Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 14: tes kesuburan


__ADS_3

Sedangkan di dalam taksi Rahma sedang menangis karena dia masih merasakan sakit pada pipinya, rasa ngilu yang di ciptakan oleh suami nya sendiri membuat Rahma tak sanggup untuk berhenti menangis.


"Apa salah ku kak, apa karena aku tak secantik mantan mu itu jadi kau tak bisa menghargai aku" gumam Rahma.


Seperti biasa supir taksi yang sudah menjadi langganan Rahma itu adalah anak buahnya Argam Mahoji.


Dia menatap sang putri semata wayang majikannya yang sekarang menangis dengan baju kemeja putih yang ada darah nya membuat supir taksi merasa kalau Rahma sedang ada masalah.


"Tuan harus tau ini" gumam nya mengambil ponsel dan memotret nya secara diam diam.


Rahma menghapus air matanya dengan tisu yang dia bawa.


"Pak tolong berhenti di toko baju dulu ya aku mau beli baju" ucap Rahma.


"Ya Nona" ucapnya.


Mobil berhenti di pusat perbelanjaan di kota itu, Rahma langsung masuk dan mengambil baju asal karena dia yakin kalau baju yang dia pilih akan pas pada badannya.


Karena selama ini Rahma jarang Belanja kalau pun belanja Rahma tak pernah lama memilih baju.


"Mbak yang ini tolong di bungkus" ucap Rahma mengambil gaun selutut berwarna hitam.


Mata Rahma sembab bahkan saat menunggu pembayaran Rahma hanya melamun saja sehingga membuat nya tak fokus apa lagi harus memperhatikan pakaian nya.


"Ini Nona" ucap nya memberikan kartu kredit yang tadi Rahma berikan.


"Bisa saya ganti baju di kamar mandi di sini" tanya Rahma.


"Silahkan Nona" ucapnya.


Rahma berjalan ke arah ruang ganti dia langsung memakai gaun itu, tak lupa Rahma juga memasukan baju kotor ke dalam paper bag itu.


Rahma pergi dari sana namun sepanjang perjalanan Rahma menjadi tontonan, Rahma merasa risih karena di pandang banyak orang.


Rahma melihat dari atas sampai bawah tak ada yang salah namun Rahma lupa kalau dia belum melepas kan cap baju itu.


Dengan cepat Rahma melepaskan cap itu.


"Fokus Rahma kau sangat teledor, Untung tak ada yang mentertawakan mu" gumam Rahma yang langsung masuk kembali ke dalam taksi.


"Pak ke kampus" ucap Rahma.


"Baik nona" ucapnya.


Sesampai nya di kampus Rahma belajar walau pun dia tak bersemangat sekarang, Rahma memang pandai menyembunyikan masalah nya tapi tetap saja saat dia punya masalah dia akan terlihat sangat lesu dan tak bersemangat.


Sekarang istirahat Rahma dan kedua teman nya berjalan ke arah kantin karena akan memesan makanan.


Namun teman Rahma yang bernama Raya menemui seseorang di gerbang kampus.


Raya kembali lagi ke tempat di mana Rahma dan Julia berdiri.


"Ada apa dengan Rega" tanya Julia.


"Tak ada aku hanya penasaran saja, jadi begini aku kan tau kalau Rega itu kaki tangan nya mas Rayhan yang aku pertanyakan Rega itu bekerja di bagian mana karena kalau di perusahaan dia tak ada" ucap Raya.


"Katanya sih dia itu punya bisnis jual beli gitu" ucap Julia.


"Oh ya" tanya Raya.

__ADS_1


"Dulu aku sempat bertanya pada nya tapi dia jawab begitu" ucap Julia.


"Sudah lah kalian ini hanya masalah sepele kan jadi jangan di debat kan" ucap Rahma.


"Ya sih, oh ya tapi Rahma kau kan pengantin baru cerita kan pada kita bagai mana kondisi mu sekarang apa kau sudah berencana akan segera punya anak" ucap Raya menggoda Rahma.


"Kalian ini" ucap Rahma.


"Ayo lah cerita" ucap Raya.


"Ntar di kelas" ucap Rahma.


Mereka bertiga duduk di bangku kelas.


"Jadi bagai mana" tanya Raya.


"Aku sudah berencana sih tapi bagai mana lagi aku belum di kasih saja sama Allah" ucap Rahma.


"Yang sabar ya aku juga sampai sekarang belum" ucap Raya.


"Ya mau bagai mana lagi Ray aku sekarang tertekan dengan Mamah mertua aku, dia ingin sekali punya cucu tapi aku harus apa kalau aku belum bisa memberikan aku harus apa" ucap Rahma.


"Bu Mira seperti itu" tanya Raya.


"Ya karena kan kak El itu anak tertua dan kak El juga umur nya sudah cukup matang jadi kata mamah Mira dia sudah cocok menjadi seorang Ayah" ucap Rahma menunduk.


