Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 51: membawa Lian ke kampus


__ADS_3

Rahma mencari cari Lian ke taman yang tak jauh dari kediaman Elpan.


Rahma hanya jalan kaki saja karena jarak nya juga dekat.


Rahma melihat lihat taman itu cukup ramai, Rahma melihat pada roda bayi yang ada di sana.


Rahma berjalan ke sana dan melihat bayi yang ada di dalamnya.


"Ada apa" tanya ibu dari bayi itu.


"Maaf aku pikir bayi aku" ucap Rahma.


"Ini bayi saya" ucapnya.


"Maafkan aku" ucap Rahma.


Rahma langsung pergi dari sana mencari cari Lian yang tak juga dia temukan.


Hingga Rahma melihat Rani yang tengah bersama dengan laki laki.


"Rani" sahut Rahma.


Rani melihat pada majikannya itu.


"Nona" ucapnya.


"Dimana Lian" tanya Rahma.


"Tuan muda itu sedang bermain dengan anak kecil" ucap Rani menunjuk pada troli bayi yang tengah di kerumuni anak anak kecil.


"Astaga Lian" ucap Rahma.


Rahma langsung ke sana dia melihat Lian yang kepanasan hanya di tutupi dengan kain dari troli itu saja.


Rahma langsung menggendong nya dan hendak membawa nya pergi.


"Bibi kenapa bayinya di bawa" tanya anak kecil.


"Dek sekarang Lian harus pulang dulu ya dia belum mandi, besok main lagi ya" ucap Rahma pada anak kecil itu.


"Oh" ucap mereka.


Rahma langsung pergi dari sana pergi meninggalkan Rani yang masih bersama dengan pacarnya.


Rahma meninggal kan trolinya di taman karena saking marahnya pada Rani.


Sebuah mobil berhenti di hadapan Rahma.


"Ayo masuk" ucap Elpan.


Rahma langsung masuk ke dalam.


"Kak aku kesal sekali dengan Rani bisa bisanya dia ninggalin Lian dengan anak kecil yang sedang main di sana, bayangin Kak aku kesel bagai mana kalau Lian di apa apain oleh anak anak itu" ucap Rahma.


"Rahma sudah lagi pula Lian juga baik baik saja" ucap Elpan.


"Tapi aku kesel kak" ucap Rahma.


Elpan mendekat pada Rahma, dia langsung mengecup pipi Rahma.


"Lian lihat ibu kamu dia marah marah" ucap Elpan.


"Kak aku kesel" ucap Rahma.


"Ayo pulang" ucap Elpan.


"Ya ayo" ucap Rahma.


"Tapi Rahma kamu kemana sampai sampai Rani bisa mengajak Lian ke taman" tanya Elpan.


"Aku antar mbak Wanda belanja" ucap Rahma.


"Oh" ucap Elpan.


"Kak bagai mana ini aku besok harus masuk sekolah bagai mana dengan Lian" ucap Rahma.


"Kamu tenang saja kan ada Rani, aku akan suruh pelayan juga untuk menjaga Lian" ucap Elpan.


"Aku gak percaya" ucap Rahma.


"Baik lah aku tak akan masuk kerja" ucap Elpan.


"Kenapa" tanya Rahma.


"Kalau kamu masih takut Lian kenapa kenapa di tangan Rani maka biar aku aja yang jaga Lian" ucap Elpan.


"Jangan nanti kamu gak punya uang kalau gak kerja" ucap Rahma.


"Gak punya uang" ucap Elpan heran.


"Ya buat susu formula Lian nanti kalau kau tak kerja bagai mana kau akan dapat gaji" ucap Rahma.


"Rahma aku yang menggaji mereka" ucap Elpan.


Rahma baru sadar kalau Elpan itu seorang pemilik perusahaan itu.


"Oh ya aku lupa" ucap Rahma.


"Kamu ini ada adw saja" ucap Elpan.


"Duh Rahma kamu ini" batin Rahma menggerutu karena kebodohannya.


Sesampainya di kediaman Sudarjo, mereka langsung masuk ke dalam rumah terlihat kalau Wanda masih ada di sana dia tengah melipat pakaian baru nya.


