
Hari ini keberangkatan Rahma ke luar negeri selain untuk berbulan madu mereka juga akan berobat kesuburan Elpan.
Tak hanya itu bahkan Iqbal juga pergi padahal dia tak punya kesibukan apa apa dia hanya ingin bertemu dengan klien nya dan ingin merasa kan wanita malam di luar negeri.
Mereka berangkat ke sana mereka mengambil jadwal penerbangan pagi karena mereka membawa Lian juga di sana.
Dalam perjalanan Lian sangat bahagia apa lagi baru pertama kali nya bayi itu jalan jalan jauh.
"Kamu senang ya El" ucap Rahma.
"Baru kali ini dia di ajak main" ucap Elpan.
"Ya karena kita jarang mengajak nya main" ucap Rahma.
Mereka menuju ke negara Singapura negara tetangga karena dari rekomendasi dokter nya Elpan.
Elpan sangat berharap mereka bisa sehat dan punya anak kandung.
"Kak Iqbal kapan menikah" tanya Rahma.
"Rahma aku gak akan menikah" ucap Iqbal.
"Tapi kak suatu saat kau pasti akan menikah karena kau butuh pendamping bukan" ucap Rahma.
"Tidak akan" ucap Iqbal.
"Terserah dia saja Rahma dia sudah tak waras kalau soal menikah kalau soal wanita saja dia cepat" ucap Elpan.
"Sudah lah terserah kak Iqbal saja" ucap Rahma.
Satu jam lima puluh menit berlalu mereka sampai di negara Singapura yang cukup indah itu.
Pertama kali mereka datang ke sana mereka ingin melihat Merlion Park.
Merlion adalah sebuah patung dengan kepala singa dan berbadan ikan yang sudah menjadi maskot Singapura. Nama Merlion merupakan gabungan dari “mermaid” dan “lion” atau dalam bahasa Indonesia adalah ikan duyung dan singa.
Mereka juga berencana akan mengajak Lian ke Singapore flyer, banyak juga wisata yang akan mereka kunjungi.
Pertama kali nya Rahma datang ke sana karena sejak kecil Rahma tak pernah jalan jalan sampai luar kota.
Begitu senang nya Rahma sampai dia tak bisa mengedip kan matanya karena bahagia.
"Terima kasih sudah mengajak aku kemari" ucap Rahma.
"Ya Rahma sama sama" ucap Elpan memeluk istrinya itu.
Elpan membalikkan badan Rahma dari semula memunggungi nya sekarang melihat padanya.
Saat ini mereka ada di hotel karena Lian bersama dengan Iqbal jadi mereka punya waktu bersama.
Elpan mendarat kan kecupan di kening Rahma hingga kecupan itu turun ke leher Rahma membuat Rahma merasakan geli.
Mereka menuju ke arah ranjang kamar hotel yang empuk itu.
Mereka berolahraga di sana walaupun hari masih siang dan panas karena cuaca nya yang panas.
Sore hari nya mereka berangkat ke rumah sakit, karena perbedaan Singapura dan Indonesia hanya beda satu jam saja.
Kalau di Indonesia pukul empat sore maka di Singapura jam lima sore, mereka menuju ke arah rumah sakit karena kata nya dokter yang ada menangani nya akan punya waktu luang hanya saat sore saja.
Untung nya dokter itu paham Bahasa Indonesia jadi Elpan tak harus susah susah bicara Inggris.
"Anda tuan Elpan yang dari Indonesia itu kan" tanya dokter itu.
"Ya dok" ucap Elpan.
"Baiklah kita akan lakukan pengobatan nya sekarang ya" ucap dokter.
Pengobatan pertama berhasil bahkan untuk memastikan Elpan di tes urine terlebih dahulu.
Hari demi hari Elpan lalui berobat di sana menurut dokter Elpan sudah cukup pulih hanya baru lima puluh persen saja.
Karena sudah terlalu lama Elpan di sana Elpan dan Rahma harus pulang.
Dokter menyarankan untuk mengonsumsi obat yang sudah dokter resepkan untuk Elpan.
Walaupun harganya cukup mahal tapi Elpan mengusahakan nya karena dia ingin sembuh dan bisa punya keturunan.
