
Pagi hari nya Rahma sudah bersiap karena akan ke kampus, semalam Elpan tidur di kamar Wanda dan Rahma hanya sendiri saja di kamar nya.
Rahma sudah memasak makanan sejak pagi sekali karena Rahma mau Elpan makan dulu sebelum ke kantor.
Bahkan Rahma juga memasak banyak karena tau kalau mamah dan Wanda tak akan mau memasak.
Mereka semua langsung keluar dari kamarnya, Mira Duduk di meja makan dengan ponsel yang ada di tangan nya.
"Buatkan mamah susu hangat" ucap Mira tanpa melihat Rahma sedikit pun.
Rahma langsung membuatkan susu hangat untuk Mira, Rahma menyajikan nya tepat di hadapan Mira.
"Bangun kan El" ucap Mira.
"Dia tidur di kamar Mbak Wanda" ucap Rahma.
"Baik lah biarkan saja takut nya ganggu" ucap Mira.
Rahma langsung sarapan lebih dahulu, saat ini Rahma makan dengan sangat lahap karena akan menjalani hari yang cukup berat di kampus.
"Mah aku berangkat" ucap Rahma.
"Ya" ucap Mira ketus.
Rahma langsung keluar dari rumah nya namun Rahma melihat ada dua orang yang memakai Jas hitam berdiri di ambang pintu.
"Mau apa kalian" tanya Rahma.
Rahma takut karena masih ingat dengan kejadian penculikan yang terjadi di villa.
"Mau apa kalian jangan mendekat" ucap Rahma.
"Nona kami pengawal tuan El kami di tugas kan untuk menjaga anda" ucapnya.
"Aku, kenapa menjaga aku" tanya Rahma.
"Entah" ucapnya.
Rahma berjalan melewati orang itu karena taksi yang dia pesan sudah datang, Rahma mempercepat langkahnya dia tak mau orang orang itu mengikuti nya.
Namun tetap saja kedua orang itu mengikuti Rahma bahkan mereka mempercepat langkah mereka supaya bisa mengejar Rahma.
Rahma langsung masuk ke dalam taksi itu.
"Pak jalan" ucap Rahma menyuruh supir melajukan mobilnya.
"Nona" teriak kedua orang itu.
Rahma akhirnya bisa bernafas lega karena orang itu lagi mengikuti nya.
"Kak El ini kenapa, harus menugaskan kedua orang itu untuk menjaga ku" gumam Rahma.
Sesampainya di kampus Rahma langsung masuk ke dalam namun tanpa Rahma sadar kedua orang yang menjaganya itu sudah ada di sana dan mengawal Rahma.
Rahma tak sadar dia hanya pokus saja berjalan, mata Rahma merasa aneh saat melihat orang orang melihat dirinya dan bahkan ada orang yang tertawa melihatnya.
"Apa aku memakai baju yang salah sekarang" gumam Rahma melihat bajunya.
Rahma menatap pada setiap orang yang menatap nya namun Rahma mempokuskan pada apa yang mereka lihat namun ternyata mereka melihat kepala orang yang ada di belakang Rahma.
"Aaaa" Rahma terkejut melihat mereka yang sudah ada di belakang nya.
"Selamat pagi nona" ucapnya.
"Astaga kenapa kau mengikuti aku" tanya Rahma.
"Kami di perintahkan nona" ucapnya.
"Pulang lah" ucap Rahma.
"Tidak bisa nona kata tuan kami jangan mendengar kan ucapan mu tapi kami harus mendengar kan ucapan Dia" ucapnya.
"Terserah pokok nya kalian harus segera pulang aku tak mau melihat kalian lagi" ucap Rahma.
"Tidak akan nona" ucap nya.
"Apa kalian akan belajar bersama dengan aku" tanya Rahma.
"Kalau boleh ayo nona" ucapnya.
"Berani sekali kalian" geram Rahma.
"Kami akan tunggu di luar nona" ucapnya.
"Begitu lebih bagus" ucap Rahma.
Sampai kelas di mulai, kedua orang itu menunggu di ambang pintu kelas Rahma.
Jujur saja Rahma merasa risih apa lagi Dosen selalu melihat nya karena tak mau kelasnya terganggu orang lain.
"Rahma" ucap Dosen.
"Ya Bu" tanya Rahma.
"Lain kali kalau punya kaki tolong di bawa ke kampus" ucapnya.