"Wanda kau ini Lian hilang tapi kau tak berniat mencari nya" tanya Elpan.


"Kan ada Rahma" ucap Wanda.


"Wanda kamu mamahnya" ucap Elpan.


"Kamu lupa ya pada perjanjian nya, kalau setelah menikah Rahma yang akan mengurus Lian" ucap Wanda.


"Kalau begitu sesuai perjanjian aku akan menceraikan mu" ucap Elpan.


"Aku gak mau" ucap Wanda.


"Asuh Lian kamu mamahnya jangan bergantung pada Rahma dia juga harus mulai kuliah, kau tak perlu menggendong nya ada baby sitter yang akan menggendong nya kamu hanya perlu diam saja melihat Lian takutnya dia lapar atau bajunya basah" ucap Elpan.


"Ya" ucap Wanda.


"Ayo Rahma kita ke kamar" ucap Elpan.


"Aku sudah suruh pelayan memindah kan kasur Lian ke kamar Rahma" ucap Wanda.


Elpan dan Rahma tak menjawab mereka hanya langsung masuk saja ke dalam kamar.


"Oh ya kak kamu gak akan ke kantor lagi" tanya Rahma.


"Gak, aku akan di rumah saja menjaga ibunya Lian" ucap Elpan.


"Oh" ucap Rahma.


Rahma duduk di ranjang dia sangat gerah karena tadi dia terus berjalan jalan.


Rani datang ke sana sambil membawa troli bayi yang tadi Rahma tinggal kan di sana.


"Nona, tuan maafkan saya karena kelalaian saya tadi" ucap Rani.


"Tak apa lain kali jangan" ucap Elpan.


"Ya tuan maafkan saya, lain kali saya tak akan melakukan nya lagi" ucap Rani.


"Ya" ucap Elpan.


Rahma tak bicara dia masih kesal pada Rani yang tak bertanggung jawab.


"Nona maafkan saya" ucap Rani.


"Ya tak apa" ucap Rahma.


Keesokan harinya, mendadak Rani tak bisa masuk karena orang tuanya masuk rumah sakit sedang kan Elpan juga sudah berangkat.


Rahma bingung pada siapa dia akan titip kan Lian apa lagi Wanda sudah pasti tak akan mau mengasuhnya.


"Aku harus apa" gumam Rahma.


Rahma turun ke bawah sambil menggendong Lian.


"Apa kalian sibuk" tanya Rahma pada pelayan.


"Kami harus ke pasar nona ada yang bisa kami bantu" tanya nya.


"Oh tidak perlu" ucap Rahma.


Rahma melihat pelayan yang tengah mengurus Mira, dia tak mungkin menitip kan Lian pada nya.


Rahma berjalan ke arah dapur dia melihat kalau para pelayan tengah sibuk mengerjakan pekerjaan mereka.


"Apa aku bawa saja Lian ke kampus" gumam Rahma.


Tapi Rahma dia sekarang menjadi orang yang tak terima dengan penolakan dia masuk ke kamar Wanda.


"Mbak aku mau ke kampus aku titip Lian" ucap Rahma.


"Kenapa ke aku titip saja pada baby sitter" ucap Wanda.


"Rani gak ada katanya mamah nya lagi sakit" ucap Rahma.


"Ck menyusahkan saja" ucap Wanda.


Rahma tak percaya pada Wanda apa lagi dengan sikap Wanda yang seperti itu.


Rahma langsung pergi dari sana meninggal kan Wanda yang acuh saja pada keinginan Rahma.


"Baik lah aku akan bawa saja Lian ke kampus" ucap Rahma.


Rahma pergi ke kampus dengan naik mobil, dia juga membawa troli ke dalam mobil dan beberapa pakaian Lian dan susu formula.


Rahma sangat mengantuk sekarang karena semalaman dia tak tidur, Rahma menjaga Lian yang terus saja menangis hingga membuat Rahma tak bisa tidur nyenyak.


Rahma sampai di kampus nya dia langsung ke ruangan dosen untuk minta ijin pada dekan karena Rahma membawa Anak.


