Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 42: menantu tak berbakti


__ADS_3

"Awas kau Rahma aku akan balas kau" geram Wanda yang sekarang ada di dalam kamar nya dengan amarah nya yang membuncah pada Rahma.


Wanda mendudukkan tubuhnya di atas kasur, dia sangat marah saat ini.


"Pelayan itu entah kenapa dia selalu ikut campur pada masalah aku" geram Wanda.


Sedangkan Rahma dia tengah duduk bersama dengan Tina di dapur.


"Nona Rahma kenapa kau tak balas saja hinaan nya" ucap Tina.


"Aku tak mungkin begitu karena sekarang dia tengah mengandung, apa lagi kalau aku jawab malah aku lah yang menjadi salah" ucap Rahma.


"Susah ya jadi orang kaya" ucap Tina.


"Bukan begitu hanya saja kita butuh air mata untuk menerima sebuah takdir" ucap Rahma.


"Nona kau kan masih muda ya, kau cantik apa yang kau tak punya hah, kenapa kau tak pergi saja Nona banyak laki laki yang mau menikahi mu apa lagi kau sangat cantik kau sangat baik" ucap Tina.


"Aku tak terlalu berharap Tina, aku tak sempurna" ucap Rahma.


"Apa yang tak sempurna dari mu nona" tanya Tina.


"Aku man dul" ucap Rahma.


"Man dul? Nona bahkan majikan aku saja dia bertahun tahun menikah tapi tak punya anak hubungan mereka langgeng" ucap Tina.


"Tapi aku tak sama dengan majikan mu yang itu Tina" ucap Rahma.


"Ada juga ya majikan aku yang kaya dia tak punya anak terus dia berobat mahal sekali namun hal itu membuahkan hasil dia mengandung sekarang" ucap Tina.


"Sudah Banyak sekali uang yang aku keluar kan tapi tak ada hasil nya, di hasil tes kesehatan aku subur dan kak El lah yang man dul tapi saat aku membeli obat yang mahal bukan nya aku yang hamil malah mbak Wanda yang langsung hamil padahal jarak pernikahan sama jarak hamil nya mungkin satu Minggu" ucap Rahma.


"Kenapa bisa begitu" tanya Tina.


"Mungkin saat itu mbak Wanda lagi subur dan kak El juga sedang subur" ucap Rahma.


"Kenapa nona tak menunggu waktu subur juga" tanya Tina.


"Bagai mana mau nunggu subur kalau di sentuh saja jarang" ucap Rahma.


"Yang sabar nona" ucap Tina.


"Aku selalu sabar" ucap Rahma.


"Mau aku masakin apa" tanya Tina.


"Apa aja" ucap Rahma.


"Aku masakin tahu sama toge ya kata orang toge itu bisa membuat wanita subur" ucap Tina.


"Benarkah" tanya Rahma.


"Benar" ucap Tina.


"Baik lah kalau begitu aku ke kamar dulu ya" ucap Rahma.


"Ya nona anda tunggu saja" ucap Tina.

__ADS_1


Rahma hendak naik ke kamar nya namun dia mendengar suara mamah mertua nya yang mengeluhkan kesakitan.


Rahma masuk ke dalam kamar nya yang tak tertutup itu.


"Mah ada apa" tanya Rahma.


Anti yang di tugasnya menjaga Mira pun langsung menoleh pada Rahma.


"Ini nona, Nyonya mengeluh kesakitan pada kaki nya tapi saat aku mau pegang dia langsung marah" ucap Anti.


"Biar aku lihat" ucap Rahma.


Rahma melihat kaki Mira dia hendak menyentuh nya tapi dengan cepat Mira menjauhkan nya dari Rahma.


"Aku gak mau di sentuh oleh mu" ucap Mira.


"Mah jangan bandel kalau gak aku lihat aku gak tau apa penyebab nya" ucap Rahma yang langsung dengan sengaja menarik kaki Mira.


"Dasar kau kasar Rahma" ucap Mira.


"CK" Rahma berdecak kesal mau bagai mana pun Rahma selalu salah di mata mamah mertua nya itu.


Rahma memijat mijat halus kaki Mira dengan sangat teliti Rahma mengusap setiap urat nadi di kaki Mira.


Hingga Mira pun merasakan nyaman dan rasa sakit nya pun kian membaik.


Rahma melepaskan kaki Mira setelah melihat kalau metuanya itu tak kesakitan lagi.


"Aku akan ke kamar ada tugas yang belum aku selesai kan" ucap Rahma.


"Menantu tak berbakti" gumam Mira.


"Lebih tak berbakti aku atau mbak Wanda" tanya Rahma.


"Rahma kau salah kalau harus melakukan ini pada ku" ucap Mira.


"Aku salah" tanya Rahma.


