Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 27: tiga hari lagi


__ADS_3

Malam hari nya Rahma melihat Poto pernikahan mereka yang ada di atas nakas.


"Aku tak sangka kalau kak El akan melakukan hal itu" gumam Rahma.


Rahma melihat ke arah jendela luar, dia melihat pemandangan luar yang sangat cerah dengan di hiasi Bintang bintang yang berkilauan.


"Tuhan.... Tak bisa kah aku bahagia? Apa sebanyak itu kah dosa yang aku perbuat hingga tak ada rasa kasihan pada ku? Aku iri pada Raya, dia menikah walaupun belum di kasih anak tapi pernikahan mereka bahagia walau pun ada sedikit masalah tapi Kak Rayhan tak sampai mau menikah lagi, lalu kenapa aku begini Tuhan apa aku terlalu susah untuk merasakan kebahagiaan" gumam Rahma sambil meneteskan air matanya.


Rahma bukan wanita yang cengeng tapi dia tak sanggup melihat suaminya harus menikah lagi dengan orang lain.


Rahma berjalan ke arah pantulan diri nya di cermin, Rahma mentertawakan diri nya yang setiap tidur hanya memakai baju tidur yang tertutup.


Rahma mengambil sebuah ling rie dari dalam paper bag, baju itu berwarna merah maroon dengan bahan yang menerawang sehingga akan menampakkan tubuh yang memakai nya.


Rahma sengaja Menganti pakaian nya di sana, karena Rahma berpikir kalau di sana tak ada siapa siapa.


"Apa aku harus seperti ini" tanya Rahma pada diri nya sendiri.


"Hahahaha Rahma kau jelek, tak akan ada yang mau hidup bersama dengan mu, lihat Wanda dia cantik pakaian dia minim dan kamu apa? Hah? Hanya celana kulot panjang dan atasan yang panjang, hahaha kau mimpi ingin mendapatkan Elpan Altaf Sudardjo, jangan mimpi Rahma bahkan dia tak melihat mu sama sekali" ucap Rahma tertawa namun setelah nya dia menangis sesenggukan.


Di sebuah hotel ternama seorang laki laki tampan sedang melihat Tingkah istri nya yang dia tinggal selama satu hati itu lewat ponsel nya.


Dia menetes kan air matanya lalu dengan cepat dia menghapus nya.


"Rahma maafkan aku sebenarnya aku sangat sayang pada mu tapi entah saat dekat dengan Wanda aku tak bisa mengendalikan diri ku" gumam Elpan yang sekarang tengah melihat Rahma yang menangis.


Sebelum berangkat Elpan memasang cctv terlebih dahulu karena Elpan sangat penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Rahma malam hari nya.


Apa lagi Elpan juga sangat rindu pada Rahma, walau pun begitu Elpan jelas jelas sangat sayang pada Rahma, dia ingin menikah dengan Wanda itu hanya karena semata mata karena ada bayi di kandungan Wanda.


"Rahma kau rela membuat surat Tes urine palsu hanya karena kau tak ikhlas aku menikah dengan Wanda, aku tau kau cinta pada ku tapi Rahma aku akan pasti kan setelah anak itu lahir aku akan ceraikan Wanda" gumam Elpan lagi.


Pagi sekali, Elpan sudah sampai lagi di kediaman nya saat ini Elpan langsung masuk ke kamarnya karena ingin menemui Rahma yang Elpan yakin dia masih tidur.


Derap langkah Elpan bergema di ruangan tamu rumah besar itu.


Elpan berjalan ke arah kamarnya dia melihat Rahma yang masih tidur dengan baju minim yang masih dia kenakan.


"Kau cantik Rahma kau sangat cantik" gumam Elpan.


Elpan langsung membuka pakaian nya karena sebelum pulang Elpan mandi dahulu di hotel jadi dia memutuskan untuk mengganti pakaian nya saja.


Elpan merebahkan diri nya di samping Rahma, Elpan melihat jam yang menggantung di dinding sekarang menunjukan pukul setengah empat pagi.


Elpan tidur lagi bersama dengan Rahma.


Pagi hari nya Rahma merasakan sesuatu yang mengikat Perut nya.


Rahma membalikan badannya dia melihat wajah suaminya yang tengah tidur di samping nya.


Rahma terkejut dan hendak melepaskan dari pelukan Elpan, namun susah karena El memeluk nya dengan sangat erat.


Merasakan sesuatu yang berontak Elpan pun sadar kalau Rahma sudah bangun.


"Mau kemana" tanya Elpan.


"Sudah siang" ucap Rahma.


"Masih pukul setengah tujuh" ucap elpan.


"Aku harus kuliah" ucap Rahma.


"Kau memakai Ling rie saat aku tak ada tapi saat aku ada kau tak memakai nya" tanya Elpan.


Rahma baru sadar kalau semalam dia tak Menganti pakaian nya.


"Kak" ucap Rahma.


"Lakukan lah" ucap Elpan.

__ADS_1


Rahma sudah bersiap akan pergi ke kampus, dan Elpan juga sudah terlihat bersiap dari tadi.


"Kak, raya dan Julia ingin bertemu dengan mu" ucap Rahma.


"Mau apa" tanya Elpan.


"Sebelum kau menikah lagi, mereka ingin bicara sesuatu pada mu" ucap Rahma.


"Baik lah kapan" tanya Elpan.


"Nanti siang" ucap Rahma.


"Baik lah aku akan datang" ucap Elpan.


"Terima kasih" ucap Rahma.


Siang hari nya semuanya sudah berkumpul di cafe.