Rahma masuk ke dalam ruangan Dekan.

__ADS_1


"Pak maaf saya bawa bayi karena di rumah tak ada yang jaga" ucap Rahma.


"Kamu tau kan peraturan kampus ini" tanya Dekan.


"Ya pak saya tau tapi tolong ijin kan saya" ucap Rahma.


"Baik lah selagi anak kamu ini tak rewel dan tak menganggu pelajaran kamu boleh" ucap Dekan.


"Terima kasih pak" ucap Rahma.


"Ya" ucapnya.


Rahma langsung mendorong troli menuju ke arah kelas, dia melihat teman teman nya melihat dia dengan tatapan tak suka.


"Rahma" sahut Raya.


Raya melihat Kondisi Rahma sangat menghawatirkan mata nya yang seperti mata panda karena kurang tidur, penampilan Rahma yang sekarang terlihat kucel, bahkan Raya bergidik ngeri melihat nya.


"Rah ada apa kenapa kau bawa bayi" tanya Raya.


"Ray di rumah tak ada yang asuh dan Lian gak boleh di titip kan ke panti asuhan" ucap Rahma yang sekarang menguap beberapa kali.


"Astaga apa madu mu itu tak berpikir kalau sekarang kau akan belajar mana mungkin bawa bayi" ucap Raya.


"Tak apa lah lagi pula aku juga sudah ijin pada Dekan" ucap Rahma.


"Bukan masalah itu Rah, apa bayi nya akan tenang kalau di ruangan yang bising dan banyak orang begini" tanya Raya.


"Entah lah" ucap Rahma.


"Bayi ini baru beberapa hari Rah aku takut dia terkena kuman atau apa gitu kalau di bawa bertemu banyak orang" ucap Raya.


"Lalu aku harus apa Ray" ucap Rahma.


Julia datang ke sana.


"Rahma kau bawa Lian" tanya Julia.


"Ya Jul" ucap Rahma.


"Kenapa di bawa apa mamah mertua mu mengijinkan" tanya Julia.


"Kau tau kan Jul, Ray aku kalah kalau bicara dengan Mbak Wanda, aku sebenarnya malu bawa Lian kesini belum lagi banyak orang di sini, aku sangat malu" ucap Rahma.


"Bukan soal malu nya Rah tapi bagai mana kalau banyak orang yang akan memegang dia" ucap Julia.


"Biarkan saja" ucap Rahma.


Dosen masuk ke dalam karena sekarang sudah waktunya belajar.


Oeeekk oekkk


Bayi Lian menangis saat semua orang sedang belajar, Dosen pun sudah marah pada Rahma karena anak itu tak diam juga.


Padahal Rahma juga sudah memberikan susu pada Lian.


"Rahma bawa bayi itu keluar, Rahma ini bukan panti asuhan ini kelas ini kampus Makan nya kalau mau masih belajar jangan dulu punya anak" ucap dosen itu marah karena bayi Lian menganggu belajar.


"Maaf Bu" ucap Rahma.


Rahma membawa bayi Lian keluar dari kelas itu, Raya hanya menatap teman nya yang bernasib seperti itu.


"Kasihan Rahma" gumam Raya.


Rahma keluar dia mencoba menenangkan Lian tapi dia tak bisa juga karena kayanya Lian sangat kegerahan.


"Astaga Lian ibu kan mau belajar kamu diam ya nak" ucap Rahma mencoba menenangkan Lian.


Kevin datang ke sana dia baru saja selesai latihan basket di lapangan.


"Rahma kau bawa bayi" tanya Kevin.


"Ya Vin" ucap Rahma.


"Ikut aku" ucap Kevin.


"Kemana" tanya Rahma.


Kevin membawa peralatan Lian dan troli Lian, mereka menuju ke ruangan UKS.


Kevin membersihkan ranjang yang ada di sana.


"Baringkan di sini Rahma" ucap Kevin.


Rahma dia langsung membaringkan Lian di sana.


Kevin membantu mengikat kan rambut Rahma yang berantakan.


"Kau mau apa" tanya Rahma.


