
Semalaman Rahma tak tidur karena menemani Lian yang semalaman rewel entah kenapa, sedang kan Wanda tak ada niat sedikit pun untuk datang menemui nya padahal sudah jelas Lian nangis bahkan Rahma juga membawa Lian ke luar kamarnya.
"Apa sudah mau minum" tanya Elpan.
"Ya baru mau" ucap Rahma.
"Lian kamu kenapa nak, tidur lah kasihan ibu kamu nak" ucap Elpan.
"Sudah lah kalau kau mengantuk tidur saja kak" ucap Rahma.
"Tidak aku akan tunggu saja" ucap Elpan.
"Tidur saja bukan nya besok ada meeting penting" ucap Rahma.
"Tapi kamu" ucap Elpan.
"Tak apa kak" ucap Rahma.
"Aku akan rebahan saja kalau kau pegal bangunkan aku" ucap Elpan.
"Ya" ucap Rahma.
Rahma mengganti kan pakaian Lian yang sudah basah lagi padahal baru saja Rahma mengganti pakaian nya.
"Lian sekarang kamu pakai popok ya" ucap Rahma.
Hingga lama sekali akhirnya Lian tertidur juga, Rahma merasa sangat mengantuk dia langsung tertidur hingga pagi, Rahma bangun dia melihat kalau Lian masih tertidur.
Rahma berjalan ke arah sofa yang sekarang di tempati Elpan.
"Kak bangun sudah pukul enam pagi" ucap Rahma.
Elpan terbangun dia melihat kalau Rahma ada di hadapannya.
"Rahma" ucap Elpan yang langsung membawa Rahma ke dalam dekapan nya.
Namun Elpan mencium bau sesuatu di baju Rahma.
"Rahma ini kenapa bau" tanya Elpan.
"Semalam El ngompol di baju aku kak, aku tak sempat ganti karena aku sudah terlanjur mengantuk" ucap Rahma.
"Tak apa, terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk Lian" ucap Elpan.
"Tak apa kak" ucap Rahma.
Elpan memeluk Rahma dengan sangat erat, dia mendaratkan ciuman di kening Rahma.
"Sungguh Rahma kalau aku bisa memutar kembali waktu aku tak mungkin menghianati mu" ucap Elpan.
"Jangan begitu" ucap Rahma.
Elpan menatap pada Rahma.
"Kau senang kan punya Lian, makan nya jaga saja Lian mau bagai mana pun dia bayi mu" ucap Rahma.
"Ya aku tau" ucap Elpan.
"Baik lah kamu harus mandi karena sebentar lagi kamu harus kerja" ucap Rahma.
"Baik lah" ucap Elpan.
"Apa kau akan kuliah" tanya Elpan yang sekarang baru saja mengambil handuk.
"Bagai mana dengan Lian" tanya Rahma yang langsung menatap pada Elpan.
Rahma langsung berjalan ke arah kasur dia melihat Lian yang tertidur pulas.
"Sekarang aku tak mungkin meninggal kan Lian, aku akan masuk kuliah besok saja" ucap Rahma.
"Oh baik lah, kamu jangan khawatir Rahma aku sudah sewa baby sitter untuk menjaga Lian" ucap Elpan.
"Baik lah" ucap Rahma.
Siang hari nya benar saja baby sitter yang Elpan panggil sudah datang, dia langsung mengasuh Lian di kamar Rahma.
"Siapa nama kamu" tanya Rahma.
"Nama saya Rani" ucapnya.
"Selamat bekerja Rani aku harap kau bisa menjaga Lian seperti anak mu sendiri" ucap Rahma.
"Ya nona" ucapnya.
__ADS_1
"Aku akan ke kamar Mbak Wanda dulu, katanya dia memanggil aku" ucap Rahma.
"Ya nona" ucap Rani.
Rahma berjalan ke arah kamar Wanda dia hendak bertanya ada apa Wanda memanggil nya.
"Oh ya mbak Wanda ada apa memanggil" tanya Rahma.
"Antar aku belanja" ucap Wanda.
"Tapi Mbak aku tak mungkin karena Lian tak boleh di bawa keluar" ucap Rahma.
