Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 29 pernikahan Elpan dan Wanda


__ADS_3

Hari ini adalah hari tepatnya di mana Elpan akan menikah lagi dengan Wanda, rumah Elpan sudah di hias dengan bunga bunga yang indah, namun ada hal yang membuat Rahma curiga karena papahnya Wanda tak datang saat putri nya akan menikah.


Elpan masuk ke dalam kamar nya.


"Tolong rias istri ku, aku mau dia terlihat sangat cantik hari ini" ucap Elpan pada beberapa mua yang datang ke sana.


"Rahma pakai lah kebaya ini" ucap Elpan.


"Buat apa? Yang nikah bukan aku kan" ucap Rahma tersenyum tipis.


"Rahma plis" ucap Elpan.


"Aku gak akan turun, kau saja yang turun" ucap Rahma.


"Pokoknya kau harus turun" ucap Elpan.


"Apa ada seorang wanita yang rela melihat suaminya menikah lagi, kenapa kau tak menikah saja di luar terus kau beri tau aku tentang pernikahan mu itu, mungkin hidup aku akan jauh lebih baik dari pada ini" ucap Rahma.


"Bukan kah seharusnya kau senang karena aku tak berbohong pada mu" tanya Elpan.


"Tapi tak ada seorang wanita yang akan rela kalau suaminya menikah lagi" ucap Rahma.


"Sudah lah aku tau kau cemburu kan, Rahma jangan berdebat lagi aku mohon" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Rahma.


Elpan mengkode pada mua itu untuk merias Rahma, Rahma hanya pasrah saja pada orang orang itu.


Bahkan sekarang Elpan juga memandang nya sampai selesai.


Sedangkan di kamar yang di tempati oleh Wanda sekarang Wanda tengah di rias layaknya pengantin, dengan balutan kebaya yang menutupi tubuh Wanda membuat nya terlihat cantik.


Tak lupa juga riasan kepala seperti mahkota menghiasi cantik nya Wanda.


"Selesai" ucap mua itu.


Mira melihat calon menantu nya itu.


"Sempurna kau sangat cantik Wanda" ucap Mira.


"Tante bisa saja" ucap Wanda.


"Kok Tante sebentar lagi kamu akan panggil Tante ini mamah" ucap Mira.


"Ya mah" ucap Wanda.


Sedangkan di kamar Elpan saat ini Rahma sudah di rias namun Rahma minta di rias dengan make up yang natural saja karena Rahma sangat jarang untuk merias wajah nya terlalu berlebihan.


"Nona ini pakaian yang akan anda pakai" ucap mua itu.


"Apa tak ada kebaya yang lain saja" tanya Rahma.


"Ini pemintaan dari tuan" ucap Mua itu melirik pada Elpan.


"Tapi ini sangat terbuka, aku yakin belahan dada ku pasti terlihat" ucap Rahma.


"Tak apa nona bahkan pengantin lebih terbuka dari ini" ucap mua itu.


Tokk


Tokk

__ADS_1


Zahra datang ke sana dengan wajah yang jutek karena masih marah pada Elpan, Zahra masuk ke dalam.


"Kalian di tunggu di bawah" ucap Zahra.


"Kami akan datang" ucap Elpan.


Zahra langsung pergi dari sana, Rahma berjalan ke arah ruang ganti karena dia akan mengganti pakaian nya dengan kebaya itu.


Elpan memerintahkan kepada mua itu untuk keluar.


Tak berselang lama Rahma keluar juga dengan kebaya yang memperlihatkan belahan dadanya namun Rahma memakai peniti supaya tak begitu terlihat.


"Kau sangat cantik" ucap Elpan menatap pada Rahma yang memakai kebaya serta sarung yang seatas lutut itu.


"Kita ke bawah sekarang" ucap Rahma ketus.


"Apa dasi ku tak miring" tanya Elpan.


"Tidak" ucap Rahma.


"Lihat dulu" ucap Elpan.


Rahma melihat dan membenarkan dasi serta kemeja Elpan yang terlihat sedikit berantakan.


Elpan melingkar kan tangan nya pada pinggang Rahma.


"Kau sangat cantik" ucap Elpan.


Rahma hendak menjauh dari Elpan namun Elpan semakin mengeratkan pelukannya Sehingga membuat Rahma berdekatan dengan elpan.


