
Elpan sangat sayang pada Rahma bahkan sampai sekarang dia tak bisa melupakan Rahma, padahal dia sendiri yang memutuskan untuk menceraikan Rahma.
Sampai saat ini Elpan tak memperdulikan Wanda mereka hanya saling sapa jika Wanda mau bicara pada Elpan, karena selama ini pertanyaan Elpan tak pernah di jawab oleh Wanda.
"Apa aku menyesal karena mencerai kan Rahma, jangan ingat wanita itu lagi El, bahkan Wanda sudah mencuri uang mu dan dia juga sudah menyakiti mu" gumam Elpan.
Elpan melihat laptop nya yang ada di hadapannya, rencana nya dia ingin melihat cctv untuk membuktikan pencuri uang itu.
Elpan melihat cctv yang menampilkan pintu kamarnya saja, banyak yang berlalu lalang di sana apa lagi hari itu adalah hari pernikahan Zahra dan Arya.
"Tak ada yang aneh" ucap Elpan sambil menyeruput teh nya.
Elpan melihat Iqbal yang keluar dari kamar nya dengan membawa Lian dan di ikuti dua pelayan.
Namun setelah itu ada Wanda yang masuk ke dalam, kening Elpan mengernyit.
"Mau apa Wanda masuk kedalam kamar" ucap Elpan.
Elpan mempercepat rekaman cctv itu, hingga terlihat Wanda yang keluar dari kamar nya dengan memegang perut nya seperti menyembunyikan sesuatu.
"Apa jangan jangan Wanda yang mengambil uang itu" gumam Elpan.
Elpan menggeleng kan kepalanya dia tak percaya kalau Wanda yang melakukan nya.
"Gak mungkin ini gak bener" ucap Elpan.
Elpan memindah kan layar laptop itu pada rekaman yang lain kemudian Elpan melihat rekaman yang memperlihatkan rekaman nya yang tempo lalu bersama dengan Wanda.
"Rekaman ini, aku menyesal melakukan nya, bisakah aku ulang semua nya" gumam Elpan sambil melihat secara detail kelakuan bej at nya bersama dengan Wanda.
Terlihat jelas kalau saat itu Wanda yang membantu Elpan melancarkan aksinya.
"Ada apa ini" gumam Elpan.
Tempo lalu saat melakukan hal itu Elpan tak pernah melihat rekaman itu dengan detail sekarang dia tau detail nya seperti apa.
Elpan mempercepat rekaman itu dia melihat rekaman yang hilang bahkan hampir setengah jam rekaman itu hilang.
"Kemana setengah jam berikut nya" gumam Elpan.
Elpan mencari cari lagi dengan teliti tapi sepertinya rekaman itu si hapus.
"Apa ada yang menghapus nya" gumam Elpan.
Dan benar saja rekaman itu tak ada.
"Aku tak paham pada semua ini" gumam Elpan.
Sedang kan di perusahaan, Rahma saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan nya hingga sore hari nya Rahma langsung hendak pulang ke rumah papahnya.
Rahma menunggu di depan lift karena sejak tadi lift itu belum terbuka.
Saat terbuka Rahma melihat Kevin dan pak Wiryo di dalamnya.
Rahma langsung memundurkan tubuhnya karena tak sopan saja satu Lift bersama dengan atasan.
"Saya akan masuk nanti" ucap Rahma.
Pak Wiryo paham dia langsung menutup lift itu dan memencet tombol lantai bawah.
Rahma bisa bernafas lega karena lift itu menutup.
Di dalam lift saat lift sampai di lantai dasar pak Wiryo turun dari dalam lift.
"Pah aku akan ke atas lagi ada yang tertinggal" ucap Kevin berbohong.
"Ya" ucap pak Wiryo.
Kevin naik lagi ke atas tepat dimana Rahma berada tadi.
Pintu Lift terbuka dan menampakan Rahma yang masih ada di sana.
"Masuklah" ucap Kevin.
"Pak Wiryo" tanya Rahma.
"Papah pulang ayo setidaknya kita bisa berduaan di lift" ucap Kevin.
"Jangan Ngada Ngada nanti ada cctv loh" ucap Rahma.
"Gak akan ayo" ucap Kevin.
Rahma masuk ke dalam lift bersama dengan Kevin.
Rahma terlihat sedikit menjauh dari Kevin karena takut dia macam macam.
Kevin tersenyum dia langsung menarik tangan Rahma untuk mendekat padanya.
"Jangan jauh jauh" ucap Kevin.
"Jangan begitu ihh malu" ucap Rahma.
"Ga akan" ucap Kevin.
Rahma memutar bola matanya malas karena Kevin itu tipikal laki laki yang bad boy.
