
Sore hari nya Lian sudah cukup tenang dia tertidur di gendong Rahma.
"Nona saya akan bawa tuan muda pulang" ucap baby sitter itu.
Pelayan yang tadi sudah pulang karena baby sitter Lian libur karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan jadi dia langsung ke kediaman Rahma karena akan mengambil Lian.
"Begini saja" ucap Rahma.
Rahma duduk di sofa yang ada di sana.
"Kamu pulang lah Lian biar aku yang jaga aku tak mau berpisah dengan Lian jadi kamu bisa pulang" ucap Rahma lagi.
"Tapi nona tak apa kah" tanya Baby sitter.
"Tak apa aku sayang pada Lian" ucap Rahma.
"Baiklah nona kalau mau butuh aku telpon saja" ucap baby sitter itu yang langsung pergi dari sana.
Rahma hendak membawa Lian ke kamar nya tapi papahnya pulang dan menghentikan langkah Rahma.
"Bayi itu belum kamu kasih juga" tanya Argam.
"Tadi pagi sudah tapi kata pelayan dia rewel Jadi mereka membawa nya kemari" ucap Rahma.
"Kemana papahnya, Rahma papah gak mau kamu semakin dekat dengan Elpan kamu tau kan kalau dia itu gak baik buat kamu apa lagi kamu juga Sakur hati karena dia" ucap Argam.
"Pah hanya mengasuh Lian, kata pelayan Kak El masuk penjara aku gak tau alasan nya apa tapi kayanya mereka benar" ucap Rahma.
"Tuh kan jelas kalau Elpan itu gak baik buat kamu Rahma, lihat itu Arman dia baik dia mampu membimbing kamu nantinya" ucap Argam.
"Pah aku gak mau, lagi pula Arman juga gak suka padaku" ucap Rahma menatap pada Arman.
"Itu menurut kamu karena kamu ga mau buka hati kamu untuk Arman, kamu hanya memikirkan Elpan saja" ucap Argam.
"Sudahlah pah aku gak mau debat" ucap Rahma yang langsung ke kamar nya membawa Lian.
"Rahma" sahut Argam geram karena Rahma tak mendengar kan nya.
"Tuan, apa tak sebaiknya kau mengijinkan nona Rahma untuk kembali saja pada tuan El" ucap Arman.
"Arman kamu tau kan kalau Elpan itu gak baik, jadi aku mohon kamu dekati terus Rahma" ucap Argam.
"Aku gak bisa tuan, Nona Rahma tak suka pada ku apa lagi aku juga sadar diri" ucap Arman.
"Aku tau kalau Rahma itu tipikal wanita yang kalau sudah mencintai seseorang dia akan tetap mencintai nya walaupun dia sudah di sakiti" ucap Argam.
"Ya begitulah nona" ucap Arman.
Sedangkan di penjara Elpan satu sel dengan narapidana yang lain dia di perlakukan tak baik oleh narapidana itu, Elpan di suruh suruh karena begitu lah mereka pada orang baru.
Elpan merasa geram pada orang itu tapi dia tak bisa melakukan apa apa karena dia hanya sendirian di sana.
"Ambil kan aku air" ucap narapidana yang paling berkuasa di sana.
Elpan mengambil kan air, tapi saat Elpan akan memberikan nya narapidana itu menepis tangan Elpan hingga membuat air dalam gelas itu tumpah.
Hahahaha.
Suara tawa terdengar di sel itu,
"Hey ayo bersihkan ini" ucapnya.
Elpan sangat marah tapi dia tak bisa berbuat apa apa, dia langsung mengambil lap dan membersihkan nya.
Iqbal dan Rayhan yang mendengar pun langsung melihat ke kantor polisi walaupun hari sudah malam.
Mereka ingin melihat Elpan yang masuk penjara karena alasan yang tak masuk akal.
Iqbal dan Elpan berusaha untuk mengeluarkan Elpan bagaimana pun caranya.
Mereka tengah menyogok polisi untuk segera membebaskan Elpan.
Untung saja mereka langsung membebaskan Elpan walau pun ada sedikit perselisihan tadinya.
Elpan di bebaskan dan Iqbal sendiri yang membuka kunci selnya.
"Ayo keluar lah ini bukan tempat kita" ucap Iqbal.
Mereka pulang namun Iqbal dan Rayhan mengantar kan dahulu Elpan ke rumah nya.
Sesampainya di sana mereka masuk ke rumah Elpan untuk menanyakan ada masalah apa pada Elpan.
"Ada apa El" tanya Rayhan.
"Papahnya Wanda dia datang dan langsung memasukkan aku ke penjara" ucap Elpan.
