Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 21 tes kesuburan Elpan


__ADS_3

Hari hari Rahma berjalan dengan cukup rumit apa lagi sekarang hubungan Rahma dan Elpan juga kurang baik akhir akhir ini.


Bahkan Rahma dan Elpan juga hanya melakukan hubungan sekali dua kali dalam satu Minggu.


Sudah puluhan tespeck yang Rahma pakai namun tetap saja hasil nya zonk Rahma masih belum bisa hamil juga.


Saat ini Rahma tengah berada di kampus, bersama dengan teman teman nya.


"Rahma kenapa" tanya Raya teman nya Rahma.


"Gak ada" ucap Rahma yang bungkam karena tak mau teman teman nya itu tau masalah Rahma.


"Oh baik lah" ucap Raya.


Siang hari nya Rahma masih berada di kampus dia sengaja pulang terlambat karena tengah menunggu seseorang.


"Kevin" sahut Rahma.


"Ya" tanya Kevin.


"Bisa aku tanya" tanya Rahma.


"Apa" tanya Kevin.


"Bagai mana caranya agar hamil" tanya Rahma.


Kevin terkejut.


"Kau tak salah tanya hah, bahkan aku belum menikah" ucap Kevin.


"Tolong aku" ucap Rahma.


"Aku harus apa" tanya Kevin.


"Buat aku hamil" ucap Rahma.


"Hah kau gi la kah? Rahma apa kau tak berpikir kau sudah punya suami aku bukan laki laki murah" ucap Kevin.


"Kevin aku tak meminta mu menghamili ku, aku hanya minta kau bantu aku untuk hamil" ucap Rahma.


"Bagai mana caranya" tanya Kevin.


"Aku sudah melakukan tes kesuburan dan aku subur" ucap Rahma.


"Mungkin suami mu yang gak subur" ucap Kevin.


"Ah mana Mungkin" ucap Rahma.


"Mungkin saja suami mu kan orang kaya pergaulan nya juga pasti elite kan" ucap Kevin.


"Mungkin saja" ucap Rahma.


"Gaul elite punya anak syulit" ucap Kevin yang langsung tertawa terbahak bahak namun Rahma menatap nya dengan tatapan tajam.


"Garing" geram Rahma menatap tajam pada Kevin.


"Ya maaf maaf" ucap Kevin.


Rahma berpikir sejenak namun apa yang harus dia lakukan sekarang bahkan Kevin saja tak memberi kan solusi untuk nya.


"Aku tau Rahma, kau lakukan hubungan dengan suami mu setiap hari aku jamin kalian akan cepat punya anak" ucap Kevin dengan hati yang sesak karena dia juga suka pada Rahma.


"Kau tau aku selalu melakukan nya tapi tetap saja tak ada hasil" ucap Rahma.

__ADS_1


"Kalau begitu cek kesuburan" ucap Kevin.


"Bagai mana caranya" tanya Rahma.


Kevin membisikkan sesuatu di telinga Rahma, dan Rahma hanya mengangguk paham.


"Kalau hasil nya subur tapi aku tak berhasil hamil bagai mana" tanya Rahma.


"Buatlah bersama ku" ucap Kevin memegang tangan Rahma.


"Hah" Rahma terkejut.


Di Perusahaan Elpan saat ini dia tengah bekerja namun Wanda sejak tadi ada di sana memperhatikan Elpan.


"Bagai mana kalau Rahma gak setuju kita menikah selama nya" tanya Wanda.


"Aku yakin Rahma mau menerima kamu apa lagi sudah punya anak" ucap Elpan.


"Kalau misal dalam waktu satu bulan ini Rahma hamil apa kau akan tetap menikah dengan ku" tanya Wanda.


"Tentu saja" ucap Elpan.


"Aku tak mau pernikahan siri El, aku mau resmi menjadi istri mu" ucap Wanda.


"Ya aku akan buat kartu keluarga kita" ucap Elpan.


"Baik lah" ucap Wanda.


Malam hari nya Rahma melakukan hubungan dengan Elpan namun tak ada ga irah yang Rahma rasakan.


