Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 26 : Rahma menyetujui Elpan menikah lagi


__ADS_3

Plakk


Elpan menampar pipi Rahma dengan sangat kencang sehingga membuat Rahma terjatuh ke lantai.


Mira dan para pelayan yang lain mendengar hal itu apa lagi pintu kamar Elpan juga terbuka.


Semuanya langsung ke sana karena takut nya ada apa apa.


"Berani sekali kau bicara begitu" tanya Elpan yang sekarang tengah marah.


"Emang ini kenyataan nya kak" ucap Rahma sambil memegang pipi nya yang sakit.


"Ada apa ini" tanya Mira dengan nada tinggi.


"Mah, Rahma bilang kalau aku mandul" ucap Elpan.


"El jangan dengar kan Dia, kau tau kan kalau Rahma yang mandul sampai sekarang kalian belum bisa punya anak, hey kau wanita bo doh jangan Ngada Ngada kamu berani sekali bilang Elpan mandul" ucap Mira.


"Mamah jangan berasumsi kalau aku mandul aku periksa sendiri kak El dan hasil nya ini, masih kurang percaya ini dari rumah sakit ternama loh mah" ucap Rahma memberikan surat hasil tes urine.


Mira tak melihat nya dia langsung merobek kertas itu sampai hancur berkeping keping.


"Kau pembohong kau lakukan ini karena kau tak mau El menikah lagi kan, dasar kau egois" ucap Mira marah pada Rahma.


"Rahma aku tak akan ceraikan kamu, aku hanya menikah lagi dengan Wanda dan nanti anak nya akan jadi anak kita, anak aku dan kamu" ucap Elpan.


"Tapi aku gak mau kak" ucap Rahma.


"Rahma aku tau kau sayang pada ku, kau tak mau aku menikah lagi tapi Rahma tak seharusnya kau seperti ini, kau jangan buat yang aneh aneh tentang ku" ucap Elpan.


"Aku tak aneh aneh kak, ini bener aku lakukan tes urine itu" ucap Rahma.


"Sudah lah kau harus tepati janji mu dan aku akan menikah secepatnya dengan Wanda" ucap Elpan.


"Aku minta cerai" ucap Rahma.


"Baik lah aku akan pulang kan kau sekarang" ucap Elpan datar dan ketus.


Rahma tersentak kaget, bukan nya membela diri nya Elpan malah memilih untuk mencerai kan nya.


Elpan memegang tangan Rahma, bahkan Elpan juga menarik nya.


"Aku ambil kau dari papah Argam dengan baik baik maka aku juga akan kembalikan kau dengan cara baik baik juga" ucap Elpan.


Elpan menyeret Rahma dengan cukup keras sehingga Rahma ikut terseret sampai ke ruang tamu.


Drttt drttt.


Rahma melepaskan cekalan tangan Elpan, Rahma langsung melihat ponsel nya dia melihat kalau yang menelpon nya itu adalah papahnya.


📞📞


"Ya ada apa pah" tanya Rahma.


"Nona, tuan Argam masuk rumah sakit lagi" ucap Arman anak buah Argam.


"Apa papah ke rumah sakit lagi" tanya Rahma terkejut.


"Ya nona" ucap Arman.


"Baik lah aku akan datang" ucap Rahma.


📞📞


Rahma langsung berjalan melewati Elpan yang berdiri di hadapan nya.


Elpan langsung mencekal tangan Rahma.


"Akan aku antar" ucap Elpan.


"Baik lah" ucap Rahma.


Mereka berangkat ke rumah sakit, Rahma saat ini lebih memikirkan tentang kesehatan papahnya dari pada masalah rumah tangga nya.


Sesampainya di rumah sakit, Rahma langsung berjalan ke arah ruangan papahnya karena dia tak mau kalau papahnya semakin parah.


"Pah" ucap Rahma saat melihat papahnya berbaring di ranjang rumah sakit.


"Rahma kau datang" tanya Argam.


"Ya pah Arman telpon katanya papah ke rumah sakit, papah kenapa lagi" tanya Rahma.


"Papah baik baik saja Rahma hanya saja kondisi papah sedikit memburuk akhir akhir ini" ucap Argam.


"Pah jangan banyak pikiran" ucap Rahma.


"Gak sayang, El kau datang juga" tanya Argam.


"Ya pah kata Rahma papah masuk rumah sakit makannya aku datang" ucap Elpan.


"Syukurlah" ucap Argam.


