Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 9: rencana


__ADS_3

Setelah selesai meeting Elpan langsung menuju ke arah rumah sakit karena akan menjelaskan pada Rahma kalau sebenarnya yang Rahma lihat itu salah.


Elpan mengendarai mobil nya menuju ke arah rumah sakit tempat papah mertua nya itu di rawat.


Elpan sangat menyesal karena tak bisa langsung menyusul dan menjelaskan pada Rahma karena tadi dia harus langsung meeting.


Sesampainya di rumah sakit Elpan langsung masuk ke dalam ruangan papah mertua nya itu.


"Permisi" ucap Elpan di ambang pintu.


"El kau datang" tanya Argam menatap pada menantu nya.


"Ya pah maaf aku baru datang sekarang, aku sibuk" ucap Elpan namun dia tak dapat menemukan Rahma di sana.


"Di mana Rahma" tanya Elpan.


"Rahma, ada tadi dia keluar karena akan membeli kopi" ucap Argam.


"Oh, pah kapan akan pulang" tanya Elpan.


"Sekarang juga papah sudah bisa pulang" ucap Argam.


"Syukur lah" ucap Elpan.


Rahma datang ke sana dengan membawa secangkir kopi kesukaan nya.


"Rahma" ucap Elpan.


Rahma menatap tajam pada Elpan, dia tak mau kalau Elpan sampai memberi tau kan pada papah nya tentang Malasah yang mereka alami sekarang.


"Kak kau datang" tanya Rahma bersikap seolah baik baik saja.


"Ya aku datang, aku ingin melihat papah" ucap Elpan.


"Oh padahal kau tak perlu datang kemari karena papah juga akan pulang" ucap Rahma.


"Tak apa" ucap Elpan.


"Rahma gak boleh begitu nak" ucap Argam.


"Bukan begitu pah karena kan kak El itu sibuk dia bisa kan datang ke rumah untuk menjenguk papah" ucap Rahma.


"Tak masalah aku senang datang kemari" ucap Elpan.


Rahma duduk di kursi yang ada di sana, mereka semua berbincang bincang bahkan Rahma terlihat seolah tak terjadi apa apa di antara Elpan dan dirinya.


"Oh ya pah, Arman sudah datang maaf ya aku harus pamit, besok aku akan datang ke rumah papah" ucap Rahma.


"Ya tak masalah" ucap Argam.


"Tapi Rahma kita bisa mengantarkan papah pulang dulu" ucap Elpan.


"Tak masalah lagi pula papah ada Arman dan anak buahnya yang lain ya kan pah" tanya Rahma.


"Ya El tak masalah" ucap Argam.


Saat ini Rahma ingin segera menanyakan pada Elpan siapa wanita yang ada di ruangan nya itu bahkan Rahma juga ingin bertanya kenapa Elpan memakan makanan nya dengan sangat lahap.


"Baik lah pah aku pamit, ayo kak" ucap Rahma pada Elpan.


"Ya sayang hati hati di jalan" ucap Argam.

__ADS_1


"Ya pah" ucap Rahma.


Mereka berdua berjalan ke arah parkiran mobil yang ada di rumah sakit itu.


"Aku mau jelaskan" ucap Elpan.


"Kita jelaskan di dalam mobil saja" ucap Rahma.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil, mereka duduk di jok belakang supaya mereka lebih leluasa untuk bicara.


"Aku mau jelaskan" ucap Elpan.


"Bicaralah" ucap Rahma.


"Rah, aku dan Wanda itu hanya sekedar mantan pacar dan aku harap kau tak cemburu pada nya" ucap Elpan.


"Tak cemburu? Kak kau suami ku pantas bukan kalau sampai aku marah, aku berhak penuh atas diri mu" ucap Rahma.


"Ya aku tau tapi mamah yang maksa Rahma" ucap Elpan.


"Kak apa bisa kah kau sedikit tegas menanggapi mamah, aku tau betul apa maksud dan tujuan mamah dia ingin punya cucu dan yang paling penting dia ingin kamu menikah lagi" ucap Rahma.


"Tapi aku tak mau Rah" ucap Elpan.


"Kalau kamu tak mau bersikap tegas kak, aku tau itu mamah kamu dan sudah menjadi mamah aku juga, tapi setidaknya kau tak boleh bersikap tak adil begini" ucap Rahma.


"Ya aku minta maaf" ucap Elpan.


"Katanya kau tak suka pada Wanda tapi kenapa kau tadi memakan makanan yang dia bawa dengan sangat lahap" tanya Rahma.


"Aku merasakan kalau masakan itu buatan mu rasa dan aroma nya sama Rahma jadi lidah ku seolah sedang memakan makanan buatan mu" ucap Elpan.


