
Sesampainya di villa Rahma langsung memapah Elpan untuk berjalan masuk ke dalam, tadinya pak Satpam mau membantu tapi Rahma bilang tak apa apa Rahma bisa sendiri.
Rahma mendudukkan Elpan di sofa ruang tamu hotel itu.
"Tunggu di sini aku akan ambil kan kotak p3k" ucap Rahma.
"Ya" ucap Elpan.
Rahma mencari cari kotak p3k yang jujur saja Rahma tak tau di mana di simpannya dan Rahma juga gak tau apa Villa itu juga menyediakan kotak p3k.
Rahma membuka laci satu persatu dan akhir nya ada juga kotak p3k dengan cepat Rahma ke sana dan Langsung mengobati Elpan dengan obat merah.
"Tahan ya ini mungkin akan terasa sakit tapi lukanya akan cepat kering" ucap Rahma.
"Ya" ucap Elpan sambil meringis kesakitan karena tak kuat menahan ngilu pada lukanya.
Wanda datang ke sana dia langsung mendekat pada Rahma.
Wanda menepis tangan Rahma yang sekarang tengah mengobati Elpan.
Rahma berdiri menatap pada Wanda yang sengaja berdiri di hadapan Rahma.
"Apa" tanya Rahma.
Plakk
Wanda menampar Rahma hingga suara tamparan itu bergema di ruangan itu.
Rahma memegang bekas tamparan Wanda yang terasa sangat perih itu.
"Wanda kau kenapa menampar Rahma" tanya Elpan dengan nada marah.
"El karena Rahma kita selalu gagal" ucap Wanda.
"Kau gak berhak menampar Rahma apa lagi dia adalah istri ku" ucap Elpan.
"Lalu aku? Apa aku bukan istri mu" tanya Wanda.
"Kalian sama sama istri ku tapi aku tak mau melihat kalian terus berdebat" ucap Elpan.
Rahma hanya diam saja dengan cepat Rahma pergi dari sana menuju kamarnya.
"Tuh kan Wanda tak bisa kah kau berpikir dewa sa lihat Rahma jadi sedih kan" ucap Elpan.
"El kenapa kau bela Rahma, bukan nya dia yang menyebabkan kamu begini" tanya Wanda.
"Aku akan menyusul Rahma" ucap Elpan meninggal kan Wanda di sana.
Elpan masuk ke dalam kamar Rahma dan benar saja Rahma saat ini tengah melamun tapi tak ada air mata di mata Rahma.
"Maaf karena Wanda menamparmu" ucap Elpan.
"Tak apa" ucap Rahma.
"Aku sangat menyesal" ucap Elpan.
"Kenapa menyesal" tanya Rahma.
"Ya karena tak bisa membela mu" ucap Elpan.
"Aku tak butuh pembelaan dari mu kak, yang aku butuhkan hanya lah menyendiri saja" ucap Rahma.
"Baik lah aku akan biarkan kau sendiri" ucap Elpan.
Sedangkan Elpan dia langsung menuju ke dalam kamar Wanda.
Elpan langsung mengutak atik ponsel nya karena akan menghubungi seseorang.
📞📞
"Ray" ucap Elpan pada orang yang Elpan telpon.
"Ya ada apa" tanya Rayhan teman nya Elpan.
"Bisa kah kau kirimkan aku seorang body guard aku butuh satu orang untuk menjaga Rahma" ucap Elpan.
"Kenapa" tanya Rayhan.
"Rahma di culik tapi Untung saja aku datang dengan cepat" ucap Elpan.
"Berani sekali mereka menculik Rahma di hadapan mu" tanya Rayhan.
"Entah lah seperti nya mereka musuh ku" ucap Elpan.
"Baik lah aku akan kirim kan laki laki yang masih muda untuk menjaga Rahma, dia sangat pandai dalam hal bela diri" ucap Rayhan.
"Ya aku tunggu" ucap Elpan.
📞📞
Elpan merasa cukup tenang kalau Rahma ada yang jaga, karena semenjak menikah Elpan tak pernah memakai body guard lagi padahal Elpan tau resiko nya pasti akan seperti ini.
"Aku sewa body guard untuk mu" ucap Elpan.
"Terserah" ucap Wanda.
"Aku mau Rahma Baik baik saja" ucap Elpan.
"Sepenting itu kah Rahma" tanya Wanda menatap pada Elpan.
"Ya bahkan Rahma adalah wanita yang bisa membuat aku perlahan melupakan kamu, tapi sayang kau datang dan tuhan menjadi kan kita bersatu lagi" ucap Elpan.
"Waw aku sangat tau sekarang kalau kau tak pernah menganggap aku dan bayi ini ada" ucap Wanda.
"Alasan dari aku menikah dengan mu adalah karena bayi ini" ucap Elpan.
"Kalau kau menganggap bayi ini ada aku ingin kau memberi tahukan nya pada Rahma" ucap Wanda.
