
Rahma duduk dan menunggu masakan matang.
Rahma sejak tadi melihat juru masak Roy yang tengah memasak.
"Roy apa masakan nya sudah beres" tanya Rahma.
"Belum nona" ucap Roy.
"Aku bantu ya" ucap Rahma.
"Jangan nona" ucap Roy.
"Tak apa" ucap Rahma.
Rahma membantu mengaduk aduk rendang yang tengah Roy masak, sedang kan Roy dia tengah mengocok adonan untuk membuat bolu.
"Nona apa wanita yang kemarin itu kakak anda" tanya Roy.
"Mbak Wanda" tanya Rahma.
"Ya" ucap Roy.
"Dia madu ku" ucap Rahma menatap datar ke arah depan.
"Maksudnya kau istri tua" tanya Roy.
"Ya" ucap Rahma.
"Maaf karena lancang bertanya begitu" ucap Roy.
"Tak masalah lagi pula apa yang harus aku sembunyikan orang lain juga harus tau kalau aku adalah wanita pembawa si al" ucap Rahma.
"Jangan bicara begitu nona, terkadang kita perlu mengalah hanya karena untuk melihat orang lain bahagia" ucap Roy.
"Ya kau benar" ucap Rahma tersenyum.
Elpan dan Wanda datang ke sana, Elpan melihat Rahma yang saat ini tengah bercanda dengan Juru masak yang Elpan sewa.
"Apa makanan nya sudah siap" tanya Wanda.
"Belum nyonya" ucap Roy.
"Baik lah aku tunggu" ucap Wanda yang langsung duduk di meja makan.
Sedangkan Elpan menatap Rahma dengan tatapan tajam.
"Rahma akrab sekali dengan dia" gumam Elpan.
"Roy lihat apa ini sudah matang" tanya Rahma.
"Sudah nona" ucap Roy.
Dengan cepat Rahma langsung mematikan kompor nya.
Rahma menaruh makanan itu pada mangkuk yang sangat besar.
"Hati hati panas nona" ucap Roy.
"Ya Roy aku tau" ucap Rahma.
"Oh ya nona makanan apa yang kau inginkan aku lupa tanya pada mu" tanya Roy.
"Aku mau es krim" ucap Rahma.
"Sepagi ini" tanya Roy.
"Ya aku sangat suka" ucap Rahma.
"Siang saja nona takut nya terjadi apa apa kalau sepagi ini" ucap Roy.
"Ya deh" ucap Rahma.
Elpan hanya diam saja menatap tajam pada Rahma dan Roy.
Rahma langsung duduk setelah menyajikan rendang yang baru matang.
Juru masak yang perempuan menyajikan nasi dan beberapa masakan yang sudah matang lagi.
"Terima kasih" ucap Rahma.
Roy menyajikan makanan penutup.
"Terima kasih" ucap Rahma.
"Silahkan Nona" ucap Roy.
Rahma memakan makanan itu, bahkan dia memakan nya sangat lahap.
"Roy ini sangat enak bisakah kau ajari aku cara membuat nya" ucap Rahma.
"Boleh nona" ucap Roy.
Elpan mencekal tangan Rahma,
"Jauhi dia" ucap Elpan yang sudah terlanjur cemburu.
"Kak sudah jangan begitu, aku hanya mau di ajari masak" ucap Rahma.
"Tapi aku cemburu" ucap Elpan.
"Kau cemburu tapi bagai mana perasaan aku yang melihat kau menikah lagi" ucap Rahma.
"Rahma ayo lah" ucap Elpan.
"Oh ya Roy apa yang kau pakai kan pada masakan mu itu" tanya Rahma.
__ADS_1
"Aku tak memakai apa apa hanya bumbu dapur saja" ucap Roy.
"Tapi rasanya ada yang beda kau memakai resep rahasia ya" ucap Rahma.
"Aku akan beri tau resep nya" ucap Roy.
"Ya aku akan tunggu" ucap Rahma.
Rahma memakan nya hingga habis, bahkan sekarang Rahma Sangat antusias untuk memakan bolu buatan Roy.
"Jangan lirik dia" ucap Elpan dengan penuh penekanan pada Rahma.
"Kak hanya lihat saja" ucap Rahma.