"Tinggal saja Lian sekarang kan dia punya baby sitter jadi tak apa lah di tinggal hanya sebentar kok belanja nya" ucap Wanda.
"Baik lah aku akan ambil dahulu tas" ucap Rahma.
"Ya aku tunggu" ucap Wanda.
Rahma masuk ke dalam kamar nya dia melihat Rani yang hanya memainkan ponselnya, tapi Rahma tak masalah dia memaklumi nya karena Lian juga tertidur.
"Rani aku mau ke luar dulu" ucap Rahma.
"Baik nona" ucapnya.
"Aku titip Lian jaga dia ya" ucap Rahma.
"Baik nona" ucapnya.
Merasa percaya pada baby sitter nya itu Rahma pergi dari sana meninggal kan Lian pada Rani.
Mereka menuju ke pusat perbelanjaan kota yang sangat banyak sekali Barang barang branded di sana.
Bahkan Wanda sangat bersemangat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainannya.
"Rahma kau tunggu di sana aku akan ke sana" ucap Wanda.
Rahma duduk di ruangan tunggu dia melihat Wanda dari kejauhan karena takutnya Wanda kenapa kenapa, apa lagi dia baru saja pulih.
"Aku aneh dengan mbak Wanda dia jalan jalan ke sini bisa jalan kaki bahkan dia juga tak memperdulikan perut nya yang sering ngeluh kesakitan, tapi kalau aku suruh gendong Lian dia pasti bilang perut nya kram lah ini lah itu lah, heran aku" gumam Rahma.
Seorang laki laki datang ke sana.
"Selamat siang, anda istri dari tuan Elpan kan" tanya salah satu teman nya Elpan yang bernama Hendry.
"Siang, ya aku Rahma anda tuan Hendry kan" tanya Rahma.
"Sedang apa di sini" tanya Rahma.
"Istri saya sedang belanja dia sangat susah untuk di ikuti jadi dengan terpaksa aku menunggu di sini" ucapnya.
"Oh, itu anak anda" tanya Rahma.
"Ya dia sudah hampir tiga bulan" ucapnya.
"Wah selamat maaf aku baru tau sekarang" ucap Rahma.
"Ya tak apa" ucap nya.
"Oh ya tuan bagai mana dengan perhiasan yang di inginkan istri mu itu" tanya Rahma.
Hendry merasa sangat bingung dia mengingat ingat tapi perasaan dia tak pernah tau kalau istri nya ingin perhiasan.
"Maaf Nona tapi istri saya tak pernah mau perhiasan" ucap Hendry.
"Tapi kata kak El dia bilang istri mu inginkan perhiasan aku, aku tak bisa memberikan nya karena perhiasan itu sudah ada namanya" ucap Rahma.
"Gak ah, aku dan tuan El itu memang teman tapi nona seingat saya, saya tak pernah bicara pada tuan El tentang perhiasan apa lagi saat itu istri saya memang tak ngidam perhiasan" ucap Hendry.
"Oh" ucap Rahma.
"Memangnya apa saja yang di kata kan tuan Elpan" tanya Hendry.
"Katanya istri anda hamil dan dia mau perhiasan, maaf aku bertanya ini sebelum nya aku sangat merasa bersalah namun kalau masih mau ada di toko luar negeri yang menjual itu setau aku hanya tinggal beberapa lagi yang belum terjual" ucap Rahma.
"Nona mungkin yang tuan Elpan maksud adalah Hendry yang lain bukan aku" ucap Hendry.
"Ya juga ya" ucap Rahma.
"Baik lah aku akan ke sana dulu siapa tau istri ku sudah selesai" ucap Hendry.
"Ya tuan" ucap Rahma.
Rahma melihat Wanda yang sekarang masih memilih pakaian dia tak mungkin menunggu lama di sana karena kalau Wanda tak di marahi dia akan hilang kendali.
__ADS_1
Rahma berjalan ke arah toko itu dia langsung masuk ke dalam padahal Rahma tau kalau Wanda sangat tak suka dengan gangguan.
"mbak udah ayo pulang, kita terlalu lama meninggal kan Lian"' ucap Rahma.
