
Rahma berjalan ke arah luar dengan menerobos para tamu undangan yang datang, bahkan sekarang Rahma tak memperdulikan orang orang yang melihat nya.
Rahma keluar dari rumah itu dengan cepat Rahma memesan taksi dari ponsel nya.
"Mau ke mana nona" tanya satpam yang menjaga.
"Aku mau keluar" ucap Rahma.
Taksi berhenti di depan gerbang rumah Elpan, Rahma langsung naik dan meminta agar secepatnya sampai ke rumah sakit.
Sedangkan di rumah sakit Argam baru saja sadar.
"Arman bagai mana keadaan Rahma" tanya Argam.
"Tuan sebaiknya kau jangan beri tau nona kalau kau tau ini, bisa saja nona Rahma sengaja tak memberi tau mu karena tak mau kau sakit" ucap Arman.
"Tapi Arman aku tak sanggup melihat Rahma menderita" ucap Argam.
"Aku yakin kalau nona pasti punya alasan di balik diam nya itu" ucap Arman.
"Aku tak sangka Elpan yang aku anggap sebagai seorang yang bisa menjaga Rahma ternyata dia yang pertama kali menyakiti Rahma" ucap Argam marah.
"Tuan aku saran kan agar kau jangan terlalu memikirkan hal ini, aku harap kau tak memberi tau Nona kalau kau tau semua ini, aku tak mau nona kepikiran tuan" ucap Arman.
"Tapi Arman ayah mana yang rela kalau putri nya di perlakukan begini" tanya Argam.
"Aku tau tuan, tapi ada baik nya kau diam aku yakin nona juga sangat hancur tapi dia tetap diam karena dia tak mau kau menjadi kepikiran" ucap Arman.
"Persetan dengan itu semua" ucap Argam marah.
Brakk
Pintu itu di buka terlihat kalau Rahma ada di sana dengan memakai kebaya dan sedikit riasan.
"Pah" ucap Rahma yang langsung masuk dan memeluk papahnya.
Rahma meluap kan kesedihan nya pada papahnya namun Rahma tak berniat akan membicarakan masalahnya itu.
Arman yang ada di sana terlihat memohon pada Argam untuk tak bicara.
"Baik lah saya tinggal keluar" ucap Arman yang langsung pergi dari sana.
"Pah, papah kenapa lagi" tanya Rahma.
"Papah hanya pingsan saja" ucap Argam.
"Pah ayo lah jaga kesehatan papah" ucap Rahma.
"Ya nak papah akan jaga kesehatan, oh ya kamu dari mana pakai kebaya" tanya Argam memancing putri nya untuk bicara.
"Oh ini aku dari pernikahan teman nya kak El aku gak sempat ganti pakaian karena aku dapat kabar kalau papah masuk rumah sakit lagi" ucap Rahma.
"Kau ini padahal selesai kan dulu urusan teman mu itu" ucap Argam.
"Sudah lah pah lagi pula acara nya tak seru" ucap Rahma.
"Ya Rahma tak seru karena itu pernikahan kedua suami mu" batin Argam.
"Papah sudah makan" tanya Rahma.
"Belum" ucap Argam.
"Baik lah aku akan suapi papah" ucap Rahma.
Rahma menyuapi argam dengan makanan rumah sakit yang sudah di sediakan.
Rahma tak terlihat sedih atau murung dia mampu menyembunyikan rasa sedihnya.
"Kau pandai melakoni drama ini Rahma tapi kamu lupa papah siapa" batin Argam tersenyum getir melihat putri semata wayangnya yang tengah menanggung beban.
"Oh ya pah aku akan belanja dulu, aku mau beli pakaian" ucap Rahma setelah selesai menyuapi Papahnya.
"Ya kamu di antar Arman ya" ucap Argam.
"Ya Pah" ucap Rahma tersenyum.
Sedangkan di kediaman Elpan sekarang acara nya selesai dan para tamu akan pulang termasuk teman teman Elpan juga.
namun sejak tadi Raya tak melihat kedatangan Rahma pulang padahal sudah lama Rahma pergi dari sana.
"Ayo lah kita ucapkan selamat dan pulang" ucap Rayhan.
"Ya ayo" ucap mereka serempak.
Mereka naik ke pelaminan karena akan menemui Elpan.
"Selamat kak" ucap Raya.
"Selamat" ucap Julia ketus.
"Selamat hari pernikahan ya Wanda" ucap Alena.
"Ya Al terima kasih" ucap Wanda.