"Ya kau salah" ucap Mira.


"Hanya karena mbak Wanda sedang mengandung jadi dia benar" tanya Rahma.


"Ya dia benar karena dia tengah mengandung anak Elpan dia mengandung cucu ku" ucap Mira.


"Tak masuk akal seorang wanita paruh baya menyuruh anak nya menikah lagi padahal usia pernikahan nya baru beberapa bulan dengan istri pertama nya, apa akan terdengar masuk akal, hah? Masuk akal kah?" tanya Rahma.


"Kau man dul" ucap Mira.


"Ya aku man dul aku tak bisa punya anak dan kalau pun iya aku akan pergi sekarang juga kalau anak mu melepas kan aku" ucap Rahma.


"Terlalu percaya diri" ucap Mira.


Rahma langsung pergi dari sana meninggalkan Mira yang menggerutu sendirian.


Rahma langsung pergi ke arah luar rumah nya.


"Mau ke mana" tanya Elpan pada Rahma.

__ADS_1


"Aku mau jalan jalan" ucap Rahma.


"Kemana" tanya Elpan.


"Aku akan pergi menenangkan diri aku bosan dengan hidup yang menyakitkan ini" ucap Rahma.


"Aku ikut" ucap Elpan.


"Astaga tuan Elpan Altaf Sudarjo kau tak usah repot repot mengajak ku untuk jalan jalan bahkan aku bisa sendiri aku bisa berdiri sendiri di atas kaki ku kalau kau mau aku juga bisa menghidupi diri ku sendiri" ucap Rahma sambil menyatukan kedua telapak tangan nya.


"Rahma" ucap Elpan.


"Jangan terlalu naif aku bisa menjadi seorang baik aku bisa menjadi jah at aku juga bisa menjadi seorang psikopat kau harus tau itu" ucap Rahma yang sekarang sudah tersulut emosi.


"Kau bicara apa" Tanya Elpan.


"Aku bicara apa? Aku bicara apa? Aku bisa bicara apa saja Tuan Elpan bahkan aku bisa bicara apa pun yang bisa membuat mu sakit hati kau mau mendengar nya" tanya Rahma.


"Rahma" ucap Elpan melongo melihat Rahma yang bar bar.


"Aku pergi kalau aku tak pulang aku ada di rumah papah" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggalkan Elpan yang masih mematung di tempatnya.


Rahma pergi dengan naik taksi dia hanya ingin waktu sendiri saja untuk nya.


Rahma sekarang menuju ke arah sebuah pemakaman yang ada di sebuah kota kecil.


Rahma berjalan menyusuri sebuah perumahan yang bernuansa di kampung itu, Rahma saat ini hendak menemui makam ibunya yang sudah lama meninggal kan nya itu.


Rahma berjalan dengan perlahan lahan karena jalanan cukup becek akibat hujan semalaman.


"Hey bocah kau sedang apa" tanya seorang wanita yang mungkin seumur dengan Rahma tengah bicara dengan anak anak yang sedang main boneka.


"Main boneka sekarang boneka ku akan menikah bahkan dia menikah dengan orang kaya" ucap anak kecil itu.


"CK dasar matre, kenapa tak menikah kan boneka mu dengan laki laki biasa saja" ucap nya.


"Aku mau menikah dengan orang kaya karena aku mau hidup serba kecukupan bahkan aku juga mau jadi orang kaya" ucap anak itu.


"Kau ini kecil kecil sudah matre" ucapnya.


Rahma tersenyum mendengar hal itu.


"Kau salah Dek, padahal orang kaya bisa melakukan apa saja yang mereka ingin kan bahkan kehidupan seorang gadis pun bisa di pastikan dia hanya akan sakit hati saja, secanggih ini kah uang di jaman sekarang" gumam Rahma.


Rahma masuk ke pemakaman itu, Rahma langsung mencium makkam mamahnya itu, keadaan perkuburan lumayan bersih.


"Mah aku datang" ucap Rahma.


Rahma berdoa melantun kan doa apa Rahma bisa.


Hingga selesai Rahma masih ada di sana menatap pada makkam itu.


"Mah aku gak bisa melewati semua ini" ucap Rahma yang langsung bercucuran air mata karena mengingat nasib nya sekarang.


"Aku hanya ingin hidup bebas" ucap Rahma sambil mengusap air mata nya yang jatuh membasahi pipinya.


"Mah aku merasa bagai burung dalam sangkar aku merasa terkekang, mah bisa kah aku tidur di sini aku hanya ingin tidur bersama dengan mamah" ucap Rahma yang langsung merebahkan tubuh nya di dekat kuburan mamahnya itu.

__ADS_1


"Mah kita tiduran berdua saja" gumam Rahma.


bersambung


__ADS_2