"Rambut mu berantakan" ucap Kevin.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Kau pergi lah" ucap Kevin.


"Kemana" tanya Rahma.


"Kau belajar saja aku bisa menjaga bayi" ucap Kevin.


"Ya benar" ucap Kevin.


"Kau bisa" tanya Rahma meyakinkan, Kevin pun mengangguk kan kepalanya.


Rahma Langsung memeluk Kevin.


"Terima kasih kau sudah mau membantu aku" ucap Rahma.


"Tak apa" ucap Kevin.


"Baik lah aku akan ke sana" ucap Rahma.


"Ya".


Kevin masih merasakan pelukan Rahma yang hangat itu.


"Jika aku tak bisa mencintaimu maka aku bisa membantu mu dari masalah mu" gumam Kevin.


(sudah lah Rahma kamu sama Kevin aja)


Rahma kembali lagi ke kelas untuk melanjutkan belajar nya.


"Rah di mana Lian" tanya Raya.


"Aku titip pada Kevin" ucap Rahma.


"Apa Kevin bisa menjaga bayi" tanya Raya.


"Katanya bisa" ucap Rahma.


"Ya baik lah" ucap Raya.


Sedang kan di UKS Kevin memberikan susu pada Lian.


"Dia sangat anteng" gumam Kevin.


Kevin bahkan mengganti kan popok Lian yang basah, dia tak merasa jijik dengan hal itu karena Kevin juga sudah terbiasa.


Sampai siang hari pelajaran selesai, Rahma ingin mengambil Lian yang sedang di asuh Kevin di ruang UkS.


"Aku akan ke UKS" ucap Rahma.


"Aku ikut Rah" ucap Raya dan Julia.


"Ya ayo" ucap Rahma.


Mereka masuk ke ruang UkS di sana ada Kevin yang sedang mengisi botol susu dengan susu formula.


"Kevin di mana Lian" tanya Rahma.


"Dia tidur Rahma, aku baring kan dia di ranjang, kau tenang saja aku sudah pakai kan kain di bawah nya supaya bayi mu tak terkena kuman" ucap Kevin.


Rahma melihat Lian dan benar saja dia tidur di sana.


"Kau pandai menjaga anak" ucap Julia menggoda Kevin.


"Tak pandai hanya saja aku biasa mengasuh bayi kak Mutiya" ucap Kevin.


"Apa mutiya punya anak" tanya Raya.


"Ya baru satu Minggu" ucap Kevin.


"Wah" ucap Raya.


"Terima kasih Kevin karena kau aku bisa belajar, apa Lian rewel" tanya Rahma.


"Nama nya juga bayi ya pasti" ucap Kevin.


"Maaf ya aku merepotkan mu" ucap Rahma.


"Tak masalah" ucap Kevin.


"Sebenarnya aku akan ambil kelas jam sore, karena kan kalau sore mbak Wanda ada di rumah dan kak El juga ada jadi aku bebas belajar" ucap Rahma.


"Ya itu bagus Rahma" ucap Kevin.


"Yah kalau begitu kita gak akan satu kelas lagi dong" ucap Raya.


"Ya Ray aku terpaksa karena aku tak mau belajar aku terganggu kalau belajar aku terganggu kau tau kan papah pasti tau semua" ucap Rahma.


"Menurut aku Rahma benar" ucap Kevin.


"Ya ini jalan terakhir buat Rahma" ucap Julia.


"Ya" ucap Rahma.


"Ya Rah kau benar kalau kau masuk sore mamah nya Lian pasti sudah ada di rumah" ucap Raya.


"Memang nya Si Wanda itu kerja apa" tanya Julia.


"Entah lah, dia gak kerja tapi dia belanja karena setiap pulang bawa belanjaan" ucap Rahma.


"Belanjaan apa" tanya Julia.

__ADS_1


"Apa lagi baju tas dan yang lain" ucap Rahma.


"Apa barang barang nya tak akan banyak kalau belanja tiap hari" tanya Julia.


"Banyak bahkan kemarin juga dia baru beli lemari karena baju nya tak cukup di satu lemari" ucap Rahma.