"Gak sekarang" ucap Elpan.
"Kapan aku sudah bersabar menunggu mu bahkan satu bulan lama nya dan setelah menikah juga kau masih menyimpan kebenaran ini" ucap Wanda.
"Aku akan bilang" ucap Elpan.
"Kapan" bentak Wanda.
"Kapan hah, kapan kau akan bilang pada Rahma kebenaran ini".
"Nanti aku akan cari rencana supaya aku bisa berikan kabar ini pada Rahma" ucap Elpan.
"Terserah" ucap Wanda.
Siang hari nya seseorang yang di kirimkan Rayhan datang juga seorang laki laki yang sangat Rahma kenal.
__ADS_1
"Siapa" tanya pak satpam.
"Saya kiriman dari tuan Rayhan" ucapnya.
"Oh silahkan masuk" ucap Satpam.
Laki laki itu masuk ke dalam villa namun dia mengetuk pintu terlebih dahulu.
Rahma yang membuka pintu nya melihat laki laki itu.
"Rega" tanya Rahma.
"Rahma, aku suruhan tuan Rayhan katanya aku harus menjaga mu" ucap Rega.
"Menjaga ku" tanya Rahma.
"Ya aku baru dapat pesan" ucap Rega.
"Ya Rahma dia yang akan menjaga mu" sahut Elpan yang baru saja keluar dari kamar nya.
"Tapi kenapa" tanya Rahma.
"Aku tak mau ada penculikan lagi" ucap Elpan.
"Penculikan di mana" tanya Rahma.
"Kau hampir saja di culik kan, dan aku tak mau itu terjadi lagi" ucap Elpan.
"Ya deh" ucap Rahma.
"Baik lah tuan El saya akan berjaga di luar" ucap Rega.
"Kenapa di luar di dalam saja" ucap Rahma memaksa Rega Untuk masuk ke dalam villa itu.
Rahma menyuruh Rega untuk duduk di sofa itu,
"Baik lah Rega kamu mau makan apa" tanya Rahma.
"Jangan nona" ucap Rega.
"Nona? Kau ini panggil saja aku Rahma" ucap Rahma.
"Ya" ucap Rega.
"Ya ampun Rayhan mengirim kan orang yang salah" batin Elpan.
Dengan cepat Elpan langsung menuju ke arah kamarnya dia hendak menelpon Rayhan.
"Mana nomor Rayhan" gumam Elpan.
📞📞
"Apa lagi" tanya Rayhan dari sebrang sana.
"Kau mengirimkan orang yang salah" ucap Elpan.
"Salah bagai mana dia anak buah ku" ucap Rayhan.
"Dia akrab dengan Rahma" ucap Elpan.
"Ya aku sengaja panggil Dia karena aku yakin kalau mereka saling kenal karena Raga pacarnya Julia" ucap Rayhan.
"Kau ini bagaimana kalau Rahma suka atau laki laki itu suka pada Rahma" tanya Elpan.
"Kau ini terlalu naif" ucap Rayhan.
"Aku sengaja menugaskan dia karena kan umur mereka cukup sama dan Rega juga gampang akrab dengan wanita jadi aku kirim dia karena takut nya Rahma kesepian dan butuh teman curhat kan jadi ada Rega" ucap Rayhan.
"Kan ada aku" ucap Elpan.
"Takut nya kau sibuk dengan orang lain" ucap Rayhan.
"Terserah lah" ucap Elpan yang langsung menutup telponnya.
📞📞
Sore hari nya Elpan masih di buat geram oleh sikap Rahma yang akrab pada Rega dan Roy si juru masak.
Bahkan saat ini Rahma sedang memakan es krim bersama dengan kedua laki laki itu.
Namun tiba tiba Mira datang ke sana dengan membawa koper dan kecamatan hitam yang selalu mengantung di hidung nya.
"El" ucap Mira yang langsung masuk ke dalam Villa itu.
"Mamah ada apa datang ke sini" tanya Elpan.
"Kamu ini mamah kan mau liburan juga" ucap Mira.
"Aku senang karena ada mamah di sini" ucap Elpan.
"Mana menantu kesayangan mamah" tanya Mira.
"Ada di dapur" ucap Elpan.
Mira langsung menuju ke arah dapur namun dia tidak mendapati Wanda.
Mira menatap sinis pada Rahma yang tengah asik mengobrol dengan laki laki.
"El mamah tanya Wanda" ucap Mira.
"Oh Wanda ada di kamar" ucap Elpan.
"Ck kenapa gak bilang dari tadi sih, lihat istri pertama kamu itu sibuk ngobrol dengan laki laki dia tak menghargai kamu" ucap Mira.
"Sudah lah mah" ucap elpan.
Mira langsung menuju ke kamar Wanda, tanpa Wanda sadari mamah mertua nya itu datang.
"Sayang" ucap Mira yang langsung memeluk Wanda.
