
"Nona, nona, nona" ucap seseorang membangun kan Rahma yang sekarang sudah rebahan di makam mamahnya itu.
"Nona bangun jangan tiduran di sini" ucap bapak bapak penjaga makam itu.
Rahma tersadar dia pun bangun, dia mendapati pakaian nya yang sudah berlumuran tanah bahkan rambut nya juga kotor karena kena langsung dengan tanah.
"Nona ada apa, ayo bangun" ucap bapak itu.
Rahma bangun dia langsung merapihkan diri nya.
"Nona ada masalah apa, kenapa sampai mau rebahan di sini, saya rasa masalah nona sangat besar" ucap bapak itu.
"Ya pak aku tak sadar kalau aku sampai rebahan di tanah" ucap Rahma.
"Ada apa" tanya bapak itu.
"Aku hanya rindu saja pada mamah saya" ucap Rahma.
"Baik lah nona saya permisi" ucap Bapak itu.
"Ya pak terima kasih sudah menyadarkan saya hampir saja saya tidur di makam" ucap Rahma.
Rahma pulang dari sana dia harus mandi dan berganti pakaian dahulu karena bajunya kotor apa lagi tanah juga sangat becek tadi.
Rahma berjalan ke arah tukang ojek, dia akan pergi ke toko pakaian membeli pakaian dan mandi di toilet toko itu.
Malam hari nya Rahma pulang ke kediaman Mahoji, Argam menyambut kedatangan putri nya dengan sangat senang apa lagi Argam tau masalah yang sedang di alami oleh Rahma.
"Kau sudah makan" tanya Argam.
"Belum pah, oh ya kalau papah gimana sudah makan" tanya Rahma.
"Belum" ucap Argam.
"Baik lah aku buat masakan untuk kita makan sekarang" ucap Rahma.
"Tapi Rahma kau pasti cape" ucap Argam.
"Gak pah aku gak cape lagi pula hanya buat makanan saja" ucap Rahma.
"Nona akan aku bantu, tak ada pembantu sekarang" ucap Arman.
"Baik lah ayo" ucap Rahma.
"Tuan saya permisi" ucap Arman.
"Ya".
Mereka berdua berjalan ke arah dapur, Arman mengambil timun dia langsung memotong nya.
"Arman kau mau masak apa" tanya Rahma.
"Masak ini" ucap Arman.
"Jangan ini susah di campur dengan bahan lain, kita masak sop ayam saja ya" ucap Rahma.
"Oh baik nona" ucap Arman.
Arman mengambil minuman di kulkas sekalian mengambil ayam juga untuk dia potong potong.
Rahma mengambil timun itu.
"Timun ini kebesaran tak akan muat ini" ucap Rahma.
Uhukk
Uhukk
Arman terbatuk batuk mendengar hal itu, Rahma langsung mendekat pada Arman dan membantu mengusap punggung Arman.
"Makan nya Arman pelan pelan" ucap Rahma.
"Ya nona" ucap Arman yang langsung mengambil ayam itu dan memotong motong nya kecil.
"Astaga pikiran aku traveling" gumam Arman.
Arman adalah asisten papahnya Rahma dia beda beberapa tahun saja dari Rahma, Arman anak yatim piatu dia bekerja pada Argam sudah hampir 6 tahun, dia masih lajang dan tak pernah memikirkan tentang percintaan.
"Arman bagai mana kesehatan papah" tanya Rahma.
"Cukup baik nona" ucap Arman.
"Oh ya bisa aku minta sesuatu" tanya Rahma.
"Apa" tanya Arman.
"Tapi ini sangat besar aku takut kau keberatan" ucap Rahma.
"Besar" tanya Arman.
"Ya ini akan menjadi hal terakhir aku tak akan minta yang lain lagi" ucap Rahma.
Arman masih tak paham pada ucapan Rahma.
"Walau pun aku harus kena marah karena ini aku tak apa lah, karena rasanya gak enak saja begitu" ucap Rahma.
Arman penasaran pada apa yang akan Rahma bicara kan.
"Jangan panggil aku nona panggil aku Rahma saja, lagi pula kita hanya beda beberapa tahun saja" ucap Rahma.
