Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 6: pertemuan Elpan dan Wanda


__ADS_3

Di perjalanan, Elpan mendapatkan pesan dari mamah nya kalau sekarang dia ingin di jemput di sebuah perbelanjaan yang tak jauh dari tempat El sekarang.


{El bisa jemput mamah di Mall gak} pesan dari Mira.


"Mamah ini bagai mana, kemana supir yang biasa mamah ajak pergi, ah mungkin mamah mau pulang bersama saja" gumam Elpan.


{Ya mah aku datang} pesan Elpan.


Elpan mengendarai mobil nya menuju ke arah mall itu.


"Tapi bagai mana Rahma" gumam Elpan.


Dia mengambil ponsel nya.


"Jangan? Jangan hubungi Rahma aku yakin setelah ini aku akan ajak mamah menemui Papah Argam" gumam El yang langsung mengendarai mobil nya kembali menuju ke arah mall.


Elpan memarkir kan mobil nya di parkiran mall itu.


Elpan masuk ke dalam karena menurut mamahnya saat ini dia sedang berada di cafe di dalam mall itu.


Elpan berjalan ke arah cafe di sana, seperti biasa Elpan menjadi pusat perhatian karena wajah tampan dan badan yang sispek yang membuat semua orang terpaku melihat Elpan.


Elpan memakai kacamata hitam membuat nya semakin terlihat tampan dan berkharismatik.


Elpan berjalan ke arah Cafe di sana ada mamahnya.


"Mah ayo pulang" ucap Elpan yang tak peduli dengan wanita yang sedang bersama dengan mamahnya itu apa lagi Wanda duduk memunggungi Elpan.


"El ayo duduk, kamu pasti kangen kan pada Wanda" ucap Mira.


Kening Elpan mengerut.


"Wanda" ucap Elpan.


Wanda menatap pada Elpan yang sekarang tengah berdiri tegak di hadapan nya.


"El" sahut Wanda yang langsung memeluk Elpan layak nya seorang kekasih yang baru saja ketemu setelah lama berpisah.


Tak kehilangan akal, Mira memotret kejadian itu dan langsung mengirim kan nya pada Rahma.


"El mamah sudah bicara pada Wanda, katanya Wanda mau jadi istri muda kamu" ucap Mira.


"Ya El aku sangat sayang pada mu, aku rela melakukan apa pun untuk menebus kesalahan ku dahulu" ucap Wanda.


"Mah ide gi la apa ini" tanya Elpan.


"El ayo lah bukan nya tempo lalu kau ngotot meminta restu dari ku karena ingin menikah dengan Wanda, dan sekarang mamah sudah beri kalian restu" ucap Mira.


"Gak mah maaf aku gak bisa, sekarang aku harus menjemput Rahma" ucap Elpan yang akan pergi dari sana.


"El kau mau membantah mamah, kurang ajar sekali kau kalau berani membantah mamah" ucap Mira.


"Mah aku mau menikah lagi" ucap Elpan.


"Kau lupa El, kalau Rahma itu menikah dengan mu hanya karena mau harta mu saja, kau tau dia si rumah sakit tengah asik bersama dengan selingkuhannya" ucap Mira memperlihatkan foto Rahma di rumah sakit bersama dengan Kevin.


"Mah dia teman nya" ucap Elpan.


"Terserah kalau kau gak percaya, yang paling penting sekarang kau bicara saja pada Wanda mamah akan pesan kan makanan" ucap Mira yang langsung pergi dari sana.


Elpan hanya diam saja menatap datar pada Wanda.


"El aku minta maaf" ucap Wanda.


"Ck" elpan berdecak.


Sedangkan di rumah sakit, Rahma baru saja mendapat pesan dari mamah mertuanya.


Rahma melihat sebuah Foto yang di dalam nya ada Elpan yang tengah di peluk oleh seorang wanita cantik.

__ADS_1


Mata Rahma melotot melihat itu tangan nya bergetar dan air matanya akan menetes sebentar lagi.


Tangan Rahma seketika lemas tanpa sengaja ponsel yang ada di tangan nya terjatuh ke lantai.


Brak


"Ada apa Rahma" tanya Argam.


"Pah tidak ada tangan Rahma licin jadi hp nya jatuh" ucap Rahma berbohong.


"Apa lecet" tanya Argam.


"Tidak ada" ucap Rahma sambil mengusap air matanya singkat.


"Kalau lecet kita beli lagi" ucap Argam.


"Tak usah pah" ucap Rahma.


"Ya sudah, oh ya Rahma kapan El datang" tanya Argam.


"Entah pah, tapi aku dapat pesan kalau dia tak jadi datang karena jalan macet parah, jadi mungkin dia akan malam sampai kesini" ucap Rahma yang semakin banyak berbohong pada papahnya.


"Oh lalu kau bagai mana, apa mau menginap di sini" tanya Argam.


"Pah aku harus pulang" ucap Rahma.


"Pulang naik apa" tanya Argam.


"Naik taksi lah, pah aku sekarang seorang istri jadi aku gak boleh membantah suami aku kan, maaf ya karena ini papah gak ada teman" ucap Rahma.


"Tak apa Sayang lagi pula Arman sudah datang" ucap Argam menata pada Arman yang baru saja datang.


"Arman tolong jaga papah, aku harus pergi sekarang" ucap Rahma.


"Ya nona tak masalah" ucap Arman.


"Baik lah, Pah aku pulang ya insha Allah besok aku akan datang lagi kesini" ucap Rahma.


