Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 16: pemikiran Elpan


__ADS_3

Pagi harinya Elpan terbangun dia melihat Wanda yang sekarang masih tertidur di atas ranjang apartemen nya.


"Astaga aku ketiduran" ucap Elpan.


Sekarang Elpan langsung memakai jas nya yang semalam dia lepas.


"Rahma pasti akan sangat marah karena aku tak pulang" ucap Elpan.


Wanda membuka matanya perlahan,


"El mau ke mana" tanya Wanda.


"Aku mau pulang aku takut Rahma akan marah" ucap Elpan.


"Oh maaf El aku tak membangun kan mu" ucap Wanda.


"Tak apa" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana meninggalkan Wanda.


Saat ini Wanda hanya menatap kepergian Elpan yang sekarang sudah lenyap dari pandangan nya.


Drtt drttt


Ponsel Wanda berbunyi dia melihat siapa yang menelpon nya sepagi ini.


📞📞


"Ya" tanya Wanda kesal pada sang penelepon.


"Tuan Iqbal ingin membooking mu lagi" ucap salah seorang mucikari.


"Jangan hubungi gue lagi karena gue akan segera nikah, lu tau kan itu" ucap Wanda.


"Tapi gimana dia mau kamu Wan" ucap nya.


"Bodo amat emang gue pikirin" ucap Wanda yang langsung mematikan ponsel nya secara sepihak.


📞📞


Rahma saat ini sudah bersiap karena akan kuliah, namun pikiran nya sekarang sangat tak bisa di ajak kompromi dia terus saja memikirkan hal yang buruk buruk pada Elpan apa lagi ponsel Elpan juga tak bisa di hubungi.


"Apa kak El semalam pulang" tanya Rahma pada salah satu pelayan di sana.


"Tidak nona kami tak melihat" ucap pelayan.


"Oh baik lah" ucap Rahma.


Rahma menyuap kan makanan pada mulut nya.


"Enak ya tuan putri hanya tinggal duduk saja, makan tinggal makan, belanja tinggal belanja, ck sayang dia membiarkan pangeran nya bekerja dari pagi sampai malam bahkan tak pulang hanya karena ingin membahagiakan tuan putri yang mandul" ucap Mira menyindir Rahma.


"Mah aku tau mamah bicara pada ku, mah selagi aku masih punya rahim maka mamah tak berhak bilang aku mandul" ucap Rahma.


"Kau tersindir ya" ucap Mira tersenyum sambil menutup mulutnya.


"Mah aku tak mau debat sekarang" ucap Rahma.


"Aku akan pasti kan kalau Elpan akan segera menikah lagi dan punya anak dari orang lain" ucap Mira.


"Terserah mamah, selagi kak El masih sayang pada ku maka aku akan tetap berada di samping nya" ucap Rahma.


"Kamu akan menyesal Rahma karena sudah menjebak diri mu dari kemandulan itu" ucap Mira.


"Mah aku tak akan meninggalkan kak El hanya karena masalah kecil" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan mertuanya itu.


Rahma berjalan ke arah luar rumahnya.


Terlihat kalau di sana ada Elpan yang baru saja turun dari mobil nya.


"Rah" sahut Elpan.


"Kak" ucap Rahma.


"Maaf aku baru pulang" ucap Elpan yang langsung memeluk Rahma tak perduli kalau di sana banyak satpam yang melihat mereka.


"Tak masalah Kak, kau pasti kecapean kan sampai tak pulang" ucap Rahma.


"Hah ya Rahma aku ketiduran di kantor" ucap Elpan berbohong.

__ADS_1


"Ya tak apa kak, oh ya kak aku harus ke kampus sekarang" ucap Rahma.


"Baik lah ayo aku antar" ucap Elpan.


"Ayo" ucap Rahma.


Elpan mengantarkan Rahma ke kampus dan sekarang Elpan langsung ke kantor karena dia selalu sedia baju ganti di dalam mobil nya jadi Elpan memutus kan untuk mandi di kantor saja.


"Kak aku kuliah dulu ya" ucap Rahma menyalami tangan Elpan.


"Ya sayang yang semangat kuliahnya" ucap Elpan.


"Ya kak" ucap Rahma.


Elpan langsung melaju kan mobil nya menunju ke arah kantor nya kembali.


sesampai di kantor, Elpan langsung mandi dan bekerja di ruangan nya tanpa makan.


Karena tadi saat Rahma tanya kalau apa Elpan sudah makan dia menjawab sudah karena tak mau Rahma sampai terganggu kuliahnya.


Tiba tiba saja ruangan Elpan terbuka tampak lah seorang wanita cantik yang sedang membawa kan rantang makanan untuk Elpan.


"Wanda kau datang" tanya Elpan.


"Ya aku bawakan kau makanan" ucap Wanda.


"Hah tak usah repot repot Wan aku gak lapar kok" ucap Elpan.


"Bagai mana tak lapar, El kau pulang dalam keadaan belum makan dan sekarang kau Langsung ke kantor tanpa makan terlebih dahulu" ucap Wanda.


"Terima kasih" ucap Elpan.


"Ya tak apa lagi pula Dede bayi ingin bertemu dengan mu" ucap Wanda sambil mengelus perut nya yang masih datar.


"Kau sangat perhatian" ucap Elpan.


"Makan ya sedikit saja" ucap Wanda.


"Baik lah" ucap Elpan.


Wanda menyiapkan makanan untuk Elpan, saat ini Elpan memakan nya namun tetap saja rasanya seperti rasa masakan Rahma di rumah.


Elpan memakan nya hingga habis, Wanda langsung membawa kan air untuk Elpan.


"Minum lah" ucap Wanda.


"Terima kasih" ucap Elpan.


