Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 19: aku ingin cerai


__ADS_3

Di kediaman Sudardjo, sekarang Elpan tengah bingun dia mencari keberadaan Rahma yang saat dia bangun tadi dia tak menemukan nya.


"Apa kau melihat" tanya Elpan pada pelayan.


"Tak ada" ucap Pelayan.


"Tuan di balkon tak ada" ucap pelayan yang lain.


"Astaga di mana kamu Rahma" gumam Elpan menarik rambut nya prustasi.


Elpan berjalan ke arah sofa di lantai bawah di sana sudah ada mamahnya yang tengah membaca koran, dia terlihat sangat tenang.


"Mah apa mamah melihat Rahma" tanya Elpan.


"Gak tau dan gak mau tau" ucap Mira.


Zahra datang ke sana dia baru saja pulang dari luar karena setiap pagi Zahra selalu makan di luar.


"Zahra kau melihat Rahma" tanya Elpan pada sang adik.


"Rahma? Aku lihat tadi pagi sekali bahkan aku juga baru bangun dia pergi naik taksi" ucap Zahra.


"Benarkah? Kemana Dia?" Tanya Elpan.


"Kak gak kerja sudah pukul 9 loh" ucap Zahra.


"Lalu kamu kenapa gak kerja" tanya Elpan.


"Aku mau berangkat" ucap Zahra.


"Bilang pada Sekertaris kakak, kalau sekarang kakak gak akan masuk" ucap Elpan.


"Ya baik lah" ucap Zahra.


"Sudah lah El, bukti nya Rahma itu istri durhaka dia keluar pun tanpa bilang pada mu, jadi mau apa di susul susul" ucap Mira ketus.


"Mah, Rahma itu marah pada El karena semalam El bilang kalau aku mau nikah lagi dengan Wanda" ucap elpan.


"Hah benarkah" tanya Mira bahagia mendengar hal itu.


"Ya ceritanya panjang, jadi El mau menikah dengan Wanda" ucap Elpan.


"Syukur lah mamah senang kalau kamu mau menikah lagi, bukti nya Rahma juga sampai sekarang tak bisa punya anak" ucap Mira.


"Mah sudah lah" ucap Elpan.


"Kapan kalian menikah mamah akan siapkan" ucap Mira.


"Satu bulan lagi aku beri Rahma kesempatan, kalau dia hamil dalam waktu satu bulan maka aku tak mungkin menikah lagi" ucap Elpan.


"CK waktu satu bulan bahkan kalian juga menikah hampir satu bulan tapi tak ada tanda tanda Rahma hamil" ucap Mira.


"Sudah lah mah aku pusing" ucap Elpan yang langsung pergi dari sana menuju ke kamar nya.

__ADS_1


Ponsel Elpan berbunyi dengan cepat Elpan mengambil nya karena takut nya itu dari Rahma.


{El bisa kau datang perut aku tiba tiba sakit} pesan dari Wanda.


{Bisa kan kau datang} pesan dari Wanda lagi.


{Kalau kau gak bisa datang tak apa El aku paham kok} pesan Wanda yang membuat Elpan semakin gundah.


Dengan cepat Elpan membalas pesan itu.


{Aku datang} balas Elpan.


Elpan mengambil kunci mobil dari atas nakas kamarnya.


"Masalah Rahma juga belum selesai sudah ada pesan lagi dari Wanda" gumam Elpan.


Elpan melajukan mobilnya menuju apartemen Wanda, dia sangat tak fokus sekarang apa lagi Pikiran Elpan lebih besar menghawatirkan Rahma.


Sedangkan di pinggir jalanan Rahma sekarang tengah berjalan seorang diri dengan kondisi yang melamun dia tetap berjalan.


Mata Rahma sembab, namun pikiran nya tengah di sibuk kan dengan nasib wanita yang menjadi istri tua yang Rahma temui di bandara tadi pagi sekali.


Rahma sekarang bahkan lupa pada kuliah nya karena saking sakit hati nya Rahma mendengar hal yang di ucapkan Elpan.