"Kak semua orang itu beda beda, tak akan ada rasa masakan yang sama, kecuali memang masakan itu buatan ku" ucap Rahma.


Rahma terkejut karena bisa bisa nya menu yang dia buat bisa sama dengan yang Wanda buat.


"Ya sudah tak masalah" ucap Rahma.


"Plis maafkan aku" ucap Elpan.


"Ya tak masalah" ucap Rahma.


"Kau memaafkan aku" tanya Elpan senang karena Rahma wanita yang cukup mudah di bujuk.


"Ya tak apa" ucap Rahma.


"Baik lah kau mau kemana sekarang" tanya Elpan.


"Tak ada aku hanya ingin pulang saja" ucap Rahma.


"Baik lah kita pulang sekarang" ucap Elpan yang langsung mengendarai mobil nya karena akan pulang menuju ke kediaman Elpan.


Rahma hanya patuh saja pada suami nya itu, mereka sampai di kediaman Elpan, Rahma langsung turun dari dalam mobil karena akan masuk ke dalam.


"El kamu ini dari mana saja lama" ucap Mira yang langsung kesal melihat Rahma yang ada di sana.


"Ada apa mah" tanya Elpan.


"Ayo masuk ada Wanda di dalam" ucap Mira.


"Sedang apa Wanda di dalam" tanya Elpan.

__ADS_1


"Dia ingin bertemu dengan mu" ucap Mira.


Elpan langsung mendekat pada Rahma dan langsung menggandeng tangan Rahma.


"Ayo masuk" ucap Elpan pada Rahma.


Mira yang merasa kesal pun hanya bisa menghentak kan kaki saja karena kesal melihat kedekatan antara Rahma dan Elpan padahal pikir Mira saat melihat kejadian tadi Rahma akan marah pada Elpan tapi kenyataannya Rahma dan Elpan mereka malah semakin mesra.


Wanda menatap pada Elpan yang sekarang baru saja datangi.


"El" sahut Wanda yang langsung berlari kecil untuk menuju pada Elpan.


Rahma yakin kalau Wanda akan memeluk Elpan karena terlihat dari rentangan tangan nya.


Rahma dengan cepat berdiri di hadapan Elpan sehingga membuat Wanda berhenti di tempat.


Wanda tak bisa memeluk Elpan karena ada Rahma yang menghalangi nya.


"Aku senang kau datang" ucap Wanda.


"Lalu" tanya Elpan ketus.


"Aku lama menunggu mu El" ucap Wanda.


"Aku sibuk aku akan istirahat bersama dengan Rahma" ucap Elpan ketus.


"Tapi El, Wanda sudah lama menunggu mu" ucap Mira.


"Tapi mah aku tak menyuruh nya datang" ucap Elpan.


"Tapi mamah yang nyuruh" ucap Mira.


"Terserah aku gak peduli" ucap Elpan.


"El kamu gak bisa seperti ini, mamah lebih setuju kau dan Wanda dari pada kau dan Rahma" ucap Mira.


Rahma seketika langsung terdiam karena ternyata Rahma mendapatkan kebenaran kalau mamah mertua nya itu tak suka padanya.


"Ayo Rahma kita pergi saja" ucap Elpan yang langsung menarik Rahma dari sana supaya tak menanggapi mamah nya lagi.


Rahma hanya menurut saja pada Elpan.


"Sampai kapan kak? Sampai kapan kita akan seperti ini, aku tak yakin kalau kau bisa menolak terus apa lagi aku tau betul siapa mamah mu kak, apa aku harus menyerah saja ya, aku cape kalau harus begini terus, aku paham sekarang kau masih menolak karena kau menghargai perasaan aku, tapi apa kau yakin kalau nantinya kau akan seperti ini terus" batin Rahma berkecamuk menatap pada Elpan yang sekarang tengah menuntun nya menuju kamar.


"Kamu duduk lah di sini" ucap Elpan.


"Ya kak" ucap Rahma.


Sedangkan di ruang tamu, Mira tengah marah karena Elpan seolah membela Rahma dari pada mamah nya sendiri.


"Bagai mana ini gagal" ucap Mira.


"Aku punya ide Tante" ucap Wanda.


"Apa" tanya Mira.


Wanda membisikan sesuatu pada Mira sebuah rencana yang sangat licik yang akan membuat Elpan tunduk pada Wanda dan mamahnya itu.


"Ide bagus tapi apa kau tak akan keberatan melakukan nya" tanya Mira.


"Tentu saja tidak Tante" ucap Wanda.

__ADS_1


"Baik lah kau persiapkan saja" ucap Mira.


"Ya aku akan persiapkan" ucap Wanda tersenyum.


__ADS_2