Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 15: pengakuan Wanda


__ADS_3

Malam hari nya Elpan meminta maaf pada Rahma bahkan sampai maksa Elpan meminta maaf.


"Rahma aku sadar aku salah tolong maafkan aku" ucap Elpan.


"Tak apa lah lagi pula sudah lewat juga" ucap Rahma.


"Maaf aku tak sengaja Rahma" ucap Elpan.


"Ya aku tau kau hanya marah saja" ucap Rahma.


"Alhamdulillah kalau kau sudah mau memaafkan aku" ucap Elpan.


"Ya, oh ya kak aku punya sesuatu" ucap Rahma.


"Apa" tanya Elpan.


"Lihat ini aku subur kak aku tak mandul jadi kata dokter satu Minggu an aku bisa hamil" ucap Rahma.


"Benar kah" tanya Elpan.


"Ya kak" ucap Rahma.


"Baik lah semoga saja benar" ucap Elpan.


"Ya" ucap Rahma.


Satu Minggu kemudian..


Rahma iseng saja mencoba hasil tes peck Karena kata dokter Rahma bisa hamil dalam waktu satu Minggu.


Rahma mencoba nya di pagi hari sekali karena sekarang Elpan juga belum bangun dari tidur nya.


Lama Rahma menunggu tapi sayang sekali hasil nya negatif.


"Ya Alloh kapan aku bisa hamil" gumam Rahma.


Semakin hari Rahma semakin sayang pada Elpan apa lagi perlakuan Elpan yang membuat nya semakin sayang pada Elpan.


Namun berbeda dengan Elpan dia malah merasa bersalah pada Rahma, perasaan yang Elpan berikan itu adalah semata mata karena rasa bersalah Elpan.


Apa lagi Elpan setiap hari di buat bersalah oleh Wanda yang sudah melakukan hubungan karena Elpan takut kalau Wanda hamil apa lagi Wanda sering mual bahkan sampai muntah saat bersama dengan Elpan.


"Aku harus apa? Kalau Wanda punya anak itu adalah anak ku, aku harus senang tapi bagai mana dengan Rahma? Apa dia akan menerima Wanda? Aku bingung memikirkan ini, aku bahkan tak bisa memberi tau kan pada Rahma masalah ini" gumam Elpan menatap langit langit ruangan itu.


Rahma datang ke sana karena sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi.


"Kak sudah bangun" tanya Rahma.


"Ya aku sudah bangun, oh ya Rahma sini" ucap Elpan menepuk ranjang kosong di samping Elpan.


"Ada apa" tanya Rahma sambil duduk di sebelah Elpan.


Elpan memeluk Rahma dengan sangat erat, karena kesalahannya membuat Elpan tak tega menyakiti Rahma apa lagi sekarang Rahma sangat sayang pada Elpan.


Rahma merasakan kenyamanan pada diri Elpan, sehingga membuat Rahma tak bisa melepaskan pelukan Elpan.

__ADS_1


Siang harinya Rahma sudah pulang dari kampus nya, dia langsung menemui papah nya yang sekarang ada di perusahaan nya.


Rahma ingin minta maaf karena satu Minggu yang lalu Rahma sudah keterlaluan pada papahnya.


Flash back onn


Argam tau dari anak buahnya kalau Rahma naik taksi sambil menangis dengan darah yang penuh di bajunya.


Lalu sebagai seorang Ayah, Argam tak bisa diam saja saat Putri semata wayang nya di sakiti begitu.


Dia langsung bertanya pada Rahma yang saat itu kebetulan sekali Rahma ke kantor nya.


"Rahma papah dengar dari teman papah kalau katanya kamu masuk ke sebuah perbelanjaan dengan baju kamu yang penuh dengan darah" tanya Argam.


"Pah sudah jangan dengar kan orang lain mungkin mereka salah lihat" ucap Rahma.


"Rahma teman papah tau betul siapa kamu jadi mana mungkin mereka salah lihat" ucap argam.


"Pah jangan dengar kan orang lain, pah mereka bisa saja salah lihat atau mungkin mereka salah melihat baju Rahma karena kan pah Rahma punya baju yang seperti noda darah tapi itu cuman renda saja" ucap Rahma mengelak.


"Ya sudah lah papah hanya tanya saja lagi pula kalau kau tak menjawab apa hak papah untuk bertanya" ucap Argam kecewa pada putrinya yang tak jujur pada nya.


Flash back off


Sedangkan di perusahaan Elpan, sekarang Wanda sudah berada di perusahaan Elpan dia ingin bilang kalau sekarang dia tengah hamil.


