
Satu Minggu kemudian sudah beberapa kali Mira datang pada Argam untuk meminta Rahma kembali tapi sayang Argam selalu menolak nya dengan alasan yang sama yaitu karena Elpan pernah menyakiti Rahma.
Bahkan Rahma juga sekarang sering bertemu dengan Elpan walaupun hanya sembunyi sembunyi karena tak mau papahnya tau kalau dia menemui Elpan.
Bahkan Rahma juga sering bertukar pesan dengan Elpan, hanya itu saja Rahma merasakan jatuh cinta lagi.
Sedangkan Mira saat ini dia tengah menemui Argam yang ada di sebuah cafe yang tak jauh dari sana.
"Baiklah apa yang akan kau katakan sudah beberapa kali kita bertemu dan tetap saja hanya ada pertengkaran di Antara kita" ucap Argam.
"Ayo lah aku mau kau nikahkan lagi anak anak kita" ucap Mira.
"Huhh omong kosong" ucap Argam.
"Aku janji akan menjaga Rahma" ucap Mira.
"Gak aku gak mau" ucap Argam.
"Ya sudah kalau kau tak mau aku saja yang akan menikah kan mereka berdua" ucap Mira.
"Terserah" ucap Argam.
"Baiklah aku akan menikah kan mereka aku nekad Sekarang" ucap Mira.
"Akan aku pasti kan kalau kau tak akan bertemu lagi dengan anak mu kalau kau melakukan itu" ucap Argam.
"Oke bahkan aku juga akan membawa Rahma pergi jauh dari sini" ucap Mira.
"Sudah lah aku gak mau dan aku gak akan merestui hubungan ini" ucap Argam.
"Ada atau tidak nya restu dari mu aku gak perduli" ucap Mira.
"Mira" geram Argam namun sayang sekali karena Mira langsung pergi dari sana.
Argam hanya menghela nafas nya kasar dia tak habis pikir pada kelakuan Mira yang memaksa itu.
"Kalau saja dia berani melakukan itu maka aku tak akan biarkan hal itu terjadi" ucap Argam.
Sedangkan di kediaman Mahoji.
Rahma Tengah bicara dengan Elpan lewat ponsel nya, mereka seperti sedang kasmaran apa lagi hampir tiap hari mereka selalu mengirim pesan.
Argam pulang ke rumah nya dia melihat Rumah yang saat ini sangat sepi dia akan melihat putri nya yang ada di kamar nya di lantai atas.
Dia berjalan ke arah kamar Rahma namun Argam mendengar suara Rahma yang sedang bicara namun entah dengan siapa.
Argam semakin penasaran dia pun mendengar kannya.
Ternyata Rahma tengah bicara dengan Elpan di telpon karena terdengar kalau Rahma bicara sayang sayang an di telpon itu.
"Pasti Rahma dengan Elpan" geram Argam.
Namun tak ada niat untuk dia menangkap basah Rahma, Argam hanya mendengar kan dari luar kamar Rahma saja.
"Gak mungkin kak kau tau kan papah itu seperti apa".
"Ya aku akan tunggu sampai kau membuktikan nya".
"Baiklah kak aku akan masak dulu".
"Dadah Lian".
Suara Rahma yang terdengar oleh Argam dengan cepat Argam langsung pergi dari sana menuju kamar nya supaya tak semakin marah pada Rahma.
Saat ini Rahma sudah berani membohongi Argam dia takut kalau Rahma akan nekad apa lagi Mira juga sudah merestui hubungan mereka.
"Apa aku ijinkan saja mereka bersama lagi ya, tapi aku tak mungkin membiarkan Rahma sakit hati lagi, tapi jika di biarkan pun ini tak mungkin bertahan lama aku pasti kalah oleh cinta mereka" gumam Argam.
Argam bingung dia mendudukan badan nya di kursi.
"Pah" ucap Rahma yang langsung masuk ke dalam kamar papahnya.
"Rahma ada apa" tanya Argam.
"Papah mau makan apa biar aku yang Masakin" ucap Rahma.
"Apa saja yang kamu masakin papah akan makan" ucap Argam.
"Yasudah" ucap Rahma.
Malam hari nya Rahma ijin untuk bertemu dengan teman teman nya bahkan Argam tak percaya pada Rahma sedikit pun kalau dia akan bertemu dengan teman temannya.
Dia memutuskan untuk mengijinkan Rahma berangkat tapi akan ada anak buah nya yang akan mengikuti nya.
Rahma sudah bersiap dia berangkat dengan di antar oleh supir dia langsung naik ke dalam mobil dan menuju cafe yang sudah mereka pesan.
Rahma bahagia karena akan bertemu dengan Lian yang sangat menggemaskan bahkan dia juga sudah tampil cantik hanya untuk Elpan.
