Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 53: di berhentikan sejenak


__ADS_3

Pagi hari nya Rahma kebingungan karena baby sitter yang Elpan panggil tak datang datang, Rahma juga panik apa lagi dia akan masuk siang hari.


Rahma berjalan ke arah dapur dia akan tanyakan pada Elpan bagai mana baby sitter yang akan datang.


"Kak bagai mana" tanya Rahma.


"Gak tau Rah, baby sitter nya gak datang" ucap Elpan.


"Rahma kalau kamu mau kuliah kamu pergi saja aku bisa jaga Lian" ucap Wanda yang sekarang tengah makan.


"Tuh Rahma, Wanda juga mau jadi jangan khawatir" ucap Elpan.


"Baik lah" ucap Rahma.


Elpan sudah menyelesaikan makannya.


"Baik lah aku akan berangkat sekarang" ucap Elpan.


"Ya kak" ucap Rahma yang langsung menyalami tangan Elpan.


Siang hari nya Rahma akan berangkat dia sudah bersiap dan Rahma melihat pada Lian yang sekarang tengah anteng di kasur.


"Kalau sampai tak ada baby sitter yang datang maka aku yang akan mencari nya sendiri" gumam Rahma geram.


Rahma mengendong Lian dia membawa nya ke kamar Wanda.


"Mbak ini Lian" ucap Rahma.


"Bawa saja Rahma aku akan pergi" ucap Wanda.


"Tapi Mbak katanya kau sanggup asuh Lian" tanya Rahma.


"Ya itu tadi tapi sekarang aku sibuk aku harus pergi" ucap Wanda.


"Lalu aku bagai mana" tanya Rahma.


"Entah" ucap Wanda yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rahma di sana.


"Astaga bagai mana ini" gumam Rahma.


Rahma terpaksa membawa bayi lagi karena tak ada yang asuh Lian.


Rahma naik mobil pribadi dengan supir, Rahma sudah pasrah pada apa yang akan terjadi.


"Bagai mana aku sekarang" gumam Rahma.


Sesampainya di kampus Rahma langsung masuk ke dalam.


Raya dan Julia temannya Rahma melihat Rahma mendorong troli mereka mendekat pada Rahma yang sedang mendorong troli bayi.


"Rah kau datang bersama Lian" tanya Julia.


"Ya Lian tak ada yang jaga" ucap Rahma pasrah.


"Katanya kak El akan menyewa baby sitter" tanya Raya.


"Gak, kau tau kan kalau Mbak Wanda itu pintar membulak balikan fakta" ucap Rahma.


"Lalu sekarang kau akan apa, Rahma kemarin juga kan Lian nagis di kelas, kemarin kan ada Kevin kalau sekarang bagai mana" tanya Julia.


"Entah lah" ucap Rahma.


"Begini saja untuk sekarang aku akan jaga Lian, tak apa aku akan bilang pada Mas Ray kalau sekarang aku pulang telat" ucap Raya.


"Jangan Raya aku gak enak, aku selalu menyusahkan kamu" ucap Rahma.


"Tak menyusahkan justru aku senang karena aku bisa mengasuh Lian anggap saja kalau aku belajar mengurus anak" ucap Raya.


"Ya tapi aku terlalu banyak menyusahkan mu Ray" ucap Rahma.


"Tidak menyusahkan ayolah" ucap Raya.


"Tapi benar kan Kak Ray tak akan marah" tanya Rahma.


"Tak akan" ucap raya.


Raya menggendong Lian.


"Baik lah aku akan asuh Lian di UKS ya" ucap Raya.


"Ya sudah, makasih ya" ucap Rahma.


"Maaf ya aku tak bisa bantu, karena sekarang aku harus bekerja" ucap Julia.


"Tak masalah Jul aku bisa sendiri" ucap Raya.


"Aku harus pergi maaf ya" ucap Julia.


"Ya hati hati di jalan" ucap Raya.


"Ya" ucap Julia.


"Ray aku harus segera masuk aku janji saat pelajaran selesai aku akan langsung menemui mu" ucap Rahma.


"Ya kau tenang saja" ucap Raya.