"Papah sudah makan" tanya Rahma.


"Sudah" ucap Argam.


Argam meminta untuk duduk, Arman yang setia di samping nya pun langsung membantu sang tuan nya itu untuk bangun.


"Papah ingin kalian hidup bahagia, papah ingin melihat kalau kalian punya anak, El bisa kan kau jaga Rahma papah hanya bisa titip kan Rahma padamu saja apa lagi papah sudah tua" ucap Argam.


"Pah sudah kewajiban El untuk menjaga Rahma, El janji El akan membahagiakan Rahma namun dengan cara El" ucap Elpan.


"Papah percaya pada mu" ucap Argam.

__ADS_1


"Ya pah" ucap Elpan.


Rahma tersenyum getir dia sekarang berada di posisi sangat sulit.


"Rahma patuhi suami mu" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


"Baik lah papah akan istirahat" ucap Argam.


"Kami akan tunggu di luar pah" ucap Rahma.


Semua orang keluar karena Argam akan istirahat.


"Sejak kapan papah begini" tanya Rahma pada Arman.


"Tuan sejak kemarin nona, dia terlalu memikirkan kebahagiaan mu dia takut kau tak bahagia" ucap Arman.


"Papah ini kenapa mengkhawatirkan hidup ku padahal aku jauh lebih bahagia" ucap Rahma.


"Nona begitu lah seorang papah" ucap Arman.


"Ya" ucap Rahma.


"Baik lah saya permisi saya akan mengambil baju salin tuan Argam" ucap Arman yang langsung pergi dari sana.


"Bagai mana sekarang, mau aku pulang kan kamu" tanya Elpan.


"Aku terima apa pun nantinya tapi aku tak mau sampai papah tau kalau kamu menikah lagi" ucap Rahma dengan tatapan datar.


"Baik lah akan aku persiapkan, pernikahan itu hanya akan di datangi oleh teman aku saja" ucap Elpan.


"Terserah" ucap Rahma yang berusaha baik baik saja walau pun hati nya bagai di hunus oleh panah yang tajam.


Hingga sore hari nya Rahma masih berada di sana bersama dengan Elpan.


Bahkan terlihat oleh Rahma kalau sejak tadi Elpan selalu bertukar pesan.


Tak ada sedikitpun rasa penasaran pada diri Rahma apa lagi saat ini kalau sampai Rahma bertanya pasti akan terjadi adu mulut nanti nya.


"Aku harus ke luar kota" ucap Elpan.


"Ya" ucap Rahma.


"Jangan marah" ucap Elpan.


"Gak" ucap Rahma.


Malam hari nya Rahma dan Elpan pulang karena Argam juga sudah baikan, namun ada hal yang membuat Rahma malas untuk pulang.


Mamahnya Elpan yang selalu memandang Rahma dengan tatapan sinis.


"El kenapa dia datang lagi" tanya Mira.


"Kenapa istri tak berguna begitu kau tetap mempertahankan nya" tanya Mira.


"Aku cinta pada Rahma mah aku tak mungkin melepaskan dia" ucap Elpan.


"Lalu Wanda" tanya Mira.


"Aku akan tetap menikah dengan Wanda" ucap Elpan.


"Oh baik lah mamah ingin segera punya cucu" ucap Mira.


"Mamah tenang saja" ucap Elpan.


Rahma langsung pergi dari sana menuju kamarnya, karena ingin segera istirahat dari masalah rumah tangga nya itu.


Pagi hari nya Rahma berangkat ke kampus tanpa di antar Elpan karena Elpan ke luar kota jadi Rahma hanya naik taksi saja.


Sesampainya di sana Rahma melihat ke arah sekeliling tak ada teman teman nya di sana.


"Mungkin mereka di dalam" gumam Rahma.


"Rahma" sahut Rayhan suaminya Raya teman nya Rahma yang sekarang ada di depan kampus.


"Eh kak Ray" tanya Rahma yang langsung mendekat pada mobil Rayhan suami nya Raya.


"Tolong beri kan ini pada Raya, tapi tolong jangan bilang dari aku ya, pastikan Raya makan " ucap Rayhan.


"Oh baik lah" ucap Rahma.


"Terima kasih" ucap Rayhan.


"Ya kak sama sama" ucap Rahma.


Rahma masuk dan mencari cari Raya.


"Ray" sahut Rahma.


"Ya" ucap Raya.


"Udah sarapan belum" tanya Rahma.