Tetapi Elpan menyuruh nya untuk diam dulu karena dia sedang ada pekerjaan yang sangat penting.


Hingga menunggu beberapa menit akhir nya Elpan selesai juga dengan pekerjaan nya, dia duduk di samping Wanda di sofa ruangan nya itu.


Wanda menyodorkan sebuah tes peck bergaris dua pada Elpan.


"Aku hamil" ucap Wanda terus terang pada Elpan.


"Hamil" tanya Elpan.


"Ya aku hamil" ucap Wanda.


Elpan tersenyum bahagia karena mendengar kalau dia akan menjadi seorang Ayah apa lagi Elpan masih sayang pada Wanda membuat Elpan semakin bahagia mendengar nya.


"Kamu hamil dan sebentar lagi aku akan jadi ayah" ucap Elpan yang langsung memeluk Wanda.


"aku harap kau mau tanggung jawab, El aku sebenarnya tak mau di sebut pelakor oleh Rahma nanti nya tapi mau bagaimana lagi aku juga tak mungkin bisa mengurus anak ini sendirian" ucap Wanda.


"Tapi bagai mana cara nya aku untuk memberi tau kan masalah ini pada Rahma" tanya Elpan melepas pelukan nya.


"Aku tak tau El tapi aku juga tak bisa berlama lama menyembunyikan kandungan ini, anak ini akan membesar El" ucap Wanda.


"Ya aku tau baik lah aku akan menikahi mu secepatnya" ucap Elpan.


"Ya aku senang mendengar nya" ucap Wanda.


"Kau mau apa aku akan turuti semua keinginan mu" ucap Elpan.


"Apa saja" tanya Wanda.

__ADS_1


"Ya apa saja" ucap Elpan.


Wanda tersenyum ja hat mendengar hal itu dia bisa memanfaatkan waktu hamil nya ini untuk menguasai Elpan sepenuhnya.


Sampai pulang kerja Wanda terus saja menunggu Elpan karena dia ingin selalu bersama dengan Elpan perkataan itu Wanda bumbui dengan kalimat "anak kita mau sama papah nya".


Hal itu semakin membuat Elpan bersemangat kerja padahal anak di dalam kandungan Elpan belum tentu anak Elpan.


Sedangkan Rahma yang sekarang ada di perusahaan papahnya pun dia langsung meminta maaf karena merasa bersalah pada papahnya.


"Papah gak perlu khawatir Rahma baik baik saja, Rahma bahagia Pah" ucap Rahma.


"Papah percaya pada mu, Rahma jaga diri baik baik kalau kamu ada masalah cerita pada papah ya" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


"Rahma pandai sekali kau menyembunyikan kesedihan mu itu, papah harap kau bisa melewati nya, kalau pun benar papah akan bawa kamu pulang dari keluarga toxic itu tapi nanti saat kamu mau bicara pada papah" batin Argam.


Malam harinya Elpan mengantar kan Wanda pulang ke apartemen nya.


"El bisa kah kau temani aku sampai aku tertidur, rasanya El perut aku itu ingin di elus terus kalau sedang tidur" ucap Wanda.


"Oh baik lah" ucap Elpan.


Namun sebelum masuk ke dalam apartemen Wanda, Elpan terlebih dahulu menghubungi Rahma karena takut Rahma akan menunggu nya.


📞📞


"Rah aku lembur sekarang jadi maaf ya aku pulang terlambat" ucap Elpan.


"Oh ya kak tak masalah" ucap Rahma.


"Maaf ya aku tak bisa pulang cepat, kamu tidur saja duluan" ucap Elpan.


"Ya kak semangat kerja nya" ucap Rahma.


"Ya Rahma" ucap Elpan.


📞📞


Elpan masuk ke dalam apartemen Wanda dan sesuai dengan rencana Wanda sudah memakai baju kurang bahan dan tidur telentang di atas ranjang nya.


"Baik lah aku akan elus Perut kamu" ucap Elpan yang langsung mengelus perut Wanda yang masih datar itu.


Hingga malam hari Elpan ketiduran di sana, karena Wanda tau Elpan tertidur dia menyelimuti Elpan supaya Elpan merasa nyaman.


"Aku akan ambil kembali El dari mu Rahma" gumam Wanda.


Sedangkan di kediaman Elpan.


Rahma saat ini tengah melihat pemandangan langit dari arah balkon rumah mewah itu.


Rahma menyeruput teh hangat yang dia buatkan, mata Rahma menatap pada langit yang hitam dengan taburan bintang bintang.


"Aku hanya minta satu, buatkan Kak El menjadi jodoh ku" gumam Rahma saat melihat bintang jatuh.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2