Rahma langsung masuk ke dalam kelasnya, karena dia orang baru di kelas siang jadi Rahma tak punya kursi untuk duduk apa lagi Rahma tak bilang dahulu pada mahasiswa yang masuk siang.


"Kamu Rahma kan" tanya Dosen.


"Ya pak" ucap Rahma.


"Duduklah" ucap dosen.


Rahma mencari bangku yang kosong namun tak ada.


Tiba tiba saja Tangan Rahma di tarik oleh seseorang.


"Duduk lah bersama dengan ku" ucap Kevin.


"Kevin aku tak melihat mu, boleh kah" tanya Rahma.


"Tentu saja" ucap Kevin.


Rahma duduk di sana mereka langsung belajar karena dosennya juga sudah memberikan pelajaran.


"Dimana anakmu" tanya Kevin.


"Dia di UKS karena di asuh Raya" ucap Rahma.


"Oh" ucap Kevin.


Hingga sore hari nya Rahma mampu menyelesaikan tugas dengan cepat, hingga Rahma bisa cepat keluar dari kelas itu.


"Aku duluan" ucap Rahma pada Kevin.


"Ya" ucap Kevin.


Rahma berjalan ke arah UKS karena akan menemui Raya dan Lian.


"Ray maaf aku menyusahkan mu, Lian rewel ya" tanya Rahma.


"Tak apa Rah" ucap Raya.


"Baik lah ayo pulang" ucap Rahma.


"Ayo" ucap Raya.

__ADS_1


Mereka berjalan ke arah luar gerbang di sana mereka menunggu tak lama Rayhan datang ke sana karena akan menjemput Raya.


"Mas" sahut Raya.


"Ayo pulang" tanya Rayhan.


"Bentar mas Rahma belum ada yang jemput" ucap Raya.


"Kemana Elpan" tanya Rayhan.


"Entah mungkin dia di jalan" ucap Rahma.


"Baik lah kita tunggu saja" ucap Rayhan.


"Ya" ucap Raya.


Namun bukan Elpan yang datang tapi Papah nya Rahma yang datang ke sana.


"Rahma" sahut Argam yang langsung turun dari mobil nya.


"Mampus aku bagai mana ini" batin Rahma menatap pada troli lian Untung saja Raya sekarang memegang troli itu.


"Pah" tanya Rahma yang langsung mendekat pada papah nya itu.


Rahma memeluk papah nya yang baru saja datang itu.


"Pah aku senang papah datang" ucap Rahma.


"Anak siapa itu" tanya Argam Mahoji.


Semua orang bingung harus menjawab apa??..


"Itu adik nya Raya pah" ucap Rahma berbohong dan Raya serta Rayhan mengiyakan hal itu.


"Apa adik" tanya Argam.


"Ya pah itu adik adik kan Raya" ucap Rahma.


"Maksud nya" tanya Argam.


"Raya menyewa bayi tabung" ucap Rahma melihat pada Raya.


"Ya tuan ini bayi tabung kami" ucap raya membela Rahma.


"Oh" ucap Argam.


"Ya pah, ada apa datang ke mari" tanya Rahma.


"Papah akan menjemput Kamu" ucap Argam.


"Oh ya" tanya Rahma.


"Ya ayo pulang" ucap Argam.


"Tak bisa pah aku sudah di jemput kak El jadi aku tak bisa ikut papah" Ucap Rahma.


"Oh baik lah kalau ada El yang akan jemput" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Untung saja Elpan langsung datang ke sana.


"Pah" ucap Elpan yang langsung turun dari mobil nya.


"El kau baru jemput" tanya Argam.


"Ya pah aku terlambat" ucap Elpan.


"Baik lah papah akan pulang" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Elpan.


"Hah ya pah kami akan coba nanti" ucap Elpan.


"Oh baik lah papah akan pergi" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


"Hati hati om" ucap Rayhan.


"Ya".


Arham pergi dari sana meninggalkan putrinya bersama dengan yang lain.


"Alhamdulillah Syukurlah papah gak curiga" ucap Rahma.


"Maaf ya Ray aku berbohong" ucap Rahma menatap pada Raya.