__ADS_1
"Tuan obat ini tak akan langsung ampuh karena ya tau sendiri kan obat tak akan langsung beraksi pada tubuh kita, tapi aku yakin kalau obat ini akan Cocok pada mu" ucap Dokter.
"Terima kasih dok" ucap Elpan.
Mereka pulang ke Indonesia bersama dengan Iqbal dan Lian.
Karena sudah terlalu lama mereka di sana mereka sampai meninggal kan pekerjaan karena terlalu asik dengan jalan jalan nya.
Rahma dan Elpan pulang ke kediaman Elpan karena Elpan yang minta untuk tinggal di sana sedang kan di kediaman papahnya Argam di temani oleh Arman dan Lydiya.
Kehidupan mereka akhirnya bisa berjalan dengan baik apa lagi setelah itu ada laki laki yang datang ke rumah dan melamar Zahra rasa senang itu bertambah saat Zahra menikah dengan laki laki itu.
Namanya Rendi dia dulunya klien Elpan, pria itu baik bahkan sangat sayang pada Zahra tak seperti Arya yang dahulu mengejar Wanda.
"Aku senang akhirnya Zahra bahagia dengan suaminya" ucap Elpan.
"Ya aku juga bahagia" ucap Rahma.
"Oh ya kalau aku gak bisa membuat kamu hamil maka kita berobat lagi ke Kota ya" ucap Elpan.
"Ayo, tapi kak kita harus berusaha dulu karena kan kata dokter juga obat ini tak akan langsung membuat kamu sembuh seratus persen" ucap Rahma.
"Ya Rahma aku akan sabar menunggu" ucap Elpan.
"Baiklah" ucap Rahma.
Pagi hari nya Rahma masuk ke perusahaan nya dia mulai sekarang akan mempercayakan perusahaan nya itu pada Arman karena Argam sudah tak bisa mengurus nya lagi jadi Rahma akan menitipkan perusahaan itu.
Karena dia ingin fokus pada rumah tangga nya.
Rahma masuk ke dalam ruangan Arman sayangnya Rahma tak mengetuk pintu dahulu dia melihat kalau Arman tengah bermes raan dengan istri nya itu.
Rahma langsung berbalik dan menutup pintu nya.
Arman yang sadar pun langsung membuka pintu nya.
"Rahma maaf yang kamu lihat hanya lah salah paham" ucap Arman.
"Arman mau salah paham mau apa pun aku yang salah karena sudah masuk tanpa mengetuk pintu" ucap Rahma.
Rahma masuk dia melihat Lydiya yang ada di sana.
Rahma tersenyum pada Lydiya bahkan lydiya juga membalas senyuman Rahma.
"Arman rencananya aku akan percaya kan perusahaan ini pada mu, aku gak mungkin mengurus perusahaan ini karena aku akan fokus pada rumah tangga ku" ucap Rahma.
"Ya kalau kamu berkata begitu ya aku akan semampu aku mengelola nya" ucap Arman.
"Baiklah terima kasih Arman aku percaya pada mu" ucap Rahma.
"Ya" ucap Arman.
Rahma pulang dia akan memasak karena sekarang Elpan kerja di rumah jadi hal itu membuat Rahma semangat untuk memasak dan menyiapkan kebutuhan Elpan.
Kehidupan ini lah yang akan Rahma jalani apa lagi sekarang mamahnya Elpan juga mendukung apa pun yang Rahma lakukan.
Rahma menyiapkan minuman untuk Elpan bahkan dia juga membuat kan susu untuk Lian yang tengah di asuh oleh Baby sitter.
"Kak minumlah" ucap Rahma.
"Terima kasih sayang, oh ya kamu kapan pulang" tanya Elpan yang matanya fokus pada layar laptop.
"Ya kak, aku baru pulang" ucap Rahma.
"Rahma bagaimana kalau kamu panggil aku mas atau apa gitu, kamu merasa gak sih kalau kamu memanggil kakak pada ku maka kita akan terlihat seperti adik kakak" ucap Elpan.
"Oh baiklah kalau mas bagaimana" tanya Rahma.
"Boleh juga" ucap Elpan.
"Baiklah mulai sekarang aku memanggil mu mas ya bukan kakak lagi" ucap Rahma.
"Ya deh itu lebih baik" ucap Elpan.
