
Hingga sampai rumah Elpan masih mendiamkan Rahma, bahkan Rahma tanya pun Elpan tak jawab.
"Kak kau kenapa" tanya Rahma.
"Gak" ucap Elpan yang langsung naik ke dalam kamarnya.
"Kak El kenapa" gumam Rahma.
Mira datang ke sana sambil membawa teh hijau kesukaan nya.
"Aku akui perhiasan yang kau beli memang bagus tapi sayang akan terlihat jelek jika di pakai di tangan kotor mu itu" ucap Mira.
"Apa maksud mamah" tanya Rahma.
Mira memutar bola matanya malas, dia langsung pergi meninggalkan Rahma yang masih dalam pemikiran nya.
"Apa maksud Mamah" gumam Rahma lagi.
Namun Rahma teringat dengan kotak perhiasan yang isinya obat Elpan.
"Astaga kenapa aku ceroboh" gumam Rahma yang langsung pergi dari sana menuju kamarnya.
Rahma tak melihat keberadaan Elpan, namun mata Rahma tak terlalu bertuju pada Elpan justru dia penasaran dengan obat nya itu.
Rahma melihat kotak perhiasan yang isinya obat, Rahma membuka nya dan syukur lah obat nya masih ada.
"Syukur lah, lalu mamah menyangka aku beli perhiasan yang mana" gumam Rahma.
Elpan saat ini sudah selesai mandi, dia melihat Rahma yang saat ini tengah menyimpan kotak perhiasan.
"Kau tenang saja Rahma aku tak akan bertanya tentang perhiasan mu lagi" ucap Elpan ketus.
"Kau kenapa kak hanya karena aku tak memberi kan perhiasan ini kau marah pada ku" tanya Rahma.
"Bukan marah Rahma tapi teman ku ini sangat ingin perhiasan itu" ucap Elpan.
"Kak aku tau teman mu itu pasti orang kaya, lebih kaya dari papah masa hanya untuk beli perhiasan itu saja dia maksa pasa kamu" ucap Rahma.
"Kau tak paham Rahma" ucap Elpan.
"Kak perhiasan ini sudah punya kode jadi kalau ada apa apa nanti pihak yang buat perhiasan ini tau nya aku yang punya" ucap Rahma.
"Kode" tanya Elpan.
"Ya aku beli perhiasan yang ada kode nya, jadi aku gak bisa sembarang kasih pada orang lain, walaupun harga nya mahal setidaknya kalau hilang toko emas akan bisa langsung tau perhiasan ini punya aku" ucap Rahma.
Jujur saja Elpan baru tau kalau perhiasan itu punya kode, pantas saja Rahma sangat menahan barang itu supaya tak jatuh pada tangan orang lain, pikir Elpan.
"Baik lah aku akan bilang pada dia" ucap Elpan.
"Baik lah, tapi bilang pada istri teman mu itu kalau aku sangat sangat minta maaf" ucap Rahma.
"Ya" ucap Elpan.
Malam hari nya Elpan keluar dari rumah dengan beralasan ingin bertemu dengan Iqbal teman nya padahal dia ingin bertemu dengan Wanda.
Mereka akan bertemu di Cafe yang sudah Wanda sebut kan dalam pesan nya pada Elpan.
Saat ini Wanda datang lebih dahulu, di cafe itu cukup Ramai pengunjung.
Wanda Duduk di salah satu meja yang cukup dekat dengan kasir.
Ada seorang laki laki yang datang ke sana namun serasa tak asing bagi Wanda.
"Dia kan" gumam Wanda.
Laki laki dengan perawakan tinggi tegap dengan kumis halus di wajahnya membuat dia sangat tampan dan berwibawa.
"Selamat malam" ucap laki laki itu.
__ADS_1
"Mau apa kau datang kemari" tanya Wanda.
"Aku sangat sedih saat mendengar kau berhenti dari pekerjaan mu itu" ucap laki laki itu.
"Lalu" tanya Wanda ketus.
"Aku sangat ingin tidur dengan mu lagi, servis mu sangat baik aku tak menemukan nya di setiap wanita yang tidur dengan ku" ucapnya.
"Tuan Iqbal stop aku tak mau mengungkit itu semua, tolong lupakan saya dan tolong juga anggap kalau kita itu hanya lah orang asing" ucap Wanda.
"Tapi kau tak bisa merubah malam panas kita" ucap Iqbal laki laki yang bersama dengan Wanda itu.
"Stop aku tak mau dengar itu lagi aku mau menikah" ucap Wanda.
"Baik lah selamat berbahagia dengan pernikahan mu itu, sayang sekali suami mu menikmati bekas ku" ucap Iqbal sambil menyentil koin uang lima ratusan.
"Sombong sekali" gumam Wanda.
Tiba tiba saja Elpan datang.
"Maaf Wanda aku terlambat" ucap Elpan.
"Tak masalah" ucap Wanda.
"Kau lama menunggu" tanya Elpan.
"Tak lah" ucap Wanda.
"Oh ya Wanda maafkan aku karena tak bisa bujuk Rahma untuk memberikan perhiasan itu" ucap Elpan.
"Sudah aku duga" ucap Wanda.
