
Rahma menatap pada Lian yang sekarang masih tidur di tempat tidur nya.
"Harus kah aku pergi" gumam Rahma.
Terbesit di pikiran Rahma untuk pergi dari sana karena saat ini papahnya sudah tak mau mendukung nya lagi.
Rahma membereskan pakaiannya dia dan Lian, Rahma hanya membawa satu Ransel saja karena Rahma tak mungkin membawa Lian dan koper secara bersamaan.
Rahma menjatuhkan ranselnya dari jendela kamarnya hingga jatuh ke halaman belakang rumah nya.
Rahma yakin kalau di halaman belakang sudah pasti tak ada orang karena body guard juga sibuk menjaga Rahma di depan pintu nya.
Rahma menggendong Lian namun Rahma memakaikan selimut pada Lian supaya tak kedinginan.
Rahma membawa Lian ke luar, kedua body guard itu langsung melihat pada Rahma.
"Mau kemana nona" tanya nya.
"Aku mau jalan jalan keluar" ucap Rahma memasukan Lian pada troli bayi.
"Mau kami temani" tanyanya.
"Aku hanya di halaman belakang saja tak jauh" ucap Rahma.
"Oh baiklah" ucap Kedua body guard itu percaya pada Rahma.
Rahma langsung mendorong troli itu dan pergi keluar dari rumah.
Rahma berjalan ke halaman belakang yang hanya ada tanaman di sana.
Rahma mengambil ransel nya dan menggendong nya namun Rahma melihat satpam yang baru saja datang ke sana dengan cepat dia langsung menyembunyikan ransel itu di sela sela pas bunga yang besar.
Rahma mendorong trolinya perlahan dan bicara pada Lian hingga Satpam itu percaya kalau Rahma tengah membawa main Lian.
Satpam itu pun kembali ke tempat nya di gerbang depan, dengan cepat Rahma mengambil ransel itu dan keluar lewat pagar besi satu pintu yang cukup sempit hanya cukup satu orang dewa sa saja.
Rahma mendorong troli itu untuk keluar Rahma kembali menutup pintu besi yang sudah berkarat itu karena Rahma tak mau orang rumah curiga.
Rahma mendorong troli itu dan langsung naik ke dalam taksi yang lewat di sana.
"Pak tolong bawa aku ke alamat PG nomor 26" ucap Rahma.
"Ya mbak" ucap supir taksi.
Rahma melihat pada Lian yang sudah Rahma dudukan di jok mobil samping nya.
Rahma membuka ransel itu dia mengambil cemilan untuk Lian.
"Sayang makan lah" ucap Rahma.
"Maem" ucap Lian yang sudah mulai berucap tapi belum Rahma pahami.
Mereka sampai di kediaman Raya dan Rayhan, saat ini Rahma berpikir kalau Raya adalah tempat untuk nya melarikan diri.
Rahma langsung membayar ongkos dan keluar dari mobil.
Rahma masuk kedalam rumah mewah Teman nya itu.
"Permisi pak" ucap Rahma pada satpam.
"Ya mau ketemu nona" tanya satpam yang sudah kenal dengan Rahma.
"Ya apa ada" tanya Rahma.
"Ada" ucap satpam yang langsung membiarkan Rahma masuk kedalam.
Karena sudah tak canggung lagi Rahma masuk ke dalam dan ternyata ada juga Raya yang sedang mengasuh Rayna.
"Ray" ucap Rahma yang langsung masuk ke dalam dan memeluk temannya itu.
"Rahma tumben datang aku kangen loh udah hampir beberapa bulan kita gak ketemu ya" ucap Raya.
"Ya Ray maaf aku datang mendadak aku mau sembunyi di sini boleh gak" tanya Rahma.
"Sembunyi? Ayo duduk lah dulu" ucap Raya membawa Rahma untuk duduk.
"Kenapa sembunyi apa ada masalah" tanya Raya.
"Ya sedikit" ucap Rahma.
"Ayo cerita Rahma biar kamu tenang dan Lian kenapa dia ada pada mu" tanya Raya.
"Ray begini kemarin kak El datang dia minta maaf pada ku dia juga menitip kan Lian pada Ku, kau Ray Mbak Wanda sudah meninggal dan kak El baru sadar saat mbak Wabda meninggal kau tau Lian itu bukan anaknya kak El karena kak El itu mandul" ucap Rahma.
"Aku baru tau kalau pelakor itu sudah meninggal, lalu aku penasaran anak siapa Lian" tanya Raya.
Rahma menatap pada Lian yang sekarang bermain dengan Rayna anaknya Raya.
"Dia anak nya kak Iqbal" ucap Rahma.
"Oh jadi rumor itu benar" ucap Raya.