Rahma paham pada ucapan nya.
"Ya Bu" ucap Rahma.
Hingga istirahat Rahma makan pun di temani oleh dua orang itu.
"Kau sengaja membayar mereka" tanya Raya.
"Bukan aku tapi kak El" ucap Rahma.
"Rah entah lah tapi aku berpikir kau harus membujuk kak El untuk tak mengirim kan body guard yang sangat nguntit ini" ucap Julia.
__ADS_1
"Aku akan coba aku juga tak mau begini Jul, aku merasa risih apa lagi para teman kampus menertawai aku" ucap Rahma.
"Kau bujuk saja kak El" ucap Raya.
Kevin datang ke sana sambil membawa makanan yang ada di atas nampan nya.
"Kevin" ucap Rahma.
"Apa" tanya Kevin ketus.
"Bisa kita bicara" tanya Rahma.
"Sebentar saja aku tak punya waktu" ucap Kevin.
"Ya" ucap Rahma yang langsung mendekat pada meja Kevin.
"Apa" tanya Kevin.
"Aku mau minta maaf pada kejadian waktu itu aku sangat malu dengan kakak ipar Mu" ucap Rahma.
"Tak apa santai saja" ucap Kevin.
"Sekali lagi maaf" ucap Rahma.
"Tak apa" ucap Kevin datar dan singkat.
Rahma melihat kedua orang penjaga itu menatap Rahma tajam.
"Seperti nya kau marah pada ku" tanya Rahma.
"Aku marah" ucap Kevin ketus.
"Ada apa? Apa aku punya salah" tanya Rahma.
"Kau salah karena sudah membiarkan suami mu menikah lagi, Rahma tak bisa kah kau mempertahankan nya" tanya Kevin.
"Tapi bagaimana caranya" tanya Rahma.
"Sudah lah percuma" ucap Kevin.
"Aku minta maaf" ucap Rahma.
"Kamu minta lah cerai pada suami mu, dan menikah lah dengan ku" ucap Kevin terasa sangat enteng.
"Hah tapi Kevin tak akan segampang itu" ucap Rahma.
"Bilang saja kau cinta kan pada suami mu sampai kau tak bisa melepaskan nya dan lebih rela di madu" ucap Kevin.
"Maafkan aku" ucap Rahma.
"Kau terlalu polos Rahma" ucap Kevin.
"Tapi Kevin aku hanya berusaha bertahan" ucap Rahma.
"Sudah lah aku mau pergi, penjaga mu melihat ku dengan sinis" ucap Kevin yang langsung pergi dari sana.
"Ada apa" tanya Raya.
"Gak ada" ucap Rahma.
"Tapi kenapa Kevin marah pada mu" tanya Julia.
"Dia ngelarang aku untuk di madu, lalu bagai mana lagi sudah terjadi juga bahkan mbak Wanda saja sudah hamil" ucap Rahma.
"Rahma maafkan aku" ucap Raya.
"Aku maafkan" ucap Rahma.
"Bukan begitu, aku dulu pernah lihat sebelum kak El menikah dengan Madu mu itu aku melihat Mbak Wanda di rumah sakit" ucap Raya.
"Mau apa dia di rumah sakit" tanya Rahma.
"Cerita nya begini" ucap Raya.
Cerita Raya...
Di rumah sakit beberapa hari yang lalu, Raya tengah berjalan ke arah ruangan dokter.
Brughh
Raya terjatuh karena ada seorang wanita yang menubruk Raya,
"Awss" raya meringis.
"Nona kau tak apa" tanya wanita itu yang sudah pasti adalah Wanda istri keduanya Elpan.
"Tak apa" ucap Raya yang langsung bangun dan itu pun di bantu oleh Wanda.
Sebuah amplop hasil pemeriksaan medis jatuh ke lantai dari saku celana Wanda yang menubruk Raya.
"Maaf Nona saya harus pergi saya buru buru" ucap Wanda.
"Ya" ucap Raya.
Wanda itu pergi dari sana meninggalkan Raya dengan berlari.
Namun mata Raya fokus melihat amplop itu.
"Apa itu milik dia" gumam Raya sambil mengambil amplop itu namun tanpa sengaja ada sebuah tes pack yang jatuh dari amplop itu.
Raya melihat kalau hasil nya itu positif.
" Mungkin ini milik Mbak tadi" gumam Raya.