Kevin menatap wajah Rahma, dia menyentuh lembut wajah Rahma.
__ADS_1
Rahma menginjak kaki nya Kevin hingga membuat kevin meringis kesakitan.
"Jangan Terlalu dekat kita belum ada ikatan" ucap Rahma tersenyum.
"Cuman nyentuh doang" ucap Kevin.
"Nanti ya" ucap Rahma yang langsung keluar dari lift saat litf nya terbuka.
Rahma pulang ke rumah papahnya dia di antar oleh Kevin sampai ke rumah nya.
Rahma berjalan ke arah dalam dia melihat ada Zahra di sana.
"Kak Zahra" tanya Rahma.
Zahra menangis dia langsung memeluk Rahma.
"Suami aku selingkuh" ucap Zahra.
"Ayo masuk lah" ucap Rahma.
Mereka masuk ke dalam karena Rahma ingin tau ada apa dengan Zahra sampai menangis begitu.
Rahma menyuruh pembantunya membawakan minuman untuk Zahra.
"Ada apa ayo cerita" tanya Rahma.
Namun Zahra malah menangis sesenggukan.
"Jangan nangis aku tau rasanya" ucap Rahma lagi.
Arman datang ke sana dia bingung melihat wanita menangis bersama dengan Rahma.
"Nona siapa" tanya Arman.
"Dia Kak Zahra adik nya kak El" ucap Rahma.
"Kenapa" tanya Arman.
Rahma menggeleng geleng kan kepala nya melihat hal itu.
Arman yang paham pun langsung pergi dari sana meninggal kan kedua wanita itu.
"Aku tak habis pikir bisa bisa nya Mas Arya melakukan hal itu" ucap Zahra.
"Kak kau tau aku juga dulu tak percaya kalau kak El melakukan hal itu tapi sudah terjadi juga kan" ucap Rahma.
"Aku gak habis pikir saja Rahma yang lebih parahnya dia itu ikut ikutan si Wanda" geram Zahra.
"Kenapa" tanya Rahma.
"CK ya si Wanda yang ajak Mas Arya untuk selingkuh dari aku, dia cinta sama ulat bulu itu" ucap Zahra.
"Ya tapi si Wanda gak mau dia malah menghasut suami aku untuk selingkuh" ucap Zahra.
"Sudah memberi tau kak El" tanya Rahma.
"Sudah dia malah marah dan aku pergi dari rumah, Rahma aku sudah bercerai dengan Mas Arya bisa kau bantu aku" tanya Zahra.
"Bantu apa" tanya Rahma.
"Aku pinjam uang aku akan kerja aku janji akan melunasi nya" ucap Zahra.
"Baik lah" ucap Rahma yang langsung mentransfer kan uang pada Zahra sejumlah yang Zahra butuh kan.
-------+ Satu tahun kemudian+------
Dahulu rumah mewahnya Elpan adalah rumah yang sangat damai dan tenang sekarang menjadi neraka yang sangat menyakiti bagi Elpan.
Setiap hari Elpan dan Wanda akan bertengkar, Elpan mempermasalahkan Wanda yang sering keluar rumah tak tau waktu.
Sedangkan Wanda dia terus bilang kalau dia kerja, padahal yang Elpan ingin kan itu adalah Wanda diam di rumah dan mengurus Lian.
Bahkan Wanda sangat jarang menggendong Lian sampai Lian berusia satu tahun setelah tapi Elpan bisa hitung berapa kali Wanda menyentuh Lian.
Wanda masuk ke dalam rumah saat ini sudah pukul sembilan malam, bahkan Elpan saja yang kerja pulang jam empat sore tapi Wanda selalu pulang malam.
"Kenapa pulang tak sekalian nginap di luar" ucap Elpan yang menghentikan langkah Wanda.
Wanda melihat pada Elpan namun tak ada niat untuk Wanda membalas ucapan Elpan.
"Aku lagi bicara" ucap Elpan.
"Apa El ribet banget sih hidupnya" geram Wanda.
"Kamu dari mana saja kau tau Lian menangis karena dia ingin bersama dengan mu" ucap Elpan.
"Ck kan ada pengaruh kau bayar Baby sitter itu mahal jadi yaudah lah biar dia yang mengerjakan nya" geram Wanda.
"Tapi Lian anak kamu Wanda, dia butuh ibunya" ucap Elpan.
"El sudah lah kau memperkeruh hubungan kita, dulu juga aku pulang malam tak pernah kau larang" ucap Wanda.
"Ya karena dulu aku gak perduli pada mu tapi sekarang aku perduli pada Lian, kau tak sama seperti Rahma yang rela tak tidur semalaman hanya karena ingin mengasuh Lian, dan kau kau malah tak perduli pada Lian padahal kau ibu nya" ucap Elpan.
