Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 37


__ADS_3

Rahma keluar dari kamar nya dia mencari cari Rega yang baru kemarin menjadi body guard nya itu, dengan rambut yang masih basah dan blazer polos yang di padu dengan celana baggy pants hitam membuat Rahma terlihat sangat modis.


Memang pada dasarnya kalau wanita cantik mau pakai baju apa pun juga pasti akan sangat cantik.


"Selamat pagi" sapa Rahma pada Roy yang sejak tadi melihat nya dari atas sampai bawah.


"Pagi nona" ucap Roy malu karena ketahuan melihat majikan nya itu.


Rahma berjalan ke arah meja makan yang sekarang Rega duduki.


"Aku dapat telpon dari Julia katanya kau tak pernah menghubungi nya" tanya Rahma.


"Ya nona ponsel saya lagi di perbaiki" ucap Rega.


"Oh baik lah" ucap Rahma.


Rahma mengutak atik ponsel nya untuk menghubungi Julia yang sudah tak sabar ingin menelpon dengan Rega.


"Hallo Jul ini Rega" ucap Rahma.


Rahma memberikan ponsel itu pada Rega, dia membiarkan kedua insan itu mengobrol berdua di telpon sedang kan Rahma sekarang tengah membuat Teh hangat untuk dirinya.


Sedangkan di kamar, Wanda sudah bersiap untuk mengerjai Rahma dengan kandungan nya itu Wanda bisa berbaikan dengan Rahma namun Wanda akan buat Rahma layaknya pembantu bagi nya.


"Ayo mah kita makan aku sudah lapar" ucap Wanda.


"Ya ayo" ucap Mira yang semalam menginap di kamar Wanda.


Mereka berdua berjalan ke arah meja makan, semua makanan sudah teman Roy hidangkan.


"Kenapa makanan nya sayuran" tanya Wanda menatap pada meja makan yang isi di dalam piring dominan sayuran.


"Ya mbak aku sengaja di buat kan Sayuran karena kamu sedang hamil kan jadi ibu hamil harus banyak makan sayuran" ucap Rahma dengan tenang menyeruput teh itu.


"Tapi kan aku gak suka sayuran" ucap Wanda.


"Aku benar kan mah" tanya Rahma.


"Ya Wanda, Rahma benar kalau Ibu hamil itu harus banyak makan sayuran supaya sehat" ucap Mira.


"Ya deh" ucap Wanda pasrah.


Mereka bertiga makan bersama, hingga tak lama Elpan keluar dari kamar nya dia melihat kalau semua orang Tengah makan.

__ADS_1


"Makan apa" tanya Elpan.


"Sayuran" ucap Wanda kesal.


"Bagus dong" ucap Elpan.


"Tapi aku mau makan yang lain" ucap Wanda.


"Makan apa" tanya Wanda.


"Aku mau makan steak tapi buatan Rahma, entah kenapa Rahma mungkin karena kemauan bayi ini dia mau makan steak yang khusus di buar oleh mu" ucap Wanda.


"Aku" tanya Rahma.


"Ya aku mau nya kamu" ucap Wanda.


"Ayo Rahma buatkan saja kalau wanita ngidam gak di turuti nanti anak nya ileran" ucap Mira.


"Tapi kan ada Juru masak" ucap Elpan.


"Aku maunya buatan Rahma" ucap Wanda.


"Aku akan buatkan" ucap Rahma.


"Tak apa apa Kak" ucap Rahma.


Dengan cepat Rahma langsung membuat kan steak untuk Wanda yang lagi ngidam itu.


Sesuai dengan resep Rahma memasak Steak itu hingga matang.


Hingga selesai Rahma juga menambahkan Saus tomat karena kalau saus cabe takut nya Wanda akan merasa kepedasan.


"Ini mbak aku harap anak nya suka" ucap Rahma.


"Terima kasih" ucap Wanda.


Namun Wanda hanya melihat saja steak itu tanpa mau menyentuh nya.


"Tampilan nya bagus tapi aku tak mau makan ini" ucap Wanda.


"Kamu mau apa" tanya Mira.


"Aku mau makan apel potong saja" ucap Wanda.

__ADS_1


"Mau mamah bantu potongkan" tanya Mira.


"Boleh" ucap Wanda.


Rahma hanya menatap kesal pada Wanda dia sudah susah payah membuat kan steak itu tapi sayang Wanda tak memakan nya.


Rahma mengambil lagi steak itu dan memakan nya di hadapan Wanda.


"Apa pun akan terasa enak kalau dari tangan sendiri" ucap Rahma.


Wanda merasa tertantang dengan ucapan Rahma, karena Wanda hamil dia mau di layani layak nya Ratu.


"Kak aku sudah selesai makan jadi aku mau ke luar" ucap Rahma.


"Baik lah Ajak Rega juga" ucap Elpan.


"Ya baik lah" ucap Rahma.


Rahma keluar dari rumah dia ingin sekali menghirup udara bebas apa lagi pemandangan yang bagus itu membuat Mata Rahma jadi sejuk.


"Aku ingin punya rumah di sini" ucap Rahma.


"Nona kata Julia kamu belum masuk kuliah Dosen nyari" ucap Rega sambil memberikan ponsel itu pada pemilik nya.


"Ya aku kan ada di sini, tapi besok aku akan masuk lagi" ucap Rahma.


"Ya nona" ucap Rega.


Rahma tengah memandang suasana pedesaan itu.


"Rega kapan kau menikah dengan Julia" tanya Rahma.


"Entah Nona kata Julia dia tak mau Buru buru, kalau aku terserah pada Julia karena semua keputusan ada di Julia" ucap Rega.


"Kau sangat baik Rega, aku yakin wanita yang nanti nya akan bersama dengan mu dia pasti sangat beruntung" ucap Rahma.


"Aku gak tau mau bagai mana lagi aku ga bisa maksa Julia untuk segera menikah apa lagi aku jujur saja belum siap" ucap Wanda.


"Ya kamu harus mapan dulu Rega, minimal kamu sudah berpikir matang karena percuma kalau umur tua tapi pikiran masih kaya bocah" ucap Rahma.


"Ya nona" ucap Rega.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2