Wanda hanya tersenyum sinis saja melihat suami istri itu.
"Ingin rasanya ku ce kik saja Si Rahma" batin Wanda.
"gak boleh" ucap Elpan.
"Ya" ucap Rahma.
Rahma memakan bolunya lagi bahkan sebagian sudah habis di makan oleh Rahma.
"Ahn Roy aku minta es krim nanti ya" ucap Rahma pada Roy.
"Ya nona" ucap Roy.
Rahma mengambil rantang dia memasukkan nasi dan lauk pauk pada rantang itu.
"Buat siapa itu" tanya Elpan.
"Buat pak satpam" ucap Rahma.
"Oh" ucap Elpan.
Rahma pergi dari sana menuju ke arah gerbang villa itu, Rahma melihat pak satpam yang sedang sarapan.
"Selamat pagi pak, kebetulan sekali ini pak saya bawa makanan" ucap Rahma.
"Terima kasih nona" ucap Pak satpam.
Wanda memutar bola matanya malas.
"El suruh istri mu untuk diam tak bisa kah dia tak menunjukkan kebaikan palsu nya itu di hadapan aku, aku muak melihat nya" ucap Wanda.
"Wanda aku tak bisa melarang Rahma" ucap Elpan.
"Kamu tak tegas El" ucap Wanda yang langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan.
Roy hanya merasa aneh pada Wanda padahal Rahma tak menyusahkan dia tapi Wanda sangat ribet, pikir Roy.
Rahma kembali lagi ke sana, dia duduk karena ingin mengambil cemilan di dalam kulkas.
"Nona bisa saya bantu" tanya Roy.
"Kau sejak tadi makan apa tak kenyang Rahma" tanya Elpan.
"Sebenarnya kenyang kak hanya saja makanan nya enak" ucap Rahma.
Elpan merasa kan cemburu pada Rahma yang dekat dengan Roy.
Namun Elpan memilih diam saja karena Rahma punya seribu jawaban untuk memojok kan nya.
Sebenarnya Rahma masih tak terima dengan kejadian semalam namun dia tak mungkin lama lama marah karena Elpan tak akan perduli pada Rahma.
Apa lagi dari buku yang Rahma baca kalau jaman nabi juga istri nabi tak pernah merasa cemburu, ada rasa cemburu itu wajar karena kecintaan kita pada seseorang.
Namun jika berlebihan pun tak baik karena Elpan lama lama akan membenci Rahma.
Karena sikap Rahma nanti nya.
Jadi Rahma memutuskan untuk menerima pernikahan Elpan lagi pula pernikahan itu hanya sampai Wanda punya anak saja.
"Oh ya kak aku mau lihat ibu ibu yang memetik teh" ucap Rahma.
"Ya terserah kamu tapi jangan jauh jauh" ucap Elpan.
"Ya kak" ucap Rahma.
Rahma keluar dari sana menuju ke arah perkebunan teh yang sangat hijau, bahkan sangat memanjakan mata saat melihat nya.
Rahma menghirup udara segar di perkampungan itu.
Rahma melihat ibu ibu yang memetik pucuk teh dengan sangat teliti namun lumayan cepat.
Rahma hanya memandang saja dari kejauhan, karena Villa Elpan langsung menghadap ke arah perkebunan.
"Aku betah kalau harus berlama lama di sini" gumam Rahma.
Doa orang laki laki dengan memakai jas layaknya seorang body guard datang ke sana mendekat pada Rahma yang sedang asik Melihat pemandangan.
"Permisi apa kau istri nya tuan Elpan" tanya mereka.
"Ya ada apa" tanya Rahma.
"Tangkap dia" ucap salah satunya.
"Mau apa kalian" tanya Rahma yang hendak mundur namun dengan cepat orang itu membungkam mulut dan hidung Rahma dengan obat bius.
Hingga sedetik kemudian Rahma pingsan di tempat.
"Ayo kita bawa" ucapnya.
Pak satpam pun melihat kejadian itu, dengan cepat dia mengutak atik ponsel nya untuk menghubungi Elpan.
__ADS_1
📞📞
"Ya pak ada apa" tanya Elpan.