"Kau tak bahagia" tanya Elpan.


Elpan melepaskan pelukannya, dengan cepat Rahma pergi dari sana namun Elpan menyusul dari belakang dan Langsung mengarahkan tangan Rahma untuk berpegang pada tangan nya.


Dua insan yang seharusnya tengah romantis romantis nya harus berakhir tragis, banyak orang orang di sana yang menyayangkan pernikahan itu apa lagi terlihat kalau Rahma dan Elpan juga baik baik saja.


Wanda melihat hal itu dia sangat kesal karena Elpan lebih banyak menghabiskan waktu nya untuk Rahma dari pada dirinya.


"Awas saja aku akan buat El sibuk dengan ku" gumam Wanda.


Teman El dan teman Rahma baru saja datang ke sana, mereka semua datang ke acara pernikahan kedua Elpan.


Hanya mereka saja tamu yang datang karena tak banyak orang yang Elpan undang selain teman teman nya saja.


Namun di sebuah rumah mewah bernuansa putih saat ini mata mata Argam datang ke sana karena akan memberi Taukan pada tuanya kalau ada pernikahan yang terjadi di kediaman suami putri nya.


Arman menghentikan langkah mata mata itu.


"Ada apa" tanya Arman.


"Aku mau kasih kabar" ucap nya.


"Kabar apa" tanya Arman.


"Suaminya nona Rahma akan menikah lagi sekarang di kediaman nya" ucapnya.


"Jangan beri taukan hal ini pada tuan dia punya riwayat serangan jantung aku takut dia kenapa kenapa" ucap Arman.


"Tapi ini penting" ucap Nya.


"Tak ada yang lebih penting dari kesehatan nya" ucap Arman.

__ADS_1


"Tapi tuan harus tau" ucapnya kekeuh.


"Aku yang akan memberi tau nya tapi tidak sekarang" ucap Arman.


Brugh


Arman dan mata mata itu melihat pada suara itu, ternyata Argam pingsan karena mendengar hal itu.


"Bawa tuan ke rumah sakit" ucap Arman.


"Apa perlu panggil nona" tanya mata mata itu.


"Kita bawa dulu dia ke rumah sakit" ucap Arman.


Acara pernikahan itu berlangsung dengan lancar, namun teman Elpan yang bernama Iqbal terus saja memperhatikan Wanda yang sekarang sudah menjadi istri sahabatnya itu.


"Aku tak sangka Elpan menikah dengan pela cur" gumamnya.


"Ada apa" tanya Rayhan.


"Apa itu mantan nya Elpan" tanya Iqbal.


"Ya dia mantan nya" ucap Rayhan.


"Astaga Elpan aku menyayangkan kehidupan mu" gumam Iqbal.


Sedangkan Raya sekarang dia berpikir tentang wanita yang bersanding dengan suami sahabat nya itu.


"Wanita itu kan wanita yang aku temui di rumah sakit tempo lalu, bahkan aku melihat tespack dia apa dia sudah hamil sebelum kenal dengan kak El" gumam Raya.


"Ada apa" tanya Julia.


"Hah tidak" ucap Raya.


Sedangkan sekarang Rahma tersenyum manis dia menyembunyikan rasa sesak di dadanya dengan tersenyum.


Entah dari apa hati Rahma di ciptakan karena dia sangat sabar dan sangat kuat melihat suaminya menikah lagi.


Tak ada rasa kesedihan yang Rahma pancarkan, bahkan dia bersikap seolah baik baik saja.


Banyak orang yang kagum pada sikap Rahma apa lagi mengingat tak akan ada orang yang mampu sekuat Rahma.


Drtt drtt


Rahma menerima telpon, dia mengangkat karena Takut nya penting.


📞📞


"Ya ada apa" tanya Rahma dengan suara yang cukup pelan.


"Nona, Tuan Argam masuk rumah sakit" ucap Arman.


"Papah kenapa" tanya Rahma.


"Dia pingsan" ucap Arman.


"Aku akan datang" ucap Rahma.


📞📞


Rahma melihat pada Elpan yang sekarang tengah bertukar cincin, tadinya Rahma akan pamitan dahulu tapi Rahma memilih untuk pergi saja meninggalkan resepsi pernikahan suami nya.

__ADS_1


__ADS_2