"Belum sih cuman kalau mau ke Kantin ayo" ucap Raya.


"Aku bawa bekal kau mau gak" ucap Rahma.


"Tapi kamu bagaimana" tanya Raya.


"Aku sudah makan" ucap Rahma.


"Gak ah aku gak enak" ucap Raya.

__ADS_1


"Ayo makan saja jangan gak enak begitu" ucap Rahma.


"Aku takut Kak El marah" ucap Raya.


"Marah kenapa" tanya Rahma.


"Karena kan itu bekal untuk mu" ucap Raya.


"Ayo lah makan saja" ucap Rahma maksa.


"Ya baik lah aku akan makan, aku janji besok aku akan bawa makanan untuk mu" ucap Raya.


"Ya" ucap Rahma.


Raya memakan nya dengan lahap, namun Raya merasa ada sesuatu yang tak asing pada rasa makanan itu.


"Apa ini masakan kamu" tanya Raya.


"Ya" ucap Rahma.


"Enak" ucap Raya.


Julia datang ke sana.


"Lagi makan tuh" ucap Julia.


"Ya nasi pemberian Rahma" ucap Raya.


"Hah Rahma hanya Raya yang kau bagi kenapa aku tidak" ucap Julia.


"Maaf aku" ucap Rahma terpotong.


"Kau tak adil" ucap Julia.


"Sebenarnya Ray aku minta maaf, makanan itu dari Kak Rayhan tadi dia datang katanya itu bekal untuk mu katanya jangan sampai kau tau itu makanan pemberian nya" ucap Rahma.


"Hah" ucap Raya terkejut dan langsung menatap pada nasi yang sekarang sudah habis.


"Rahma kenapa gak bilang dari awal" ucap Raya.


"Hahah tak apa lah Raya jangan marah lagi pula nasi nya habis" ucap Julia.


"CK Rahma" ucap Raya.


"Maaf" ucap Rahma.


"Baiklah aku akan berikan kotak nasi ini ke perusahaan nya" ucap Raya.


"Tapi kalian ini sangat romantis Raya" ucap Rahma.


"Romantis bagaimana" tanya Raya.


"Kak Rayhan rela datang kemari hanya untuk membawa kan kamu bekal" ucap Rahma.


"Tetap saja aku masih bertengkar dengan nya" ucap Raya.


"Perbaiki hubungan kalian" ucap Rahma memberikan solusi pada Raya padahal rumah tangga nya pun entah bagai mana nasib nya.


Namun Raya merasa aneh pada sikap Rahma bahkan sekarang Rahma sangat murung apa lagi matanya sembab.


"Rah kau kenapa" tanya Raya.


Rahma hanya menggeleng saja.


"Ayo lah Rahma cerita aku dan Julia siap mendengar nya" ucap Raya.


"Ray aku tak sanggup lagi sekarang" ucap Rahma yang langsung menangis.


"Tak sanggup kenapa" tanya Julia.


"Kak El akan menikah lagi, dan kau tau calon nya itu adalah mantan kak El dulu bahkan mamah Mira sudah membawa nya ke rumah hiks.. hikss.." ucap Rahma menangis.


"Apa" tanya Raya dan Julia secara bersamaan dan terkejut.


"Benar mamah mertua mu itu sama seperti yang di film film" ucap Julia.


"Jul" ucap Raya menggeleng pada Julia karena tak mau menyinggung Rahma.


"Rah lalu apa kak el mau" tanya Raya.


"Entah tapi saat pertemuan itu kak El dan wanita itu sangat akrab" ucap Rahma.


"Lalu di mana kak El sekarang" tanya Raya.


"Kak El ke luar kota karena ada kerjaan di sana" ucap Rahma.


"Lalu apa kau setuju" tanya Raya.


"Ray bahkan ucapan ku tak pernah mamah dengar kau tau, sekeras apa pun aku bicara tetap saja mamah tak akan mendengar nya" ucap Rahma.


"Kita akan tanya pada kak El besok" ucap Raya.


"Ya baik lah" ucap Rahma.


"Sudah lah jangan nangis lagi ya" ucap Raya.


"Ya" ucap Rahma.


"Aku tak sangka kalau Kak El begitu" ucap Julia.


"Entah lah Ray, Jul, aku seperti tanpa arah sekarang papah sekarang sakit aku tak mungkin aku pisah dengan kak El, lalu aku juga tak rela kalau harus di madu" ucap Rahma.


"Sabar Rah" ucap Raya dan Julia.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2