
Elpan sekarang berada di kamar mandi yang sangat luas di rumah itu, Elpan menatap pantulan diri di cermin.
Sebenarnya Elpan tak bisa berpura pura di hadapan Rahma, namun Elpan juga tak mungkin membicarakan sekarang karena takutnya Rahma akan marah.
"Aku harus apa sekarang" geram Elpan sambil meremas Rambutnya.
Sekarang ingin sekali rasanya Elpan untuk pergi dari sana menghilang dari hadapan semua orang.
Terlebih Elpan tak kuat saat melihat wajah Rahma yang penuh dengan keceriaan, namun adegan panas yang dia lakukan bersama dengan Wanda terus saja terngiang ngiang di ingatan Elpan.
"Aku tak sanggup memberi tau kan ini pada Rahma, tapi aku juga tak bisa lepas tanggung jawab Begitu saja pada Wanda" gumam Elpan yang pikiran nya semakin kacau.
Elpan mencuci muka nya sebelum dia kembali lagi ke ruang tamu menemui Rahma dan papah mertua nya.
Tiba tiba saja Elpan teringat sesuatu, sebelum melakukan itu Elpan meminum kopi yang Wanda berikan.
"Apa masuk akal jika Wanda melakukan ini dengan sengaja, apa bisa jadi dia menjebak aku dengan kopi itu, tapi tidak masa Wanda seja hat itu" gumam Elpan lagi.
"Argh nanti saja aku cari tau" gumam Elpan lagi yang langsung kembali dari kamar mandi.
"Kak sudah" tanya Rahma.
"Ya aku sakit perut jadi lama" ucap Elpan.
"Oh ya El rencana nya papah akan memberikan Aset papah pada Rahma, kira kira berapa lama ya" tanya Argam.
"Mungkin satu bulan juga langsung jadi pah, karena kan banyak yang harus di proses, papah tanya saja pada pengacara papah" ucap Elpan.
"Ya papah akan tanya, tapi papah mau secepatnya mengingat usia papah yang sudah tak muda lagi jadi papah akan menyerahkan semua nya pada Rahma" ucap Argam.
"Pah jangan ngomong begitu" ucap Rahma.
"Ya Rahma tapi kan papah emang sudah tua" ucap Argam.
Sedangkan di sebuah cafe di kota itu, Mira dan Wanda sedang berada di sana mereka tengah merayakan keberhasilan mereka yang berhasil menjebak Elpan.
"Ide mu luar biasa" ucap Mira sambil menyuapkan makanan mahal yang dia pesan.
"Ya Tante, apa Tante tau saat tadi aku beri tau semuanya Elpan sangat merasa bersalah" ucap Wanda.
"Hah kasihan Elpan, tapi ini yang terbaik karena semakin ke sini Tante semakin tak suka pada Rahma, kalau saja Rahma bukan keturunan Mahoji mungkin Tante sudah usir dia dari rumah" ucap Mira membicarakan Rahma.
"Tante tenang saja aku yakin El pasti akan tanggung jawab pada ku, dan setelah aku bisa hamil aku akan singkirkan Rahma dengan perlahan" ucap Wanda.
"Ya itu ide bagus" ucap Mira.
Malam harinya Rahma tidur di kamarnya sekarang dia sudah tertidur karena sudah malam juga.
Sedangkan Elpan dia sekarang belum tidur karena masih memikirkan kejadian tadi siang.
Drtt
Pesan masuk ke ponsel Elpan, karena takutnya penting Elpan pun membuka pesan itu.
{Aku Wanda}
{Aku sekarang ada di dapur mu, aku maksa datang kemari pada mamah mu karena ingin membicarakan masalah ini}
__ADS_1
{Temui aku}
{Aku tau kau belum tidur}
Empat pesan masuk ke dalam ponsel Elpan, karena ingin memastikan Elpan melihat Rahma dulu dan benar saja Rahma sudah tertidur pulas.
Elpan berjalan ke arah luar dia menuju ke arah dapur.
Dan benar saja di sana ada Wanda yang sedang duduk di meja makan.
Elpan duduk di kursi sebrang Wanda duduk.
"Syukur lah kau datang, El aku sangat takut" ucap Wanda.
"Takut apa" tanya Elpan.
"Sebentar lagi aku nikah, tapi El calon suami ku ini seorang laki laki turunan Pakistan, aku takut kalau dia marah karena aku sudah tak.." ucap Wanda terhenti.