"Rumor" tanya Rahma.
"Ya mas Rayhan yang bilang hal itu aku gak percaya begitu saja karena kan mana mungkin gitu apa lagi kak El dan kak Iqbal kan sahabat" ucap Raya.
"Entah aku juga gak tau tapi ini kenyataan nya Raya, mungkin sekarang kak El menyesal dan minta maaf pada ku bahkan dia juga mengajak aku untuk kembali padanya" ucap Rahma.
"Lalu untuk apa kamu sembunyi" tanya Raya.
"Papah mau menjodohkan aku dengan Arman aku gak mau tapi Ray aku mau tanya apa aku bo doh kalau harus kembali pada kak El jujur saja aku masih mencintai kak El" ucap Rahma.
Raya bingung dia mau menjawab apa karena kalau dari sisi lain Rahma memang terlihat sangat bo doh karena mau kembali pada orang yang sudah menyakiti nya.
"Sebenarnya tak salah hanya saja kenapa harus pada kak El lagi Rahma banyak laki laki yang mau sama kamu dan yang jelas mereka tak mungkin seperti kak El kan" ucap Raya.
"Tapi Ray siapa yang mau pada ku, aku yakin kok kalau kak El akan menjadi baik sekarang" ucap Rahma.
"Rahma sebagai seorang sahabat aku hanya mengingatkan jika seseorang sudah meminta maaf atas kesalahannya apa mereka juga minta maaf untuk tidak melakukan nya lagi atau mereka mengulanginya karena yang aku tau mereka akan melakukan nya lagi kalau selalu kamu maaf kan" ucap Raya.
"Tapi Ray aku yakin kak El baik sekarang" ucap Rahma.
"Ya aku percaya kalau kak El baik tapi apa mungkin mamahnya akan baik pada mu" tanya Raya.
"Ya itu alasan nya" ucap Rahma.
"Ya maka dari itu lebih baik kamu pikir kan dahulu secara matang karena ini soal kehidupan kamu" ucap Raya.
"Hhmm aku akan pikirkan lagi" ucap Rahma.
"Soal papah kamu aku yakin niat dia baik dia hanya tak mau kamu salah pilih jalan" ucap Raya.
"Ya aku juga tau tapi rasanya sakit aja ga ada yang dukung" ucap Rahma.
"Aku mendukung mu" ucap Raya.
"Terima kasih" ucap Rahma.
__ADS_1
"Ya, oh ya kala kamu mau di sini dulu tak apa aku senang kok karena Ayna ada temannya" ucap Raya.
"Ya" ucap Rahma.
Sedang kan di kediaman Mahoji kedua body guard yang menjaga Rahma baru sadar kalau Nona nya itu tak kembali lagi dari jalan jalannya.
Mereka mencari keberadaan Rahma di luar namun tak ada mereka mencari ke halaman namun tak ada bahkan ada juga yang mencari ke kamar Rahma namun tak ada.
"Satpam apa kau melihat Nona" tanya body guard itu.
"Tadi di halaman belakang" sahut Satpam.
Mereka berjalan ke arah halaman belakang namun tak ada mereka melihat pintu pagar yang tak terkunci.
"Pasti nona kabur dari sini" ucapnya.
"Kemana nona" tanya yang lain.
"Nona pergi ayo cari" ucap nya.
Kedua bodyguard itu mencari Rahma namun mereka tak tau Rahma kemana bahkan mereka juga menelpon Rahma namun tak ada yang Jawab malahan ponsel Rahma mati.
"Kemana nona" ucapnya.
Drtt drrrt
Ponsel salah satu body guard berdering.
"Siapa" tanya temannya.
"Tuan Argam" ucapnya panik.
"Bilang saja kalau nona tak ada di rumah dia kabur" ucap temannya.
"Baiklah" ucapnya.
📞📞
"Tuan" ucapnya.
"Kemana Rahma ponsel nya gak aktif" tanya Argam.
"Nona gak ada tuan tadi nona mau mengajak main di halaman belakang saat kami lengah nona tak ada tuan" ucap body guard itu.
"Apa dasar tak becus" geram Argam.
"Maaf tuan tapi kami sedang Mencari nona" ucap Body guard itu.
"Cari Sampai dapat kalau kalian tak bisa maka aku terpaksa akan memecat kalian" ucap Argam.
"Baik tuan" ucap Bodyguard itu.
📞📞
Argam marah dia menyimpan laptop nya dan Langsung pergi dari ruangan nya untuk pulang dan mencari Rahma.
"Ada apa tuan" tanya Arman.
"Rahma kabur" ucap Argam.
"Kabur tapi kemana dia" tanya Arman.
"Entah aku mau mencari nya" ucap Argam.
"Baiklah aku ikut" ucap Arman.
