
Persiapan sudah hampir sembilan puluh persen hanya tinggal menunggu hari h nya saja.
Rahma dan Elpan pun sekarang sudah di pingit jadi mereka tak boleh ketemu selama dua hari ini.
Rahma menatap acara pernikahan nya yang di siapkan oleh mertuanya sendiri Rahma merasa cukup senang karena kali ini pernikahan keduanya yang akan sangat berkesan.
Papah nya datang ke sana dia bahagia melihat Rahma bisa tersenyum lagi bahkan senyum Rahma sekarang terlihat sangat tulus.
"Pah" ucap Rahma.
"Kamu senang" tanya Argam.
"Ya aku senang" ucap Rahma.
"Syukur lah" ucap Argam.
"Pah sebenarnya papah setuju gak aku menikah dengan kak El" tanya Rahma.
"Mau bagaimana lagi ya papah harus setuju apa lagi waktu nya juga sudah dekat kan" ucap Argam.
"Terima kasih pah" ucap Rahma yang langsung memeluk papahnya.
"Oh ya Rahma kalau kalian menikah kalian tak akan punya anak karena El kan" ucap Argam tak melanjutkan perkataannya.
Rahma tersenyum.
"Pah jangan khawatir kalau memang sudah Milik nya mungkin aku akan mengandung" ucap Rahma.
"Ya pergi lah ke luar negeri banyak pengobatan di sana" ucap Argam.
"Ya pah" ucap Rahma.
Sedangkan di rumah sakit saat ini Elpan tengah menunggu hasil karena dia mengecek kesuburan lagi, rasa tak percaya diri hinggap di hati Elpan karena dia berpikir kalau dia mandul dan selama pernikahan mereka tak akan punya anak.
"Tuan Elpan" ucap suster memanggil Elpan.
"Ya" Uda Elpan yang langsung ikut suster itu masuk ke dalam ruangan dokter pribadi nya.
Elpan menghadap dokter laki laki yang bernama dokter Ari, Elpan duduk saja dia tak berani menanyakan hasilnya pada dokter itu.
"Dok" hanya itu yang bisa Elpan ucapkan.
"Tuan El dari hasil nya anda negatif ya saya paham mungkin karena pola hidup tuan El yang kurang baik Sehingga mengakibatkan hal ini terjadi, tuan ada saran dari saya kalau anda mau pulih ada pengobatan di luar negeri yang cukup akurat dan banyak yang berhasil di sana, ya itu pun kalau anda mau tuan" ucap Dokter.
"Baiklah tolong Persiapkan" ucap Elpan.
"Baik tuan" ucap Dokter.
Kecewa? Tentu saja Elpan kecewa karena baru kali ini dia mendengar kenyataan yang sangat menyakitkan apa lagi dahulu Elpan sampai menghina Rahma karena dia lebih percaya pada Wanda Padahal yang mandul itu justru dirinya.
Elpan pulang ke rumah nya dia cukup bersyukur karena ada Lian yang bisa menghibur nya walaupun bukan anak nya tapi dia merasa kalau dia punya anak sendiri.
"Sayang" ucap elpan yang langsung menggendong Lian.
"El bagaimana hasil nya" tanya Mira.
__ADS_1
"Negatif mah" ucap Elpan.
"Kamu tanya kan pada dokter pengobatan nya" tanya Mira.
"Udah dia menyarankan aku untuk ke luar negeri" ucap Elpan.
"Pergi saja sekalian bulan madu kan" ucap Mira.
"Ya mah" ucap Elpan tersenyum karena ucapan mamahnya itu ada benarnya juga.
Malam hari nya Rahma melihat berkas berkas yang menurut nya sangat tak masuk akal, karena di sana terlihat kalau penghasilan dan pengeluaran malah lebih banyak pengeluaran padahal seingat Rahma perusahaan itu cukup berkembang kemarin kemarin.
Rahma heran dia melihat tanggal pengeluaran nya itu ternyata bulan kemarin saat perusahaan tak Rahma pegang.
"Apa papah tak tau kalau pengeluaran nya itu sangat besar, ini tak masuk akal" gumam Rahma yang langsung berjalan ke arah kamar papahnya.