"Mah kapan datang" tanya Wanda.
"Baru saja" ucap Mira.
"Kenapa nenek tua ini harus datang sih gak tau Waktu saja nanti malah makin ribet lagi" batin Wanda.
"Oh ya mamah mau ngajak kamu belanja kamu mau gak, tapi kamu ya yang bujuk El supaya dia mau ngasih uang" ucap Mira.
"Tapi mah aku ga bisa" ucap Wanda.
"Kenapa" tanya Mira.
"Aku kemarin sudah minta uang sama kak El" ucap Wanda.
__ADS_1
"Yah bagai mana kalau begini" tanya Mira.
"Mamah ajak saja Rahma suruh dia minta uang pada El" ucap Wanda.
"Ide bagus" ucap Mira.
Mira terkenal sebagai wanita karier yang paling sukses di antara teman teman nya padahal Mira hanya lah seorang ibu yang mengandalkan uang dari anak nya.
Apa lagi Mira yang tak bisa mengelola Perusahaan membuat nya sangat tak berguna namun dia punya Elpan sehingga uang nya tiap bulan mengalir.
"Aku akan temui Rahma" ucap Mira.
"Ya mah semoga berhasil" ucap Wanda.
"Bo doh" gumam nya.
Mira mendekat pada Rahma yang ada di dapur saat ini Rahma tengah menikmati es krim nya.
"Rahma" ucap Mira yang langsung memeluk Rahma padahal hanya ada maunya saja.
"Apa mah" tanya Rahma.
"Makan lah yang banyak" ucap Mira.
"Ya mah" ucap Rahma.
"Mamah mau ngomong sesuatu" ucap Mira.
"Ngomong apa" tanya Rahma.
"Kita belanja yu ke kota mamah ingin di temani kamu" ucap Mira.
"Kenapa gak minta antar Mbak Wanda saja" tanya Rahma.
"Dia lagi sibuk jadi gak bisa" ucap Mira.
"Tapi" ucap Rahma yang tadinya akan menolak.
"Ayo lah kamu harus mau" ucap Mira.
"Ya deh ya aku mau" ucap Rahma.
"Tolong minta kan uang pada Elpan mamah gak bawa uang" ucap Mira.
"Berapa" tanya Rahma.
"Dua puluh juta saja" ucap Mira.
Rahma terkejut.
"Mamah mau belanja apa dengan uang sebanyak itu" tanya Rahma.
"Mamah mau tas branded mau pakaian" ucap Mira.
"Aku akan bilang pada Kak El" ucap Rahma.
Rahma menyusul Elpan yang ada di kamarnya.
"Kak" ucap Rahma.
"Ya" tanya Elpan.
"Kak kata mamah, dia mau belanja apa kau bisa berikan uang nya" tanya Rahma.
"Berapa" tanya Elpan.
"Dua puluh juta" ucap Rahma.
"Mau belanja apa sebanyak itu" tanya Elpan.
"Katanya mau tas branded" ucap Rahma.
"Tas Mamah banyak" ucap Elpan.
"Aku gak tau" ucap Rahma.
"Pakai saja black card yang aku berikan pada mu" ucap Elpan.
"Boleh kah" tanya Rahma.
"Ya aku akan pantau dari aplikasi di ponsel ku" ucap Elpan.
"Huh syukur lah aku tak pernah belanja memakai ini kalau aku belanja dengan ini maka sudah di pastikan kalau kak El akan memantau aku" batin Rahma.
Mereka berangkat ke pusat perbelanjaan di kota, Rahma, Mira dan Rega yang mengawal Rahma.
Namun Mira tak mengajak Rahma ke pusat perbelanjaan dia malah mengajak Rahma ke sebuah cafe yang cukup besar.
"Kita ke sini" tanya Rahma.
"Ya mamah mau bertemu dengan teman mamah dulu" ucap Mira.
"Baik lah" ucap Rahma.
"Mana uang nya" tanya Mira.
"Berapa" tanya Rahma.
"Sepuluh juga saja" ucap Mira.
Rahma memberikan uang cash pada Mira, sedang kan Rahma hanya mengikuti ke mana pun mamah mertua nya itu tuju.
Hingga di salah satu meja di cafe itu mereka bertemu dengan seorang laki laki.
"Selamat sore om" ucap Mira.
"Sore" ucapnya.
"Aku mau memberikan uang nya" ucap Mira.
"Kamu baru dua bulan bayar ya tinggal sepuluh bulan lagi" ucap om om itu sambil mencatat di kertas kecil.
"Ya om baik lah aku permisi" ucap Mira.
"Jangan telat lagi" ucapnya.
"Ya om bawel banget sih" ucap Mira.
Mereka kembali lagi ke mobil.
"Siapa dia mah" tanya Rahma.
"Kepo sekali kau" ucap Mira ketus.
__ADS_1
Rahma hanya memutar bola matanya malas.
bersambung