Mereka mencari Rahma bersama.
"Aku yakin pelaku nya pasti El" geram Argam.
Arman tak menjawab dia tak yakin karena Rahma tak mungkin pergi kalau papahnya tak melakukan apa apa.
"Arman antar aku ke perusahaan El" ucap Argam.
"Baik tuan" ucap Arman.
Mereka menuju ke perusahaan Elpan yang lumayan jauh dari perusahaan Argam.
Sesampainya di sana Argam langsung masuk dalam keadaan marah dia ingin bertemu dengan elpan.
"Dimana El" tanya Argam pada resepsionis.
"Tuan ada di ruangan nya" ucapnya.
Argam langsung Pergi ke ruangan Elpan yang ada di lantai atas.
Argam langsung membuka pintu ruangan Elpan saat melihat pintu itu bertuliskan nama Elpan.
Brakk.
Argam marah dia masuk ke dalam ruangan Elpan.
"Dimana kamu sembunyikan Rahma" tanya Argam.
"Apa maksud papah aku gak paham" ucap Elpan.
"Dimana Rahma dia pergi dan kamu adalah orang yang pasti menjadi alasan Rahma untuk pergi" ucap Argam memegang kerah kemeja Elpan.
"Demi tuhan aku tak tau" ucap elpan.
"Oh ya lalu kemana Rahma, dia juga membawa anak mu" ucap Argam.
"Aku gak tau" ucap Elpan.
Argam melepaskan kerah kemeja Elpan kasar dia langsung pergi dari sana namun saat dia akan keluar dari ambang pintu, Argam melihat pada Elpan lagi.
"Kalau aku tau Rahma bersama mu maka aku tak akan segan segan memberikan perhitungan pada mu" ucap Argam yang langsung pergi dari sana untuk mencari Rahma lagi.
Malam hari nya papahnya Rahma tak bisa menemukan Rahma bahkan Elpan juga mencari tapi tak menemukan Rahma apa lagi ponsel Rahma tak aktif.
Elpan cemas pada Rahma dan Lian apa lagi sekarang ada papahnya Wanda yang sangat Elpan takuti membawa Lian dari kehidupan nya.
"Rahma kamu di mana" gumam Elpan.
Elpan memutus kan untuk datang ke kediaman Rayhan untuk meminta bantuan padanya.
Elpan melaju ke kediaman Rayhan yang tak jauh dari tempat nya berada.
Sedangkan di kediaman Mahoji saat ini Argam khawatir pada Rahma yang tak dia temukan sejak siang tadi Argam marah pada kedua body guard nya karena tak becus menjaga Rahma.
"Kita lapor polisi" ucap argam.
"Belum bisa tuan karena polisi akan menindak kasus kita saat sudah dua puluh empat jam hilang nya Nona" ucap Arman.
"Lalu bagaimana sekarang" tanya Argam.
"Kita tunggu saja sampai dua puluh empat jam tuan" ucap Arman.
__ADS_1
"CK semuanya gak berguna" geram Argam.
Elpan masuk ke dalam rumah Rayhan dia baru saja sampai ke sana.
Elpan langsung masuk karena satpam juga tak melarang nya apa lagi mereka sudah saling kenal.
"Permisi" ucap Elpan.
Elpan melihat ada Rahma di sana.
"Rahma kamu ada di sini, astaga aku mencari mu kemana mana" ucap Elpan.
"Kak" ucap Rahma yang langsung memeluk Elpan.
"Maaf tapi aku terpaksa karena aku tak mau di jodoh kan dengan Arman" ucap Rahma.
"Kenapa kamu tak bilang pada aku, kamu tau tadi papah kamu datang dan mengancam aku katanya dia tak akan segan segan pada ku kalau aku menyembunyikan mu" ucap Elpan.
"Benarkah" tanya Rahma.
"Ya aku gak tau kamu pergi" ucap Elpan.
"Maaf" ucap Rahma.
"Tak apa" ucap Elpan.
Mereka duduk di sana Rayhan menyambut mereka karena baru kali ini rumah nya itu terasa sangat ramai.
"Terima kasih sudah mau menjaga Rahma" ucap Elpan.
"Rahma teman istriku jadi apa salahnya lalu kau siapa" tanya Rayhan.
"Ya aku tau tadinya aku gak tau kalau Rahma ada di sini karena tadinya aku hanya mau minta bantuan untuk mengirim kan anak buah mu untuk membantu aku mencari Rahma" ucap Elpan.
"Kamu tenang saja Rahma ada di sini" ucap Rayhan.
"Oh ya Rahma aku akan bawakan minuman untuk kak El" ucap raya.
"Terima kasih Raya" ucap Rahma.
"Ya sama sama" ucap Raya.
