Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 86 pernikahan


__ADS_3

Sore hari nya Rahma datang ke kamar papahnya saat ini papahnya tengah duduk di meja kerja nya karena sedang melihat berkas berkas nya.


"Pah" ucap Rahma yang langsung masuk ke dalam.


"Ya" tanya Argam.


Rahma langsung mendekat dan memeluk papahnya itu.


"Pah maaf kan aku, aku salah" ucap Rahma sambil memeluk papahnya itu.


"Tak apa papah hanya mau kau bahagia" ucap Argam.


"Ya pah aku yang egois aku yang tak memikirkan perasaan papah maafkan aku pah" ucap Rahma.


"Sudah lah Rahma jangan menangis lagi" ucap Argam.


"Tapi aku salah pah aku telah menghina mu aku juga telah bicara buruk pada mu" ucap Rahma.


"Sudah tak apa" ucap Argam.


Argam menutup laptopnya dia melihat putri nya itu.


"Papah senang kalau kau bahagia Rahma, hanya itu saja" ucap Argam.


"Ya pah aku tau" ucap Rahma.


"papah mohon kamu jangan membantah papah lagi papah hanya mau kau bahagia dan laki laki yang papah pilih adalah Arman kamu bisa kan mulai membuka hati untuk Arman" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Malam hari nya Elpan menghubungi Rahma terus menerus namun Rahma tak menghiraukan nya dia ingin mendengar ucapan papahnya sekarang.


"Bagaimana aku bicara" gumam Rahma.


Rahma mengangkat panggilan di ponselnya.


📞📞


"Ya" tanya Rahma ketus pada Elpan.


"Rahma aku gagal bicara pada papah kamu" ucap Elpan.


"Kak aku pikir kita sudahi saja hubungan ini aku akan menerima pernikahan ini aku mau kau jangan hubungi aku lagi" ucap Rahma.


"Tapi Rahma" ucap Elpan.


"Papah benar kak" ucap Rahma.


📞📞


Rahma langsung menutup telponnya secara sepihak dia tak bisa melakukan apa apa lagi sekarang apa lagi Rahma sudah terlalu banyak menyakiti papahnya.


"Semoga saja di kehidupan selanjutnya kau dan aku bisa bersatu" gumam Rahma sambil menghapus air mata nya.


Sedangkan di kediaman Elpan dia sangat marah karena Rahma malah menerima pernikahan itu.


"Rahma apa tak bisa kah aku bersama dengan mu lagi, aku sadar dulu aku sudah menyakiti mu tapi aku menyesal Rahma aku ingin menebus semua kesalahanku" gumam Elpan terduduk di lantai.


...~~~...


Keesokan harinya adalah hari pernikahan Rahma dan Arman, semua tamu sudah bersiap akan melihat pernikahan dua insan itu.


Rahma juga sudah di rias di kamar nya dia berusaha menerima ini walaupun sebenarnya sangat sulit sekali untuk dia menerima nya.


Rahma terlihat sangat cantik dia bak seorang putri dari kerajaan yang menunggu pangeran berkuda nya datang.


Rahma di tuntun oleh pelayan nya untuk turun ke bawah, dia langsung duduk di pelaminan sedangkan di sana ada Arman yang sudah menunggu Rahma.


Rahma dan Arman duduk di sana mereka hanya tinggal menunggu penghulu nya datang.


"Kamu cantik Rahma" ucap Arman.


"Terima kasih" ucap Rahma.


Arman melihat seseorang yang akan datang ke sana namun tak ada juga orang yang Arman tunggu tunggu.


"Dimana dia" gumam Arman.


Sebelum acara itu Arman sudah menyuruh orang suruhan nya untuk mencegat penghulu agar penghulu datang terlambat hingga wanita yang dia suruh menggagalkan acara itu datang.


Para tamu berdatangan ke sana bahkan teman Rahma juga sudah berdatangan, Arman hanya menantikan kehadiran wanita yang bernama Lydiya itu.


Namun dugaan Arman salah ternyata penghulu nya datang lebih dahulu.


"Baiklah tuan kita akan mulai sekarang" ucap penghulu.


"Baiklah" ucap Argam.


Arman dan Rahma sudah duduk di sana berhadapan dengan pak penghulu dan Argam.


"Jangan bilang kalau wanita itu terlambat" gumam Arman kesal.


"Baiklah Nak Arman jabat lah tangan tuan Argam" ucap penghulu.


Arman menjabat tangan Argam acara itu akan segera berlangsung saat ini Arman semakin gelisah di buatnya.


Terlihat Elpan dan Mira juga datang ke sana atas undangan dari Argam sendiri.


Mereka melihat acara pernikahan yang akan berlangsung itu.


Sedangkan di depan gerbang seorang wanita tengah kesulitan karena harus memakai sepatu hak tinggi.

__ADS_1


Dia masuk ke dalam rumah itu namun saat itu acaranya sudah mau berlangsung dia panik karena dia terlambat datang.


