
Mulai hari ini Rahma kembali lagi ke rumah papahnya, tapi Rahma masih bekerja di perusahaan Kevin Karena dia membutuhkan pekerjaan itu apa lagi dia juga ingin hidup mandiri.
Lima hari berlalu dengan sangat cepat bahkan Rahma juga sudah berada di kediaman Papahnya.
Rahma menyiapkan makanan untuk mereka semua makan.
Rahma memakan nya dengan sangat lahap, hingga habis dia langsung mencuci piring nya langsung di wastafel.
"Rahma hari ini papah mau ke kantor" ucap Argam.
"Oh ya pah aku juga mau kerja sekarang" ucap Rahma.
"Ya baik lah" ucap Argam yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma yang masih ada di sana.
Rahma selesai mencuci piring nya dia langsung bersiap karena akan berangkat kerja, namun ada seseorang yang datang yang tak asing bagi Rahma.
"Kak Zahra ada apa" tanya Rahma.
"Rahma" ucap Zahra yang langsung memeluk Rahma dengan sangat erat.
"Ada apa ayo cerita" ucap Rahma mempersilahkan Zahra untuk duduk di sofa ruang tamu itu.
"Rahma aku menyesal berbuat ja hat pada mu" ucap Zahra.
"Kenapa begitu" tanya Rahma.
"Kau tau si ulat bulu itu menggoda mas Arya" ucap Zahra.
Rahma mengernyit kan kening nya.
"Ulat bulu itu siapa" tanya Rahma tak tau siapa yang Zahra maksud.
"Siapa lagi si Wanda dia itu gak bener dia ajak mas Arya pergi ke bar mereka juga sering pergi bersama aku sudah selidiki tapi mereka malah semakin dekat bahkan mas Arya itu berbohong mau kerja padahal dia ketemuan dengan Si Wanda" ucap Zahra.
"Sudah kamu selidiki dan lihat langsung" tanya Rahma.
"Sudah" ucap Zahra.
"Kak aku tak bisa membantu mu aku tak mau ikut campur pada keluarga Sudardjo lagi, hati aku sudah terlanjur sakit kak" ucap Rahma.
"Tolong bantu aku" ucap Zahra.
"Baik lah aku akan bantu semampu aku, pokoknya kamu harus jaga jaga saja Mbak Wanda itu pandai memutar balikkan fakta apa lagi dia pandai berbohong juga pokoknya kau hati hati saja" ucap Rahma.
"Ya aku harus apa" tanya Zahra.
Rahma masuk ke perusahaan dengan terburu buru karena dia kesiangan, apa lagi dua hari lagi Rahma akan masuk lagi ke kampus jadi dia harus menyiapkan mental dia untuk kerja sambil kuliah.
"Terlambat" ucap Kevin yang ada di loby menunggu Rahma.
"Maaf" ucap Rahma.
"Tak apa ayolah kita masuk" ucap Kevin.
"Baik lah" ucap Rahma ikut pada Kevin.
Mereka menghadiri meeting bersama, karena bunga sedang halangan jadi dia mempercayai Rahma untuk meeting.
Hingga selesai meeting mereka masuk ke dalam ruangan Kevin yang ada di sana.
"Mau minum" tanya Rahma.
"Gak usah" ucap Kevin.
__ADS_1
"Oh baik lah" ucap Rahma yang hendak pergi dari sana meninggalkan Kevin.
"Tunggu Rahma ada hal yang mau aku bicara kan" ucap Kevin.
"Apa" tanya Rahma yang balik lagi ke sana dan duduk bersama Kevin.
"Rahma aku tau kau sudah pisah dengan suami kamu, jadi aku mau menjalin hubungan dengan mu, kamu mau kan" tanya Kevin.
"Hah" Rahma terkejut mendengar hal itu.
"Jujur saja Vin aku masih trauma dengan kisah cinta aku dulu, tapi aku juga gak mungkin menyakiti kamu, kamu baik Vin aku gak akan menyia nyiakan laki laki yang baik, itu pun kalau kau mau menunggu aku jatuh cinta padamu" ucap Rahma.
"Baiklah tapi kamu terima kan cinta aku" tanya Kevin.
"Ya aku terima" ucap Rahma.
"Syukur lah" ucap Kevin.
"Baiklah aku permisi" ucap Rahma.
"Rahma tunggu, apa selama ini kau pernah jatuh cinta pada ku" tanya Kevin.
Rahma kembali lagi duduk.
"Kau mau tau, dulu sekali aku pernah suka padamu aku juga pernah diam diam menyukai mu, tapi aku terlalu malu Kevin aku sadar diri kalau aku siapa, aku bukan tipe mu kan" ucap Rahma.
"Aku suka kamu" ucap Kevin.
"Kalau mungkin kau bilang dari dulu mungkin aku tak akan salah memilih pasangan" ucap Rahma.
"Ya aku baru sadar sekarang" ucap Kevin.
Di kediaman Elpan saat ini tengah terjadi pertengkaran di sana.
Zahra menyalahkan Wanda karena dia sudah membawa suaminya untuk pergi ke tempat tempat yang tak baik.