Rahma pergi dari sana, melangkah kan kakinya yang sudah lemas itu.


Walau bagai mana pun Rahma tak mau menangis di hadapan orang lain.


Karena hal yang paling Rahma benci adalah saat diri nya di kasihani orang lain.


"Astaghfirullah apa kak El setuju" gumam Rahma.


Air mata Rahma tak bisa lagi dia tahan, Rahma menangis di pinggir jalan rumah sakit itu, tanpa berselang lama Taksi datang ke sana.


Rahma naik dan dia meluapkan air matanya di dalam taksi itu.


Rahma tak sadar siapa yang sekarang menjadi supir nya.


Padahal kalau Rahma melihat wajah nya dia pasti kenal, orang itu tak lain adalah anak buah Argam Mahoji yang di suruh Argam untuk menata matai Rahma.


"Nona kenapa" tanya supir taksi itu.


"Tak ada hanya saja aku tengah bersedih" ucap Rahma sambil tersenyum dan mengusap air matanya.


"Nona kalau kau mau cerita cerita saja" ucap Nya.


"Tak usah kita orang asing aku yakin kau tak akan berminat dengan cerita ku ini" ucap Rahma.


"Oh baik lah" ucapnya.


Sesampainya di kediaman Elpan, Rahma Langsung masuk ke dalam dan berlari menuju kamarnya.


Semua pelayan bingung pada sikap Rahma padahal yang para pelayan tau kalau Rahma itu sangat sopan dan tak pernah seperti itu sebelumnya.


"Kenapa Nona Rahma" tanya Pelayan.

__ADS_1


"Mungkin dia sedih" ucap yang lain.


"Ada apa" tanya Zahra yang baru saja pulang dari perusahaan Elpan.


"Nona Rahma langsung masuk ke dalam kamar nya" ucap pelayan.


"Lalu apa salahnya" tanya Zahra.


"Tak ada Nona" ucap pelayan menunduk.


"Dasar julid" gumam Zahra pada pelayan nya.


Sedangkan Rahma sekarang tengah menangis dia menenggelamkan wajahnya pada bantal yang ada di kamar itu.


Rahma membuka lagi ponsel nya dia melihat foto itu lagi, di bawah foto itu ada pesan dari Mira mamah mertua nya.


{Ini calon madu kamu apa kamu setuju, mamah sih setuju karena Elpan juga kayanya suka} pesan mamah mertua nya.


Rahma menangis namun tanpa suara dia berusaha melupakan masalah itu.


Seperti biasa jika Rahma merasa sedih dia akan mengadu pada foto mamah nya.


Rahma mencari foto mamahnya yang berada di ponsel nya.


"Sore mah, maaf beberapa hari ini aku lupa pada mamah, mah aku gak kuat seperti ini terus apa bisa kita ganti posisi saja mah, aku yakin kalau kau masih ada pasti papah akan ada yang ngerawat, Mah aku rindu sekali maaf aku belum bisa menemui mu di tempat peristirahatan mu, Mah aku sangat bingung sekarang, bisa kah kau datang dan beri aku saran untuk pernikahan ini, Mah aku bukan wanita kuat yang mampu menyembunyikan luka terlalu lama, aku benci hidup ini, aku harus apa Mah? Apa aku harus pergi dari kehidupan Kak El, tapi bagai mana caranya" ucap Rahma sambil menangis menyentuh layar ponsel nya yang menampilkan gambar mamahnya.


Tanpa terasa mobil Elpan terparkir di halaman rumah nya.


Rahma langsung menghapus air matanya karena tak mau kalau Elpan sampai tau kalau dirinya Sedang menangis.


Elpan yang sudah sampai dia langsung pergi ke kamarnya, karena saat ini Elpan tak mau bicara dengan mamahnya apa lagi sikap mamah nya itu sudah keterlaluan.


Tadi saat di cafe mamah nya itu memaksa Elpan untuk membawa Wanda pulang karena Mira ingin mengenal kan Wanda pada Rahma.


Elpan menolak dengan keras karena takutnya Rahma akan sakit hati.


"Apa Rahma sudah pulang" tanya Elpan pada pelayan saat dia sudah di ambang pintu kamar nya.


"Sudah tuan" ucap nya.


"Baik lah" ucap Elpan.


Saat ini Elpan Langsung masuk ke dalam.


"Rahma maaf aku tak bisa ke rumah sakit" ucap Elpan yang melihat Rahma yang sekarang tengah duduk di bibir ranjang.


Rahma menata pada Elpan.


"Sudah pulang kak" tanya Rahma.


"Ya kau tak marah kan" tanya Elpan.


"Buat apa marah, bukan nya kita hanya orang asing yang kebetulan di persatukan" ucap Rahma.


"Apa maksudmu" tanya Elpan yang bingung pada ucapan Rahma.


"Sudah lupakan saja" ucap Rahma yang langsung mendekat pada Elpan dan membantu Elpan membuka kan jas nya.


"Rahma aku tak paham pada apa yang kau katakan" ucap Elpan.


"Sudah lah jangan di bahas" ucap Rahma..


"Kau tak marah kan" tanya Elpan.


"Tak justru aku dapat kabar dari burung gagak kalau suami ku tak akan menjemput ku" ucap Rahma.


"Apa yang kau katakan" tanya Elpan.


"Sebuah syair kak" ucap Rahma.

__ADS_1


"Oh" ucap elpan yang tak paham pada ucapan Rahma.


bersambung


__ADS_2