
Pagi hari nya Elpan seperti biasa menyuapi Rahma dia juga menyuapi Lian dengan bubu yang baru dia beli.
"Apa papah tak datang" tanya Rahma.
"Aku tak melihat nya" ucap Elpan.
"Apa papah marah pada ku" tanya Rahma.
"Gak mungkin kamu tenang ya" ucap Elpan.
"Kak aku hanya mau papah itu paham pada kondisi aku" ucap Rahma.
"Aku akan usahakan Rahma" ucap Elpan.
Iqbal datang ke sana bersama dengan Raya dan Rayhan.
"Rahma" sahut Raya yang langsung melihat teman nya itu.
"Ray kamu datang" tanya Rahma.
"Ya aku tak sangka kau akan seperti ini maaf saat di mall aku fokus pada belanjaan" ucap raya.
"Tak apa Ray lagi pula aku juga gak tau kenapa aku bisa ikut mereka aku yakin mereka membuat aku pingsan" ucap Rahma.
"Kamu tak apa kan" tanya Raya.
"Gak papa Ray" ucap Rahma.
"Syukur lah aku cemas" ucap Raya.
"Rahma aku Senang kau baik baik saja" ucap Iqbal.
"Ya kak" ucap Rahma.
"Lanjut kan saja makan nya" ucap Iqbal.
Mereka berbincang bincang santai di ruangan Rahma apa lagi Rahma juga sudah cukup pulih tapi Dokter belum mengijinkan pulang karena luka Rahma masih ada yang bernanah.
"Oh ya Ray aku punya perjanjian yang akan menguntungkan" ucap Iqbal.
"Apa" tanya Rayhan.
"Setelah anak kita dewasa nanti gimana kalau kita jodoh kan" ucap Iqbal.
"CK kau ini aku gak mau memaksakan kalau Lian atau Ayna yang mau ya boleh tapi kalau gak aku gak akan maksakan" ucap Rayhan.
"Ya aku harap mereka mau jadi kan kita bisa besanan jadi kita semakin dekat" ucap Iqbal.
"Ide mu bagus tapi terserah anak anak saja" ucap Elpan.
Raya dan Rahma hanya tersenyum saja melihat hal itu.
"Oh ya Rahma apa papah kamu datang" tanya Raya.
"Pernah datang tapi dia pulang lagi" ucap Rahma.
"Oh" ucap Raya tak mengungkit lagi tentang papah nya Rahma karena dia tau kalau hubungan kedua nya tak akur.
Siang hari nya mereka masih ada di sana.
Hingga ada seorang suster yang datang ke sana.
"Permisi tuan El mamah anda sudah siuman" ucap Suster itu.
"Mamah sudah sadar" tanya Elpan.
"Ya tuan" ucapnya.
Elpan senang dia langsung pergi dari sana menuju ke arah ruangan mamahnya.
"Mah" ucap Elpan yang langsung mendekat pada mamahnya itu.
"El" ucap Mira.
"Mamah sudah mendingan" tanya Elpan.
"Ya" ucap Mira.
Saat ini Mira belum boleh banyak bicara karena dia baru saja sadar dari koma beberapa hari nya.
Elpan bersyukur karena mamah nya sadar dan sehat.
__ADS_1
Elpan menunggu di sana dia menunggu mamahnya sampai dia benar benar pulih.
Namun Elpan merasa sedih karena saat mamahnya tau kalau Elpan akan kembali lagi pada Rahma pasti mamahnya akan marah apa lagi mamahnya itu sangat tak mendukung atas kebersamaan nya bersama dengan Rahma Mungkin akan sama seperti papahnya Rahma.
Elpan menatap datar dia bingung harus dengan cara apa dia menyakinkan mamah nya bahwa Rahma lah yang terbaik buat nya Elpan juga pusing memikirkan cara untuk meyakinkan papah nya Rahma yang sangat keras kepala itu.
"Semuanya membingungkan aku gak bisa melakukan nya, tapi aku gak rela kalau Rahma harus bersama orang lain" batin Elpan.
Dia meremas rambut nya karena pusing memikirkan hal itu.
Sedangkan Rahma saat ini dia tengah mengasuh Lian bersama dengan raya dan kedua teman suami nya itu.
"Rahma sebenarnya kamu masih mau sama El" tanya Rayhan.
"Ya kak tapi sayang papah seperti nya tak suka kalau aku kembali pada kak El" ucap Rahma.
"Seperti nya orang tua mu dahulu ada masalah" ucap Iqbal menebak.
"Jadi gini katanya dulu itu mamah Mira punya teman dia cinta sama papah cerita nya mereka putus dan papah menikah sama mamah setelah menikah si mantan papah ini menganggap kalau Mamah aku itu pelakor, jadi mamah Mira juga menganggap kalau mamah itu pelakor, setelah lama si wanita itu meninggal entah karena apa yang jelas dia tak depresi atau apa dia meninggal dunia dan Mamah Mira menyalahkan papah atas kematian wanita itu" ucap Rahma.
"Oh pantas mereka tak saling suka" ucap Rayhan.
"Papah nya Rahma dulu laku juga ya" ucap Iqbal.
"Kak Iqbal ini meremehkan saja lihat anak nya aja seperti ini apa lagi papahnya saat muda" ucap Raya.
"Ya sih" ucap Iqbal.
"Oh ya Ray kamu jadi ke acara pernikahan Julia" tanya Rayhan.
"Jadi dong" ucap Raya.
"Apa Julia itu menikah dengan anak buah mu" tanya Iqbal pada Rayhan.