"Kak bagai mana aku bisa menjaga mulut kalau kau saja gatal pada suami ku, kak El urus istri mu ini biar gak gatal pada suami orang" ucap Zahra.
"Zahra jaga bicaramu jangan sampai aku mengusir kamu dari sini" ucap Elpan.
"Mau mengusir aku, hello kak kau salah usir wanita ini aku yakin suatu saat nanti dia akan menunjukkan sikap asli nya" geram Zahra.
"Zahra tepat di batas mu" ucap Elpan.
"Kak aku milih Rahma dari para wanita ulat bulu ini" ucap Zahra menunjuk Wanda.
Dengan cepat Elpan menepis tangan Zahra.
"Tak bisa kah kau tak menyebutkan nama wanita itu di rumah ini" tanya Elpan marah.
"Kenapa kak? Karena kau masih mencintai nya? Aku yakin itu karena sangat terlihat jelas kalau kau tak bisa move on dari Rahma, hahaha aku tak sangka kau memilih kerikil dari pada berlian" ucap Zahra.
"Zahra" geram Wanda dan langsung mendekat pada Zahra.
Plakk
Wanda menampar pipi Zahra dengan sangat keras.
"Kalau kau tak bisa menggunakan mulut mu dengan benar maka tidak punya mulut adalah hal yang baik untuk mu" ucap Wanda.
"Kau yang harus nya tak punya mulut karena kau menggunakan mulut mu hanya untuk menggoda suami orang" ucap Zahra marah.
"Sudah stop" teriak Mira dari arah kamar nya.
__ADS_1
Mira mendekat pada mereka yang tengah bertengkar itu Mira juga melihat Arya yang mabuk berat dan meracau nama Wanda.
"Ada apa cerita kan pada mamah" ucap Mira.
Mereka semua duduk di sofa, jujur saja Elpan marah pada Arya dia sangat ingin menam par laki laki itu yang sekarang tengah meracaukan nama Wanda.
Elpan ke dapur dia membawa air satu ember.
Byurr.
Elpan mengguyur kan air itu pada Arya yang sekarang tak sadarkan diri.
"El sudah ayo cerita pada mamah ada apa jangan begini malu sama orang" ucap Mira.
"Mah mbak Wanda selingkuh sama mas Arya" adu Zahra.
"Jangan Ngada Ngada Zahra, suami mu itu bukan tipe ku" ucap Wanda kesal.
"Tapi benar kan kalian aku temukan di suatu ba r, kalian tengah minum bersama" ucap Zahra.
"Kau tak lihat wanita yang ada di meja sebelah aku, dia wanita yang suami kamu kencani kenapa kau menyalah kan aku" geram Wanda.
"Bohong kalau pun ya kau pasti bilang pada ku" ucap Zahra.
"CK bagai mana aku mau bilang kalau kau sudah salah sangka duluan pada ku" ucap Wanda.
"Kau bohong lalu kenapa mas Arya meracau nama mu" ucap Zahra.
"Dia tertarik pada ku, tentu saja aku cantik aku se ksi dan lihat kamu Ck sangat membosankan" ucap Wanda menatap Zahra dari atas sampai bawah.
"Hey aku begini juga aku tak murahan seperti mu" ucap Zahra.
"Terserah" ucap Wanda.
"Sudah sudah, kalian ini keluarga jadi jangan bertengkar" ucap Mira kesal.
"Mah bukan aku yang mulai tapi ulat bulu ini" geram Zahra.
Saat ini Wanda langsung mengeluarkan jurus untuk membujuk Elpan agar mempercayai nya.
"El Aku ga salah, aku hanya ke cafe udah itu aja tapi suaminya Zahra datang dia bersama dengan wanita aku tak melakukan apa apa" ucap Wanda manja pada Elpan.
Zahra berekspresi ingin muntah Saat melihat itu,
"Ya aku percaya" ucap Elpan.
"Aku tak suka keluarga ini kalian itu keluarga drama dasar" ucap Zahra yang langsung pergi dari sana mengambil koper nya dan menuntun suaminya yang oleng itu.
"Pergilah kalau kau sudah dingin kembali lah" ucap Elpan.
Zahra tak menjawab dia hanya pergi saja dari sana meniggalkan keluarga tirinya itu.
"Aku menyesal karena hidup bersama dengan keluarga toxic begitu" gumam Zahra.
Mira menggeleng geleng kan kepala nya.
"Laki laki itu udah miskin tak punya pekerjaan dan kerjaannya menyusahkan saja, sangat tak beruntung Zahra menikah dengan laki laki itu" ucap Mira.
Wanda tersenyum dalam hatinya dia merasa menang.
"Zahra Zahra bukan aku yang mulai tapi suami mu, lagi pula malas sekali aku dengan nya, hahah tipikal aku orang kaya sekarang" batin Wanda yang sekarang sudah kembali lagi ke dunia hitamnya dahulu.
Lalu bagaimana dengan Iqbal?
__ADS_1
Semenjak tau kalau dia punya anak dari Wanda yaitu Lian dia tak mau lagi menyentuh Wanda bahkan dengan wanita bayaran lain nya pun Iqbal hanya melakukan satu Minggu satu kali itu pun kalau dia mau sekarang dia ingin selalu melihat Lian bayi kecil nya.
bersambung