Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 66


__ADS_3

Hingga sore hari nya Kevin tak ada ke perusahaan Rahma tak berani bertanya karena di sana Rahma hanya lah bawahnya Kevin saja.


"Rahma tolong lihat dokumen ini dan berikan juga pada tuan" ucap karyawan yang lain.


"Ya" ucap Rahma.


Rahma membuka dokumen itu terlihat sangat membosankan isi nya hanya nominal uang yang keluar bulan ini.


Rahma menghitung kembali jumlah nya itu.


"Sudahlah ini semua sama" ucap Rahma melihat hasilnya.


Rahma langsung beranjak dan masuk ke dalam ruangan tuanya itu.


" Tuan Van ini dokumen keuangan" ucap Rahma.


Rahma terkejut saat melihat kevin lah yang ada di sana karena tadinya tak ada Kevin tapi kenapa sekarang ada.


"Dari mana saja" tanya Rahma.


"Aku dari luar" ucap Kevin.


"Pantas aku datang kesini kau tak ada, hanya ada Tuan Van di sini" Ucap Rahma.


"Ya aku ada sedikit masalah" ucap Kevin.


"Baik lah ini ada dokumen aku sudah hitungan lagi hasilnya sama dan pengeluaran bulan ini cukup lumayan tuan" ucap Rahma.


"Apa pendapatan kita juga sama" tanya Kevin.


"Kalau dokumen itu bukan di aku coba tuan tanya saja pada bendahara" ucap Rahma.


"Oh baik lah" ucap Kevin.


Rahma akan pergi dari sana meninggalkan Kevin yang masih ada di sana.


"Dia itu sangat menggemaskan" gumam Kevin.


Rahma pulang dari perusahaan itu menuju apartemennya karena dia sangat lelah sekarang.


Namun di perjalanan dia melihat Elpan yang saat ini tengah berjalan mendekat pada Rahma.


"Rahma" ucap Elpan ketus.


"Apa" tanya Rahma.


"Kau itu tak cantik Rahma tapi aku heran kenapa banyak laki laki yang mau pada mu" ucap Elpan.


Rahma tersenyum mendengar ocehan itu.


"Kak aku tau kok aku tak cantik, ya aku juga sadar diri, tapi kan kau juga mau pada ku" ucap Rahma.


"Karena Mata aku buta Rahma" ucap Elpan.


"Oh berarti mata mereka juga buta melihat ku, setidaknya aku Senang walaupun mata mereka buta tapi mereka melihat aku dengan hatinya" ucap Rahma.


"Kau tak bisa berpacaran atau pun menikah Rahma karena kau masih resmi jadi istri ku" ucap Elpan.


"Jika kata talak sudah jatuh maka kita sudah bukan siapa siapa lagi" ucap Rahma.


"Berani sekali kau" ucap Elpan.


"Kenapa aku gak boleh, kamu juga yang jelas jelas masih punya istri tapi menikah lagi aku tak bilang tak boleh" ucap Rahma.


"Itu karena aku kepala keluarga" ucap Elpan.


"Yang jelas alasan nya bukan itu tapi kau tak bisa lepas dari Mbak Wanda, kak aku akan pasti kan kau akan menyesal lain waktu hanya saja Tuhan masih menyembunyikan ini semua dari mu" ucap Rahma.


Rahma langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan sendirian, lama lama bicara dengan Elpan membuat Rahma semakin sakit hati.


Rahma pulang dengan perasaan senang, membalas orang yang sombong dengan kesombongan adalah hal yang sangat jarang untuk Rahma lakukan.


Namun di apartemen Rahma melihat ada Papahnya dia langsung bersembunyi di salah satu semak semak karena tak mau sampai papahnya tau.


"Aku lupa bilang pada Arman untuk menyembunyikan aku" gumam Rahma.


Rahma terus saja menatap pada Arman dan papahnya ternyata sudah lama akhirnya papahnya pulang juga Rahma cukup lega melihat nya.


"Astaga untung saja papah pulang" gumam Rahma.


Dengan cepat Rahma keluar dari persembunyian nya dan langsung menuju ke arah kamar Arman.


"Arman tadi ada apa papah datang" tanya Rahma.


"Dia mau jemput aku untuk kembali ke rumah, tapi aku bilang aku mau di sini dulu" ucap Arman.


"Bohong kamu beri tau aku ada di sini kan" tanya Rahma.


"Gak lah aku gak seja hat itu" ucap Arman.


"Baik lah mau minum bersama ku" ucap Rahma.


"Setelah Isya aku akan datang ke kamar mu" ucap Arman.


"Ya aku tunggu" ucap Rahma.


Di perjalanan saat ini Elpan sangat marah dia tak terima ucapan Rahma yang seperti itu, Elpan menghentikan laju kendaraan nya di pinggir jalan.