"Tuan, nona muda di bawa oleh penja hat" ucapnya.
"Apa" tanya Elpan terkejut mendengar hal itu.
"Rahma di bawa oleh penja hat, baik lah aku akan datang ke sana" ucap Elpan.
📞📞
Saat ini Elpan tengah bersama dengan Wanda di kamar nya.
Elpan langsung pergi dari sana namun Wanda menghentikan langkah Elpan.
"El mau ke mana" tanya Wanda.
"Rahma di culik" ucap Elpan.
"Kenapa bisa" tanya Wanda.
Tak mengindahkan lagi ucapan Wanda, Elpan langsung saja pergi dari sana meninggal kan Wanda.
Elpan berlari ke luar menuju ke arah gerbang masuk.
"Pak ke mana mereka membawa Rahma" tanya Elpan.
"Ke arah sana tuan mereka memakai mobil hitam, saya yakin akan langsung ketemu karena jalanan cukup terjal" ucap satpam.
"Baik lah, apa kau punya motor" tanya Elpan.
"Ada tuan" ucap satpam itu.
"Aku pinjam ya" ucap Elpan.
Setelah mendapat kan kunci motor dengan cepat Elpan mengendarai motor satpam itu melaju untuk mengejar penculik Rahma.
"Rahma kamu di mana" gumam Elpan.
Elpan melajukan motor hingga sampai di jalanan yang cukup rusak dan berbatu, namun bukan jalan nya yang Elpan lihat tapi mobil hitam yang ada di hadapannya yang Elpan curigai.
"Apa mobil itu" gumam Elpan.
Hingga di pertigaan, Elpan langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga Elpan bisa menghentikan mobil itu.
Hampir saja motor yang Elpan tumpangi mendekat pada mobil itu, namun dengan cepat mobil itu berhenti tepat di hadapan Elpan.
"Turun" ucap Elpan mengancam.
Dua orang yang memakai jas turun dari mobil itu.
"Mana Rahma" tanya Elpan pada kedua orang itu.
"Serang" ucap kedua orang itu.
Perkelahian pun tak bisa terleraikan Elpan mendapatkan pukulan bertubi tubi karena mereka main keroyok sedang kan Elpan hanya sendirian.
Bughh
Bughh
Bughh
Elpan mencoba melawan namun tetap saja Elpan kalah hingga Elpan tersungkur ke lantai.
Untung saja para warga datang dan membela Elpan mereka semua memukuli kedua orang itu.
Dengan cepat Elpan berjalan ke arah mobil orang itu, Elpan membuka pintu mobil, dan terlihat Rahma yang tengah pingsan di dalam mobil.
Elpan menggendong tubuh Rahma dan menjauh dari mobil itu.
Kedua orang itu pergi dari sana memakai mobil nya.
"Pak ada yang luka" tanya Warga yang ada di sana.
"Tidak terima kasih bapak bapak karena sudah menolong saya" ucap Elpan.
"Ya pak sama sama" ucapnya.
Elpan menepuk nepuk pipi Rahma guna membuat nya tersadar namun Rahma belum juga sadar.
"Rahma bangun Rahma" ucap Elpan.
Hingga lama Rahma membuka matanya, Rahma merasa pusing karena efek samping obat bius yang mereka berikan pada Rahma.
"Kak" ucap Rahma dengan nada lemas.
"Rahma syukur lah kau sadar" ucap Elpan.
"Kak aku ada di mana" tanya Rahma.
"Kamu di culik" ucap Elpan.
Rahma bangun dia melihat wajah suaminya yang sekarang sudah babak belur.
"Kak wajah mu" ucap Rahma sambil menyentuh wajah suaminya.
"Tak apa hanya sedikit" ucap Elpan.
"Ayo pulang biar aku yang akan obati" ucap Rahma.
"Kau bisa bawa motor" tanya Elpan.
"Bisa ayo biar aku yang bawa motor nya" ucap Rahma.
__ADS_1
Elpan sangat lah lemas, saat ini Rahma membawa motor dan Elpan duduk di belakang memeluk Rahma dengan sangat erat karena tak mau terjatuh.
"Tahan ya kak" ucap Rahma yang memaksa kan membawa motor padahal kepala nya masih sangat pusing.