Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 87


__ADS_3

Arman dan Lydiya pulang ke apartemen walaupun Argam tak mengijinkan mereka untuk pergi apa lagi ini masih malam.


Tapi Arman memaksa dengan terpaksa Argam mengijinkan nya.


Rahma membuat kan sarapan untuk papahnya yang sekarang berada di meja makan.


"Rumah sepi tanpa Arman ya" ucap Argam.


"Pah, mungkin sekarang Arman sedang bahagia bersama dengan istri nya jadi Yasudah lah jangan di bahas" ucap Rahma.


"Menurut kamu apa Arman berbohong" tanya Argam.


"Hah berbohong? Tentu saja tidak pah mana mungkin" ucap Rahma.


"Tapi papah tak yakin pada ucapan nya apa lagi kedatangan wanita itu sangat mendadak Kalau Arman memang tak mau menikah dengan mu mungkin dia akan bilang sejak awal dan memberi tau kan wanita itu pada papah kan tapi kali ini dia langsung datang ke sini tanpa penjelasan kamu tau kan nama siapa yang wanita itu ucapkan pertama kali, nama Ahmad Kamu dengar kan" ucap Argam.


"Ya aku dengar tapi kan pah menyebutkan nama itu kan hal biasa" ucap Rahma.


"Tapi Arman sama Ahmad itu jauh loh" ucap Argam.


"Sudah lah" ucap Rahma.


Mereka makan bersama dengan makanan seadanya karena semua makanan sisa catering pernikahan sudah Argam bagikan pada tetangga nya.


"Oh ya Rahma papah gak bisa bayangkan kalau nanti kamu menikah mungkin papah akan sendiri di sini apa lagi Arman tak ada kamu akan bersama suami kamu" ucap Argam.


"Jangan bicara begitu pah aku tak akan meninggalkan papah" ucap Rahma.


"Ya semoga saja kau benar" ucap Argam.


"Papah tenang saja" ucap Rahma.


Setelah selesai makan malam mereka langsung masuk ke dalam kamar nya masing masing.


Rahma langsung rebahan di kasur dia juga melihat ponsel nya yang menyala karena ada pesan yang masuk.


"Siapa yang mengirim kan aku pesan" gumam Rahma.


Dia melihat nya ternyata ada pesan dari Elpan yang sangat banyak sekali.


{Rahma aku senang pernikahan mu batal}


{Aku janji akan bicara pada papah mu}


{Tolong jangan marah pada ku}


{Rahma aku rindu pada mu tak bisa kah kau balas pesan aku}


{Rahma}


Bahkan Elpan juga mengirim kan Foto Lian yang sangat menggemaskan pada Rahma.


Rahma tersenyum melihat Lian yang sangat manis itu.


"Astaga kamu sangat imut sayang" gumam Rahma Melihat foto Lian.


Pagi hari nya Rahma bersiap akan ke kantor karena dia akan aktif lagi ke perusahaan.

__ADS_1


Dia berangkat ke perusahaan nya bersama dengan papahnya.


"Rahma hari ini akan ada tamu dari perusahaan Armasta Grup jadi kamu bisa kah temani papah sebagai gantinya Arman" ucap Argam.


"Oh tak apa pah" ucap Rahma.


Tapi Rahma merasa aneh pada ucapan papahnya saat menyebut kan nama perusahaan itu.


"Armasta Grup" gumam Rahma namun dia tak ingat perusahaan siapa itu.


"Oh ya pah apa Arman mengambil cuti" tanya Rahma menatap pada papahnya.


"Ya papah yang menyarankan nya kamu tau kan kalau Arman itu sangat gi la kerja jadi kalau tidak begini dia tak mungkin akan berhenti dan mengambil cuti ya sekali kali kan dia menikmati keindahan pernikahan nya" ucap Argam.


"Ya sih" ucap Rahma tersenyum.


Sesampainya di perusahaan Rahma langsung duduk di meja kerja nya dia melihat berkas yang ada di atas mejanya.


Drtt


{Selamat pagi} pesan dari Elpan yang membuat Rahma langsung fokus pada layar ponsel nya.


{Ya} balasan Rahma singkat.


{Jangan lupa sarapan pagi} pesan dari Elpan lagi.


{Ya} balas Rahma.


{Mau kah nanti siang kita makan bersama} pesan Elpan.


{Boleh}.


Rahma membawa laptop dan persiapan nya sedang kan papahnya menunggu nya di sana sambil menyambut tamu itu.