"El kamu pulang" ucap Mira.
"Ya mah dimana Lian" tanya Elpan menatap pada jam yang menunjuk kan pukul sembilan malam.
"Lian di rumah Rahma" ucap Mira.
"Apa kenapa bisa di rumah Rahma" tanya Elpan.
"Tadi dia nangis gak mau berhenti jadi baby sitter mengantar kan Lian ke rumah Rahma" ucap Mira.
"Aku malu pada papahnya Rahma dia seperti nya marah padaku" ucap Elpan.
"Lupakan Rahma dan papahnya ayo kembali ke percakapan awal" ucap Rayhan.
"Ya itu lebih baik, aku tak tak suka cerita sedih soalnya" ucap Iqbaal.
Elpan menceritakan semuanya pada kedua temannya itu, elpan tak salah tetapi saat kejadian dia yang mengejar Wanda karena Wanda berlari membawa Lian.
"Membingungkan" ucap Iqbal.
"Ini karena mu Iqbal" ucap Elpan menyalahkan temannya itu.
"Aku" tanya Iqbal.
"Ya karena kau yang menghamili Wanda dan aku yang harus bertanggung jawab" ucap Elpan.
"Hah kenapa kau menyalahkan aku" ucap Iqbal.
"Lalu aku harus menyalahkan siapa lagi" tanya Elpan marah.
"Tunggu" ucap Rayhan tak paham pada ucapan kedua temannya itu.
"Ada apa ini" tanyanya.
"Tak ada" ucap Iqbal.
"Ck jujur saja lagi pula sudah terjadi juga" ucap Elpan.
"Diamlah" ucap Iqbal.
__ADS_1
"Bilang pada ku" tanya Rayhan.
"Lian anaknya Iqbal karena saat Wanda menikah dengan ku Wanda sudah hamil anaknya Iqbal" ucap Elpan menjelaskan.
Iqbal menutup wajahnya karena malu pada Rayhan.
"Hahahha" Rayhan tertawa mentertawakan hal itu.
"Gak heran sih kalian berdua ini memang aneh" ucap Rayhan.
"Aku" ucap Elpan menunjuk pada dirinya sendiri.
"Aku tak dia aja" ucap Elpan menunjuk pada Iqbal.
"Aku gak tau pokok nya aku gak tau kalau Wanda mantannya Elpan, lagi pula aku membayar mahal untuk Wanda" ucap Iqbal.
"Sudah lah jangan di bahas lagi pula dia juga sudah tiada" ucap Rayhan.
"Ya tapi aku bagaimana aku yakin papahnya Wanda tak akan memaafkan aku begitu saja" ucap Elpan.
"Kamu pakai saja body guard" ucap Rayhan.
"Ya kau benar aku butuh anak buah mu" ucap Elpan.
"Ya aku akan suruh mereka datang" ucap Rayhan.
"Terima kasih" ucap Elpan.
"Baiklah aku harus pulang karena Rayna pasti mau padaku" ucap Rayhan.
"Gaya bapak yang sudah punya anak" ucap Iqbal.
"Hey bukan nya kau juga sudah punya anak kan" ucap Rayhan menggoda Iqbal.
"Diamlah" ucap Iqbal.
"Hahah aku pamit ya" ucap Rayhan.
"Ya aku juga akan pulang besok aku akan jenguk Lian ke rumah Rahma" ucap Iqbal.
"Ya terserah lah" ucap Elpan.
Pagi harinya Iqbal datang ke kediaman Rahma saat ini Rahma tengah membawa Lian main di halaman depan rumah nya.
"Lian ayo makan Lian" ucap Rahma membawa mangkuk yang isinya Bubur bayi.
"Selamat pagi" ucap Iqbal.
"Kak Iqbal ada apa datang kemari" tanya Rahma.
"Mau ketemu Lian" ucap Iqbal.
"Oh silahkan" ucap Rahma menyuruh Iqbal duduk di kursi besi yang ada di sana.
"Terima kasih Rahma karena sudah menjaga Lian" ucap Iqbal.
"Tak apa kak lagi pula aku sayang pada Lian, tapi kenapa gak kamu asuh saja Lian kak" tanya Rahma.
"Gak Rahma aku belum siap, kalau kamu mau aku akan berikan Lian pada mu tapi tenang saja aku gak akan lepas tanggung jawab kok aku akan nafkahi Lian" ucap Iqbal.
"Kak aku gak bisa lagi pula kak El kan mau mengasuh Lian" ucap Rahma.
"Rahma Aku saran kan kenapa kamu gak balikan saja pada Elpan, kamu tau seberapa hancurnya Elpan saat berpisah dengan mu, dia hancur sekali Rahma hanya saja dia terlalu gengsi untuk mengutarakan nya, dia juga berharap kamu mau lagi bersamanya tapi katanya kamu mau menikah ya" tanya Iqbal.