Terlihat kalau sejak tadi Rahma dan Elpan tak saling bicara, sebagai seorang sahabat Raya memulai percakapan terlebih dahulu.


"Siang" ucap Raya memecah keheningan.


"Siang" bukan Rahma atau Elpan yang menjawab justru Julia lah yang menjawab nya.


"Maaf kak aku mengundang mu datang" ucap Raya.


"Tak masalah ada apa" tanya Elpan.


"Aku dengar masalah kalian, kak aku harap Kak El bisa paham kalau seorang wanita tak akan mungkin setuju saat akan di dua kan" ucap Raya.


"Aku juga berencana akan menolak tapi ini adalah jalan keluar bagi aku dan Rahma" ucap Elpan.


"Jalan keluar" tanya Raya.


"Ya mamah sangat ingin punya cucu dan Rahma belum juga mengandung jadi kalau aku menikah lagi dan punya anak maka akan menguntungkan bagi aku dan Rahma" ucap Elpan.


"Tapi menikah lagi bukan jalan keluar kak" ucap Raya.


"Kalian Sedang ada di sini" tanya Elpan.


"Kami tau masalah mu El" ucap Rayhan.


"Aku hanya berpikir kalau mamah itu benar" ucap Elpan.


"Tapi dengan menikah lagi apa yang akan menguntungkan bagi Rahma" tanya Raya.


"Setelah menikah dan punya anak aku akan cerai kan dia dan anak itu biar aku dan Rahma yang asuh" ucap Elpan.


"Bisa kan kalian memakai bayi tabung" ucap Iqbal.


"Tapi mamah mau anak dari aku, anak kandung aku darah daging aku" ucap Elpan.


"Kalau begitu cerai kan Rahma" ucap Raya.


"Hah mustahil aku tak akan mencerai kan Rahma" ucap Elpan.


"Kau serakah El" ucap Rayhan.


"Ray kau akan paham setelah kau tau masalah ku" ucap Elpan.


"Aku paham permasalahan mu El tapi apa menikah lagi adalah jalan keluar" tanya Rayhan.


"Ya menurut aku, ini adalah jalan satu satu nya" ucap Elpan memutar bola matanya malas.


"Rahma bagai mana kau sekarang" tanya Iqbal namun Rahma tak menjawab.


"Ayo lah Rahma keluar kan unek unek mu jangan di pendam sendirian" ucap Rayhan.


"Aku tak mau pisah dan aku juga tak mau di dua kan" ucap Rahma Sendu.

__ADS_1


"El sebaik nya kalau kau begini maka kau jadi seperti ku saja" ucap Iqbal.


"Ya El, Iqbal lebih terhormat dari pada kau" ucap Rayhan.


"Kalian gak paham" ucap Elpan.


"Gak paham bagai mana" tanya Iqbal.


"Kalian hanya melihat dari pandangan Rahma saja tapi tidak dari pandangan ku" ucap Elpan.


"Seharusnya kau de wasa untuk menyelesaikan ini El karena kau tau betul bukan bagai mana rasanya di khianati" tanya Rayhan.


"Ya aku tau Ray tapi apa kau tau orang yang akan aku nikahi adalah wanita yang sama yang membuat aku jatuh cinta untuk pertama kali nya" ucap Elpan.


"CK kau memulung orang yang dulu sudah membuang mu" ucap Rayhan.


"Wanda tak membuang ku Ray tapi aku yang salah dulu" ucap Elpan.


"Ck" Rayhan berdecak kesal.


"Kalian jangan ikut campur plis aku tak mau kalau masalah ini akan ada orang yang dengar" ucap Elpan.


"Dasar serakah" ucap Rayhan.


Plak


Elpan menampar Rayhan tepat di hadapan semua orang.


Semua orang yang ada di sana langsung menatap pada Elpan yang sudah berani menampar Rayhan.


"Sudah aku tekan kan kalau aku tak serakah" ucap Elpan.


Bugh


Iqbal memukul Elpan.


"Kau akan tau akibat nya nanti" ucap Iqbal.


"Aku akan tunggu" ucap Elpan.


"Beraninya kau menampar ku" ucap Rayhan marah.


Raya langsung berdiri dan menghentikan Rayhan yang sekarang akan membalas perbuatan Elpan.


"Sudah mas" ucap Raya.


Elpan pergi dari sana meninggal kan Rahma yang masih mematung di sana.


Rahma langsung pergi dari sana hendak menyusul Elpan.


"Ray aku akan pulang duluan" ucap Rahma.


"Tapi Rah" ucap Raya.


Rahma menyusul Elpan yang sekarang tengah tersulut amarah.


"Kak dengar dulu" ucap Rahma.


"Apa? Aku tak sangka Kau tenyata sepicik ini Rahma kau toxic aku pikir kau hanya diam saja tak menceritakan apa apa pada teman teman mu tapi aku salah ternyata kau sangat picik Rahma" ucap Elpan yang langsung melajukan mobilnya untuk pulang meninggalkan Rahma yang masih ada di sana.


Rahma menghentikan taksi dia langsung naik dan meminta untuk mengikuti Elpan.


Hingga sampai di rumah Rahma langsung turun dari taksi dan masuk ke dalam rumah nya.


"Mah persiap kan pernikahan aku dengan Wanda" ucap Elpan.


"Kau kapan akan menikah" tanya Mira.


"Tiga hari lagi aku mau mamah persiapkan" ucap Elpan yang langsung pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Rahma tersentak kaget mendengar hal itu, tega sekali Elpan memutuskan tanpa persetujuan dari Rahma.


bersambung...


__ADS_2