Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 35 belanja


__ADS_3

Mereka sampai di pusat perbelanjaan yang Mira tuju, Rahma hanya mengekor saja kemana mamah mertua nya itu pergi, karena jarak Villa dan toko itu cukup jauh jadi Rahma tak mau tertinggal apa lagi mamah mertua nya itu bisa melakukan apa saja pada Rahma.


"Mamah mau beli apa" tanya Rahma.


"Ya aku sedang milih" ucap Mira dengan nada ketus.


"Baik lah" ucap Rahma.


Sedangkan Rega yang selalu mengikuti Rahma dia merasa sangat aneh pada mertua majikan nya itu.


"Nona apa itu sikap mertua mu" tanya Rega.


"Kau ini masa gak tau" ucap Rahma.


"Aneh" ucap Rega.


Rahma tersenyum tipis mendengar kata Aneh, sebenarnya Rahma tak bisa untuk marah pada mertua nya itu justru Rahma hanya merasa kasihan karena angan angan mertuanya itu mengakibatkan kehidupan Rahma hancur.


"Mah bagaimana reaksi mu nanti saat tau kalau kak El itu benar benar man dul, Ya Alloh aku hanya berdoa semoga kak El bisa punya anak" batin Rahma merasa kasian pada mertua nya itu.


Sejak kecil Rahma tak punya mamah dia jadi merasa kurang kasih sayang mamahnya, jadi Rahma tak mungkin menyia nyiakan seorang ibu yang mau di panggil ibu oleh Rahma.


"Mah aku mau ke sana" ucap Rahma.


"Mau apa" tanya Mira.


"Mau lihat pakaian" ucap Rahma.


"Terserah tapi jangan tinggalkan mamah" ucap Mira.


"Ya mah" ucap Rahma.


Rahma berjalan ke arah toko ****** ***** Rega terus saja mengikuti Rahma.


"Rega ini toko khusus wanita kau tak boleh ikut" ucap Rahma.


"Kau tak akan kabur" tanya Rega.


"Kabur kemana" tanya Rahma.


"Kabur kemana saja karena kan kamu pasti depresi karena suami kamu menikah lagi" ucap Rega.


"Astaga Rega kau terlalu berpikir jauh tentang aku, percaya lah aku bukan wanita yang seperti itu" ucap Rahma.


"Baik lah aku akan tunggu di sini" ucap Rega.


Rahma masuk dan melihat lihat pakaian yang berjajar di sana saat ini perbelanjaan itu cukup ramai jadi Rahma cukup berdesakan dengan pengunjung yang lain.


Rahma melihat pakaian linge rie yang berjajar di sana, Rahma memilih nya satu persatu namun Rahma menjatuhkan pilihan nya pada linge rie selutut berwarna biru navy dengan belahan dada yang sudah pasti terlihat dengan jelas.


Rahma mengambil baju itu tanpa berlama lama Rahma langsung membayar nya hanya dengan uang seratus ribu Rahma masih punya kembalian.


Begitu lah Rahma walau pun dari keluarga kaya tapi dia tak pernah belanja barang yang mahal kecuali barang yang bisa di jual lagi seperti emas dan berlian.


Kalau menyangkut pakaian Rahma lebih suka memakai pakaian yang murah tapi bahan nya bagus.


Karena Rahma tau beli barang yang mahal pun kalau kualitas nya gak bagus ya percuma.


Rahma melihat lihat ke arah perbelanjaan itu sangat luas dan sangat besar bahkan orang orang seakan bergelombol memadati tempat itu.


"Di mana Rega" gumam Rahma.


Rahma melihat lihat Rega yang tak ada bahkan mamah mertua nya pun tak ada di sana.


"Kemana mereka" gumam Rahma.


Rahma melihat ada seseorang di sana.


"Apa itu Kevin" gumam Rahma.


"Vin" sahut Rahma.


Terlihat kalau Kevin saat itu tengah bersama dengan seorang wanita cantik.

__ADS_1


"Ya" tanya Kevin.


"Dia pacar mu" tanya Rahma pada wanita itu.


"Dia Mutiya kakak ipar ku" ucap Kevin.


"Oh maafkan aku, aku gak tau" ucap Rahma.


"Tak masalah apa kamu teman nya" tanya Mutiya.


"Ya aku teman kelasnya, baik lah kak selamat berbelanja" ucap Rahma.


"Ya terima kasih" ucap Mutiya.


"Saya permisi" ucap Rahma.


Rahma langsung pergi dari sana dia cukup malu karena bertanya lancang pada Kevin.


"Dasar Rahma kau sangat bo doh" gumam Rahma.


Rahma kembali lagi mencari mamah mertua nya, setelah di temukan Rahma cukup terkejut karena melihat mamah mertua nya bersama dengan teman teman nya.


"Mah mau pulang" tanya Rahma.


"Jeng itu siapa" tanya teman Mira.


"Dia menantu saya, jeng anak nya tuan Mahoji namanya Rahma" ucap Mira.


"Wah beruntung sekali jeng Mira bisa besanan dengan tuan Mahoji" ucap teman nya.


