Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 71: kecelakaan


__ADS_3

Elpan mengendarai mobilnya menuju ke rumah nya perasaan dia tak enak pada Wanda apa lagi Wanda tak biasanya mengalah begitu saja.


Elpan menyalip setiap mobil yang melaju di sana, berharap dia lebih dahulu dari pada Wanda.


Namun saat ini Wanda sudah memasukan Semua uang yang dia punya dengan di tumpangi oleh pakaian Lian.


Wanda langsung menggendong Lian untuk pergi dari sana.


"Mau di bawa kemana Lian" tanya Mira karena melihat Wanda membawa tas dan langsung menggendong Lian.


"Bukan urusan mu" ucap Wanda yang langsung pergi dari sana.


Baru saja Wanda keluar dari rumah Elpan sudah berdiri di depan gerbang rumahnya yang menjulang tinggi.


Wanda sempat bingung harus apa dia, bahkan di belakang juga ada Mira yang mengikuti nya.


Wanda langsung melihat Lian yang dia gendong.


Wanda mengambil pas bunga yang cukup besar di meja luar rumah itu.


Wanda memukulkan pas itu pada tembok rumah hingga pecah berkeping keping hanya menyisakan bagian atas nya yang Wanda pegang.


"Jika kalian berani mendekat maka aku akan tusukan ini pada Lian" teriak Wanda.


"Wanda jangan lakukan itu atau kau akan menyesal" sahut Elpan.


"Minggir" teriak Wanda.


Dengan terpaksa Elpan membiarkan Wanda untuk keluar dari gerbang dengan selamat karena Elpan juga takut Wanda nekad apa lagi Wanda tak punya perasaan walau pun pada anaknya sendiri.


Hingga Wanda keluar Elpan langsung berlari mengejar Wanda saat itu Wanda sudah melempar kan pas yang tajam itu.


"Wanda jangan bawa Lian" sahut Elpan sambil berlari mengejar Wanda.


Namun tak di gubris oleh Wanda dia hanya berlari menjauhi Elpan.


Hingga di jalan raya, Wanda tak memperhatikan jalanan dia hanya melihat kearah belakang pada Elpan yang masih mengejar nya.


Hingga ingin menyebrang Wanda tak melihat kanan kiri.


Sebuah mobil melaju cukup kencang dari arah kiri, dan...


Brakk


Tabrakan tak bisa terhindar kan, Wanda tertabrak mobil itu hingga Wanda terhempas jauh dari lokasi tabrakan itu.


Saking kencangnya mobil itu melaju.


Hal yang paling Elpan cemaskan adalah Lian yang sekarang tergeletak di jalanan.


Elpan dengan cepat langsung memangku Lian dan melihat kondisi bayi itu namun kepala Lian berdarah.


Elpan panik dia sangat sedih melihat itu, kakinya bahkan gemetar karena tak percaya kalau Lian bayi yang dia sayang akan mengeluarkan darah sebanyak itu.


Elpan tak mencemaskan Wanda dia seolah acuh pada kondisi Wanda yang sudah tergeletak tak berdaya.


"Tuan ayo bawa bayi itu ke rumah sakit" ucap seseorang yang melihat kejadian itu.


Dengan cepat Elpan langsung pergi menuju rumah sakit, membawa Lian walau pun kakinya gemetar.


"Bertahanlah nak" gumam Elpan menangis tak tahan melihat bayinya menderita apa lagi Lian tak menangis.


Lian langsung di bawa ke ruang UGD, Elpan hanya bisa menunggu di luar.


"Wanda jika terjadi apa apa pada Lian aku gak akan maafkan kamu" geram Elpan.


Para dokter langsung sibuk memeriksa Wanda dan memasangkan alat pada badan Wanda.


Tapi sayang Tuhan berkehendak lain dia meninggal di tempat.


Bahkan saat datang ke rumah sakit pun Wanda sudah meninggal dunia.

__ADS_1


Bukan hanya itu Wanda di nyatakan mempunyai penyakit Aids, tak heran karena Wanda adalah wanita bebas.


Dokter menutupi tubuh Wanda dengan kain putih yang ada di sana.


Sedangkan Elpan dia masih menunggu di sana karena dia tak mau meninggalkan Lian sendirian.


Drtt drtt


📞📞


"Ada apa dengan Lian" tanya Iqbal dari sebrang sana.


"Lian kecelakaan" ucap Elpan yang sekarang sudah sangat panik.


Bukan hanya Elpan yang hancur bahkan Iqbal lebih hancur karena dia tau kalau putra nya mengalami kecelakaan.


"Aku akan datang" ucap Elpan.


📞📞.


Hati Ayah yang mana yang gak akan rela jika putra nya mengalami kecelakaan apa lagi hal itu di sebabkan oleh orang terdekat nya bisa di sebut oleh ibunya sendiri.


Mira dan Zahra juga sudah datang saat mendengar hal itu.


Mereka menunggu si kursi tunggu sampai mendapatkan kabar baik dari dokter.


Namun seorang dokter dari arah kamar mayat melihat pada keluarga Elpan.


"Apa kalian keluarga pasien yang bernama Bu Wanda yang mengalami kecelakaan itu" tanya dokter.


"Ya" ucap Mira.