"Tak masalah Rah" ucap Raya.


"Katanya akan sewa baby sitter" ucap Rayhan.


"Baby sitter nya gak datang" ucap Elpan.


"Berdusta" gumam Rayhan.


"Mas ih" ucap Raya pada suaminya.


"Baik lah aku harus pulang sekarang" ucap Rahma.


"Hati hati di jalan" ucap Raya.


"Ya Ray" ucap Rahma.


Rahma dan Elpan pulang dengan membawa Lian pergi dari sana.


Sekarang Raya dan Rayhan juga ikut pergi karena akan pulang ke rumah nya.


Sedangkan tak jauh dari sana Argam melihat hal itu.


"Pandai sekali kau berbohong Rahma, tapi tak apa aku tak akan ikut campur karena ini urusan mu tapi Rahma kalau kau sudah mau memberi tau aku, aku akan membela mu dari El" gumam Argam menyayangkan nasib anak nya itu.


Rahma dan Elpan pulang.


"Rahma kenapa kau bawa Lian untung saja tadi papah kamu percaya kalau tidak bagaimana" tanya Elpan.


"Kak, Lian gak ada yang asuh" ucap Rahma.


"Kan ada Wanda" ucap Elpan.


"Dia sibuk" ucap Rahma.


"Kenapa gak titip saja ke pelayan" ucap Elpan.


"Mereka semua sibuk" ucap Rahma ketus.


"Sudah lah aku akan Carikan baby sitter nanti" ucap Elpan.


"Kau ini cari terus tapi gak dapat dapat bahkan Rani saja tak balik lagi" ucap Rahma.


"Ya aku akan cari" ucap Elpan.


"Jangan hanya bilang saja kak tapi buktikan percuma kalau hanya ngomong doang, kau pelayan banyak tapi mencari baby sitter gak bisa" ucap Rahma.


"Rahma diam lah aku sedang menyetir mobil" ucap Elpan.


"Sudah cukup Kak aku malu karena di kampus banyak yang melihat aku dengan sebelah mata, aku hanya ingin belajar dengan tenang, aku hanya minta waktu selama 6 jam untuk belajar apa tak bisa kau kabulkan hal itu" ucap Rahma.

__ADS_1


"Rahma" bentak Elpan.


Sedangkan di sisi lain Wanda tengah bersama dengan Iqbal, mereka makan bersama di cafe.


"Kau tak pikir kan perasaan El saat kau bersama dengan ku" tanya Iqbal.


"Memang nya kenapa" tanya Wanda.


"El sangat sayang pada mu" ucap Iqbal.


"Dia sayang pada Rahma" ucap Wanda.


"Aku menyayangkan Rahma" ucap Iqbal.


"Apa kau yakin kau mau pada Rahma aku akan bantu kau mendapatkan nya" ucap Wanda.


"Tidak aku hanya menyayangkan Rahma, kenapa dia masih mau dengan El Padahal sudah jelas kalau El mengkhianati nya, dan aku juga heran pada El kenapa dia mau pada mu" ucap Iqbal.


"Karena aku cantik" ucap Wanda.


"Ku tau aku lebih suka pada Rahma karena dia itu sederhana walau pun keturunan keluarga Mahoji tapi Rahma sangat baik dia sangat sederhana, tak seperti mu" ucap Iqbal.


"Tapi Rahma mandul" ucap Wanda.


"Walau pun mandul tapi aku suka padanya" ucap Iqbal.


"Kau mau gak" tanya Wanda.


"Aku gak mau aku ingin Rahma bahagia, aku tak mau menghancurkan hidup nya hanya karena dia menikah dengan ku" ucap Iqbal.


"CK" Wanda berdecak kesal.


"Aku miris melihat mu" ucap Iqbal.


"Lalu kenapa kau mau pada ku" tanya Wanda.


"Percaya lah semua laki laki hanya mau tubuh mu bukan kamu" ucap Iqbal.


Wanda terkejut mendengar hal itu padahal dia tau kalau itu benar.


"Aku juga sama" ucap Iqbal lagi.


Wanda cukup merasa tertampar dengan ucapan itu.


Keesokan harinya.