"Pah ini kenapa uang perusahaan pengeluaran nya sangat banyak sekali" tanya Rahma.
Saat itu di sana ada Arman yang tengah bicara dengan papahnya.
"Mana" tanya Argam.
Argam melihat nya dan ternyata benar hari itu uang keluar Sangat banyak apa lagi Argam rasa tak ada yang ia lakukan sehingga harus mengeluarkan uang sangat banyak.
"Papah gak sadar ya" gumam Argam.
"Mana Rahma coba saya lihat" tanya Arman.
Arman melihat nya dan ternyata benar, Arman jelas saja tak tau karena sudah beberapa bulan ini Arman di pindahkan ke gudang Argam memerintah Arman untuk mengawasi anak buah nya di gudang karena dari dulu banyak sekali yang melakukan kecurangan.
"Aku tau siapa yang melakukan nya" ucap Arman.
"Siapa" tanya Rahma.
"Pasti pak Raka" ucap Arman.
"Hmm kau yakin" tanya Rahma ragu.
"Gak terlalu yakin apa lagi aku gak tau dia ambil nya, tapi pasti dia Karena dulu juga pernah dikit sih cuman seratus ribu tapi sekarang banyak sekali" ucap Arman.
"Berani sekali dia" ucap Argam.
"Tapi kita ga boleh gegabah kita harus cari tau dulu" ucap Rahma.
"Ya juga sih" ucap Argam.
"Aku akan cari tau" ucap Arman.
"Terima kasih Arman" ucap Argam.
Namun Argam masih tak percaya pada hubungan nya dengan istri nya.
"Oh ya bagai mana hubungan mu dengan istri mu" tanya Argam.
Arman berusaha terlihat tenang walau pun sebenarnya rumah tangga nya di ambang kehancuran apa lagi tak ada keharmonisan di antara mereka.
__ADS_1
"Lumayan sih tapi ada sedikit canggung" ucap Arman yang langsung lolos saja dari mulut nya.
"Canggung bukan nya kalian sepasang kekasih dulu nya" tanya Argam.
Arman menelan ludah nya.
"Ya tuan tapi tetap saja" ucap Arman.
"Sudah lah pah jangan menggoda Arman kaya yang papah gak pernah muda saja" ucap Rahma.
"Ya deh ya" ucap Argam.
Pagi hari nya para tamu banyak yang datang bahkan Arman juga datang bersama dengan istri nya.
Terlihat kalau hubungan mereka sangat tak ada romantis romantis nya Rahma paham pada hal itu tapi mereka berusaha untuk terlihat romantis.
Hari ini adalah acara siraman Rahma jadi banyak tamu yang hadir dan akan melihat Rahma siraman.
Acaranya berlangsung cukup meriah apa lagi banyak yang datang ke sana.
Dan acara ini akan sangat berkesan bagi Rahma karena untuk pernikahan yang kedua kalinya nya berlangsung sangat meriah.
Argam berharap agar pernikahan ini adalah pernikahan terakhir Rahma karena dia ingin melihat putri nya bahagia dengan menikah dengan Elpan membuat Rahma bahagia jadi Argam merestui mereka.
Malam hari nya Rahma dan Elpan sedang melakukan panggilan telepon.
📞📞
"Kak" ucap Rahma.
"Aku sudah pesan kamar hotel di luar negeri untuk kita bulan madu" ucap Elpan.
"Tapi kak gak usah" ucap Rahma.
"Ya sekalian buat aku berobat Rahma" ucap Elpan.
"Berobat apa? Kamu sakit apa kak" tanya Rahma.
"Aku akan berobat kesuburan" ucap Elpan.
"Oh baiklah" ucap Rahma.
"Tapi kita juga akan ajak Lian dan ajak Iqbal juga gak papa kan" tanya Elpan.
"Ya tak apa lah" ucap Rahma.
"Baiklah aku akan sewa baby sitter juga di sana" ucap Elpan.
"Ya aku ikut kamu aja" ucap Rahma.
"Baiklah selamat malam" ucap Elpan.
"Malam" ucap Rahma.
📞📞
__ADS_1