"Selamat El, hati hati Rahma pergi" ucap Rayhan berbisik di telinga Elpan.
"Hah pergi? Kemana" tanya Elpan.
__ADS_1
"Entah" ucap Rayhan.
Elpan memastikan dengan mencari keberadaan sekitar dan benar saja Rahma tak ada.
"Kemana Rahma" gumam Elpan.
"El aku akan ke toilet dulu" ucap Wanda yang langsung turun dari sana menuju toilet.
Sedangkan Elpan sibuk mencari cari Rahma di ruangan itu.
Iqbal memanfaatkan hal itu, dia langsung berjalan mengikuti Wanda.
Hingga Wanda masuk ke dalam toilet, dengan cepat Iqbal juga ikut masuk karena tak mau melewatkan kesempatan bagus ini.
"Selamat sore" ucap Iqbal.
"Kau sedang apa kau di sini, dasar tak sopan aku akan teriak biar kau di keluar kan" ucap Wanda.
"Santai" ucap Iqbal.
"Mau apa kau kesini" tanya Wanda.
"Aku teman nya Elpan, dan aku gak tau kalau kau mantan pacar nya Elpan, hemm sayang sekali ya Elpan gak tau tentang kamu kalau dia tau, ck entah apa yang akan dia lakukan pada wanita malam seperti diri mu" ucap Iqbal.
"Kau tak sopan ya" ucap Wanda.
"Hah bukan tak sopan cuman aku ingat malam panas yang pernah kita lakukan dulu, apa kau lupa bahkan aku yang membayar mu dengan harga mahal karena sebuah kepera wanan" ucap Iqbal yang langsung melingkar kan tangan nya ke pinggang Wanda.
"Lepaskan aku kau sangat tak sopan" ucap Wanda.
Namun Iqbal malah semakin menarik Tubuh Wanda sehingga tubuh mereka saling beradu.
"Apa kau mau melakukan malam itu lagi, berapa pun harganya aku akan bayar" ucap Iqbal.
"Ogah" ucap Wanda yang langsung melepaskan pelukan Iqbal.
Iqbal tersenyum.
"Kartu as mu ada di aku, jadi aku harap jangan mimpi ingin memiliki El sepenuhnya karena pemenang nya adalah Rahma" ucap Iqbal.
"Jangan pernah sakiti Rahma, kalau sampai kau berani menyentuh nya maka aku akan pasti kan Elpan menceraikan mu" ucap Iqbal mengancam.
Dengan cepat Iqbal langsung pergi dari sana meninggal kan Wanda.
"Arghh laki laki itu gi la" geram Wanda.
Sedangkan Elpan saat ini sampai keluar dari rumah karena mencari Rahma.
"Kau lihat Rahma" tanya Elpan.
"Astaga kemana kamu Rahma" gumam Elpan.
Elpan mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Rahma.
Sedang kan di rumah sakit saat ini Rahma tengah mencari cari ponsel nya yang berdering.
📞📞
"Ya ada apa" tanya Rahma.
"Kamu di mana" tanya Elpan.
"Aku ada di rumah sakit" ucap Rahma.
"Sedang apa" tanya Elpan.
"Papah masuk ke rumah sakit" ucap Rahma.
"Aku akan datang" ucap Elpan.
"Jangan sebaik nya kau nikmati saja malam pertama mu itu" ucap Rahma ketus.
"Aku akan ke sana" ucap Elpan.
"Aku akan menginap di sini" ucap Rahma yang langsung mematikan ponsel nya.
📞📞
Rahma menyimpan kembali ponselnya, saat ini Rahma tengah menunggu papahnya yang tengah istirahat.
"Tabah kan hati ku ya Alloh" gumam Rahma.
Malam hari nya Rahma masih menunggu di sana, Argam terbagun karena mendengar suara Adzan Maghrib di mesjid dekat rumah sakit itu.
"Rahma kau ada di sini" tanya Argam.
"Ya pah aku akan menjaga papah" ucap Rahma.
"Jangan nak, papah saran kan kau pulang karena takut nya suami kamu akan nyariin" ucap Argam memancing Rahma.
Karena yang Argam pikirkan sekarang adalah kalau Rahma pulang berarti Rahma kuat tapi kalau Rahma tak pulang dia sangat hancur mentalnya.
"Tapi papah" tanya Rahma.
"Papah ada Arman" ucap Argam.
"Tak apa kalau Rahma tinggal" tanya Rahma.
__ADS_1
"Tak apa" ucap Argam.
"Baik lah aku akan pulang" ucap Rahma.