"Hahahah" mereka tertawa mendengar cerita itu.


"Kau sangat kuat Rahma" ucap Kevin.


"Bukan kuat hanya saja mungkin sudah biasa" ucap Rahma.


"Kau pandai bercanda padahal aku tau hati mu hancur kan" ucap Kevin.


"Terkadang kita butuh air mata untuk menerima takdir Kevin" ucap Rahma.


"Kau sangat kuat, You is wonder woman" ucap Kevin.


"Ah kau sangat berlebihan, oh ya Kevin aku sangat berterima kasih karena berkat kau aku bisa belajar dengan tenang" ucap Rahma.


"Ya Rahma tak apa" ucap Kevin.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk mu" tanya Rahma.


"Menikah lah dengan ku" ucap Kevin.


"Hah" Rahma dan kedua teman nya terkejut.


"Aku bercanda kalian ini terlalu serius" ucap Kevin yang langsung pergi dari sana.


"Aku pikir" ucap Julia.


"Baiklah ayo kita pulang" ucap Rahma.


"Ayo" ucap Rahma yang langsung memindahkan Lian pada troli.


Raya membantu membawa kan barang barang Lian.


"Jangan Raya kamu lagi hamil jangan bawa barang yang berat" ucap Rahma.


"Tak apa Rahma aku baik baik saja" ucap Raya.


Mereka menunggu jemputan di gerbang, karena jemputan Rahma belum datang jadi Raya menunggu di sana.


Rahma dia mencoba menghubungi supir yang biasa menjemput nya tapi tak ada jawaban darinya, hingga beberapa kali namun ternyata supir nya tak bisa datang.


"Bagai mana apa ada" Tanya Raya.


"Gak ada katanya dia Sedang sibuk" ucap Rahma.


Sejak tadi Rahma terus saja menguap karena dia ngantuk, raya pun berinisiatif membawa Rahma ke rumahnya.


"Rah ikut lah dengan ku ke rumah, aku akan jaga Lian dan kau bisa tidur nyenyak di rumah ku" ucap Raya.


"Tapi Ray aku tak mau merepotkan" ucap Rahma.


"Rahma kau butuh tidur, aku yakin kau tak tidur semalaman jadi tidur lah sekarang di rumah ku supaya nanti malam kau bisa bergadang menjaga Lian" ucap Raya.


"Ya baik lah" ucap Rahma yang berpikir kalau ide Raya memang benar.


Setelah jemputan Raya datang mereka langsung masuk ke dalam mobil, bahkan sekarang di dalam mobil Lian di gendong oleh Rahma karena troli nya gak masuk ke mobil.


"Rah kalau kamu pegel biar aku yang Gendong Lian" ucap Raya.


"Gak usah Ray aku bisa kok" ucap Rahma.


"Ya aku takut kau pegal saja" ucap Raya


"Tak apa aku tak mau merepotkan mu, oh ya Raya apa kak Rayhan tak akan marah kalau kau mengasuh Lian sedang kan aku tidur" ucap Rahma.


"Gak akan mas Ray suka anak kecil" ucap Raya.


"Aku malu pada mu Ray, kau sudah banyak membantu aku" ucap Rahma.


"Ya ampun Rahma kau ini kita kan teman jadi jangan merasa gak enak begitu" ucap Raya.


"Beneran aku gak mungkin bisa membalas hutang Budi ku pada mu Ray" ucap Rahma.


"Jangan di balas Rahma, aku ikhlas" ucap Raya.


"Akan aku doa kan semoga anak mu itu akan menjadi anak yang Sholeh baik dan suka menolong seperti diri mu" ucap Rahma.


"Amin" ucap Raya.


Mereka sampai di rumah Rayhan.


Raya mendorong troli Lian sedang kan Lian di gendong oleh Rahma.


Raya membawa Rahma ke kamar tamu yang ada di rumah nya.


"Rah ini kamar tamu kamu bisa tidur di sini, dan aku akan mengasuh Lian di ruang tamu" ucap Raya.


"Ya baik lah" ucap Rahma.