Arman bisa bernafas lega mendengar hal itu.
"Aku pikir kau minta apa" ucap Arman.
"Arman aku perhatikan kau menjadi cemas sekarang ada apa" tanya Rahma.
"Tak ada nona" ucap Arman.
"Rahma" ucap Rahma mengingat kan.
"Ya Rahma" ucap Arman.
"Tapi Arman aku tau perasaan seseorang" ucap Rahma sambil mengambil ayam yang sudah Arman potong.
"Kau sangat cemas sekarang, cerita saja siapa tau aku bisa menyelesaikan masalah mu" ucap Rahma.
"Nona sebenarnya aku penasaran pada ucapan mu" ucap Arman.
"Yang mana" tanya Rahma.
"Yang saat kau melihat timun katamu ini terlalu besar tak akan muat" ucap Arman.
"Oh timun, ya itu terlalu besar gak akan muat di panci yang kecil itu" ucap Rahma.
"Huh hampir saja otak aku traveling" batin Arman.
"Kan kamu bisa memotong nya" ucap Arman.
"Bukan maksud aku, aku hanya ingin menggunakan ini untuk lalaban" ucap Rahma.
"Oh" ucap Arman.
"Makan nya Arman jangan berpikir kotor tentang orang lain" ucap Rahma.
"Maaf nona" ucap Arman.
"Rahma" ucap Rahma.
"Eh ya Rahma" ucap Arman.
Rahma hanya tersenyum saja mendengar hal itu.
Hampir selama 5 tahun Rahma dan Arman sering bertemu tapi baru kali ini mereka berbincang bincang.
"Kau sangat menyenangkan Arman" ucap Rahma.
"Begitu lah Rahma aku tak biasa bicara banyak dengan orang lain" ucap Arman.
"Jangan bilang kalau kau bicara asik dengan ku karena tuntutan pekerjaan" tanya Rahma.
"Tidak Rahma" ucap Arman.
Rahma menyajikan makanan nya karena sudah beres.
"Oh ya Arman sebenarnya kita cocok ga sih jadi adik kakak" tanya Rahma.
"Jangan kan adik kakak jadi suami istri saja kalian cocok" ucap Argam yang baru saja datang ke sana.
"Ish papah" ucap Rahma.
"Baik lah ayo makan, sudah beres" tanya Argam.
"Sudah pah ayo makan" ucap Rahma.
Arman baru saja akan bangun dan pergi dari sana karena Arman jarang sekali makan bersama dengan tuan nya itu.
"Duduk lah makan bersama dengan kami" ucap Argam.
"Ya Arman makan lah bersama" ucap Rahma.
"Baik tuan" ucap Arman.
Mereka makan bersama.
"Oh ya pah kenapa papah tak pakai pembantu" tanya Rahma.
"Ya Rahma papah hanya biarkan mereka datang siang saja karena kan malam hari papah tak akan butuh mereka" ucap Argam.
"Ya sih tapi kalau malam papah lapar bagaimana" tanya Rahma.
"Arman akan masak untuk papah" ucap Argam.
"Oh ya Arman masak" tanya Rahma.
"Ya masakan nya juga enak" ucap Argam.
"Oh ya pengen dong di masakin" ucap Rahma.
"Ya nanti akan aku masakan" ucap Arman.
"Terima kasih" ucap Rahma.
Sedangkan di kediaman Elpan, saat ini ada Iqbal teman nya Elpan datang karena saat Iqbal datang Elpan dan Wanda tengah menonton televisi jadi Wanda terjebak di sana.
"Di mana Rahma" tanya Iqbal.
"Dia pulang ke rumah papahnya" ucap Elpan.
"Kau menceraikan nya" tanya Iqbal.
"Tidak dia mau nginap di sana" ucap Elpan.
"Kenapa gak kau cerai kan saja, aku siap kok menjaga Rahma mencintai nya menjadi kan dia satu satu nya wanita di hati ku" ucap Iqbal.
"Aku tak percaya pada mu" ucap Elpan.
"Kau tak percaya itu lah salah nya kau, kau itu selalu menganggap aku na kal padahal justru yang serakah itu yang baik baik" ucap Iqbal menyindir Elpan.