Rahma memejamkan matanya saat Arman akan mengikrarkan ijab qobul.


Bahkan Arman juga masih bingung apa lagi dia tak mungkin mengucapkan nya karena dia tak mau membuat Rahma sedih dengan pernikahan itu.


"Tunggu" sahut seorang wanita yang langsung menghentikan pernikahan itu.


Semua mata tertuju pada nya untung saja dia dari kampung dan baru bekerja di perusahaan kota itu.


Jadi tak ada yang bisa mengenali diri nya atau pun keluarga nya.


"Siapa" tanya Argam yang langsung melepas kan jabatan tangan nya dari Arman.


"Ahmad pacar saya dia Ayah dari anak yang saya kandung" ucap Lydiya yang membuat semua orang jadi terheran heran.


"Tapi nona di sini tak ada yang bernama Ahmad" ucap Argam.


Lydiya menelan ludah nya dia tak tau nama Arman apa lagi mereka juga belum saling mengenal.


Lydiya melihat ke arah sekitar mencari tau nama Arman.


Arman hanya memutar bola matanya malas dia tak habis pikir pada wanita itu.


"Kalau saja gagal tak akan aku maafkan" batin Arman.


"Arman dia pacar saya" ucap Lydiya.


"Hah" tanya Rahma terkejut.


"Ya dan saya sekarang tengah mengandung, jadi batal kan pernikahan ini karena Arman pacar saya" ucap Lydiya.


"Siapa anda pertama kali anda panggil Ahmad sekarang kamu mengaku pacar nya Arman" tanya Argam yang langsung mendekat pada wanita itu.


"Y-ya aku pacar nya aku mengandung anaknya" ucap Lydiya terbata bata.


"Benarkah" tanya Argam tak percaya.


Arman menggeleng geleng kan kepala nya dia tak habis pikir pada ucapan Lydiya yang hanya akan mempermalukan diri nya dan Arman.


Arman berdiri dia langsung mendekat pada Argam.


"Maaf tuan ini saya mau saya bicara kan sejak awal tapi anda tak mau mendengar" ucap Arman.


"Apa" tanya Argam tak percaya.


"Ya tuan sejujurnya saya sudah punya pacar jadi saya mau menolak perjodohan ini tapi anda tak mau dengar, tuan bisa kah pernikahan aku dan Rahma batal" ucap Arman.


Argam menatap tak percaya pada Arman yang sudah menyatakan hal itu padanya.


Rahma tak menjawab dia hanya diam saja mendengar kan karena dia juga sebenarnya tak percaya pada ucapan Arman.


"Baiklah pernikahan kalian batal, tapi kamu nikah lah dengan wanita ini" ucap Argam yang langsung membuat Arman dan Lydiya terkejut mendengar nya.


"Ya saya siap" ucap Arman.


Argam sebenarnya menguji Arman karena sudah beberapa tahun Arman bersamaan dengan nya jadi Argam tau gerak gerik Arman yang sedang berbohong dan tak sedang berbohong.


Tapi kali ini Arman berani melakukan nya.


"Pelayan bawa calon istri Arman berganti pakaian" titah Argam.


"Baik tuan" ucap kedua pelayan yang langsung membawa Ludiya menuju ke kamar tamu.


"Arrgg laki laki itu gi la apa ini tak Sesuai perjanjian" geram Lydiya tapi hanya dalam hati saja.


Sedangkan di sana Arman melihat pada Rahma yang menunjukan ekspresi yang biasa saja.


"Terima kasih tuan sudah menikah kan kami" ucap Arman.


"Ya aku memang salah karena sudah menjodohkan kau dengan Rahma padahal kalian tak saling suka" ucap Argam.


Rahma tersenyum lega karena dia tak jadi menikah dengan Arman dia langsung pergi ke arah kamar nya untuk berganti pakaian.


Para tamu undangan semua nya kebingungan apa lagi mereka tak paham pada apa yang terjadi itu.


"Bapak bapak ibu ibu harap tenang pernikahan anak saya batal tapi sekarang pernikahan anak angkat saya akan di laksanakan di sini" ucap Argam.


Para tamu undangan pun kembali duduk dan menikmati hidangan mereka.


Rahma turun dengan pakaian yang biasa saja dia langsung duduk bersama papahnya.


"Pernikahan mu gagal" ucap argam berbisik.


"Tak apa pah asal Arman bisa menemukan cinta nya aku senang" ucap Rahma.


"Ya" ucap Argam.


Sedangkan Arman sekarang sudah masuk ke kamar tamu dia melihat Lydiya yang sudah di hiasi oleh baju pengantin.


Saat melihat Arman perias pun langsung keluar dari kamar itu.


"Jelaskan ini" tanya Lydiya.


"Ini lah resiko nya" ucap Arman.


"Kau yakin akan menikah kita gak saling kenal" ucap Lydiya.