Rahma tidur sangat nyenyak bahkan tak butuh waktu lama untuk Rahma terlelap dalam mimpinya.


Raya membaringkan Lian di sofa yang sangat empuk, dan Raya menjaga nya di sana.


"Ya ampun kau sangat manis sayang, lihat Dek saat kamu lahir nanti kamu punya teman nama nya Lian" ucap Raya sambil mengelus perutnya.


Raya melihat jam dinding ternyata sudah pukul satu siang, terdengar kalau ada suara mobil yang berhenti di halaman Rumah itu.


"Mas Ray sudah pulang tapi kenapa padahal masih siang" gumam Raya.


Dan benar saja Rayhan masuk ke dalam rumah dengan menenteng tas kerjanya.


"Raya aku ingin minum" sahut Rayhan dari Arah jauh.


"Shhtt" raya menempel kan jari telunjuk nya di mulutnya, mengkode pada Rayhan agar tak berisik.


"Apa" tanya Rayhan.


"Ada bayi" ucap raya menunjuk Lian.


"Bayi siapa ini Raya" tanya Rayhan.


"Lian bayinya Rahma" ucap Raya.


"Lalu di mana Rahma nya" tanya Rayhan.


"Rahma tidur mas kasian dia tak tidur semalaman karena menjaga Lian" ucap Raya.


"Oh baik lah" ucap Rayhan.


"Mas bisa kau jaga Lian aku akan buatkan kau minum" ucap Raya.


"Ya" ucap Rayhan.


raya ke dapur karena akan membuatkan minum, sedangkan Rayhan sekarang tengah menatap bayi itu.


"Hey boy kau tampan tapi tak mirip papah mu, Ingat ya kalau kau sudah dewa sa nanti jangan ikuti papah mu karena dia itu tak war as" ucap Rayhan.


"Ikuti saja aku, aku baik dan penyayang bahkan aku sangat tampan pintar rajin menabung, ikuti lah jejak ku oke" sambung Rayhan lagi.


Sedangkan Rahma dia tertidur dengan nyenyak sampai sampai dia tak tau kalau suami nya Raya sudah pulang.


Hingga pukul empat sore Rahma terbangun dia keluar dari kamar itu karena takut nya Lian rewel dan menyusahkan Raya.


Rahma keluar dari kamar tamu, dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul empat sore.


"Rahma kenapa bangun ayo tidur lagi" ucap raya.


"Astaga Ray lihat sudah pukul empat sore Kak El pasti sudah pulang" ucap Rahma.


"Rahma bilang saja kau kerja kelompok denganku" ucap Raya.


Rahma mengambil ponsel nya yang berada di tas nya.


"Tuh kan dia menelpon dari tadi" ucap Rahma.


Drtt drtt


📞📞


"Ya kak, ada apa" tanya Rahma karena Elpan Langsung menelpon nya.


"Kau di mana" tanya Elpan.


"Maaf kak aku kerja kelompok dengan Raya aku di rumah Raya" ucap Rahma.


"Aku akan ke sana" ucap Elpan.


📞📞


"Tuh kan kak El marah dan dia akan datang kemari" ucap Rahma.


"Kau tenang saja kalau dia sampai berani macam macam pada mu maka aku akan langsung jitak dia" ucap Rayhan.


"Plis kak Ray bantu aku" ucap Rahma.


"Ya tak apa" ucap Rayhan.


"Tenang Rahma" ucap Raya.


Rahma tak bisa tenang sekarang karena dia takut akan kena marah Elpan.


"Astaga bagai mana ini" gumam Rahma.


"Tenang Rahma tenang" ucap Raya.


"Oh ya apa Lian rewel" tanya Rahma.


"Tidak dia tidak rewel, aku rasa tangan Kevin itu ajaib kau tau setelah pulang Lian anteng tidur" ucap Raya.


"Ya Kevin memang baik" ucap Rahma.


"Dia suka pada mu Rahma" ucap Raya.


"Hah ga mungkin" ucap Rahma.


"Beneran cuman dia mengalah karena kau sudah menikah" ucap Raya.


"Sudah lah" ucap Rayhan.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2