__ADS_1
"Apa maksudnya" tanya Elpan.
"Tidak, oh ayo lah aku bercanda" ucap Iqbal.
"Bagai mana perusahaan mu" tanya Elpan mengubah topik pembicaraan.
"Baik aku jauh lebih baik" ucap Iqbal.
"Apa kau seperti biasa" tanya Elpan.
"Tidak sekarang aku sewa wanita hanya satu Minggu dua kali" ucap Iqbal.
"Kenapa" tanya Elpan.
"Aku tak selera saja, aku menginginkan seorang wanita cantik yang sangat ganas di atas ranjang, aku pernah bermain dengan nya hampir dua kali tapi saat aku cari sekarang dia sudah menikah" ucap Iqbal.
"Apa dia masih tersegel" tanya Elpan.
"Aku yang pertama kali menikmati nya" ucap Iqbal.
"Oh" ucap Elpan.
Wanda hanya menatap sinis pada Iqbal dia tau betul kalau perkataan itu untuk menyindir nya.
"Apa Rahma sudah mengandung" tanya Iqbal.
"Belum tapi Wanda yang hamil" ucap Elpan.
"Oh ya Wah selamat kakak ipar" ucap Iqbal.
"Ya terima kasih" ucap Wanda.
"Di mana pelayan itu, kita kedatangan tamu tapi mereka gak menyuguhkan minuman" tanya Elpan.
"Mereka tidur" ucap Wanda.
"Aku akan panggil mereka" ucap Elpan yang langsung pergi ke dapur.
Iqbal tersenyum tipis.
"Aku tak yakin kalau anak dalam kandungan mu adalah anak Elpan" ucap Iqbal.
"Ini anak Elpan" ucap Wanda.
"Kau bohong aku tak percaya" ucap Iqbal.
"Aku tak pernah melakukan hubungan dengan orang lain selain dengan mu dan Elpan" ucap Wanda namun dengan suara yang cukup pelan.
"Berarti itu anak aku" ucap Iqbal.
"Anak Elpan aku tak Sudi anak aku punya ayah seperti diri mu" ucap Wanda.
"Oh ayo lah setidaknya aku kaya" ucap Iqbal.
"Malas sekali" ucap Wanda.
"Haha kau juga mau kan" ucap Iqbal.
Pagi hari nya Rahma sudah bersiap akan kuliah dia menatap pantulan diri nya di cermin.
"Baik lah hari ini aku harus bahagia" gumam Rahma.
Rahma akan berangkat naik taksi padahal Arman sudah menawarkan diri untuk mengantar nya.
Tapi Rahma tak mau dia tak mau merepotkan dia akan naik taksi saja.
Rahma saat ini tengah di dalam taksi namun di depan sangat macet Rahma mulai bosan menunggu kemacetan itu.
Brugh.
"Ada apa itu" tanya Rahma.
"Ada kecelakaan motor Nona" ucap supir taksi.
"Aku akan lihat" ucap Rahma namun dia membayar dahulu uang ongkos nya.
Rahma keluar karena akan melihat.
Rahma sangat terkejut karena melihat orang yang kecelakaan itu adalah orang yang tak asing baginya.
"Kevin" ucap Rahma.
Kaki Kevin berdarah mungkin karena terkena aspal jalanan bahkan tangan nya juga banyak yang berdarah.
"Kevin kau tak apa" tanya Rahma yang langsung mendekat pada Kevin.
Kevin tak menjawab dia hanya menatap pada wajah Rahma.
"Ayo aku antar kau ke rumah sakit" ucap Rahma.
Rahma di bantu bapak bapak mengangkat motor Kevin, Rahma yang mengendarai motor nya Kevin dan Kevin hanya tinggal duduk di belakang.
"Kau pegangan" ucap Rahma.
Kevin berpegang pada perut Rahma, namun tak lama karena Kevin tak mau menyentuh Rahma apa lagi Rahma istri orang.
"Kau ini tak hati hati sekali" ucap Rahma marah pada Kevin.
"Aku tak konsentrasi" ucap Kevin.
