
Rahma dan Mira sampai di villa itu mereka langsung masuk terlihat kalau Elpan dan Wanda tengah duduk di ruang tamu.
"Sayang lihat mamah bawa apa" sahut Mira pada Wanda.
Dengan antusias Wanda semangat melihat apa yang mertua nya itu bawa kan.
"Lihat pakaian ini untuk mu" ucap Mira.
"Mamah belanja sebanyak ini" tanya Elpan yang melihat Rega membawa beberapa paper bag sedang kan Mira juga membawa banyak.
"Ya aku beli ini untuk Wanda" ucap Mira.
"Pantas tabungan aku ludes" ucap Elpan.
"Hanya seratus juta" ucap Mira.
"Lalu yang dua puluh juta" tanya Elpan menatap pada Mira dan Rahma secara bergantian.
"Kamu itungan sekali El" ucap Mira.
"Bukan itungan tapi ini sangat besar mah" ucap Elpan.
"Aku tak ambil aku beli ini dari uang aku" ucap Rahma.
"Kalian ini itungan sekali" ucap Mira.
Rahma langsung pergi dari sana menuju kamarnya, namun belum juga Rahma duduk Elpan sudah memanggil nya dari Bawah.
"Rahma" sahut Elpan.
"Ya kak aku datang" ucap Rahma.
Rahma langsung turun dan berjalan ke arah Elpan, Wanda, dan Mira.
"Ada apa" tanya Rahma yang langsung duduk di sana.
"Rahma ada kabar baik" ucap Elpan.
"Apa" tanya Rahma.
"Wanda hamil" ucap Elpan.
"Apa hamil" ucap Rahma dengan hati yang terasa sangat sesak sekali.
"Ya aku senang karena aku akan jadi Ayah dan kamu Rahma kamu akan jadi ibu" ucap Elpan.
"Ibu" tanya Rahma yang masih mematung.
"Ya karena mamahnya sudah pasti Wanda" ucap Elpan.
"Ayo Rahma kasih selamat pada Wanda, kau akan menjadi ibu karena Wanda setidaknya kau berterima kasih pada Wanda" ucap Mira.
"Selamat" ucap Rahma sambil tersenyum tipis.
"Ya terima kasih" ucap Wanda.
"Aku mau kalian saling jaga dan aku mau kalian harus saling akur aku gak mau mendengarkan kalian berantem karena hal sepele" ucap Elpan.
"Ya El" ucap Wanda.
Sedangkan Rahma hanya tersenyum saja mendengar kan hal itu, namun hatinya seolah menolak kebenaran itu.
"Ampuh sekali obat itu pada Mbak Wanda" batin Rahma.
"Kamu senang" tanya Elpan.
"Ya" ucap Rahma singkat, jujur saja Rahma tak bisa mencerna kenyataan ini harapan nya pupus sudah Bahkan Rahma juga sudah menyepelekan Elpan.
"Ya Alloh apa doa ku terkabul kan" batin Rahma.
Rahma mengelus dadanya yang terasa sesak, dia menarik nafas nya dalam dalam lalu di hembuskan.
__ADS_1
"Selamat kak kau akan segera menjadi ayah" ucap Rahma.
"Ya terima kasih" ucap Elpan.
"Dan aku akan jadi nenek" ucap Mira.
"Ya mah" ucap Wanda.
"Tapi El kalau teman teman mamah tanya bagai mana Jawab nya mamah terlanjur memberi tau kan mereka kalau Rahma lah menantu mamah" ucap Mira.
"Tak apa mah" ucap Elpan.
"Kita sembunyikan identitas Wanda" ucap Mira.
"Kok di sembunyikan" tanya Wanda.
"Ya jadi kamu jangan mengaku sebagai istri Elpan, jadi orang orang itu tau nya Rahma istri nya Elpan jadi mamah harap nanti Rahma lah yang pura pura mengandung" ucap Mira.
"What gak bisa gitu dong mah" ucap Wanda protes.
"Sudah lah Wanda kamu terima saja, Elpan juga jangan sampai ada yang tau kalau Elpan menikah lagi mereka harus tau kalau Rahma lah istri kamu satu satunya karena dulu mamanya Zahra juga begitu dia tersembunyi papah selalu membawa mamah kemana mana" ucap Mira.
"Akhirnya ada juga yang membicarakan Posisi kita mbak" batin Rahma tersenyum.
"Kamu harus mau ya" ucap Mira.
"Ya mah tak apa" ucap Wanda yang berusaha menerima padahal hati nya sangat tak mau di samping kan.
Malam hari nya Elpan tak datang ke kamar Rahma padahal Rahma sangat berharap Elpan akan datang untuk menemani malam malam nya.
"Beda ya antara aku yang hanya menumpang hidup dan Mbak Wanda yang memberikan kebahagiaan" gumam Rahma.
Rahma berjalan ke arah cermin yang ada di kamar itu, cermin yang sangat besar yang menampakkan tubuh Rahma dari atas sampai bawah.