"Kita jalani saja aku akan tambah uang untuk mu" ucap Arman.


"Tapi aku gak mau menikah, kau tau kan umur aku masih 20 tahun" ucap Lydiya.

__ADS_1


"Aku mohon sekali ini saja" ucap Arman.


"Tapi aku gak mau" ucap Lydiya.


Arman menghela nafas nya kasar.


Arman bersujud di hadapan Lydiya yang sudah memakai gaun pengantin itu.


"Aku mohon kamu harus mau menikah dengan ku" ucap Arman.


"Hey kau ini apa apaan bagaimana kalau ada yang lihat nanti aku di sangka ngapa ngapain kamu gimana" ucap Lydiya.


"Aku gak perduli aku akan tetap seperti ini asalkan kamu mau menikah dengan ku" ucap Arman.


"Baiklah baik oke" ucap Lydiya pasrah.


"Baiklah ayo" ucap Arman mengandeng tangan Lydiya.


Lydiya dengan terpaksa ikut pada ucapan Arman padahal dia tak mau menikah dengan nya.


Pernikahan itu berjalan dengan lancar walaupun ada pergantian pengantin wanita nya.


Elpan bisa melihat secerca harapan untuk dia kembali lagi pada Rahma apa lagi dengan gagal nya pernikahan itu.


"Semoga saja ini jalan untuk aku kembali pada Rahma" gumam Elpan.


Malam hari nya Arman dan Lydiya berada di dalam kamar tamu yang sudah di hiasi atas perintah Argam.


"Sekarang apa" tanya Lydiya.


"Secepatnya aku akan ceraikan kamu" ucap Arman.


"Kamu pikir aku adalah barang yang bisa kamu pakai sesuka hati mu, aku gak mau kamu pasti hanya mau melakukan itu saja setelah itu aku di buang bagaimana kalau aku hamil" ucap Lydiya.


"Pede sekali kamu bahkan untuk menyentuh pun aku gak akan melakukan nya kau itu bukan wanita idaman ku" ucap Arman.


"Lalu kenapa kau mau menikah dengan ku" tanya Lydiya.


"Karena aku terpaksa" ucap Arman.


"Ikut aku kita bicara kan pada wanita itu kalau kita tak ada hubungan apa apa" ucap Lydiya yang langsung menarik Arman dari sana untuk bertemu dengan Rahma.


Arman ikut saja namun saat akan naik ke tangga dia langsung menarik tangan Lydiya hingga membuat Lydiya terjatuh ke pelukan Arman.


Dengan cepat Lydiya langsung mendorong Arman.


"Dasar me sum" geram Lydiya.


Arman membawa lydiya ke arah kolam renang yang tak jauh dari sana.


Walaupun Lydiya berontak tapi Arman tak melepaskan nya.


Sedangkan Rahma yang saat ini ada di dapur dia langsung melihat kejadian itu.


Rahma mendekat ke arah kedua pengantin baru itu.


"Aku gak mau sampai Rahma tau kalau kita hanya pura pura" ucap Arman.


"Lalu kau memperlakukan aku sesuka mu" tanya Lydiya.


"Aku sudah bilang kan ini resikonya" ucap Arman.


"Ya tapi tak menikah juga" ucap Lydiya.


"Pokok nya kita harus merahasiakan ini jangan sampai Rahma tau" ucap Arman.


"Sebenarnya kau suka tidak sih pada wanita itu kalau kau suka kenapa harus menggagalkan pernikahan kalian" tanya Lydiya.


"Karena aku tak mau hidup dengan orang yang tau kalau dia gak mungkin mencintai aku, dia masih sayang pada mantan suami nya jadi aku tak mungkin memaksa dia untuk hidup bersama ku" ucap Arman.


"CK romantis sekali kau tapi kau menjebak aku tuan dengan pernikahan ini" ucap Lydiya.


"Ya aku memang romantis" ucap Arman percaya diri.


"Ya terserah tapi bagaimana sekarang aku mau pulang" ucap Lydiya.


"Baiklah ayo kita ke apartemen" ucap Arman.


"Kalau sampai kau Berani menyentuh aku Maka akan aku pasti kan kalau kau tak akan hidup lagi" ucap Lydiya.


"Ya terserah" ucap Arman.


Namun Rahma datang ke sana dia mendengar semua nya.


"Arman" ucap Rahma.


"Rahma ada apa" tanya Arman.


"Aku tau semua nya" ucap Rahma.


"Apa yang kamu dengar" tanya Arman.


"Semua" ucap Rahma.


"Maaf aku harus pergi" ucap Arman.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Untuk apa" tanya Arman.


"Untuk semua ini kau rela melakukan ini demi aku, aku sangat berterima kasih" ucap Rahma.

__ADS_1


"Tak masalah" ucap Arman yang langsung pergi dari sana sambil menarik Lydiya.


bersambung


__ADS_2