"Baik lah aku antar ke rumah sakit" ucap Rahma.
"Apa akan di suntik" tanya Kevin.
"Ya tiga suntikan karena kau tak hati hati dalam menjalankan motor kau juga tak pakai helm" ucap Rahma.
Rahma hanya tersenyum saja mendengar hal itu, Kevin memang baik pada Rahma apa lagi dia juga tipikal teman yang sangat solidaritas.
Sesampai di rumah sakit Rahma langsung membantu Kevin untuk masuk ke dalam.
"Dokter tolong obati Dia" ucap Rahma.
"Baik" ucap Dokter itu.
Rahma melihat Kevin yang sekarang di obati oleh dokter itu.
"Kenapa bisa begini" tanya Rahma.
"Aku gak tau ada mobil yang menabrak aku" ucap Kevin.
"Baik lah semoga kau cepat sembuh" ucap Rahma.
"Ya" ucap Kevin.
Setelah selesai Rahma langsung membantu Kevin keluar.
"Kau mau ke mana sekarang" tanya Rahma.
"Karena aku kau jadi terlambat ke kampus" ucap Kevin.
"Oh ya ampun tak apa Vin lagi pula aku bisa masuk siang kan" ucap Rahma.
"Terima kasih" ucap Kevin.
"Tak apa" ucap Rahma.
Dengan secara bersamaan Elpan dan Wanda baru saja keluar dari satu ruangan karena mereka sudah mengecek kandungan Wanda.
"El lihat apa itu Rahma" ucap Wanda yang baru saja melihat Rahma dengan Kevin.
"Ya itu Rahma" ucap Elpan.
Dia langsung mendekat pada Rahma.
"Bagus ya" ucap Elpan.
"Kak" tanya Rahma.
"Berani sekali kau melakukan hal itu" ucap Elpan.
"Aku tak melakukan apa apa" ucap Rahma.
"Lalu ini apa" tanya Elpan.
Elpan menatap pada arah Kevin dengan tatapan tajam.
"Kau selingkuh" ucap Elpan.
"Kak aku hanya membantu Kevin kasihan dia" ucap Rahma.
"Kau terlalu baik" ucap Elpan.
Elpan langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma yang masih bersama dengan Kevin.
"Kau tak menyusulnya" tanya Kevin.
"Tak perlu, aku sudah salah Dimata mereka" ucap Rahma.
Rahma menghela nafas nya.
"Baiklah Kevin aku akan antar kau ke rumah mu" ucap Rahma.
"Gak usah aku baik baik saja, kita ke kampus saja" ucap Kevin.
"Baik lah ayo" ucap Rahma.
Sesampainya di kampus ternyata pelajaran pun belum di mulai bahkan Raya dan Julia juga sedang makan di kantin.
"Hy" ucap Rahma yang baru saja datang bersama dengan Kevin.
"Kalian datang bareng, kok bisa" tanya Raya.
"Ya tadi Kevin kecelakaan aku lihat dia" ucap Rahma.
"Kau kecelakaan" tanya Fikri teman Kevin.
"Ya aku di tabrak mobil" ucap Kevin.
"Kau minta ganti rugi" tanya Fikri.
"Tidak" ucap Kevin.
"CK sayang sekali" ucap Fikri.
"Luka aku sakit jadi aku tak memikirkan ha itu untung saja ada Rahma yang datang ke sana kalau tidak bagai mana dengan aku" ucap Kevin.
"Makan nya hati hati Kevin" ucap Rahma.
"Ya" ucap Kevin.
"Oh ya Rahma Maaf karena tadi, aku yakin suami mu pasti marah" ucap Kevin.
"Gak apa aku sudah bisa mendapatkan marah darinya" ucap Rahma.
"Kau masih muda Rahma kenapa kau tak minta pisah saja" ucap Fikri.
"Gak lah aku takut" ucap Rahma.
__ADS_1
"Kau takut menjadi janda" tanya Dendi.
"Ya" ucap Rahma.
"Kau ini" ucap Dendi.
Rahma hanya tersenyum saja melihat Dendi mengatakan hal itu.
Bukan status Janda yang Rahma takut kan.