Sedang kan di cafe itu Elpan sudah menunggu dengan Lian yang sekarang tengah memakan cemilan bayi.
__ADS_1
Elpan dengan setia menunggu Rahma di sana apa lagi mereka sudah tak bertemu cukup lama.
Rahma sampai di sana dia langsung masuk ke dalam.
"Selamat malam" ucap Rahma.
"Malam" ucap Elpan.
"Kenapa belum memesan" tanya Rahma.
"Kami menunggu kamu" ucap Elpan.
"Baiklah ayo kita makan aku sudah lapar" ucap Rahma.
Mereka makan bersama bahkan Lian juga makan dengan di suapi oleh Rahma dan sesekali oleh Elpan.
"Apa papah mu tak marah" tanya Elpan.
"Dia taunya aku main bersama teman ku" ucap Rahma.
"Oh" ucap Elpan yang langsung menyuapkan makanan ke mulut nya.
"Rencana nya aku dan mamah akan datang ke rumah mu" ucap Elpan.
"Hah untuk apa? Apa mamah mu sudah mau menerima ku" tanya Rahma.
"Mamah menerima kamu sekarang dengan bukti kamu menyelamatkan dia dari pada hidup kamu mamah sudah suka pada mu tapi Mamah belum bias bertemu karena dia takut tak kamu maafkan" ucap Elpan.
"Kenapa begitu" tanya Rahma.
"Ya mamah merasa salah pada mu karena ulahnya dahulu kau jadi seperti ini" ucap Elpan.
"Tapi kak kalau kita gak begini mungkin sampai sekarang kita tak akan punya Lian" ucap Rahma.
"Ya sih" ucap Elpan tersenyum.
Sedang kan di sisi lain ada seseorang yang tengah memata matai Rahma dan Elpan dia langsung mengambil foto Rahma dan Elpan yang sedang makan dan mengirim kan nya pada Argam.
Saat melihat nya Argam cukup marah pada Rahma karena dia berbohong padanya tetapi dari kejadian itu Argam berpikir kalau sebenarnya dia lah yang salah dia juga yang sudah mengekang Rahma sehingga Rahma harus berbohong.
"Aku harus apa aku masih kecewa pada Elpan tapi sekarang bagaimana bahkan mereka sudah berani berbohong pada ku" gumam Argam.
Argam mencoba memikirkan jalan keluar nya baru saja hubungan dia dan Rahma akur kalau Argam memarahi Rahma lagi maka Rahma akan semakin Ben ci padanya.
Satu hal yang Argam sesali adalah kesalahan Elpan di masa lalunya.
Malam hari nya Rahma ijin untuk bertemu dengan teman teman nya bahkan Argam tak percaya pada Rahma sedikit pun kalau dia akan bertemu dengan teman temannya.
Dia memutuskan untuk mengijinkan Rahma berangkat tapi akan ada anak buah nya yang akan mengikuti nya.
Rahma sudah bersiap dia berangkat dengan di antar oleh supir dia langsung naik ke dalam mobil dan menuju cafe yang sudah mereka pesan.
Rahma bahagia karena akan bertemu dengan Lian yang sangat menggemaskan bahkan dia juga sudah tampil cantik hanya untuk Elpan.
Sedang kan di cafe itu Elpan sudah menunggu dengan Lian yang sekarang tengah memakan cemilan bayi.
Elpan dengan setia menunggu Rahma di sana apa lagi mereka sudah tak bertemu cukup lama.
Rahma sampai di sana dia langsung masuk ke dalam.
"Selamat malam" ucap Rahma.
"Malam" ucap Elpan.
"Kenapa belum memesan" tanya Rahma.
"Kami menunggu kamu" ucap Elpan.
"Baiklah ayo kita makan aku sudah lapar" ucap Rahma.
Mereka makan bersama bahkan Lian juga makan dengan di suapi oleh Rahma dan sesekali oleh Elpan.
"Apa papah mu tak marah" tanya Elpan.
"Dia taunya aku main bersama teman ku" ucap Rahma.
"Oh" ucap Elpan yang langsung menyuapkan makanan ke mulut nya.
"Rencana nya aku dan mamah akan datang ke rumah mu" ucap Elpan.
"Hah untuk apa? Apa mamah mu sudah mau menerima ku" tanya Rahma.
"Mamah menerima kamu sekarang dengan bukti kamu menyelamatkan dia dari pada hidup kamu mamah sudah suka pada mu tapi Mamah belum bias bertemu karena dia takut tak kamu maafkan" ucap Elpan.
"Kenapa begitu" tanya Rahma.
"Ya mamah merasa salah pada mu karena ulahnya dahulu kau jadi seperti ini" ucap Elpan.
