Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 28: menjemput Wanda


__ADS_3

Elpan mengabari Wanda kalau pernikahan nya tinggal tiga hari lagi.


Dia mempersiapkan gaun pengantin dan dekorasi rumah.


Rahma hanya mengurung diri saja dikamar sebenarnya Rahma tak sanggup kalau harus melihat Elpan menikah lagi.


Tentu saja istri yang mana yang rela melihat suami nya bersanding dengan wanita lain.


Rahma menatap lurus ke arah depan, pandangan nya datar seakan dia sudah tak bersemangat untuk hidup.


"Selamat pagi nona, ini makanan" ucap Pelayan rumah itu.


"Simpan saja bi" ucap Rahma.


"Makan lah nona semalam kau tak makan" ucap Pelayan.


"Tak usah bi" ucap Rahma.


"Makan lah nona takutnya kau sakit" ucap Pelayan.


Elpan datang ke sana, dia melihat kalau sejak kemarin Rahma tak mau makan dan kerjaan nya hanya melamun saja.


"Makan lah" ucap Elpan ketus.


Pelayan yang sadar ada El pun langsung keluar dari sana karena tak mau menganggu tuanya itu.


"Kau mau puasa supaya aku dan Wanda tak jadi menikah, apa yang akan kau buktikan dengan menahan rasa lapar" ucap Elpan.


"Aku tak lapar" ucap Rahma.


"Sejak kemarin kau tak makan, ayo lah Rahma jangan buat seolah aku antagonis nya kau tau betul kan kenapa aku menikah dengan Wanda, kalau kau tak mandul dan bisa memberikan aku anak, mungkin aku tak akan menikah lagi" ucap Elpan.


"Kak Rayhan benar kak, kak Iqbal lebih terhormat dari mu" ucap Rahma.


"Oh jadi kau lebih membela mereka" tanya Elpan.


"Tidak hanya saja aku berpikir mereka benar" ucap Rahma.


"Dasar pengadu" ucap Elpan yang langsung menjambak rambut Rahma.


Rahma meringis kesakitan, bahkan air matanya menetes di pipi putihnya.


Sebagai seorang laki laki yang mencintai Rahma sebenarnya Elpan tak sanggup untuk menyakiti Rahma namun entah kenapa dia tak bisa mengendalikan diri nya sendiri.


Elpan melepaskan Jambakan rambut Rahma.


"Makan lah" ucap Elpan yang langsung mengambil piring yang berisi nasi dan lauk pauk itu.


Elpan menyuapi Rahma dengan makanan itu, Rahma hanya bisa pasrah saja dengan perlakuan Elpan padanya.


"Hanya kisah ku yang beda dengan orang lain" batin Rahma sambil meneteskan air mata nya.


"Jangan menangis" ucap Elpan.


"Siang ini kita ke kediaman Rayhan aku akan undang dia, sudah jangan menangis lagi jangan buat seolah aku penjahat nya" ucap Elpan.


Rahma tak menjawab dia hanya tersenyum tipis saja mendengar hal itu.


Siang hari nya Rahma dan Elpan pergi menuju ke arah kediaman Wijaya.


Rahma tak banyak bicara karena percuma bicara juga kalau hanya akan menimbulkan masalah.


"Permisi pak saya mau bertemu dengan Rayhan apa Rayhan nya ada" tanya Elpan pada satpam di rumah Rayhan.


"Ayo masuk tuan" ucapnya yang tau kalau Elpan adalah teman tuannya itu.


Elpan dan Rahma masuk ke dalam mereka duduk di sofa menunggu di sana karena pak satpam sedang mencari keberadaan Raya dan Rayhan.


"Rah" sahut Raya yang langsung memeluk teman nya itu.


"Ray kau ada di sini" tanya Rahma seolah baik baik saja padahal dia tengah menghadapi masalah besar.


"Ya aku sudah kembali lagi ke sini" ucap Raya.


"Ada apa kalian datang" tanya Rayhan ketus karena jujur saja Rayhan sangat kesal pada Elpan karena kemarin pernah menamparnya.


"Aku hanya akan memberikan ini" ucap elpan menyodorkan undangan pada Rayhan.


"Ck" Rayhan berdecak kesal.


"Ray bisa aku bicara" tanya Rahma Sambil berbisik.


"Ayo ke dapur" ucap raya.