"Biar Arman yang antar" ucap Argam.
"Ya" ucap Rahma.
Rahma pulang ke kediaman Elpan padahal Rahma sangat malas untuk pulang ke sana tapi mau bagai mana lagi saat ini dia di antar Arman.
"Terima kasih Arman" ucap Rahma.
"Ya nona sama sama" ucap Arman.
"Arman tunggu, tolong jaga papah ya aku percaya pada mu" ucap Rahma.
"Baik Nona" ucap Arman.
Rahma masuk ke dalam, sedang kan di dalam Elpan sedang gelisah karena Rahma belum pulang sejak tadi pun Elpan sangat tak tertarik pada Wanda.
Satu hal yang Elpan tunggu adalah Rahma pulang, Elpan takut Rahma menangis di jalanan dan melakukan hal yang tidak tidak.
Rahma masuk ke dalam rumah terlihat tak ada orang di dalam hanya ada sisa sisa dekorasi yang belum di rapihkan.
Rahma melihat Elpan yang sedang menonton televisi.
Rahma memutar bola matanya malas.
"Aku pulang" ucap Rahma.
Elpan menatap pada Rahma.
"Akhirnya kau pulang juga" ucap Elpan.
"Kalau aku pulang mau apa dan kalau aku pulang mau apa, bukan nya sudah ada seseorang yang akan menemani mu tidur" ucap Rahma sedikit ketus.
Elpan cukup tersinggung dengan perkataan itu.
"Ayo makan aku mau makan masakan kamu" ucap Elpan.
"Kenapa gak makan bersama istri baru mu saja" tanya Rahma.
"Aku mau nya sama kamu" ucap Elpan.
Tanpa basa basi Rahma langsung pergi ke arah dapur dia membuatkan nasi goreng untuk Elpan, dengan beberapa potongan daging sapi yang sudah di rebus.
Hingga nasi itu selesai Rahma langsung menghidangkan nya untuk Elpan.
"Aku ngantuk aku mau tidur" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan.
Elpan menarik nafas nya kasar.
"Ya aku salah" gumam Elpan sambil memakan nasi itu padahal alasan ingin makan masakan Rahma adalah bohong yang benar adalah Elpan ingin menghabiskan waktu bersama dengan Rahma.
Karena tadi siang juga Elpan sudah makan bersama dengan Wanda dan yang lainnya.
Rahma yang baru saja akan naik ke lantai atas pun melihat Mira yang akan turun.
"Baru pulang ke mana saja" tanya Mira.
"Rumah sakit" ucap Rahma.
"Rumah sakit jiwa karena kau harus berobat karena kau prustasi Elpan menikah lagi" ucap Mira dengan nada tertawa.
"Terserah" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana.
Rahma langsung masuk ke dalam kamarnya, hal itu membuat Mira sangat geram dia menyumpahi Rahma dengan kata kata mutiara nya.
Rahma mengunci pintu kamarnya dia terduduk di pintu sambil menyandarkan punggungnya ke pintu.
Rahma menangis sejadi jadinya karena dia tak tahan membayangkan malam pertama yang akan Elpan dan Wanda lalui sekarang.
Untung saja kamar itu kedap suara jadi tak terdengar keluar.
Rahma menangis meratapi nasibnya.
"Mah, bisa kah kau bawa aku pulang aku tak bisa begini terus menerus, aku gak mau melihat papah yang terus terusan sakit, aku tak sanggup menjalankan hari hari aku selanjutnya kalau hari ini saja seperti ini bagai mana kedepannya" gumam Rahma sambil menangis.
Rahma mengusap air matanya.
"Tuhan.... Apa dosaku sebanyak ini hingga nasib ku menyedihkan seperti ini, aku iri pada Raya aku iri pada Julia yang mampu hidup walaupun berkecukupan, tak bisa kah aku terbebas dari masalah ini aku banyak uang tapi sayang aku tak punya kasih sayang" gumam Rahma.
Hingga tanpa terasa Rahma tertidur di sana karena kelelahan selama siang ini Rahma tak bisa istirahat.
Elpan yang sudah selesai makan dia langsung menuju kamar Rahma namun pintu nya terkunci.
"Apa Rahma sengaja menjauh dari ku" gumam Elpan.
Elpan berjalan ke arah kamar yang ditempati oleh Wanda.
Elpan masuk ke dalam.
"El perut aku sakit mungkin anak kita ingin tidur bersama dengan mu" ucap Wanda.
"Baik lah aku akan elus perut mu" ucap Elpan.
bersambung
__ADS_1