Wanda tak menggubris ucapan Elpan karena setiap pertengkaran Elpan selalu membanding banding kan Wanda dengan Rahma.
(Gimana El sudah menyesal)
__ADS_1
Elpan terduduk di sofa dia sangat kesal pada Wanda yang sudah semena mena padanya.
Mira datang ke sana dia melihat putranya yang tengah melamun.
"Ada apa El" tanya Mira.
"Mah aku heran pada Wanda aku gak bisa berpikir harus apa aku sekarang" ucap Elpan.
"Mamah sangat merasakan perubahan Wanda, apa mungkin apa yang di ucapkan Zahra itu benar ya" ucap Mira.
"Itu sudah satu tahun yang lalu mah" ucap Elpan.
"Ya mamah tau tapi bisa saja kan kalau Wanda sudah lama selingkuh dari kamu, lagian kamu juga sih yang terlalu sibuk di kantor jadi istri di rumah tak di lihat kan" ucap Mira.
"Mah mamah tau kan kalau uang belanja Wanda itu semakin besar padahal dia tak melakukan apa apa dan dia juga tak belanja apa apa sekarang, dia bilang dia kerja kalau pun ya dia kerja masa gak pernah gajian aku heran dengan Wanda" ucap Elpan.
"Ya, mamah yakin berarti ucapan Zahra tahun lalu benar" ucap Mira.
"Tapi mah" ucap Elpan.
"Kenapa gak kamu coba selidiki saja El kau punya mata mata banyak kan apa lagi Rayhan teman kamu juga kan seorang mafia masa kamu gak bisa meminta tolong pada dia" ucap Mira.
"Ya mah aku akan coba" ucap Elpan.
"Ya kamu harus coba El" ucap Mira.
Pagi hari nya di kediaman Argam saat ini papahnya Rahma itu tengah membicarakan tentang aset papah nya yang sudah resmi menjadi milik Rahma.
"Papah rencana nya akan memperkenalkan kamu pada teman teman papah" ucap Argam.
"Pah aku gak mau" ucap Rahma.
"Sampai kapan kamu akan menjadi karyawan biasa Rahma" tanya Argam.
"Pah aku jadi sekertaris loh" ucap Rahma.
"Tapi kalau kamu menjadi atasan kamu akan lebih di kenal banyak orang Rahma" ucap Argam.
"Tapi aku belum sanggup pah" ucap Rahma.
"Ya baik lah papah akan tunggu sampai kamu siap" ucap Argam.
"Itu bagus" ucap Rahma tersenyum.
Rahma langsung masuk ke dalam kamar nya karena dia akan bertemu dengan orang tua Kevin.
Jika di tanya apa Rahma sudah mencintai Kevin maka jawabannya belum.
Rahma hanya mengikuti ucapan Kevin karena Rahma merasa berhutang Budi pada kevin apa lagi rasanya Rahma masih punya rasa pada Elpan.
Jika di bilang bo doh? Tentu saja Rahma adalah wanita yang bo doh karena cinta, tapi namanya juga hati jika sudah terisi maka tak mungkin bisa di hapus itu pun kalau di lupakan maka rasanya akan tetap sama.
Rahma memakai gaun selutut berwarna pink, Rahma mengurai rambut nya yang bergelombang itu.
Rahma memoles bibir nya yang pink natural itu.
Rahma terlihat sangat cantik dia mengambil dompetnya yang berwana senada dengan baju nya.
Rahma berkala ke arah luar kamar nya.
Arman heran melihat Rahma karena hari ini Rahma sangat cantik sekali.
"Nona mau kemana" tanya Arman.
"Tuh kan nona lagi" ucap Rahma.
"Ya maaf, mau kemana Rahma" ulang Arman.
"Kevin ajak aku ketemu mamahnya" ucap Rahma.
"Kamu mau ke rumah Tuan Armasta" tanya Argam yang ada di sana.
"Ya pah" ucap Rahma.
"Papah ikut ya" ucap Argam.
"No pah" ucap Rahma.
"Ya deh" ucap Argam.
"Baik lah aku berangkat, Kevin juga sudah ada di depan" ucap Rahma.
"Ya hati hati" ucap Argam.
Rahma keluar dari rumah nya terlihat kalau Kevin seperti menyambut nya.
Kevin sangat terpesona pada Rahma yang terlihat sangat cantik itu.
"Ini kau" tanya Kevin.
"Ya" ucap Rahma.
"Kau cantik" ucap Kevin.
"Oh ya apa sebelum nya aku tak cantik" ucap Rahma.
"Cantik hanya saja ini lebih cantik" ucap Kevin.
__ADS_1
"Kau bisa saja, baiklah ayo" ucap Rahma.
bersambung