"Rahma aku sangat benci pada mu" geram Elpan.

__ADS_1


Elpan memukul stir yang ada di hadapannya.


"Aku akan buat kau menderita Rahma" geram Elpan.


Malam nya Rahma kedatangan tamu yaitu Arman, mereka akan menghabis kan malam bersama hanya dengan mengobrol dan minum kopi saja.


"Arman dimana orang tua mu" tanya Rahma.


"Aku tak punya orang tua hanya paman dan bibi saja yang aku punya, maka dari itu tuan ingin mengangkat aku sebagai anaknya" ucap Arman.


"Bagus dong kita adik kakak" ucap Rahma.


"Ya juga sih" ucap Arman.


"Kapan kau kembali ke rumah papah" tanya Rahma.


"Besok, kau bisa kan di sini sendirian" tanya Arman.


"Tentu saja" ucap Rahma sambil meminum kopinya.


"Kau tau tadi tuan datang dia bertanya tentang mu, katanya dia melihat sepotong dari video mu" ucap Arman.


"Oh ya bagaimana papah" tanya Rahma takut kalau papahnya tau.


"Apa papah marah" tanya Rahma lagi.


"Gak dia gak marah, aku berbohong padanya aku bilang mungkin itu orang lain" ucap Arman.


"Makasih" ucap Rahma.


"Sampai kapan nona" ucap Arman yang membuat Rahma melihat padanya.


"Sampai kapan kau akan seperti ini terus ini tak benar, kau tau bukan bagai mana perasaan tuan" sambung Arman.


"Aku tau Arman tapi aku takut bagaimana kalau saat papah tau kalau aku begini papah kena serangan jantung" ucap Rahma.


"Besok ikut lah bersama dengan ku, kita akan jelas kan" ucap Arman.


"Kau yakin mau mendukung aku" tanya Rahma.


"Sangat yakin" ucap Arman.


Rahma melihat wajah Arman.


"Arman kau sudah lama bersama papah kan, apa papah pernah memarahi mu" tanya Rahma.


"Namanya juga manusia pasti pernah buat salah" ucap Arman.


"Kau sangat baik aku tak tau kau sebaik ini" ucap Rahma.


"Nona aku baik pada orang baik, aku pikir kamu baik jadi aku suka pada mu" ucap Arman.


"Suka tapi hanya sebagai partner bicara saja, soal yang lain aku sadar diri" ucap Arman.


"Arman kenapa sadar diri kau baik kau juga pekerjaan keras" ucap Rahma.


"Tapi kau tak akan suka pada ku" ucap Arman.


Pagi hari nya Rahma sudah bersiap untuk ke rumah papahnya dia sangat takut sekarang, hari ini hari Minggu jadi pekerjaan nya libur.


Rahma naik ke atas motor Arman yang sudah ada di hadapannya.


"Aku takut" ucap Rahma.


"Gak apa ayo" ucap Arman.


Rahma tersenyum dan naik ke jok belakang Arman.


"Kau sangat baik Arman semoga nanti kau dapat wanita yang baik juga" batin Rahma.


"Nona aku lihat kemarin tuan El mabuk" ucap Arman.


"Mabuk di mana" tanya Rahma.


"Di bar Nona aku lihat dia minum minuman keras, seperti nya dia laki laki yang paling tersakiti nona" ucap Arman.


"Sudah lah biarkan saja" ucap Rahma.


"Nona kalau misal tuan El datang lagi pada mu dan dia ingin kembali, apa kau ingin menerima dia" tanya Arman sambil fokus di depan melihat jalanan.


"Dengan rasa sakit ini? Mungkin kalau dia tak berbuat ulah lagi aku akan memaafkan dia" ucap Rahma.


"Dan kembali padanya" tanya Arman.


"Aku akan pikirkan hal itu nanti" ucap Rahma.


"Aku hanya ingat kan jangan pernah masuk ke dalam lubang yang sama" ucap Arman.


"Kau tenang saja" ucap Rahma.


Sesampainya di kediaman papahnya Rahma saat ini Rahma masih berdiri di halaman rumah nya karena takut di marahi papahnya.


"Semoga gak terjadi apa apa" gumam Rahma.


Rahma masuk ke dalam bersama dengan Arman, Rahma langsung masuk ke dalam kamar papahnya yang ada di lantai atas itu.


Rahma memegang tangan Arman untuk menemani nya karena takut Argam akan marah.


"Bantu aku" ucap Rahma.

__ADS_1


"Ya ayo" ucap Arman.


Mereka masuk ke dalam terlihat kalau papahnya tengah duduk di ranjang.


"Pah" ucap Rahma yang langsung memeluk papahnya itu.