Elpan meminum nya sampai habis, dalam hati Elpan berkecamuk.


"Aku paham Rahma sibuk kuliah tapi kenapa Wanda lebih perhatian pada ku dari pada Rahma, bukan nya aku mau membandingkan tapi aku lebih memilih Wanda, bukan maksud ku tak memilih Rahma tapi entah kenapa Rahma seolah tak perduli pada ku, malah Wanda lah yang sangat perhatian pada ku, tetapi apa karena Wanda melakukan ini karena anak yang ada dalam kandungan nya ya" batin Elpan.


"Oh ya Wanda bisa aku pegang perut kamu aku mau merasakan anak ku" ucap Elpan.


"Oh boleh lah kau kan ayah nya jadi kau berhak atas semua ini" ucap Wanda.


"Terima kasih" ucap Elpan.


Elpan mengelus perut Wanda yang masih datar itu.


"El aku rasanya mau makan sushi aku sudah pesan boleh kah aku sertakan perusahaan kamu ini sebagai lokasi pengantaran nya" tanya Wanda.


"Ya boleh" ucap Elpan.


Elpan mengambil kartu kredit yang ada di dalam dompet nya, kartu itu sudah lama tak Elpan pakai namun di dalam nya ada uang yang bernominal Sangat pantastis.


"Ambil ini anggap saja sebagai kebutuhan mu dan anak kita aku akan kirim uang setiap bulan pada kartu itu" ucap Elpan.


"Hah tapi El aku takut Rahma akan marah" ucap Wanda bersandiwara.


"Tak akan dia tak akan tau" ucap Elpan.


"Baik lah, aku terima" ucap Wanda.


"Oh ya aku sekarang harus meeting di ruangan meeting kau tunggu lah di sini aku tak akan lama" ucap Elpan.


"Ya aku akan tunggu" ucap Wanda.

__ADS_1


Elpan berjalan ke arah ruangan meeting di sana sudah ada klien Elpan yang sangat lama bergabung dengan Elpan.


"Selamat pagi maaf saya terlambat" ucap Elpan.


"Pagi Tuan El" ucap Klien itu.


"Baik lah kita mulai sekarang" tanya Elpan.


"Ya ayo" ucap nya.


Namun ponsel klien El terus berbunyi.


"Tuan Henry saya bisa paham angkat saja telpon mu itu" ucap El.


"Maaf tuan El, istri saya tengah hamil dia terus menelpon dia ingin aku temani belanja dia ingin makan telur rebus tapi yang kuning nya harus ada dua, hah ada ada saja istri ku ini" ucap Henry klien nya Elpan.


Elpan kemudian berfikir.


"Apa mungkin Wanda juga ingin seperti itu" gumam Elpan.


Meeting berjalan lancar tak ada yang salah dalam penjumlahan atau yang lain.


Namun Elpan masih penasaran dia memanggil Henry klien nya itu.


"Tuan bisa kah kau beri tau saya apa saja yang harus suami lakukan saat istri nya hamil" tanya El.


"Apa istri mu hamil" tanya Henry.


"Tidak aku hanya tanya saja siapa tau kan nanti aku punya anak" ucap Elpan.


"Oh jadi begini sebenarnya punya istri hamil itu tak enak Tuan, kita harus selalu stay di sisinya kalau ada yang dia ingin kan kita harus sigap membeli kan nya karena katanya kalau gak di turuti anak nya nanti akan ileran, bahkan wanita mengandung itu sangat positif sekali saja kita salah bicara maka kita yang akan di salah kan, jadi Begitu lah nikmat nya jadi seorang ayah" ucap Henry.


"Oh" ucap Elpan.


"Baik lah saya permisi, istri saya suka marah kalau saya terlambat" ucap Henry.


"Mau kemana kalian" tanya Elpan.


"Aku mau mengajak nya belanja" ucap Henry.


Elpan berjalan ke arah ruangan nya dia melihat Wanda yang sekarang tengah menikmati sushi yang baru saja dia pesan.


Elpan teringat dengan ucapan Henry tadi.


"Wanda sudah habis makan nya" tanya Elpan.


"El sudah bekerja nya aku pikir pekerjaan mu belum selesai" ucap Wanda.


"Sudah" ucap Elpan.


"El aku belikan juga spaghetti untuk mu, kau suka kan" tanya Wanda.


"Suka" ucap Elpan.


"Aku tau kau suka karena kan spaghetti makanan kesukaan mu dulu" ucap Wanda.


Elpan berpikir sejenak.


"Apa Rahma tau makanan kesukaan aku" batin Elpan.


Sedangkan sekarang Rahma akan pulang ke rumah karena sudah siang juga, dia melihat ada Kevin yang tengah melihat lihat motor nya.


"Hey Vin" sahut Rahma.


"Ya" tanya Kevin.


"Mau masuk ya" tanya Rahma.


"Ya" ucap Kevin singkat.


"Baik lah" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan Kevin karena supir nya sudah datang menjemput nya.


Kevin menatap kepergian Rahma.


"Andai saja kau belum menikah mungkin aku akan menyempatkan waktu untuk mengantarkan kamu pulang" gumam Kevin.


Di kediaman Elpan, Mira tengah bahagia karena rencana nya dan Wanda akhirnya berhasil juga.

__ADS_1


"Aku akan secepatnya punya cucu dan Aku akan singkirkan Rahma, tapi kasihan juga ya Rahma kalau harus di singkirkan, hah aku punya rencana B sekarang aku buat saja Rahma menderita dengan tetap menikah dengan Elpan dan sebentar lagi Rahma akan di madu, rasakan kau Argam kau dahulu menyakiti aku dan sekarang aku akan menyakiti anak mu" gumam Mira yang sekarang tengah bahagia.


bersambung


__ADS_2