"Aku bo doh, aku wanita yang paling bo doh sudah tau di sakiti tapi tetap bertahan hanya karena Papah, aku tak sanggup melihat reaksi papah saat mengetahui kebenaran itu" ucap Rahma pada diri nya sendiri.
Rahma mengambil pakaian yang baru saja dia beli di pusat perbelanjaan tadi.
Rahma memakai baju itu dia melepaskan ikatan rambut nya, sehingga rambut Rahma yang bergelombang terurai sangat indah.
Rahma memakai lipstik merah merona yang dia punya namun tak pernah Rahma pakai, karena lipstik itu sangat menempel di bibir bisa sampai beberapa hari.
Rahma mengambil parpum yang sangat wangi dia menyemprot kan nya ke seluruh tubuh nya yang mungil itu.
"Aku cantik? Aku juga bisa seperti Mbak Wanda, aku tak seburuk itu" gumam Rahma melihat pantulan diri nya di cermin.
Rahma terlihat seperti seorang la cu r yang rela memakai riasan menor hanya untuk menggaet para mangsa nya.
"Apa yang kurang dari ku" gumam Rahma.
Rahma menyisir rambut nya.
"Apa aku kurang de wasa? Apa aku kurang lincah" gumam Rahma.
Rahma terduduk di ranjang dia menangis meratapi nasibnya.
Tok
Tok
Pintu kamar Rahma ada yang mengetuk, dengan cepat Rahma membuka nya karena pintu Rahma sempat Rahma kunci tadi.
Rahma hanya membuka pintu nya sedikit saja karena tak mau orang lain tau kalau Rahma tengah berulah.
Namun Elpan yang datang ke sana, dengan cepat Elpan masuk dan menutup pintu, Elpan tak memperhatikan Rahma yang memakai pakaian dinas.
Elpan berjalan ke arah Ranjang.
"Aku tidur di sini ya, di sana mamah mau tidur dengan Wanda" ucap Elpan.
"Tak apa" ucap Rahma yang menunduk kan kepala nya karena takut nya Elpan akan mengetahui kebo dohan Rahma itu.
__ADS_1
Elpan merebahkan tubuhnya di ranjang Elpan menarik selimut yang ada di sana.
Namun mata Elpan terkejut melihat penampilan Rahma yang sangat menggo da.
"Rahma kau kah itu" tanya Elpan yang merasa aneh karena setau Elpan Rahma tak pernah memakai pakaian seperti itu.
"Mampu lu Rahma" batin Rahma.
"Kak kau jangan salah paham aku hanya mencoba baju ini saja" ucap Rahma.
"Tak apa aku suka kau yang seperti ini" ucap Elpan.
"Hah" tanya Rahma.
"Sejak kapan kau menjadi seperti ini" tanya Elpan.
"Apa maksud mu" tanya Rahma.
"Aku suka kau yang seperti ini Rahma kau terlihat menantang" ucap Elpan.
Hingga terjadi lah malam panas di antara keduanya.
Pagi hari nya Rahma mendapatkan telpon yang berdering, hal itu membuat tidur Rahma sedikit terganggu.
"Siapa yang nelpon" tanya Rahma sambil melihat ponsel nya.
Terlihat kalau di layar itu tertera nama Julia.
📞📞
"Ya Jul ada apa" tanya Rahma.
"Rah kau tau Rega" tanya Julia.
"Rega" tanya Rahma yang masih mengontrol kan pikiran nya yang masih di alam tidur.
"Oh ya Rega ada apa" tanya Rahma.
"Bisa aku bicara dengan nya" tanya Julia.
"Aku gak tau apa dia sudah datang atau belum" ucap Rahma.
"Tolong periksa demi aku" ucap Julia.
"Ya baik lah, tapi aku mandi dulu ya" ucap Rahma.
"Ya jangan lama lama" ucap Julia.
"Tak akan tuan putri" ucap Rahma.
📞📞
"Siapa" tanya Elpan yang sejak tadi sudah bangun.
"Julia dia tanya tentang Rega, dia kan pacarnya" ucap Rahma.
"Oh ya" tanya Elpan.
"Baik lah aku akan mandi setelah itu mencari Rega demi Julia" ucap Rahma.
"Jangan lama lama mandi nya" ucap Elpan.
"Gak akan" ucap Rahma.
Elpan hanya tersenyum melihat istrinya itu, setiap melihat Rahma tersenyum Elpan merasakan sesak pada ulu hati nya.
elpan merasa bersalah karena sudah mendua kan Rahma.
Tapi apa daya Wanda lah yang memberikan Elpan anak.
"Kalau saja Wanda tak hamil aku tak akan menikah dengan nya, jujur saja aku sayang pada Wanda namun aku cinta pada Rahma, apa aku egois? Aku hanya ingin hidup bersama dengan orang yang aku cintai dan aku sayangi" gumam Elpan.
__ADS_1
bersambung