"Kapan kamu datang Rahma" tanya Argam.


"Baru saja dengan Arman" ucap Rahma.


"Oh duduklah" ucap Argam.


"Pah aku langsung aja ya, pah aku mau jujur aku sudah bercerai dengan Kak El" ucap Rahma dengan kaki yang gemetar karena takut papahnya marah.


Argam tersenyum.


"Apa perpisahan nya sudah di lakukan" tanya Argam.


"Sudah aku juga sudah menerima surat nya" ucap Rahma.


"Syukur lah" ucap Argam.


Rahma mengernyit kan Kening nya.


"Papah gak marah dan gak tanya alasan nya kenapa" tanya Rahma.


"Papah tau semuanya, Rahma ternyata kau masih belum mengerti papah nak, kau tau saat papah tau kalau Elpan melakukan ini pada mu papah sangat marah tak ada seorang ayah yang mau putri nya di sakiti, tapi berkat Arman akhir nya papah menutup mulut papah, lagi pula Arman benar kalau suatu hari kau juga akan bercerita dan papah yakin kalau sekarang lah waktunya" ucap Argam.


"Pah aku sangat menyesal berbohong pada papah aku juga gak tau kalau kak El akan seperti itu" ucap Rahma.


"Kau tau dahulu papah sama mamahnya El itu pernah tak akur mungkin sampai sekarang" ucap Argam.


"Kenapa begitu" tanya Rahma.


"Dulu papah di fitnah menyakiti temannya hingga teman nya meninggal padahal yang benar itu adalah dia meninggal karena sakit yang dia derita, tapi Mira menyalah kan papah karena hal itu, makan nya papah tak terlalu merestui hubungan kalian itu ya seperti ini" ucap Argam.


"Oh" ucap Rahma.


"Tak apalah lagi pula sudah terjadi juga ayo kita makan bersama" ucap Argam.


"Pah soal anak yang waktu itu papah lihat sebenarnya itu bukan anak tabung Raya tapi itu anak kak El bersama dengan Mbak Wanda" ucap Rahma.


"Papah tau" ucap Argam.


"Maaf" ucap Rahma.


"Kamu tetap putri ku, aku tau kamu menutupi ini karena kamu tak mau papah marah kan, dan kamu takut penyakit papah kambuh lagi kan, Rahma menjaga perasaan orang lain itu tak salah tapi menyakiti diri sendiri juga tak baik, lain kali kalau ada apa apa bilang ya jangan di pendam karena kamu juga butuh solusi" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Sedangkan di kediaman Elpan.


Saat ini Zahra tengah melihat suaminya yang sudah berhari hari ini selalu melihat ke kamar Wanda padahal Elpan tak ada.


"Aku heran kenapa mas Arya datang ke kamar kak Wanda terus" gumam Zahra.


Zahra terus saja melihat Tingkah laku suaminya itu.


Terlihat kalau Wanda juga baru saja keluar dari kamar nya.


Zahra menguping pembicaraan mereka dari jarak yang cukup dekat.


"Wanda dari pertama aku datang entah kenapa mata ku fokus pada mu" ucap Arya.


"Berapa harga yang mau kau bayar" tanya Wanda.


"Berapa pun" ucap Arya.


"CK kau itu pengangguran apa yang bisa kau berikan pada ku" ucap Wanda.


"Jangan sombong" ucap Arya.


"Kalau kau mau kau pergi saja dan cari wanita di luaran sana" ucap Wanda.


Wanda langsung pergi dari sana meninggal kan Arya yang masih ada di sana.


"Apa hubungan mereka sedekat itu" gumam Zahra.


Zahra semakin penasaran ada apa dengan hubungan suaminya dan kakak ipar nya itu, jujur saja Zahra merasa cukup insecure apa lagi Wanda sangat cantik dari pada dirinya.


Elpan melihat adiknya itu yang seperti memata matai suaminya sendiri.


"Zahra ada apa" tanya Elpan.


"Kak kapan kau menceraikan Kak Wanda" tanya Zahra.


"Kau tau kan aku sudah menceraikan Rahma mana mungkin aku ceraikan Wanda juga, ngaco kamu" ucap Elpan.


"Kak aku malah memilih Rahma dari pada Kak Wanda" ucap Zahra jujur.


"Rahma itu tak sebaik yang kau pikirkan Zahra dia sangat ja hat bahkan dia juga mencuri uang untuk biaya pernikahan kamu" ucap Elpan.


"Aku bicarakan soal harga diri nya bukan sikapnya" ucap Zahra.


"Emang ada apa dengan harga diri Wanda" tanya Elpan.


"Rendah" ucap Zahra yang langsung pergi dari sana meninggalkan Elpan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2