Raya pergi ke dapur namun Ayna menangis karena tak biasa di tinggal kan mamahnya.
Rayhan terpaksa membawa ayna ke dapur untuk menemui Raya.
Di sana Rahma dan Elpan hanya berdua saja dengan Lian yang beriman.
"Kamu gak mau pulang" tanya Elpan.
"Aku belum siap" ucap Rahma.
"Baiklah aku akan merahasiakan kamu ada di sini, tapi Rahma bukannya kamu senang kalau menikah dengan Arman" tanya Elpan.
"Aku ga suka pada Arman" ucap Rahma.
"Lalu kau suka pada siapa" tanya Elpan.
"Kak aku mau kita kembali lagi, aku masih sayang pada mu tapi orang tua kita tak mungkin merestui kita" ucap Rahma.
"Benarkah" tanya Elpan bahagia saat mendengar hal itu.
"Kamu yakin kalau kamu mau lagi sama aku" tanya Elpan yang di balas Anggukan kepala oleh Rahma.
Elpan langsung memeluk Rahma dengan sangat erat.
"Aku akan berusaha supaya kita bisa bersatu lagi, tapi Rahma aku mandul" ucap Elpan.
"Ya kak aku mau dengan mu aku akan menerima semua kekurangan kamu" ucap Rahma.
"Terima kasih" ucap Elpan yang langsung mencium punggung tangan Rahma.
Raya dan Rayhan hanya melihat dari dapur saja mereka sengaja memberikan ruang untuk Rahma dan Elpan bicara berdua saja.
Raya cukup senang karena Rahma memang sangat baik walaupun terkesan bo doh tapi dia cukup paham pada Rahma yang kalau sudah suka pada seseorang dia akan memperjuangkan nya.
"Bo doh kan" tanya Rayhan.
"Bukan bo doh mas itu the real cinta sejati apa pun yang pasangan kita lakukan kita harus bisa memaafkan nya" ucap Raya.
"Tetap saja Rahma itu bucin" ucap Rayhan.
"Sudah lah jangan banyak berkomentar lagi pula ini kehidupan Rahma bukan kehidupan kita ya kan baik buruk nya Rahma yang akan merasakan nya" ucap Raya.
"Terserah" ucap Rayhan.
Malam nya Elpan pulang dan Rahma menginap di sana bersama Lian, hal itu sangat di sambut hangat oleh Raya apa lagi sudah lama mereka tak bersama lagi.
Rahma menidurkan Lian sampai bayi itu tertidur nyenyak.
"Ya Alloh aku akan kembali pada kak El entah lah rasanya hati ini sangat sayang padanya apa mungkin dia jodoh ku" gumam Rahma.
Pagi harinya Mira bangun dia melihat Elpan yang sangat aneh sekarang apa lagi dia banyak tersenyum seperti sedang bahagia.
"El di mana Lian bawa dia pulang" ucap Mira.
"Dia bersama dengan Rahma" ucap Elpan.
"Jangan bilang kamu dan Rahma akan rujuk lagi" tanya Mira.
"Ya aku dan Rahma akan rujuk lagi dan aku harap mamah mau menerima nya" ucap Elpan.
"Aku gak mau El" ucap Mira.
"Ayolah mah kau hanya menyalahkan papahnya Rahma padahal kan Rahma tak salah apa apa" ucap Elpan.
"Mamah gak setuju" ucap Mira yang langsung pergi dari sana menuju ke arah luar niat hati mau mencari udara segar tapi Mira malah melihat seorang laki laki yang wajah nya memakai masker dan mendekat pada Mira.
Kedua orang itu langsung membekap mulut Mira hingga membuat Mira pingsan karena di bius.
Mira di bawa ke dalam mobil saat dia sudah pingsan.
"Sasaran pertama berhasil" ucapnya.
Elpan mencari mamahnya yang tak ada di dalam rumah, karena sudah terlambat Elpan pun langsung pergi ke kantor karena ada pekerjaan mendadak.
Elpan juga pergi tanpa pamitan pada mamahnya padahal Elpan tak tau kalau mamahnya ada yang culik.
Sedangkan Argam dia masih mencari cari keberadaan Rahma yang masih belum ketemu, Argam cukup khawatir pada Rahma apa lagi mengingat terakhir kali mereka bertemu mereka tak akur.
"Kenapa belum ada kabar" ucap Argam.
"Tuan mungkin nona marah pada anda, aku harap kau merestui hubungan Nona dan Tuan El" ucap Arman.
"Tapi Arman dia itu gak baik" ucap Argam.
"Tuan itu pilihan Rahma" ucap Arman.
__ADS_1
"CK Rahma itu bo doh karena cinta" ucap Argam.
bersambung