Terasa begitu hambar.


"Kalau bukan karena rasa cinta ku pada mu kak aku tak akan mungkin melakukan banyak hal begini" batin Rahma.


"Maafkan aku kak karena kalau tak begini kau tak akan mau di tes kesuburan" batin Rahma.


"Siang pulang mau aku jemput" tanya Elpan.


"Gak usah takut nya kamu sibuk" ucap Rahma.


"Baik lah mau makan apa" tanya Elpan.


"Aku mau makan di cafe Javanese saja kayanya enak" ucap Rahma.


"Baik lah ayo" ucap Elpan.


Mereka sampai di sana, Kevin sudah merencanakan semua nya bahkan dia menambahkan obat tidur di makanan Elpan.


Mereka menyantap makanan itu walau pun tak terlalu lahap tapi Rahma menunggu Elpan tertidur nyenyak karena dia akan membawa nya ke rumah sakit untuk di tes kesuburan dengan jenis Ultrasonografi (USG).


Tiba tiba saja Elpan merasakan ngantuk berat,


"Kak kau kenapa" tanya Rahma.


"Aku ngantuk" ucap Elpan yang langsung tidur di kursi meja makan cafe.


Dengan cepat Kevin datang ke sana.


"Ayo kita bawa ke rumah sakit" ucap Kevin.


"Baik lah ayo" ucap Rahma.


Mereka masuk ke dalam mobil Elpan, karena sekarang masih sangat pagi jadi Kevin dan Rahma bisa melancarkan aksinya dengan cepat.

__ADS_1


"Maaf kak ini kebaikan untuk kita juga" gumam Rahma.


Kevin membawa mobil dengan cepat karena tak mau sampai terlambat ke rumah sakit.


Setelah sampai Elpan langsung di bawa ke ruangan dokter pribadi Rahma saat Rahma tes kesuburan dulu.


"Bu tolong cek kesuburan kak El" ucap Rahma.


"Di apa kan ini Nona" tanya Dokter.


"Dokter tak perlu banyak tanya ayo lakukan saja takutnya dia bangun" ucap Rahma.


"Ya baik lah" ucapnya.


Rahma dan Kevin menunggu di luar.


"Rahma maaf aku harus pergi sekarang, aku harus bekerja" ucap Kevin.


"Oh ya, terima kasih Vin kau baik pada ku" ucap Rahma.


"Ya sama sama" ucap Kevin.


Rahma menunggu di sana hingga dokter pribadi Rahma selesai memeriksa Elpan.


"Hasil nya bisa di ambil besok" ucapnya.


"Baik lah dok terima kasih" ucap Rahma.


"Ya sama sama" ucap Dokter.


"Dok tunggu, masih ingat kan apa yang kita bicarakan kemarin" ucap Rahma.


"Ya aku ingat" ucap dokter.


Ya, sebelum merencanakan itu Rahma bicara Dulu dengan dokter itu kalau dia ingin mengecek kesuburan Elpan, namun karena El pasti akan menolak Rahma melakukan ini bahkan Rahma juga bisa pada dokter terlebih dahulu.


"Aku harap hasil nya baik baik saja" gumam Rahma.


Hingga menunggu lama akhirnya Elpan sadar juga.


"Kak Alhamdulillah kau sadar juga" ucap Rahma.


"Kita ada di mana" tanya Elpan bingung.


"Kita ada di rumah sakit saat makan kau tiba tiba pingsan" ucap Rahma.


"Kenapa aku" ucap Elpan.


"Kata dokter kamu hanya kecapean saja" ucap Rahma.


"Oh baik lah ayo kita pergi aku akan ke kantor" ucap Elpan.


"Baik lah ayo" ucap Rahma.


Sedangkan di sisi lain saat ini Wanda Tengah menunggu kedatangan Elpan karena kemarin Elpan janji akan membelikan makanan yang sangat Wanda sukai.


"Kemana El sampai sekarang dia belum datang" gumam Wanda sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 10 pagi.


Dia memutuskan untuk pulang karena El lama datang.


"Akan aku hubungi nanti" gumam Wanda.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2