Karena kalau Rahma menjadi janda maka judul nya bukan lagi menjadi istri tua di usia muda tapi menjadi janda di usia muda.. hehe..
Seorang laki laki menghubungi Elpan.
📞📞
"Ya ada apa" tanya Elpan.
"Tuan maaf saya baru bisa menghubungi anda sekarang saya akan mengabarkan kalau kemarin nona Rahma ke makan mamahnya, dia sampai tiduran di sana tuan saya yakin masalah nya sangat berat" ucap anak buah Elpan.
"Oh ya" tanya Elpan.
"Ya tuan maaf saya baru kasih tau" ucap anak buahnya.
"Tak apa" ucap Elpan.
📞📞
Elpan duduk di kursi meja kerjanya.
"Apa Rahma sangat menderita ya" gumam Elpan.
Dia melihat poto pernikahan nya bersama dengan Rahma di sana terlihat kalau Rahma sangat bahagia tapi kenapa dia jadi sangat menderita sekarang.
"Rahma apa yang sudah aku buat hingga kau menjadi seperti ini, aku tau aku salah maafkan aku Rahma maafkan aku" gumam Elpan.
Hingga satu Minggu Rahma menginap di kediaman papahnya akhirnya dia pulang juga karena paksaan dari papahnya.
Rahma pulang ke kediaman Elpan dia baru saja duduk di sofa ruang tamu rumah Elpan itu.
Rahma baru saja akan merebahkan tubuh nya, tapi dia mendengar barang jatuh.
Rahma melihat ke arah suara itu ternyata Wanda menjatuhkan belanjaan nya yang sangat banyak.
"Sedang apa kau di sini" tanya Wanda.
"Aku pulang" ucap Rahma.
"Padahal kalau kau tak pulang pun aku malah lebih senang" ucap Wanda.
Rahma juga melihat Mira yang sekarang keluar dari kamarnya namun Mira saat ini sangat bergaya dia memakai baju yang bagus bahkan riasan yang cukup menor.
"Rahma kau ikut dengan ku" ucap Mira.
"Kemana" tanya Rahma malas.
"Kita ke cafe aku mau bertemu dengan teman teman ku, kau harus berpura pura hamil" ucap Mira.
"Ya ampun mah" ucap Rahma.
"Ayo jangan membatah tadinya aku akan menyusul ke rumah papah mu tapi karena kau sudah datang jadi aku tak perlu susah susah datang ke sana" ucap Mira.
"Mah ajak aku saja" ucap Wanda.
"Wanda maafkan mamah tapi teman mamah tau nya kalau istri Elpan itu Rahma" ucap Mira.
"Oh baik lah" ucap Wanda kesal.
Wanda langsung mengambil belanjaan nya yang berserakan di lantai dia tak memperdulikan lagi mamah mertua nya itu dia langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Ayo bersiap" ucap Mira.
"Ya mah" ucap Rahma dengan rasa malas berjalan ke arah kamarnya.
Tanpa Rahma sadar ternyata Mira juga ikut ke kamarnya.
Rahma terkejut saat melihat Mira membuka lemari pakaian nya.
"Mau apa mah" tanya Rahma.
"Pakai baju ini" ucap Mira memberikan baju Rahma yang seperti rok namun panjang nya di bawah lutut.
"Ya mah" ucap Rahma.
Rahma memakai pakaian itu, dengan menambah kan sedikit riasan Rahma terlihat sangat cantik.
"Ayo berangkat" ucap Mira.
"Ya mah ayo" ucap Rahma.
Sesampainya di cafe Rahma bertemu dengan teman nya Mira yang berdandan sangat menor apa lagi riasan di wajah mereka sangat tak masuk pada warna pakaian nya.
"Selamat siang" ucap Mira.
"Siang jeng Mira" ucap yang lain.
"Selamat siang" ucap Rahma dengan tersenyum pada mereka.
"Katanya kau tengah mengandung berapa bulan" tanya teman Mira.
"Aku baru 5 Minggu" ucap Rahma.
"Oh selamat ya, mertua mu itu sangat ingin cucu" ucapnya.
"Ya Tante terima kasih" ucap Rahma.