"Apa bukti nya kau akan menikah" tanya Elpan.
Wanda mengambil buku undangan palsu dari dalam tas nya.
Ya, sebelum Wanda ke sana dia sudah mempersiapkan undangan palsu itu bahkan Wanda sengaja mengedit Poto laki laki dari Pakistan untuk di sanding kan dengan nya di buku undangan itu.
Di sana tertera tanggal Wanda menikah dan tepatnya beberapa hari lagi.
"Lalu bagai mana kau akan batal kan ini" tanya Elpan.
"Aku akan bilang pada papah kalau aku sedang hamil" ucap Wanda.
"Hah kau gi la apa" tanya Elpan.
"Baik lah terserah kau saja" ucap Elpan.
"Tapi El kalau sampai aku hamil apa kau akan tanggung jawab" tanya Wanda.
Elpan menelan Saliva nya.
"Wan aku tak janji" ucap Elpan.
"El lalu bagai mana aku" tanya Wanda yang langsung menangis.
"Baik lah, ya kau jangan menangis, aku akan tanggung jawab" ucap Elpan.
"Aku sangat menyesal karena melakukan ini El" ucap Wanda menangis sesenggukan.
"Kau tak salah aku yang salah, aku minta maaf" ucap Elpan.
"Tapi El apa papah ku tak akan marah" tanya Wanda.
"Aku yang akan bilang padanya" ucap Elpan.
"Tapi El jangan bilang kalau pernikahan aku gagal karena ini kau datang saja dan bilang kalau kau mau melamar ku" ucap Wanda.
"Kenapa" tanya Elpan.
"El kau tau kan sikap papah, soal ini biar aku yang bilang untuk batal kan dan kamu nanti datang bilang ingin melamar ku jangan bicara masalah pernikahan aku yang batal dan jangan bilang tentang masalah ini juga" ucap Wanda.
__ADS_1
"Ya sudah terserah" ucap Elpan.
Sedangkan di kamar Rahma terbangun karena mendapati Elpan yang tak ada di tempat nya.
"Kemana kak El" gumam Rahma.
Rahma berjalan ke arah luar dia hendak menuju ke arah dapur karena akan mengambil minum juga.
"Kak" sahut Rahma karena keadaan dapur cukup gelap.
Elpan terkejut karena mendengar suara Rahma.
"Wan kau sembunyi di sana" ucap Elpan menunjuk pada kamar mandi yang tak jauh dari sana.
"Tapi mana mungkin aku ke sana nanti keburu Rahma datang ke sini" ucap Wanda.
Wanda langsung sembunyi di kolong meja makan, dan saat itu Rahma menyalakan lampu yang ada di dapur.
"Kak ada di sini" tanya Rahma.
"Hah ya Rahma aku haus" ucap Elpan.
"Oh" ucap Rahma.
"Kau sedang apa di sini" tanya Elpan.
"Aku juga haus jadi aku datang ke sini" ucap Rahma.
Elpan langsung berdiri dan langsung mengambil kan satu gelas air untuk Rahma.
"Ayo kita tidur aku ngantuk" ucap Elpan yang langsung menggandeng tangan Rahma untuk pergi dari sana.
"Tapi kak aku" ucap Rahma yang tadinya akan mengambil botol minum.
"Sudah ayo tidur" ucap Elpan.
"Ya baik lah" ucap Rahma.
Setelah sampai di kamar Elpan langsung rebahan di Ranjang nya, tak lupa dia mengirim kan pesan pada Wanda supaya menginap saja di sana.
{Kau menginap lah di sini, ada kamar yang kosong di kamar yang dekat tangga, kau tidur lah di sana} pesan Elpan.
{Tapi bagai mana kalau pagi aku bangun} balasan dari Wanda.
{Sampai aku pergi dari sini kau jangan dulu keluar dari kamar} pesan dari Elpan lagi.
"Siapa kak" tanya Rahma.
"Oh ini yang nawarin kredit motor" ucap Elpan.
"Semalam ini dia menawarkan motor" tanya Rahma.
"Biasa lah Rah" ucap Elpan.
"Ya sih" ucap Rahma.
"Baik lah ayo tidur aku sudah mengantuk" ucap Elpan.
__ADS_1
"Ya" ucap Rahma.
(Rahma definisi istri yang percaya pada suami ya, kalau aku yang ada di posisi Rahma harus nya curiga).