"Bukan dia menikah sama pacar nya, kau tau Rega sekarang ke luar negeri dia mencari kerja di sana Untung saja dia lulusan kuliahan walau pun gak sampai sarjana gitu, dia punya bisnis di sana gak sangka ternyata dia juga punya banyak kenalan di luar negeri, bahkan kau tau dia juga rencana nya akan mengganti identitas nya" ucap Rayhan.
"Oh ya" tanya Iqbal.
"Ya dia berjanji akan melupakan Julia" ucap Rayhan.
"Begitu lah percintaan" ucap Iqbal.
"Karena Julia tau kalau Rega pernah menghabisi seseorang" ucap Rayhan.
"Kasihan sekali Rega" ucap Rahma.
"Ya mau gimana lagi Julia terlanjur patah hati mendengar hal itu" ucap Raya.
Namun pikiran Rahma pokus pada Elpan yang sejak tadi belum kembali juga.
"Oh ya apa kak El sibuk ya dia belum kembali" tanya Rahma.
"Ya dari tadi tak datang datang" ucap Iqbal.
"Kau lihat saja bal" ucap Rayhan.
"Ya baik lah aku akan lihat" ucap Iqbal.
Iqbal melihat ke sana ternyata Elpan tengah duduk di ruangan mamahnya.
"El kamu sedang apa" tanya Iqbal.
"Nunggu mamah" ucap Elpan.
"Rahma nanyain kamu" ucap Iqbal.
"Ya aku akan datang" ucap Elpan.
Tiga hari kemudian Rahma tengah bersiap karena baru saja dia tau kalau dirinya sudah di perbolehkan untuk pulang.
Selama ada di rumah sakit itu Rahma tak pernah datang ke ruangan Mira apa lagi Rahma juga tak pernah keluar dari ruangan itu.
Dia seolah takut pada Mira dia belum siap mendengar kan hinaan dan cacian dari Mira.
"Tiga hari ini papah gak pernah lihat aku ke sini" ucap Rahma menatap pada ruangan itu.
Pintu ruangan itu ada yang membuat Rahma melihat kalau yang datang itu adalah papanya senyuman nya mengembang.
"Pah akhirnya papah datang" ucap Rahma.
"Pulang lah" ucap Argam yang langsung menyeret Rahma untuk keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Pah ada apa" tanya Rahma.
"Tak ada" ucap Argam.
Rahma masuk ke dalam mobil bersama dengan papahnya itu.
"Arman ayo jalan" ucap Argam.
Mobil itu melaju ke arah kediaman Mahoji
"Pah ada apa kenapa terburu buru aku bahkan belum pamitan pada kak El" ucap Rahma.
"Mulai detik ini kamu gak boleh ketemuan Sama El lagi karena tiga hari lagi kamu akan papah nikahkan dengan Arman" ucap Argam.
"Pah jangan egois" geram Rahma.
"Kenapa kamu gak suka ya sudah pergi lah pada Elpan silahkan pergi dan jangan anggap papah sebagai papah kamu lagi" geram Argam.
"Lah gak bisa gitu dong" ucap Rahma protes.
"Keluar dan jangan pernah kembali lagi Rahma" geram Argam.
Seketika Rahma langsung terdiam mendengar hal itu dia tak menyangka kalau papahnya akan membicarakan hal itu padanya.
Sesampainya di sana Rahma terkejut melihat rumah nya yang sudah di hiasi dekorasi untuk acara pernikahan.
Saat ini papah nya itu sedang tak main main apa lagi dia juga sampai mendekorasi rumah nya.
"Pah ada apa ini" tanya Rahma.
"Papah akan nikah kan kamu" ucap Argam.
"Pah yang benar saja aku gak mau" ucap Rahma.
"Rahma jangan membantah" ucap Argam.
Rahma langsung keluar dari mobil dia langsung masuk ke dalam rumah nya karena kesal pada papahnya itu.
"Papah ini main seenak nya saja" batin Rahma.
"Andai Rahma tau aku melakukan ini untuk siapa, dia di butakan dengan Cinta Elpan" geram Argam.
"Tuan apa kita akan mengundang semua orang termasuk rekan bisnis mu" tanya Arman.
"Ya undang saja semuanya" ucap Argam.
"Baiklah aku akan siapkan" ucap Arman yang langsung keluar dari mobil itu.
Argam melihat pada Arman dia bangga pada Arman karena Arman anak yang paling rajin apa pun yang Argam berikan Arman pasti menyelesaikan nya apa lagi kalau Argam lupa Arman lah orang pertama yang akan mengingatkan nya.
"Hanya ini satu satu nya cara untuk aku menjauh kan Rahma dari Elpan, enak saja anak ku di hina habis habisan oleh mereka masa aku tak membalas nya" gumam Argam.
Rahma tengah menangis di kamarnya dia mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Elpan.
📞📞.
"Kak papah sudah nekad dia sudah mendekorasi rumah nya sejak beberapa hari lalu" ucap Rahma.
"Buat apa" tanya Elpan.
"Pernikahan aku dengan Arman" ucap Rahma.
"Ga mungkin" ucap Elpan.
"Beneran kak kau harus segera bertindak" ucap Rahma.
"Baiklah aku akan pikirkan rencananya" ucap Elpan.
"Aku nikah tiga hari lagi kak" ucap Rahma.
📞📞
Elpan terlihat sangat lesu dia tak mungkin bisa membayangkan Rahma bersanding dengan laki laki lain.
"Ada apa" tanya Mira.
"Mah papahnya Rahma akan menikah kan Rahma dan Arman" ucap Elpan.
"Sudahlah" ucap Mira pura pura tak percaya padahal hati nya sangat ingin untuk bicara pada Argam tentang anak mereka itu.
bersambung
__ADS_1