"bentar aku mau beli yang ini dulu" ucap Wanda.
"ya baik lah ayo kita harus segera pulang ke rumah" ucap Rahma.
Wanda tak menjawab dia malas sekali mengajak Rahma belanja karena begitu lah Rahma dia akan lebih cerewet dari biasanya.
"aku tunggu di sana" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana menuju ke arah kursi yang kosong untuk
"Lian kau baik baik saja nak" gumam Rahma yang langsung ingat dengan Lian padahal dia tau kalau Lian sudah ada yang jaga.
walau pun baru kemarin Rahma bersama dengan Lian dia sudah merasa kan sebuah ikatan yang cukup kuat hingga untuk jauh pun Rahma masih ingat pada Lian.
berbeda dengan Rahma justru Wanda malah lebih senang jika jauh dengan Lian bahkan dia juga berbelanja dengan hati yang riang tak seperti di rumah yang terlihat selalu kesal saat mendengar suara tangisan Lian.
"aku paham kalau Mbak Wanda sekarang masih sakit tapi kalau setelah selesai masa nifas dia masih seperti ini maka aku tak akan biarkan dia senang senang begini" gumam Rahma.
Hingga selesai berbelanja akhirnya mereka kembali lagi ke kediaman Elpan.
Rahma langsung pergi dari halaman rumah Elpan ke dalam kamarnya dia hanya ingin melihat Lian.
"Nona" ucap pelayan yang ada di kamar Rahma.
"Mana Lian" tanya Rahma.
"Tuan muda di ajak baby sitter untuk jalan jalan saya sudah larang tapi katanya Nona yang nyuruh" ucap pelayan.
"Kemana mereka" tanya Rahma.
"Saya kurang tau nona" ucap pelayan.
"Astaga kemana Rani membawa Lian padahal kan di luar panas" gumam Rahma.
Dia langsung mengambil ponselnya dia mencoba menghubungi Elpan.
📞📞
"Kak Baby sitter itu membawa Lian jalan jalan" ucap Rahma.
"Lalu" tanya Elpan.
"Aku gak tau mereka ke mana" ucap Rahma.
"Sudah telpon" tanya Elpan.
"Aku gak punya nomor nya" ucap Rahma.
"Kemana orang itu, membawa anak kita" geram Elpan.
"Ya kak sekarang kan lagi panas aku gak bisa bayangkan Segerah apa Lian sekarang" ucap Rahma.
"Aku akan coba menghubungi nya" ucap Elpan.
"Ya kak coba saja" ucap Rahma.
📞📞
Rahma mengambil tas dan Langsung pergi dari sana menuju ke arah taman dia sangat yakin kalau Rani pasti membawa Lian ke taman.
"Kalau Sampai terjadi apa apa pada Lian maka aku tak akan segan segan membuat perhitungan dengan Rani" geram Rahma.
Sedang kan di kediaman Elpan, Wanda tengah membuka pakaian yang baru saja dia beli.
Terlihat kalau Mira baru keluar dari kamar nya dengan pelayan yang mendorong kursi roda nya.
"Li an" ucap Mira berbata bata.
"Nona Wanda, Nyonya Mira menanyakan tuan muda Lian" ucap Pelayan itu.
"Tanyakan pada pelayan yang ada di atas" ucap Wanda.
"Di mana Tuan muda" tanya pelayan itu pada pelayan yang tadi bicara dengan Rahma.
"Tuan muda Lian di bawa jalan jalan oleh baby sitter nya baru saja Nona Rahma mau jemput, Nona Rahma sangat marah pada nya" ucap pelayan itu.
"Kenapa di bawa keluar padahal ini kan panas bahkan Matahari juga sangat terik" ucap yang lain.
"Eeeuhh euhh Li an" Mira terbata bata, namun pelayan cukup paham kalau nyonya nya itu tengah mencari cari cucunya.
Sedang kan Wanda hanya diam saja seolah tak perduli pada Lian.
__ADS_1
"Wanda kau ibunya cari Lian Wanda, woy bukan hanya ngitung belanja saja" batin Mira marah.
bersambung