Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 17: perhatian Elpan pada Wanda


__ADS_3

Sore hari nya setelah Elpan pulang dari kantor dia tak membiarkan Wanda pulang sejak tadi, dia akan mengajak Wanda ke suatu tempat.


"Kita akan ke mana" tanya Wanda.


"Kau ikut Saja" ucap Elpan.


"Oh baik lah" ucap Wanda.


Mereka menuju ke arah pusat perbelanjaan yang sangat besar, mata Wanda berbinar mendapati banyak sekali deretan pakaian yang bagus bagus di sana.


"El ini beneran kan" tanya Wanda pura pura padahal dalam hati nya dia sangat senang apa lagi beberapa hari ini dia tak belanja karena tak ada uang.


"Ya Ayo kita belanja sebanyak mungkin untuk mu, apa lagi kan ibu hamil tak boleh pakai baju yang ketat jadi kita beli yang longgar ya" ucap Elpan.


"Ya baik lah ayo" ucap Wanda.


Wanda mencari baju hamil yang mirip daster tapi ini lebih mewah dari sekedar daster.


"Boleh aku ambil yang ini" tanya Wanda.


"Tentu saja boleh" ucap Elpan.


"El kau baik sekali" ucap Wanda.


"Ambil saja apa yang kamu inginkan" ucap Elpan.


Sedangkan di kediaman Elpan, saat ini Mira mendapatkan kabar kalau Elpan mengajak Wanda belanja.


Mira punya ide bagus untuk membuat Rahma sedih.


"Rahma" sahut Mira berteriak di ruang tamu.


"Ya mah" sahut Rahma sambil melangkah menuruni anak tangga.


"Ikut mamah ke mall" ucap Mira.


"Tapi mah mau apa" tanya Rahma.


"Kita belanja, kalau kau mau El semakin dekat dengan mu maka kau harus memakai baju bagus, minimal gaun lah bukan celana kulot" ucap Mira ketus.


"Ya baik lah aku ambil dulu tas" ucap Rahma.


Rahma mengambil tas dari kamarnya,


Dia melihat pantulan diri nya di cermin.


"Apa aku jelek ya, apa ada yang salah dengan penampilan ku, selama ini tak ada yang mengkoreksi pakaian ku" gumam Rahma.


Dia berjalan ke arah lantai bawah di sana sudah ada mamah mertua nya yang sudah siap.


"Kau lama sekali" geram Mira.


"Maaf mah" ucap Rahma.


Semakin lama Mira Semakin tak suka pada Rahma, bahkan secara blak blakan Mira bersikap ketus pada Rahma.


Mereka naik mobil di mall yang besar di kota itu.


Sesampainya di sana mereka langsung masuk ke dalam mall.


Namun Elpan saat ini tengah berada di lantai dua dia melihat Rahma dan mamahnya juga ada di sana.


"Gawat" gumam Elpan.


"Ada apa El" tanya Wanda.


"Wan kamu belanja sendiri saja ya ada Rahma di sini aku tunggu di mobil, ini ambil lah ATM aku pin nya 235689" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana.


"Tapi El" ucap Wanda.


Wanda menatap kepergian Elpan yang seperti ketakutan itu.


"Kenapa Tante Mira harus datang sih, ganggu saja" gumam Wanda kesal.


Wanda melanjutkan belanja nya.


Sedangkan saat ini Mira tengah melihat lihat karena dia ingin melihat putranya yang sekarang tengah bersama dengan Wanda.


Saat ini Mira sangat senang karena Wanda mengabarkan kalau dia hamil anak Elpan, karena rencana Waktu itu berhasil, jadi Mira semakin ingin menyingkirkan Rahma dan ingin menjadi kan Wanda sebagai istri Elpan.

__ADS_1


Namun Rahma saat ini melihat seorang laki laki dengan badan yang tegap dan wajah yang tampan, tengah berjalan tergesa gesa.


"Kak" sahut Rahma.


Elpan yang berusaha menghindari Rahma pun langsung menyesal karena dia tak menyamar terlebih dahulu.


"Mampus aku" gumam Elpan.


"Rahma kau ada di sini dengan siapa" tanya Elpan.


"Ya kak, mamah ajak ke sini, lalu kamu sedang ada di sini kak" tanya Rahma.


"Oh tadi aku ajak klien datang kemari, tuan Henry katanya dia mau belanja" ucap Elpan.


"Oh, kalau begitu mas ayo ikut belanja" ucap Rahma.


"Ya ayo" ucap elpan tak berani nolak.


"Mah lihat ada kak El juga" ucap Rahma.


"El kau di sini" tanya Mira pura pura gak tau.


"Ya mah" ucap Elpan.


"Baik lah ayo kita belanja ke atas, mamah mau lihat pakaian yang kekinian" ucap Mira.


"Gawat mamah ngajak ke atas, aku yakin Wanda masih di atas" gumam Elpan.


"Ada apa kak" tanya Rahma.


"Gak aku hanya berpikir saja, suatu kebetulan bukan kita bertemu di sini" ucap Elpan.


"Kalau jodoh memang begitu kak" ucap Rahma.


"Ya sih" ucap Elpan.


Mata Mira melihat ada Wanda yang sekarang tengah memiliki pakaian.


"Ayo kita ke sana" ucap Mira.


"Ya" ucap Rahma.