"Ya papah yang meminta nya" ucap Rahma.
"Ya kak tapi mau bagaimana lagi" ucap Rahma.
"Rahma" ucap Argam papahnya Rahma yang sudah ada di belakang Rahma.
"Om" ucap Iqbal.
"Kamu tuan Iqbal kan" ucap Argam.
"Ya om" ucap Iqbal.
"Oh ada keperluan apa" tanya argam.
"Saya mau bertemu Lian saya ayah kandung Lian, oh ya tuan terima kasih sudah mau menerima Lian di rumah ini saya belum sanggup mengasuh nya apa lagi Rahma sayang pada Lian jadi saya senang anak saya ada yang sayang" ucap Iqbal.
"Tak apa" ucap Argam.
"Baiklah om saya harus pamit ada pekerjaan yang harus saya kerjakan terima kasih sekali lagi" ucap Iqbal.
"Tak mau masuk dulu" tanya Argam.
"Tidak tuan terima kasih" ucap Iqbal.
Iqbal memeluk Lian dan mencium bayi mungil itu.
"Sayang Ayah pulang dulu ya" ucap Iqbal.
Lian memeluk Iqbal dan hendak mengigit pipi Ayahnya itu.
"Sayang jangan nakal ya dengar ucapan Ibu Rahma" ucap Iqbal.
"Rahma aku pamit ya" ucap Iqbal.
"Ya kak".
"Bawa Lian masuk cuacanya mendung" ucap Argam.
"Ya pah" ucap Rahma yang langsung menggendong Lian dan membawa mangkuk yang berisi bubur Lian.
Sedang kan di sisi lain ada Marta yang tak lain adalah papah nya Wanda yang tengah menatap pada Rahma dan Argam yang masuk ke dalam rumah.
"Oh jadi itu cucu aku dan laki laki tadi adalah orang yang menghamilinya, aku tak sangka ternyata Wanda hamil dengan laki laki lain, harusnya aku penjara kan laki laki itu karena sudah menyentuh Wanda, pokok nya aku akan balas kan dendam Wanda pada mereka semua" ucap Marta.
Marta langsung pergi dari sana meninggal kan rumah itu.
Setelah Marta pergi Elpan datang ke sana karena mata Elpan fokus pada jalanan jadi dia tak melihat Marta yang tengah berjalan di pinggir jalan.
Elpan Langsung masuk ke dalam rumah Rahma dia tak perduli kalau pun Elpan di pandang sebelah mata oleh Argam.
"Semoga saja sekarang papah nya Rahma mau menerima aku" ucap Elpan.
Elpan masuk ke dalam rumah itu dia di persilahkan masuk ke dalam.
"Permisi" ucap Elpan.
Rahma melihat Elpan yang datang.
Sedang kan Argam saat ini dia sangat tak suka pada kedatangan Elpan kesana.
"Selamat pagi pah" ucap Elpan.
__ADS_1
"Pagi" ketus Argam.
"Lian" ucap Elpan yang langsung memeluk anak sahabat nya itu.
"Maaf karena menitipkan Lian" ucap Elpan.
"Tak apa" ucap Rahma.
"Pasti menyusahkan ya" ucap Elpan.
"Sudah tau menyusahkan kenapa masih di bawa kesini" ucap Argam.
"Pah" ucap Rahma kesal karena ucapan papahnya.
"Maafkan saya" ucap Elpan.
"Sudah lah" ucap Argam yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma dan Elpan.
"Maafkan ucapan papah" ucap Rahma.
"Tak apa, aku paham kok" ucap Elpan.
"Katanya kamu ke kantor polisi ada apa" tanya Rahma.
"Kemarin ada sedikit masalah jadi ya aku di masukan ke penjara" ucap Elpan.
"Kenapa bisa" tanya Rahma.
"Ya papahnya Wanda datang dan menyalah kan aku" ucap Elpan.
"Kenapa begitu apa dia tak tau kalau Mbak Wanda itu meninggal karena kecelakaan" ucap Rahma.
"Entah tapi dia marah pada ku" ucap elpan.
"Kamu yang sabar ya" ucap Rahma.
"Ya" ucap Elpan.
"Baiklah mau minum apa" tanya Rahma.
"Apa saja" ucap Elpan.
Rahma membawa kan teh hijau untuk Elpan walau pun Rahma tau kalau Elpan tak suka pada teh tapi Rahma membawakan nya.
"Minumlah" ucap Rahma.
"Terima kasih" ucap Elpan yang langsung meminum teh itu.