Elpan berjalan masuk ke dalam Apartemen Wanda, Elpan langsung masuk karena apartemen itu tak terlalu privasi walau pun ada orang asing yang datang.


Wanda menyambut kedatangan Elpan.


"Entah tapi aku merasa kalau bayi ini merindukan papahnya" ucap Wanda.


"Duduklah" ucap Elpan sambil mengelus perut Wanda yang masih rata itu.


"Aku janji akan menikahi mu" ucap Elpan.


"Aku pegang janji mu" ucap Wanda.


Elpan memutuskan untuk mengajak Wanda keluar untuk jalan jalan sekalian mencari Rahma yang sekarang tengah di luaran sana.


Wanda sangat antusias mendengar kalau Elpan mau mengajak nya jalan jalan.


Elpan melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang cukup ramai.


Sambil lirik kanan kiri Elpan mencari cari keberadaan Rahma, walau bagaimana pun semua ini adalah salah Elpan.


Namun mata Elpan menangkap seorang wanita yang sangat dia kenal, siapa lagi kalau bukan Rahma yang sekarang tengah berjalan di pinggir jalan.


Dengan kondisi yang kacau Rahma pantas di sebut orang gila di Banding kan wanita sakit Hati.


Elpan menghentikan mobilnya dia langsung turun tak memperdulikan ucapan Wanda yang bertanya tanya kenapa Elpan turun dari mobil.


"Rahma" sahut Elpan.


Seketika Rahma langsung tersadar dia hendak lari namun dengan cepat Elpan mencekal tangan nya.

__ADS_1


"Kau dari mana Rahma kemana saja" tanya Elpan yang langsung memeluk Rahma di hadapan orang banyak.


Elpan bahkan tak memperdulikan orang orang yang melihat nya.


"Pulang lah aku minta maaf" ucap Elpan.


"Aku mau cerai" ucap Rahma.


"Hah tidak Rahma" ucap Elpan yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tak bisa terus bersama dengan mu" ucap Rahma dengan air mata yang mengalir deras.


"Kita bicara di mobil" ucap Elpan menuntun Rahma untuk masuk mobil.


"Wanita itu lagi, ck menganggu saja" gumam Wanda.


Rahma masuk ke dalam mobil namun Rahma duduk di kursi penumpang.


Seketika Rahma terdiam saat melihat ada Wanda di kursi sampai Elpan yang biasa Rahma tempati.


Namun sekarang kursi itu di tempati orang lain sama seperti hati Elpan.


"Kita bicarakan di tempat yang adem" ucap Elpan.


Elpan melaju kan mobil nya menuju ke arah puncak karena terlihat dari pemandangan yang masih asri dan perkebunan teh yang masih sangat alami.


Sebuah pedesaan yang sangat indah.


Dengan udara yang masih sangat segar apa lagi langit sedikit mendung membuat kebun teh itu terasa sangat sejuk.


Elpan menghentikan mobilnya di sebuah villa dengan nuansa timur, bahkan Villa itu cukup besar namun tak sebesar rumah Elpan.


"Kita bicara di dalam" ucap Elpan.


Elpan keluar dan langsung membuka kan pintu mobil untuk Rahma keluar, namun Sayang pintu kiri yang Elpan buka namun Rahma keluar dari pintu kanan.


Elpan tak mau berpikir panjang dia membuka kan pintu untuk Wanda.


"Masuk lah" ucap Elpan menatap pada kedua wanita itu.


Mereka semua masuk ke dalam, keadaan terasa sangat canggung apa lagi hawa kedua wanita itu terasa sangat panas jika El merasakan nya.


"Wanda, Rahma maafkan aku di sini aku yang salah aku paham hal itu, maafkan aku" ucap Elpan.


"gampang saja kak, kau pilih dia atau pilih aku" tanya Rahma.


"aku tak memilih salah satu dari kalian" ucap Elpan.


"kalau kau pilih dia maka cerai kan aku" ucap Rahma dengan suara serak menahan tangisnya.


karena dia tak mau menangis di hadapan orang yang sudah merebut kebahagiaan nya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2