Rahma langsung menggendong Lian, kali ini dia mengasuh Lian seharian setelah Lian tertidur dia langsung memasak untuk Elpan tak perduli pelayan rumah itu yang hanya diam saja tak bekerja karena Rahma sudah memasak sendiri.
Rahma menyajikan makanan di meja makan, dia dan Elpan makan bersama di meja makan.
__ADS_1
Sejak saat itu kebiasaan belanja Mira berkurang mungkin karena melihat Rahma yang tak pernah belanja sekali pun dia ada di luar.
"Mah makan" ucap Rahma.
"Ya" ucap Mira yang ikut bergabung makan.
Rahma membantu Mira mengambil kan makanan.
"El ada hal penting yang akan mamah sampai kan" ucap Mira.
"Apa mah" tanya Elpan.
"Sebenarnya kamu punya adik tapi mamah menyembunyikan nya" ucap Mira.
"Apa adik" tanya Elpan.
"Ya namanya Dendi dia seumuran Rahma mungkin" ucap Mira.
"Oh ya" tanya Rahma.
"Ya mamah sengaja merahasiakan nya karena dia bukan anak dari papah kamu, dulu saat tau papah kamu selingkuh mamah marah mamah sangat geram hingga mamah lari mamah selingkuh dengan laki laki yang cukup sederhana dia hanya seorang manajer di sebuah perusahaan, dan sekarang mamah membawa dia mamah harap kamu tak akan marah" ucap Mira.
"Apa papah punya anak dan baru sekarang memberi tau kan pada El" ucap Elpan.
"Ya mamah mau tapi mamah menunggu waktu yang tepat" ucap Mira.
"Dimana laki laki nya itu" tanya Elpan.
"Den" sahut Mira memanggil anak nya itu, pria yang sedang duduk di sofa pun langsung berdiri saat merasa namanya di panggil.
Dendi menuju ke arah dapur dia melihat mamahnya itu di sana.
"Dia adik kamu" ucap Mira.
"Dendi" tanya Rahma menatap pada teman semasa kuliah nya itu.
"Eh Rahma" ucap Dendi.
"Oh jadi kamu adik nya mas El" ucap Rahma.
"Dendi dia Elpan kakak kamu" ucap Mira.
Dendi langsung melempar senyuman pada Elpan dan Elpan pun membalas nya.
"Ayo duduk makan lah bersama" ucap Elpan.
Rahma tak menyangka kalau adik ipar nya itu adalah teman nya dahulu.
Sekarang Rahma paham pada Mira yang dahulu selalu menghabiskan uang ternyata itu pasti untuk Dendi.
"Aku tau semua nya sekarang" batin Rahma.
elpan masih tak menyangka kalau mamahnya akan melakukan itu tapi mau bagaimana lagi Elpan hanya perlu menerima nya dengan menjaga perasaan mamahnya yang Elpan tau kalau dia malu dengan keberadaan Dendi di sana.
bahkan Elpan juga mengijinkan Dendi mengurus cabang perusahaan nya yang tak jauh juga dari perusahaan Elpan.
walau tak seberhak Zahra atas harta Elpan tapi Dendi juga harus mendapatkan nya karena dia anak dari mamah Elpan juga.
sambil mengurus perusahaan nya Elpan juga memantau Dendi yang bekerja di sana.
tapi kinerja nya cukup bagus karena katanya Dendi pernah bekerja di perusahaan Armasta dahulu nya.
jadi sedikit sedikit Dendi tau tentang perusahaan.
Mira melihat pada Rahma yang saat ini tengah mengasuh Lian.
"Rahma apa menurut kamu mamah ja hat karena menelantarkan Dendi dan mamah juga berbohong pada papah nya Elpan" tanya Mira.
"menurut aku mah, mamah tak salah karena saat itu mamah Sedang sakit hati dan mamah juga tengah di pengaruhi amarah dalam hati mamah, jadi menurut aku tak salah yang salah itu mamah menikah tak memberi tau papah" ucap Rahma.
"mamah marah Rahma dulu hanya papahnya Dendi saja yang bisa menghibur mamah kamu tau papahnya Elpan dulu sangat jah at pada mamah jadi mamah melakukan ini" ucap Mira.
"tak apa mah lagi pula sudah terjadi juga kan Yasudah untuk kedepannya semoga saja kedepan nya harus lebih baik lagi" ucap Rahma.
"ya" ucap Mira.
bersambung
__ADS_1