"Selamat pagi selamat datang" ucap Rahma.


Rahma melihat ada Kevin di sana dia langsung tersenyum pada Kevin.


"Selamat pagi tuan Kevin senang bertemu dengan mu" ucap Rahma pada temannya itu.


"Ya nona Rahma" ucap Kevin.


Acara meeting pun berjalan cukup lancar bahkan semua orang mendengar nya karena tak mau ada kesalahan saat meeting itu.


Hingga selesai mereka langsung di persilahkan makan siang bahkan Rahma juga terpaksa membatalkan janji nya hanya untuk makan siang di perusahaan nya itu.


Mereka semua makan siang namun papahnya Rahma dan papahnya Kevin keluar dari sana dan mengobrol di luar sambil melihat lihat perusahaan nya.


"Rahma bagaimana kabar mu" tanya Kevin sambil menyuapkan makanan pada mulut nya.


"Aku baik" ucap Rahma.


"Syukurlah" ucap Kevin.


"Lama kita tak bertemu kan bagaimana kabar pernikahan mu" tanya Rahma.


"Lumayan lah untuk pemula" ucap Kevin.

__ADS_1


"Syukurlah" ucap Rahma.


"Tak ada yang istimewa hanya saja aku punya orang yang menemani aku tidur" ucap Kevin.


"Ya semoga pernikahan mu langgeng dan kamu bisa segera punya momongan" ucap Rahma.


"Amin" ucap Kevin.


"Siapa nama istri mu" tanya Rahma.


"Aliya" ucap Kevin.


"Wah pasti cantik" ucap Rahma.


"Begitu lah oh ya bagaimana pernikahan mu" tanya Kevin.


"Sampai sekarang aku belum nikah" ucap Rahma.


"Kenapa" tanya Kevin.


"Aku mau kembali pada kak El" ucap Rahma.


Kevin mengerut kan kening nya.


"Kenapa sama dia lagi" tanya Kevin.


"Ya aku mau sama dia, Kevin sekali aku jatuh cinta maka aku akan perjuangkan cinta itu" ucap Rahma.


Kevin tak habis pikir pada ucapan Rahma.


"Bukan kah itu terdengar bo doh Rahma apa lagi aku tau seja hat apa dia pada mu dahulu" ucap Kevin.


"Kamu tau kan kalau seseorang akan menerima kesalahan pasangan nya sebesar apa pun kalau dia sudah terlanjur sayang pada nya" ucap Rahma.


"Ya aku tau dan aku juga sama mungkin" ucap Kevin.


"Ya aku juga begitu sekasar apa pun kak El pada ku kalau aku masih sayang ya aku akan terima dia, mau mereka bilang aku bo doh, aku bucin lah tapi aku menerima nya karena kalau mereka menjadi aku mungkin mereka juga akan sama, banyak di luaran sana wanita yang kembali pada suaminya karena masih cinta lalu kenapa hanya aku yang di hujat kenapa hanya aku yang di hina apa itu akan adil pada ku" ucap Rahma.


"Ya sih kau benar orang lain hanya tau dari luar saja" ucap Kevin.


"Ya aku heran pada mereka kalau memang mereka tak suka yausah pergi saja banyak kan kisah orang yang Sangat menarik untuk di pertontonkan" ucap Rahma.


"Kamu yang sabar saja Rahma aku yakin kamu pasti bisa kembali pada El" ucap Kevin.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Baiklah aku pamit ya aku tak bisa lama lama aku ada urusan" ucap Kevin.


"Ya" ucap Rahma mengantar kan Kevin sampai ke loby.


Rahma merasa ada yang mendukung nya walaupun hanya ucapan saja, setidaknya Rahma tak mendengar ocehan dan hinaan dari orang orang.


Sedangkan di kediaman Elpan saat ini dia tengah mengasuh Lian karena pembatalan janji makan itu membuat Elpan merasa kecewa tapi mau bagaimana lagi karena Rahma pasti sibuk pikir Elpan.


Mira melihat perubahan Elpan yang semakin hari semakin terlihat itu Mira tau kalau semua itu karena Elpan mau sama Rahma.


Tapi sayang nya papahnya Rahma tak mengijinkan Rahma dan Elpan bersatu lagi.

__ADS_1


"Aku akan bantu Elpan untuk bersama dengan Rahma lagi" gumam Mira.


bersambung...


__ADS_2