Rahma masuk lagi kuliah dengan membawa anak lagi sekarang tak ada yang mengasuh, bahkan Raya juga tak ada di sana lagi pula kalau Raya mengasuh pun Rahma tak akan ijinkan karena malu terus menerus menyusahkan Raya.


"Bayi kamu sudah minum asi" tanya Kevin.


"Sudah" ucap Rahma.


"Makan nya Rahma kalau kau mau sekolah jangan dulu punya anak jadi sudah kan" ucap salah satu teman nya.


"Ya maaf" ucap Rahma.


"Miris sekali hidup mu" ucapnya.


"Kau akan buat berapa anak Rahma, segera lah buat anak yang banyak supaya kampus ini menjadi panti asuhan" ucap yang lain.


"Aku harap kau di keluarkan Rahma".


"Aku bising mendengar bayi mu yang menangis itu".


"Tak bisakah kau simpan dia di rumah".


"Mending kamu pulang aja lah".


Rahma hanya mendengar ucapan mereka tanpa mau menjawab nya.


Kevin melihat kalau air mata Rahma menetes dan hal itu sangat membuat Kevin marah.


"Diam" bentak Kevin.


"Apa" tanya yang lain.


"Berani sekali kalian menghina Rahma, punya apa kalian sehingga menghina Rahma, kalau kalian seperti Rahma apa yang akan kalian lakukan" bentak Kevin.


Rahma langsung bangkit dia menghentikan Kevin yang marah marah itu.


"Sudah Kevin sudah" ucap Rahma.


"Tapi Rahma berani sekali dia menghina mu" geram Kevin.


"Sudah tak apa" ucap Rahma.


Hingga keesokan harinya nya Rahma membawa lagi Lian ke kampus seolah tak kapok Rahma masih membawa Lian ke kampus.


Kemarin saja Lian nangis kejer di kelas dan menganggu pelajaran yang tengah berlangsung.


Apa hari ini juga akan sama?


Benar saja Lian malah semakin menangis sekarang tengah belajar banyak para teman Rahma yang marah pada Rahma bahkan mereka tak segan segan sampai menghina Rahma dan Lian.


Saat ini Kevin tak masuk kalau saja dia masuk mungkin Rahma ada yang membela.


"Rahma bawa bayi itu ke ruang dekan" geram dosen yang mengajar di kelas Rahma.


"Ya bu" ucap Rahma.


Rahma mendorong troli Lian ke ruang dekan akhir nya Lian diam juga.


Rahma masuk ke dalam untuk bertemu dengan Dekan.


"Rahma aku sudah banyak mendengar tentang mu" ucap Dekan.


"Bayinya menganggu pelajaran pak" ucap Dosen.


"Rahma" ucap dekan meminta penjelasan.


"Maafkan saya pak, tapi benar saya gak bermaksud" ucap Rahma.


"Kenapa bayinya gak di titipkan saja" ucap Dekan.


"Titipkan ke siapa" tanya Rahma.


"Panti asuhan, Rahma aku tau kau orang kaya masa kamu gak punya uang untuk mengasuh kan anak" ucap Dekan.


"Ya pak tapi" ucap Rahma.


"Maaf Rahma dengan berat hati aku nyatakan kalau kamu di berhentikan sejenak" ucap dekan.


"Apa aku di drop out" tanya Rahma.


"Tidak kamu hanya di berhentikan sementara hanya sampai satu bulan saja Rahma, ingat selama satu bulan ini kamu gunakan dengan baik Rahma, cari pengasuh yang baik supaya kamu bisa belajar dengan tenang nantinya, selamat bertemu satu bulan lagi" ucap Dekan.


Rahma hampir saja menetes kan air matanya karena dia tak percaya kalau dia akan di berhentikan sejenak.


Rahma dengan pasrah dia berjalan ke luar dengan mendorong troli Lian.


Tak bisa Rahma tahan lagi air matanya menetes juga dia langsung menangis.


Rahma pulang dengan air mata yang terus saja mengalir.


Dia tak menyangka kalau dia akan seperti ini padahal cita cita Rahma itu sangat besar.


"Apa salah ku" gumam Rahma.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2