"Ya tentu saja" ucap Mira.


"Kamu masih sekolah" tanya Teman Mira.


"Masih Tante saya masih kuliah" ucap Rahma.


"Kamu anak tunggal kan" tanya Teman Mira.


"Ya saya anak satu satunya" ucap Rahma.


"Kalau kakak aku punya nama nya Arman dia asisten papah hanya saja aku dan papah mengaggap dia sebagai keluarga" ucap Rahma.


"Oh ya Jeng Mira sekarang sudah punya menantu kapan dong mau punya cucu" ucap Teman nya Mira yang julid.


"Oh kebetulan Rahma saat ini tengah mengandung" ucap Mira.


Rahma tersentak kaget mendengar hal itu, boro boro hamil kalau Elpan saja man dul mau mana manalagi.


"Oh ya wah selamat ya Rahma" ucap teman Mira.


"Ya terima kasih" ucap Rahma berbohong padahal dia tak sedang hamil.


"Sebentar lagi Jeng Mira akan punya cucu" ucap teman yang lain.


"Ya aku sangat tak sabar mau memomong bayi" ucap Mira.


"Ya ampun mah jangan terlalu berharap Aku yakin kalau kak El gak bisa memberikan anak jangan kan untuk mamah aku saja berharap tapi gak ada" batin Rahma.


"Rahma di mana suami kamu" tanya teman Mira.


"Kak El ada di Villa" ucap Rahma.


"Apa kalian tengah bulan madu" tanya nya.


Rahma hanya mematung tak bisa menjelaskan, rasanya sakit sekali kalau harus bilang bahkan Elpan tengah berbulan madu dengan orang lain.


"Ya mereka bulan madu lagi" ucap Mira.


"Selamat ya pengantin baru" ucapnya.


Rahma hanya tersenyum saja mendengar hal itu, karena rasanya sangat sakti kalau Rahma harus mengalami hal ini dan dikasihani oleh orang lain.


"Baik lah jeng sekarang sudah malam, aku permisi ya" ucap Mira.

__ADS_1


"Ya jeng Mira hati hati di jalan ya" ucapnya.


"Saya permisi Tante" ucap Rahma.


"Ya" ucapnya.


Rahma dan Mira berjalan ke arah kasir, Rahma sangat bingung padahal mamahnya tak belanja tapi dia malah menuju ke kasir.


"Mamah belanja" tanya Rahma.


"Belanja lah" ucap Mira ketus.


Rahma terkejut melihat belanjaan yang Rega pegang bahkan di troli juga banyak sekali Belanjaan.


"Mamah belanja sebanyak ini" tanya Rahma.


"Ya, yasudah kau bayar lah" ucap Mira enteng.


"Tapi mah ini sangat banyak loh" ucap Rahma.


"Kamu itungan ya Rahma lagi pula itu juga uang Elpan" ucap Mira.


"Ya mah iya" ucap Rahma mengalah.


Rahma membayar semuanya dan total belanjaan nya hampir saja mencapai angka seratus juta.


Tanpa pikir panjang Rahma langsung memberikan black card punya Elpan pada Kasir itu.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Ya nona" ucap kasir.


Mereka pergi dari sana menuju mobil Elpan yang terparkir di basemen perbelanjaan itu.


Sedangkan di Villa Elpan baru saja melakukan kegiatan panas bersama dengan Wanda, dia mendapatkan pesan dari aplikasi bank nya.


"Astaga Rahma tadi mengambil uang dua puluh juta sekarang belanja di mall hampir seratus juta" ucap Elpan.


"Apa Rahma belanja sebanyak itu" tanya Wanda.


"Aku yakin ini pasti bukan belanjaan Rahma tapi belanjaan mamah" ucap Elpan.


"Kau tak adil padaku" ucap Wanda.


"Adil bagai mana" tanya Elpan.


"Kau memberikan Rahma black card tapi aku hanya ATM biasa" ucap Wanda.


"Baik lah kembali kan ATM ku aku akan berikan black card punya ku padamu" ucap Elpan.


"Benarkah Terima kasih" ucap Wanda.


"Hari ini aku akan beri tau Rahma kalau kau tengah mengandung" ucap Elpan.


"Benar kah" ucap Wanda.


"Ya" ucap Elpan yang langsung mengelus perut Wanda yang masih datar itu.


"El aku sangat sayang pada mu" ucap Wanda.


Elpan tersenyum menatap pada Wanda.


"Kau wanita yang bisa memberikan aku anak jadi aku sangat sayang pada mu" ucap Elpan.


"Terima kasih karena sudah memberikan aku harta yang paling berharga" ucap Elpan lagi.


"Ya sama sama" ucap Wanda.


"Aku janji akan menjaga mu dan anak kita ini" ucap Elpan.


"Kalau anak ini lahir apa kau akan menceraikan aku" tanya Wanda.


"Gak mungkin aku gak akan mungkin menceraikan mu Wanda" ucap Elpan.

__ADS_1


"Aku akan ambil janji mu ini saat anak ini lahir nanti" ucap Wanda.


"Ya" ucap Elpan.


__ADS_2