"Sabar ya Rah aku yakin kau akan secepatnya Hamil" ucap Raya.


"Kenapa dia ingin sekali kau hamil, Rahma kau masih berusia 18 tahun sekarang bukan kah gak boleh punya anak di bawah umur" tanya Julia.


"Entah lah" ucap Rahma.


"Periksa" tanya Rahma.


"Ya periksa saja, dan kau ikut program hamil" ucap Raya.


"Oh ya ada kah" tanya Rahma.


"Tentu saja ada, semua nya ada Rahma" ucap Raya.


"Ya aku setuju pada Raya, syukur syukur bisa sambil tes kesuburan" ucap Julia.


"Ya aku akan coba" ucap Rahma.


"Ya coba saja" ucap Julia.


Siang hari nya Rahma memutuskan untuk pulang dengan naik taksi dia sekarang akan ke rumah sakit untuk mengikuti program kehamilan.


Sesampai nya di rumah sakit, Rahma langsung buat janji dengan dokter kandungan karena katanya kalau mau bertemu harus bikin janji dahulu.


Rahma menunggu di sana hingga beberapa saat, setelah itu akhirnya Rahma bisa masuk dan bertemu juga dengan dokter.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu" tanya Dokter spesialis kandungan.


"Dok saya mau program hamil" ucap Rahma.


"Baik kita isi formulir dahulu ya" ucap Dokter itu.


"Siapa nama ibu dan nama suami, alamat tolong di isi hingga lengkap ya" ucapnya.

__ADS_1


"Ya" ucap Rahma sambil mengisi formulir itu sampai selesai.


"Baik lah Ibu Rahma dan bapak Elpan Altaf Sudardjo, tunggu apa suami ibu ini pak Elpan yang punya perusahaan Sudardjo di jalan ***" tanya Dokter itu.


"Ya, dokter tau" ucap Rahma.


"Ya saya tau karena kan dia langganan ke sini" ucap nya.


"Langganan, memang nya ada apa" tanya Rahma.


"Konsultasi kesehatan nona, sudah lama ini dia tak datang ke mari, mungkin dia sudah sembuh sekarang" ucap Dokter.


"Oh" ucap Rahma.


"Nona kita tes kesuburan ya" ucap Dokter.


"Baik lah Dok" ucap Rahma.


Ada beberapa langkah yang harus Rahma lewati bahkan Rahma juga harus di rongsen karena untuk mengecek kondisi rahim nya.


Karena Rahma adalah pasien yang sudah buat janji jadi hasil nya akan di berikan sekarang, itu pun dokter akan memberikan hasil sementara setelah itu Dokter akan periksa ulang lagi.


Hingga lama menunggu dokter datang juga dengan membawa hasil pengecekan tadi.


"Nona ini hanya hasil sementara dan di hasil sementara ini anda terbuka subur, mungkin beberapa Minggu juga kalau sering melakukan anda bisa cepat mengandung" ucap Dokter.


"Oh ya terima kasih Dok" ucap Rahma.


"Tapi nona ini hanya hasil sementara nanti akan saya lihat lagi dan kalau hasil nya berbeda saya akan hubungi Nona tapi kalau saya tidak menghubungi maka hasil nya akurat" ucap Dokter.


"Ya terimakasih dok saya akan pulang sekarang" ucap Rahma.


"Ya" ucap Dokter.


"Permisi Dok" ucap Rahma.


"Ya".


Sesampainya di kediaman Elpan, Rahma Langsung di sambut oleh ibu mertua nya yang sekarang tengah berdiri di teras rumah.


"Dari mana tuan putri jam segini baru pulang, kamu pikir ini rumah nenek moyang kamu hah bisa seenaknya pergi begitu saja" ucap Mira.


"Maaf mah tapi aku kerja kelompok dahulu" ucap Rahma berbohong karena tak mau mertua nya itu sampai tau.


"Kerja kelompok, aku nyesel karena sudah ijin kan El menikah dengan mu, wanita tak berguna hah orang lain diam di rumah mengurus suami dan rumah nya, eh ini malah keluyuran terus" ucap Mira.


"Aku sekolah mah" ucap Rahma.


"Makan nya kalau tau masih mau sekolah jangan buru buru nikah jadi nyusahin orang kan" ucap Mira.


"Tapi mah aku menyusahkan apa" tanya Rahma.


"Ya kamu nyusahin El yang harus membayar biaya kuliah kamu, bahkan pekerjaan yang harus kamu yang kerjakan malah di kerjakan oleh orang lain, apa kau tak malu" tanya Mira.


"Mah" ucap Rahma yang sudah malas berdebat.


"Mamah malas lihat kamu, nanti nanti Rahma jangan banyak keluyuran kalau posisi kamu di ganti kan orang lain tau rasa kamu" ucap Mira yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma.


"Mamah gak jelas" gumam Rahma.

__ADS_1


__ADS_2