Dan hanya Mira lah yang masih care pada Wanda setelah apa yang telah Wanda lakukan.


"Bu Wanda sudah tiada kalau kalian ada yang mau melihat nya dia sudah di kamar Mayat" ucapnya.


"Hah astaga" ucap Mira terkejut saat mendengar kalau Wanda meninggal.


"Terima kasih dok" ucap Mira.


Setelah dokter pergi Mira menatap pada Zahra yang tersenyum mendengar berita itu, sedang kan El hanya diam saja tanpa bicara apa pun.


"Ayo kita lihat" ucap Mira.


Namun saat Mira akan pergi dia melihat dokter keluar dari ruangan UGD tempat merawat Lian.


"Dok bagaimana kondisi bayi saya" tanya Elpan.


"Bayi anda baik baik saja tapi dia kekurangan darah, dan golongan darah nya sangat sulit di dapat" ucap Dokter.


"Apa tak akan apa apa kalau bayi di donor kan darah" tanya Elpan.


"Tuan ini penting karena Bayi itu sangat kehabisan darah" ucap dokter.


"Apa golongan darah nya dok" tanya Zahra.


"O negatif" ucap Dokter.


"Aku B negatif" ucap Zahra.


"Mamah dan El juga B" ucap Mira.


"Apa Wanda golongan darah nya O" tanya Zahra pada Elpan.


"Bukan golongan darah dia AB" ucap Elpan.


"Oh ya ahh lagi pula untuk apa bertanya tentang dia bahkan dia juga sudah tiada" ucap Zahra.


"Apa tak ada golongan darah o negatif" tanyaa Dokter lagi.


Zahra menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Ambil punya aku saja Dok" sahut Iqbal dari arah yang tak jauh dari Elpan.


"Baiklah ayo segera masuk" ucap Dokter.


Iqbal cocok dengan Lian bahkan Iqbal juga rela mendonorkan darah nya sampai dua kantong hanya untuk kesembuhan Lian.


Setelah selesai Iqbal langsung keluar dari ruangan itu dan melihat keluarga Elpan yang tengah di sana.


"Dimana Wanda" tanya Iqbal.


"Dia sudah tiada kak" ucap Zahra.


"Hah" iqbal terkejut mendengar hal itu.


"Mana mungkin Wanda" ucap Iqbal tak percaya.


"Itu kenyataan nya" ucap Elpan.


Tak ada raut wajah sedih di wajah Elpan apa lagi Elpan sudah lama sakit hati akhir akhir ini apa lagi setelah Elpan memergoki Wanda dan laki laki lain.


"Aku akan melihat nya" ucap Iqbal.


Elpan memutus kan untuk ikut karena dia juga ingin melihat jenazah istri nya untuk terakhir kalinya.


Elpan dan Iqbal masuk ke dalam mereka melihat wajah Wanda yang terpampang jelas di sana.


"Wanda terima kasih sudah melahirkan anak untuk ku, aku janji akan menjaganya" ucap Iqbal menatap pada Wanda.


Elpan menatap Iqbal dengan tatapan aneh.


Elpan melihat Wanda namun hanya dari kejauhan saja karena tak mau melihat wajah pengkhianat yang menyebabkan Lian kecelakaan.


"El ada yang mau aku bicara kan" ucap Iqbal menatap pada Elpan.


"Apa" tanya Elpan.


"Sebenarnya El kau harus tau ini, Lian itu adalah putra ku" ucap Iqbal.


"Hahaha jangan Ngada Ngada Iqbal" ucap Elpan tertawa tak percaya pada ucapan Iqbal.


"Aku benar, sebelum menikah dengan mu dia melakukan one night, ehh tidak bukan one night tapi dua sampai tiga kali dia tidur bersama ku" ucap Iqbal.


Raut wajah Elpan langsung berubah.


"Aku gak tau kalau mantan mu yang dulu itu Wanda yang ini, tapi yang harus kamu tau El kalau sebelum kalian menikah Wanda sudah hamil anak aku" ucap Iqbal.


Elpan langsung memegang kerah baju Iqbal.


"Apa maksud mu bicara begini" tanya Elpan.


"Ini benar El, Wanda sendiri yang bilang" ucap Iqbal.


"Gak mungkin" ucap Elpan.


"Itu makan nya kenapa Lian anteng bersama ku karena darah lebih kental dari air El, darah kita juga sama jadi apa lagi yang harus di ragukan" ucap Iqbal.


"Gak mungkin" ucap Elpan.


"Maaf karena aku sudah menyembunyikan ini tapi benar El aku belum siap menjadi ayah tapi aku harap kau bisa menjaga Lian dengan baik, aku juga tak akan lepas tanggung jawab pada Lian" ucap Iqbal.


"Ini mustahil" ucap Elpan.


"Percaya atau tidak ini kenyataan nya" ucap Iqbal yang langsung pergi dari sana.


Elpan menggeleng kan kepalanya karena tak menyangka.


"Kebohongan apa lagi yang masih kau simpan Wanda" geram Elpan.


Namun Elpan tak semudah itu untuk percaya dia akan melakukan tes DNA untuk membuktikan nya nanti hanya saja Elpan menunggu sampai Lian sudah pulih.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2