__ADS_1


"Mas aku akan biarkan minuman" ucap raya.


"Ya" ucap Rayhan.


Rahma dan Raya berjalan ke arah dapur, karena sekarang mereka akan bicara hanya empat mata saja.


"Ada apa Rahma" tanya Raya.


"Ray aku mohon padamu pada Julia untuk merahasiakan ini dari papah, aku tak mau kalau sampai papah tau masalah ini" ucap Rahma yang langsung menangis.


"Rahma sabar ya" ucap raya memeluk Rahma guna memenangkannya.


"Ray aku sudah tak punya jalan lagi sekarang, untuk pulang pun aku takut Ray, papah punya serangan jantung aku takut dengan mendengar berita ini dia akan kena serangan lagi" ucap Rahma.


"Kamu tenang saja aku pasti kan papah kamu ga akan tau" ucap Raya.


"Terima kasih Ray" ucap Rahma.


"Ya sama sama" ucap Raya.


"Aku bingung Ray, hati kecil aku menolak ini aku tak siap di madu Ray, bukan kah masalah anak itu hal cukup sepele bahkan banyak yang sudah menikah tapi tak punya anak dan mereka hidup bahagia lalu kenapa mamah nya Kak El ingin sekali punya cucu sampai rela menyuruh Kak El menikah lagi" ucap Rahma.


"Apa kau sudah beri tau pada kak El kalau kau menolak" tanya Raya.


"Sudah hampir beberapa kali aku menolak Ray tapi sayang kak El tak mau dengar" ucap Rahma yang sekarang mata nya sembab karena mungkin kebanyakan menangis.


"Rah aku gak sangka kau akan menderita begini" ucap Raya yang ikut menangis melihat teman nya itu.


"Ray aku wanita paling bo doh di dunia hanya aku saja yang masih bisa bertahan walau pun suami ku mau menikah lagi" ucap Rahma.


"Rah kau tak bo doh, aku janji suatu saat nanti aku akan bebas kan kau dari permasalahan ini" ucap Raya.


"Jangan Ray, ini biar lah menjadi urusan ku, kau urus saja rumah tangga mu" ucap Rahma.


"Rah aku hanya ingin kau bahagia" ucap Raya.


"Itu pasti Ray aku pasti bahagia dan bukan sekarang, terkadang rencana Tuhan itu selalu indah namun perlu air mata untuk menerima nya" ucap Rahma.


"Aku salah tentang mu aku pikir kau rapuh tapi ternyata kau sangat Kuat Rah bahkan mungkin aku tak akan bisa seperti diri mu kalau aku ada di posisi mu" ucap raya.


"Aku tau kalau Tuhan tidak tidur" ucap Rahma.


Rahma memeluk sahabatnya itu lagi.


"Aku ingin kau datang bersama dengan Raya" ucap Elpan.


"Ya aku pasti datang untuk menguatkan Rahma" ucap Rayhan.


"Ray plis dengar kan aku, aku tau aku salah karena aku sudah menampar mu tapi Ray soal ini Rahma juga terima" ucap Elpan.


"Terserah, tapi El satu hal yang harus kau tau tak ada seorang istri yang akan mau di dua kan" ucap Rayhan.


"Tapi Rahma terima karena setelah aku punya anak dengan Wanda aku akan ceraikan dia dan anak nya akan Rahma dan aku yang urus" ucap Elpan.


"Yakin? Apa kau yakin?" Tanya Rayhan.


"Tentu saja bahkan aku sudah membuat perjanjian dengan Wanda" ucap Elpan berbohong.


"El kau menikah dengan Wanda, apa kau berjanji tak akan jatuh cinta pada nya, hah apa lagi dahulu kalian pernah punya rasa apa kau yakin rasa itu tak akan balik lagi" ucap Rayhan.


"Aku yakin Ray, Bahkan penghianatan Wanda masih aku ingat sampai sekarang" ucap Elpan.


"Kau akan menikah dengan Wanda kalian akan hidup bersama dalam satu atap bahkan ada waktu berbulan bulan sampai Wanda bisa melahirkan, apa kau berjanji pada Rahma untuk tidak mencum bui Wanda, apa kau janji tidak akan menjamah Wanda? El lihat saja aku dan Raya bahkan aku sudah beberapa kali melakukan dengan Raya tapi belum berhasil sama seperti kau dan Rahma tak akan ada yang langsung tokcer El semua nya butuh proses" ucap Rayhan.