"Ah kak itu terlalu pendek" ucap Rahma.


"Bagus Rah, oh ya aku akan ke sana dulu melihat dasi untuk aku" ucap Elpan berbohong padahal dia ingin melihat lihat Wanda.


Rahma tak memperhatikan jalan dia malah melihat layar ponsel nya yang sekarang tengah berada di tangan nya.


Namun tiba tiba Wanda berjalan ke sana, dia sengaja hendak menjebak Rahma yang saat ini sedang tak fokus pada jalanan.


"kesempatan" gumam Wanda.


Sedangkan Mira dia tengah melihat Rahma dan Wanda yang hampir saja tubrukan.


Brugh


Mereka bertubrukan lebih tepat nya Wanda yang menubrukan diri nya sendiri pada Rahma.


Hingga sekarang mereka terduduk di lantai.


"Awwss" Wanda meringis kesakitan.


Elpan yang melihat pun langsung berlari ke arah mereka, namun bukan nya menolong Rahma Elpan malah menolong Wanda yang sekarang tengah mengiris kesakitan.


"Kamu tak apa" tanya Elpan sambil membangunkan Wanda dari lantai.


Rahma melihat adegan itu, bahkan setelah berdiri Wanda berakting kalau kakinya kesakitan dan tak bisa menyentuh lantai.


"Awwsss" ringis Wanda yang hampir jatuh namun di tangkap oleh Elpan.


Rahma melihat hal itu, hati Rahma tak tega namun mau bagai mana lagi Rahma tak bisa bicara apa lagi banyak sekali orang yang melihat mereka.


Rahma terbangun dia mencari ponsel nya yang tadi jatuh ke lantai.


"Kemana ponsel ku" gumam Rahma.


Namun ada seorang bapak bapak yang tanpa sengaja menginjak ponsel Rahma sehingga membuat kaca ponsel itu retak.


"Ponsel ku" ucap Rahma yang langsung jongkok yang hendak mengambil ponsel itu.

__ADS_1


Saat ini Orang orang mengklaim kalau Rahma sujud pada bapak itu.


"Tuan ponsel saya" ucap Rahma menatap pada bapak itu.


"Ponsel" tanya nya, dia langsung sadar dan Langsung mengangkat kaki nya.


"Maaf kan saya nona saya tak melihat" ucap bapak itu.


"Tak masalah" ucap Rahma mengambil ponsel itu.


"Kaca ponsel mu pecah biar aku gantikan" ucapnya.


"Tak usah tak apa" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana menuju ke arah Elpan.


Namun tanpa malu Elpan masih memegang bahu Wanda, padahal Wanda sudah baik baik saja.


"Memalukan" geram Mira pada Rahma.


"Apa mah" tanya Rahma.


"Sudah mah stop" ucap Elpan.


"Kamu tak apa Wanda, maafkan Rahma dia kalau jalan memang tak melihat" ucap Mira.


"Tak apa Tante hanya kaki ku saja yang keseleo" ucap Wanda.


"Apa perut mu tak apa apa" tanya Elpan.


"Perut" tanya Rahma heran karena El menanyakan perut Wanda.


"Aku tak apa El" ucap Wanda.


"Syukur lah" ucap Elpan.


"Oh ya Wanda kamu masih belanja atau sudah selesai" tanya Mira.


"Rencana nya aku mau pulang Tante" ucap Wanda.


"Wanda sebagai rasa minta maaf Tante pada mu karena ulah Rahma, mau ya kamu di antar El pulang, Tante tak mau kamu kenapa kenapa" ucap Mira.


"Tak usah Tante aku bisa sendiri" ucap Wanda.


"Jangan begitu Wanda ini juga karena Rahma kaki kamu jadi keseleo" ucap Mira.


"Ya Wanda aku antar ya" ucap Elpan yang sama saja seperti mamahnya.


Rahma hanya menatap mereka saja, mau bicara pun dia tak tau harus bicara apa, apa lagi El terlihat sama saja seperti mamah nya.


"Tapi El tak usah" ucap Wanda.


"Jangan menolak Wanda semakin kamu menolak maka Tante semakin merasa bersalah" ucap Mira.


"Jangan begitu Tante, tapi apa aku tak akan merepotkan" tanya Wanda.


"Gak merepotkan ayo" ucap Elpan.


"Baik lah" ucap Wanda.


Elpan menuntun Wanda berjalan menuju ke arah parkiran.


Saat Rahma ingin ikut Mira Langsung mencekal tangan Rahma kuat.


"Mah lepas aku mau ikut" ucap Rahma.


"Diam di sini karena ulah mu, Wanda hampir celaka" geram Mira.


"Mah aku mau susul kak El" ucap Rahma mencoba melepas kan tangan nya.


"Diam atau aku akan buat kau tau rasa" ucap Mira pada Rahma.


Namun dengan sekuat tenaga Rahma melepas kan tangan nya dari cekalan mamah mertua nya itu.


Rahma langsung lari menuju ke arah parkiran namun sayang mobil Elpan sudah melaju meninggalkan mall itu.


Air mata Rahma terjatuh, istri yang mana yang akan rela kalau suami nya bersama dengan wanita lain, apalagi tadi Elpan sangat perhatian pada Wanda.


Namun dengan cepat Rahma menghapus air matanya, karena Rahma tak mau kalau sampai orang orang tau dia menangis.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2