Mira memesan kan makanan mentah untuk Rahma, jujur saja Rahma tak suka pada ikan salmon yang mentah.
"Ayo nak makan lah kata Tante Erni ibu hamil bagus makan yang seperti ini" ucap Mira.
"Tapi mah" ucap Rahma.
"Makan saja" ucap Mira.
Rahma mengambil nya dengan sumpit walau pun Rahma belum pernah memakan itu tapi Rahma tau cara memakan nya.
Rahma menggigit potongan dipinggir nya.
Terasa sangat anyir, Rahma langsung mual.
Dia meneguk air dalam gelas nya namun rasa mual nya tak bisa dia tahan.
Dengan cepat Rahma langsung pergi dari sana menuju toilet di cafe mewah itu.
"Rahma kamu kenapa" tanya Mira.
"Jeng Mira mungkin dia mual biasa bagi ibu hamil kalau mual dan muntah" ucap teman nya.
"Ya dia sering sekali muntah biasa mungkin karena hormon" ucap Mira.
"Menantu mu lebih baik jeng dari pada menantu nya Jeng Hani dia hamil dan muntah ke piring nya" ucap ibu ibu yang julid.
"Ya aku sampai malas kalau gabung dengan mereka" ucap yang lain.
"Menantu Jeng Mira tak mungkin begitu karena kan dia dari keluarga Mahoji" ucap yang lain.
"Tentu saja" ucap Mira tersenyum.
"Untung saja Rahma merasa mual jadi mereka semakin percaya kalau Rahma hamil, padahal yang hamil kan Wanda" batin Mira tersenyum.
Sedangkan Elpan saat ini dia tengah menghadiri pertemuan dengan klien, dia bekerja sangat keras, Elpan rencana nya hari ini akan menjemput Rahma karena sudah terlalu lama Rahma menginap di rumah papahnya.
Elpan takut kalau hal itu akan membuat papahnya Rahma curiga karena Elpan tak menjemput nya.
Namun Elpan melihat Rahma yang memakai rok berwarna merah muda dengan rambut yang terurai.
"Rahma sedang apa dia di cafe" gumam Elpan.
"Saya ke sana sebentar" ucap Elpan pada klien nya.
"Ya tuan" ucap nya.
Elpan mendekat pada Rahma.
"Sedang apa di sini" tanya Elpan.
"Mamah ajak aku ke sini untuk bertemu dengan teman mamah" ucap Rahma.
"Oh kapan pulang" tanya Elpan.
"Tadi" ucap Rahma.
"Kita pulang bersama aku akan tunggu di mobil" ucap Elpan.
"Ya aku ke sana dulu, mamah pasti menunggu" ucap Rahma.
"Ya" ucap Elpan.
Hingga selesai Rahma langsung pulang bersama dengan Mira.
"Mah ada kak El dia menunggu di mobil" ucap Rahma.
"Baik lah ayo" ucap Mira.
Rahma mencari cari mobil suaminya itu dan ternyata Elpan ada di sana.
"Mah ayo" ucap Rahma.
Mira masuk ke dalam mobil, Rahma duduk di bangku depan bersama dengan Elpan.
"Sudah kumpul nya" tanya Elpan.
"Sudah" ucap Mira.
"Baik lah ayo pulang" ucap Elpan.
"Ayo" ucap Mira.
Rahma merasa sangat mengantuk dia tertidur di kursi mobil, Elpan melihat Rahma yang sekarang tertidur.
"Pasti kecapean" gumam Elpan.
Sesampainya di kediaman nya Elpan langsung menggendong Rahma.
Saat ini Rahma sangat kecapean bahkan dia tidur sangat lelap sekali padahal sedang dalam mobil.
"El bangun kan saja dia" ucap Mira.
"Tak apa mah kasihan dia pasti lelah" ucap Elpan.
"Terserah" ucap Mira.
Elpan membawa Rahma ke dalam kamarnya, Elpan merebah kan tubuh Rahma di atas kasur yang empuk itu.
"Kau sangat cantik Rahma" gumam Elpan yang langsung mendarat kan kecupan di kening Rahma.
bersambung
__ADS_1