"Tapi kak kalau kita gak begini mungkin sampai sekarang kita tak akan punya Lian" ucap Rahma.
__ADS_1
"Ya sih" ucap Elpan tersenyum.
Sedang kan di sisi lain ada seseorang yang tengah memata matai Rahma dan Elpan dia langsung mengambil foto Rahma dan Elpan yang sedang makan dan mengirim kan nya pada Argam.
Saat melihat nya Argam cukup marah pada Rahma karena dia berbohong padanya tetapi dari kejadian itu Argam berpikir kalau sebenarnya dia lah yang salah dia juga yang sudah mengekang Rahma sehingga Rahma harus berbohong.
"Aku harus apa aku masih kecewa pada Elpan tapi sekarang bagaimana bahkan mereka sudah berani berbohong pada ku" gumam Argam.
Argam mencoba memikirkan jalan keluar nya baru saja hubungan dia dan Rahma akur kalau Argam memarahi Rahma lagi maka Rahma akan semakin Ben ci padanya.
Satu hal yang Argam sesali adalah kesalahan Elpan di masa lalunya.
Mira dan Elpan datang ke rumah Rahma bahkan Argam tak menyambut nya dia hanya diam saja tanpa bicara apa pun.
"Rahma kedatangan aku kemari aku ingin meminta maaf pada mu maafkan aku ya aku salah dulu" ucap Mira.
Rahma terkejut karena mendengar mantan mertua nya itu yang meminta maaf padanya padahal dahulu dia sangat susah untuk meminta maaf.
Jangan kan minta maaf untuk mengakui kesalahannya pun dia sangat susah.
Tapi sekarang Rahma baru saja mendapatkan keajaiban dari Tuhan karena mertuanya itu meminta maaf padanya.
"Kesalahan aku terlalu patal pada mu" ucap Mira lagi.
"Tak apa" ucap Rahma.
"Baiklah aku mau membicarakan tentang pernikahan sekarang kemarin papah kamu bilang kalau aku boleh menikah kan kalian" ucap Mira.
"Hah benarkah" tanya Rahma dan Elpan tak percaya.
"Aku tidak pernah berkata begitu" ucap Argam datar.
"Bukan kah kata mu terserah aku jadi ini kemauan aku" ucap Mira.
"Pokok nya tak ada pernikahan" ucap Argam.
"Baiklah aku akan culik Rahma dan membawa nya jauh dari mu" ucap Mira.
"Silahkan" ucap argam.
"Baiklah Rahma ayo kita pergi saja ada atau tidak nya Restu dari papah kamu itu tak akan merubah apa pun" ucap Mira.
"Hey berani sekali kau" ucap Argam.
"Ijin kan mereka menikah" ucap Mira.
"Tak akan" ucap Argam.
"Ya sudah" ucap Mira yang akan bangkit dan langsung pergi membawa Rahma juga.
"Ya ya aku akan ijinkan tapi dengan satu syarat" ucap Argam.
Senyuman Rahma terlukis di bibir nya.
"Baiklah apa" tanya Mira.
"El jangan menyakiti Rahma lagi kalau aku melihat atau mendengar El berbuat macam macam lagi maka aku tak akan segan segan memutus kan hubungan mereka bahkan aku juga akan membawa Rahma jauh dari nya" ucap argam.
Elpan tersenyum dia langsung mendekat pada Argam dia juga langsung bersimpuh di kaki Argam.
"Terima kasih pah" ucap Elpan.
"Sudah lah aku cape" ucap Argam yang langsung pergi dari sana.
Elpan merasa sangat senang dia langsung memeluk Rahma.
"Kita akan menjadi suami istri lagi aku terima kasih sudah menerima aku kembali" ucap Elpan.
"Ya" ucap Rahma yang tak kalah senang.
Dengan sangat antusias Mira mempersiapkan acara pernikahan itu bahkan Rahma juga ikut mempersiapkan nya hubungan nya dengan Mira dan Zahra bahkan mereka juga akur.
"Di mana papah kamu" tanya Mira.
"Ada di kamarnya" ucap Rahma.
"Dia marah kah pada ku" ucap Mira.
"Tidak mah" ucap Rahma.
"Aku tak sangka ternyata dia sangat keras kepala" ucap Mira.
"Dia memang keras kepala mah" ucap Rahma.
Mereka mempersiapkan acara itu lagi.
Sedang kan Argam saat ini dia melihat acara itu dari lantai atas dia marah namun sebagai seorang ayah dia juga ingin putri nya bahagia.
"Rahma aku hanya mau kau bahagia tapi jika dengan ini kau bahagia maka aku akan ikhlas kan saja" gumam Argam.
__ADS_1
bersambung