"Aku janji Ray hanya sampai Wanda hamil" ucap elpan.


"Terserah" ucap Rayhan.


Raya dan Rahma datang ke sana dengan membawa minuman.


"Silahkan kak El maaf lama tak ada air soal nya" ucap raya.


"Tak masalah" ucapnya.


Elpan mengkode pada Rahma untuk pulang sekarang.


"Ray aku pamit sekarang karena banyak yang harus aku siapkan" ucap Rahma.


"Kenapa sekarang nanti saja" ucap Raya.


"Kak El harus piting baju" ucap Rahma berbohong karena sebenarnya gaun pengantin sudah di siapkan oleh WO yang sudah Elpan booking.


"Oh baik lah" ucap Raya.

__ADS_1


"Kalian jangan lupa datang ya" ucap Rahma.


"Ya Rahma kami pasti datang" sahut Rayhan.


"Ya, baik lah aku permisi" ucap Rahma.


Elpan melajukan mobilnya ke arah apartemen Wanda karena Elpan akan menjemput Wanda, Rahma tak tau Elpan akan ke mana karena Rahma juga tak banyak tanya.


Rahma memilih diam saja karena untuk bicara pun dia berat.


Elpan memarkir mobil nya di parkiran apartemen itu.


"Ayo kita masuk ke dalam" ucap Elpan.


Rahma hanya patuh saja pada ucapan Elpan, mereka berjalan ke arah lantai dua tepat ke kamar yang Wanda tempati.


Tokk


Tokk


Pintu itu terbuka dan menampakan sosok Wanda yang memakai gaun minim dengan seutas tali yang menggantung di bahu nya.


Sehingga menampakan sebagian dada Wanda yang mulus itu.


"Akhirnya kalian datang" ucap Wanda.


"Mana pakaian yang harus aku bawa" ucap Elpan.


"Yang ini" ucap Wanda menunjuk pada koper yang cukup besar.


"Baik lah ayo" ucap Elpan.


Rahma hanya memutar bola matanya malas, dia mengikuti dari belakang Jujur saja Rahma sangat ingin segera pergi dari sana dan menyendiri untuk mengeluarkan keluh kesah nya.


"El kau tak kerja" tanya Wanda.


"Tidak" ucap Elpan.


"Syukur lah" ucap Wanda.


"Aku cuti satu Minggu" ucap Elpan.


"Oh ya rencananya kita mau honey moon di mana" tanya Wanda.


"Aku akan pilih kan hotel yang paling mewah" ucap Elpan.


Rahma hanya bungkam saja dia sekarang tengah menahan sesak di dadanya.


"Oh ya saat kalian menikah dulu kalian honey moon di mana" tanya Wanda pada Rahma.


"Kami tak honey moon" ucap Rahma.


"Kenapa" tanya Wanda.


Rahma tak menjawab dia hanya diam saja, mata Rahma seolah tengah mencari sesuatu padahal Rahma sengaja melakukan karena tak mau melihat Elpan dan Wanda.


Elpan melihat Rahma yang bertingkah aneh.


"Maafkan aku Rahma kalau saja aku tak melakukan itu pada Wanda dan Wanda tak hamil aku tak akan melakukan hal ini" batin Elpan.


Mereka langsung pulang ke arah kediaman Elpan, di dalam mobil tak ada yang bicara satu kata pun mereka hanya sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Sesampainya di kediaman Elpan, Wanda langsung di sambut oleh Mira dan beberapa anggota keluarga Elpan yang lain.


"Ayo Wanda masuk" ucap Mira.


"Terima kasih tante" ucap Wanda.


Mereka semua masuk ke dalam.


"Yang mana pengantin nya" tanya orang dari salon kecantikan.


"Oh pasti yang ini ya" ucapnya lagi pada Rahma.


"Bukan mbak ini pengantin nya" ucap Mira pada Wanda.


"Oh maaf saya salah saya kira dia, karena yang saya tau istri muda itu pasti umur nya muda tapi ini" ucap mbak dari salon itu tak melanjutkan ucapannya.


"Sudah lah, ayo buat dia fresh dan berkilau" ucap Mira.


"Baik lah ayo nona" ucap mbak itu.


Rahma langsung pergi ke kamar nya dia menyendiri di kamarnya dengan air mata yang terus saja mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2