Karena takut nya Wanda datang lagi untuk mencari maka Raya akan memberikan nya pada Dokter.
"Dia sudah pergi, aku akan titip kan pada dokter saja takut nya dia akan datang lagi ke sini" gumam Raya.
__ADS_1
******
"Begitu cerita nya" ucap Rahma.
"Jadi bisa kita simpulkan kalau Mbak Wanda itu sudah hamil sebelum menikah" ucap Julia.
"Mungkin saja" ucap Raya.
"Kau tak salah lihat kan" tanya Rahma memastikan.
"Tidak mungkin aku tau betul wajahnya" ucap Raya.
"Tapi itu tak mungkin karena kak El tak mungkin melakukan hal itu sebelum menikah kan" ucap Rahma.
"Tapi Rahma apa jangan jangan mbak Wanda itu hamil anak orang" ucap Julia.
"Hussh kau ini ngarang saja" ucap Raya.
"Tapi bisa jadi kan" ucap Julia.
"Aku bingung dengan pernyataan ini" ucap Rahma.
"Apa lagi aku" ucap Julia.
"Sudah lah jangan terlalu di pikirkan" ucap Raya.
"Tapi Ray aku harus selidiki ini ada apa" ucap Rahma.
"Ya" ucap Raya.
Siang harinya jam pelajaran sudah selesai, Rahma berjalan mengendap endapan dari arah kelas nya, dia tak mau penjaga nya itu tau kalau Rahma akan melarikan diri.
"Apa mereka melihat ku" gumam Rahma.
Rahma mengendap endap terlihat kalau kedua penjaga itu masih sibuk berdiri mematung.
"Aku akan bujuk kak El supaya orang orang itu bisa diam tak membuntuti aku lagi" gumam Rahma.
Rahma akhirnya bisa juga keluar walau pun harus jalan belakang kampus Karena kalau jalan depan penjaga itu akan sadar bahwa Rahma pergi.
Rahma sudah sampai di luar gerbang dia melihat taksi yang berhenti di hadapan nya.
Rahma langsung masuk dan pergi dari sana.
"Mau ke mana nona" tanya supir taksi itu.
"Bawa aku ke perusahaan papah" ucap Rahma.
"Baik lah" ucapnya.
"Kau tau perusahaan papah" tanya Rahma.
Supir taksi Abal Abal itu menelan ludah nya.
"Saya hanya menjalankan mobilnya saja Nona, saya tak tau tapi saya yakin arah nya ke sini" ucap supir taksi itu.
"Oh baik lah, perusahaan Mahoji" ucap Rahma.
"Baik nona" ucapnya.
Rahma memijat keningnya, kepalanya terasa mau pecah apa lagi permasalahan ini belum juga selesai malah di tambah lagi.
Sedangkan di kampus penjaga itu tengah mencari Rahma yang sekarang entah kemana.
Semua ruangan sudah mereka cari namun tak menemukan Rahma.
"Kau lihat nona Rahma" tanya nya dengan nada tegas.
"Gak lihat" ucap teman Rahma.
"Jangan bohong" ucapnya.
"Siapa yang bohong" ucap teman Rahma.
"Hugh kita kehilangan nona Rahma" geram nya.
"Ayo cari lagi" ucapnya.
Sesampainya di Perusahaan papahnya, Rahma langsung masuk ke dalam dia ingin menemui papahnya karena sudah lama ini Rahma tak menemui nya.
Rahma langsung masuk ke dalam ruangan nya terlihat ada seorang wanita cantik yang tengah duduk mengobrol bersama dengan Argam.
"Pah" ucap Rahma.
"Rahma kau datang" tanya Argam.
"Ya pah" ucap Rahma.
"Oh ya ini kenalin dia Tante Sindi teman papah" ucap Argam.
"Selamat siang Tante" ucap Rahma.
"Siang" ucap nya tersenyum pada Rahma.
"Sudah lama nak kamu tak melihat papah, apa kau lupa pada ku" tanya Argam.
"Papah ini masa lupa" ucap Rahma.
"Lalu kemana saja kamu" tanya Argam.
"Pah aku liburan ke villa selama satu Minggu ini" ucap Rahma.
"Wah pantas lupa sama papahnya" ucap Argam.
"Pah aku gak akan lupa" ucap Rahma yang langsung ikut mengobrol dengan mereka.
bersambung
__ADS_1