"Kamu kenapa suka teh hijau bukannya kata mbak Wanda kau suka kopi yang dari luar negeri itu kan" tanya Rahma.
"Rahma apa pun yang kau buat aku akan menyukai nya" ucap Elpan.
"Oh" ucap Rahma yang berhasil merasakan salting.
"Rahma maafkan aku dahulu aku tak mengerti perasaan mu, kalau saja aku menceraikan Wanda lebih dahulu mungkin aku dan kamu masih bersama" ucap Elpan.
"Sudah lah lagi pula sudah terjadi juga" ucap Rahma.
"Ya aku tak sangka kalau Wanda akan seja hat ini tapi Rahma mungkin aku lebih ja hat pada mu karena sudah memfitnah mu yang bukan bukan" ucap Elpan.
"Yang mana" tanya Rahma.
"Aku sudah berpikir kalau kau memasukkan obat yang tidak tidak pada minuman ku ternyata kau memasukan obat penyubur pada ku maafkan aku Rahma bahkan aku juga sudah memarahi mu karena kau belanja hampir setengah milyar tapi saat ini aku tau kalau kau membeli obat bukan gelang atau perhiasan" ucap Elpan.
"Tak apa lagi pula sudah terjadi juga" ucap Rahma.
"Maaf juga karena aku tak meminum nya mungkin kalau aku meminum nya aku sudah punya anak kandung sekarang, bo doh nya aku malah percaya pada pelayan yang bicara kalau kamu mau meracuni aku jadi aku membuang minuman yang kau berikan saat kamu lengah" ucap Elpan.
"CK tak apa lah" ucap Rahma.
Rahma menggendong Lian karena Lian juga sudah mulai mengantuk Rahma memomong Lian hingga lian tertidur di pangkuan nya.
"Kamu gak kerja" tanya Rahma.
"Gak aku serahkan pada anak buah ku, Rahma bisa kah kita hidup bersama lagi walaupun ini terdengar sedikit mustahil tapi aku mau kita bersama lagi Rahma" ucap Elpan.
Rahma berpikir hatinya mengatakan ya tapi mau bagaimana lagi papahnya tak mungkin setuju pada keputusan Rahma itu.
Sore hari nya Rahma melihat Arman yang baru saja pulang dari kantor.
"Arman" sahut Rahma langsung menarik Arman membawa nya ke kamarnya.
"Ada apa" tanya Arman.
"Kamu bilang pada papah kalau kita gak bisa menikah ayo lah Arman" ucap Rahma.
"Aku sudah bilang tapi tuan sangat kekeuh mau menjodohkan kita" ucap Arman.
"Aku ingin kembali pada Kak El ayolah dukung aku" ucap Rahma.
"Aku sudah berusaha jadi aku gak bisa bantu lagi" ucap Arman.
"Ayolah Arman emang nya kau mau menikah dengan ku" tanya Rahma.
"Ya aku mau kalau kau memang jodoh ku maka Alloh akan mendekatkan kita tapi kalau kamu bukan jodoh ku maka cepat atau lambat kita juga akan berpisah" ucap Arman yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma.
Rahma hanya mematung saja mencerna ucapan Arman yang mau menikah dengan nya.
"Aku harus apa sekarang" gumam Rahma.
Rahma akan mencoba lagi bicara pada Argam, saat ini Rahma sedang berjalan ke kamar papahnya itu.
"Pah" ucap Rahma.
"Ya" tanya Argam.
"Aku mau balikan pada kak El" ucap Rahma yang langsung bicara tanpa memikirkan akibat nya.
Argam melihat pada Rahma Putri nya itu.
"Terserah tapi mulai sekarang kau bukan lagi putri ku" ucap Argam.
"Pah papah gak bisa begitu aku mau hidup dengan pilihan aku" ucap Rahma.
"Papah hanya mau kamu mendapatkan yang terbaik udah itu aja tapi kalau kamu mau milih El ya gak papa cuman papah gak mau menganggap kamu anak papah lagi" ucap Argam.
"Papah egois kalau saja mamah masih hidup mungkin dia akan mendukung aku" ucap Rahma.
"Justru Alloh sengaja mengambil mamah kamu lebih dahulu karena dia tak akan mungkin senang melihat anak nya yang menjadi pembangkang dan bo doh hanya karena cinta" ucap Argam.
"Pah" ucap Rahma menangis dan Langsung pergi dari sana menuju ke arah kamar nya dan menangis di sana.
"Papah egois" geram Rahma sambil menangis.
(Rahma ini gimana malah milih Elpan, tapi terserah kamu lah Rahma asal kamu bahagia)
__ADS_1
bersambung