ucap Elpan.


Rahma mendengar kan kata maaf dari Elpan mungkin sampai puluhan kali Rahma dengar.


Namun Rahma tak bisa memaafkan Elpan apa lagi dia sudah menyakiti hati nya.


"Kak kalau kau mau Lian merasakan kasih sayang seorang ibu sesuai dengan apa yang tadi kamu ucapkan aku mau menjadi ibu Lian tapi untuk kembali aku akan pikiran dulu" ucap Rahma.

__ADS_1


Jawaban yang membuat Elpan paham pada kondisi Rahma sekarang.


bersambung


__ADS_2