"Maaf tapi kata Rahma perhiasan itu punya kode, dia tak bisa memberikan nya pada siapa pun" ucap Elpan.
"Dia pelit" ucap Wanda.
Wanda menelan Saliva nya kasar.
"Eh.. aku.. ehh..." Wanda terbata bata.
Tiba tiba saja pelayan datang.
"Ini nona tuan selamat menikmati" ucap pelayan.
"Terima kasih" ucap elpan.
"Waw kau pesan Spaghetti bolognese" tanya Elpan.
"Kau suka" tanya Wanda.
"Aku sangat suka" ucap Elpan yang langsung menyantap makanan itu.
"Syukur lah berkat pelayan itu aku terbebas dari pertanyaan itu" batin Wanda.
******
Satu bulan kemudian..
Hari ini Rahma sudah membeli tespeck dia ingin mengecek apa dia hamil atau tidak,
Bahkan obat yang Rahma beli pada dokter pribadi nya juga sudah habis.
Di sana sudah ada Elpan yang menanti hasilnya, Elpan akan sangat senang kalau hasil nya positif.
Rahma berdiri di kamar mandi dia menunggu benda pipih itu menunjukkan hasilnya.
Rahma sejak tadi berdoa saja supaya hasilnya bisa positif jadi Rahma tak perlu menyaksikan pernikahan Elpan dan Wanda.
"Semoga saja hasil nya bagus" gumam Rahma.
__ADS_1
elpan saat ini sudah di sibuk kan dengan pesan dari Wanda dia terus saja menanyakan hasil nya pada Elpan.
{Bagai mana El apa hasil nya positif}
{Kalau ya bagai mana bayi dan pernikahan kita}
{Kamu harus ambil keputusan sekarang}
{Aku akan gugurkan bayi ini}
Pesan dari Wanda membuat Elpan pusing, Elpan langsung menyimpan ponsel nya saat melihat Rahma keluar dari kamar mandi.
"Rahma bagai mana hasil nya" tanya Elpan.
Rahma menggeleng dia harus merasakan kecewa karena ternyata hasil nya negatif, padahal Rahma sudah berharap kalau dia akan segera punya anak.
"Negatif" tanya Elpan yang melihat Rahma menangis.
Rahma menganggukkan kepalanya.
"Aku sudah berusaha tapi kenapa selalu gagal" ucap Rahma.
Saat ini Elpan juga sangat kecewa, selama satu bulan ini bahkan lebih dia memberikan waktu pada Rahma namun hasilnya tetap negatif.
Elpan bertekad ingin tegas mengambil keputusan sekarang.
"Baiklah jalan keluar nya adalah aku akan menikah dengan Wanda" ucap Elpan.
"Kak plis beri aku kesempatan lagi" ucap Rahma.
"Rahma ini sudah satu bulan bahkan lebih tapi apa hasilnya tetap negatif, Rahma aku juga ingin punya anak aku juga ingin seperti mereka di luaran sana" ucap Elpan.
"Tapi kak apa kau yakin kalau kau menikah dengan Wanda apa kau akan langsung punya anak" tanya Rahma.
"Aku yakin bahkan aku sangat yakin, Wanda wanita sehat dia menjaga pola makan dan yang lain nya jadi apa lagi yang harus aku ragukan" ucap Elpan.
"Lagi pula kau juga sudah setuju kan, aku akan persiapkan uang untuk Wanda" ucap Elpan lagi.
"Tak bisa kah kau pikir kan lagi" tanya Rahma yang sekarang sudah bercucuran air mata.
"Mau pikir kan apa lagi Rahma kau tau betul kan kalau kau itu mandul, mamah benar tentang mu, saat ini aku tak akan mendengar kan kau lagi Rahma aku sudah lama menunggu aku ingin punya anak seperti teman teman ku" ucap elpan.
"Baik lah cerai kan aku" ucap Rahma.
"Kau tak bisa begitu Rahma, kau sudah sepakat bukan" ucap Elpan.
"Kak bukan nya bagus ya kita pisah karena kan aku membiarkan kalian hidup Bahagia" ucap Rahma.
"Bukan begitu konsep nya Rahma, setelah aku punya anak dari Wanda aku akan ambil anak nya dan hidup bersama dengan mu membesar kan anak itu bersama dengan mu" ucap Elpan.
"Ayo lah Rahma dukung aku" ucap Elpan lagi.
"Tapi kak aku tak bisa melakukan ini" ucap Rahma.
"Rahma apa lagi yang tak bisa, semua nya sudah benar" ucap Elpan.
"Benar apa nya" tanya Rahma yang sekarang mengambil surat dari rumah sakit itu tentang hasil kesuburan Elpan.
"Lihat ini kak, lihat ini kertas ini adalah hasil dari kesuburan mu kak, dan di sini membuktikan kalau kau tak subur" ucap Rahma.
Elpan mendekat pada Rahma.
"Seharusnya kau paham kalau aku tak bisa punya anak karena kau yang tak subur kak dalam kata lain nya kau yang mandul" ucap Rahma.
Plakk
Elpan menampar pipi Rahma dengan sangat kencang sehingga membuat Rahma terjatuh ke lantai.
bersambung
__ADS_1