Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 62: bekerja


__ADS_3

Rahma pulang ke kediaman papahnya, dia akan menceritakan semua nya keinginan nya sudah bulat dia akan bilang walau pun papahnya akan marah padanya.


"Semoga papah gak marah dan papah juga gak serangan jantung" gumam Rahma.


Rahma masuk ke dalam rumah nya itu, terlihat kalau papahnya tengah mengobrol dengan klien nya karena terlihat dari setelan jasnya yang cukup rapih dan bermerk.


Rahma tak mau menganggu dia hanya tersenyum dan berjalan ke arah dapur untuk menghindari pertanyaan yang akan memperpanjang waktu pertemuan mereka nantinya.


"Nona" ucap Arman.


"Arman" tanya Rahma.


"Ada apa nona" tanya Arman.


"Mau ketemu papah tapi kayanya dia sibuk" ucap Rahma.


"Oh ya dia itu klien baru" ucap Arman yang melihat kalau Rahma kurang bersemangat apa lagi terlihat jelas kalau Rahma sangat ketakutan.


"Ada apa nona" tanya Arman.


"Gak ada aku hanya ingin bertemu dengan papah saja" ucap Rahma.


"Bukan tapi kamu kenapa" tanya Arman.


"Aku ga kenapa kenapa" ucap Rahma.


"Oh" ucap Arman mengambil kan makanan untuk Rahma.


"Silahkan".


"Gak perlu aku tak lapar" ucap Rahma.


"Apa makan cemilan harus lapar dulu" ucap Arman.


"Tidak" ucap Rahma.


"Ayo makan lah" ucap Arman.


"Ya".


Argam selesai berbincang dengan klien nya dia berjalan ke arah dapur karena tadi dia melihat putri nya yang datang ke sana.


"Rahma" ucap Argam.


Rahma langsung memeluk papahnya itu, walaupun masih sangat susah untuk Rahma bicara kan pada papahnya tapi Rahma harus memberi tau nya, apa lagi Elpan sudah tak perduli dengan nya.


"Pah ada yang harus aku bicarakan" ucap Rahma.


"Apa" tanya Argam.


"Sebenarnya pah.." ucap Rahma terpotong saat melihat dokter memuji ke arah sana.


"Ada apa pah" tanya Rahma.


"Tak ada mereka ingin memeriksa papah" ucap Argam.


"Oh" ucap Rahma yang langsung urung memberitahu kan masalah nya pada papahnya itu.


"Papah di periksa dulu ya, kamu bisa kah tunggu di sini" ucap Argam.


"Ya pah" ucap Rahma.


Rahma duduk lagi di meja makan itu, dia menunggu papah nya selesai di periksa.


Rahma melihat ponsel nya namun tak ada juga panggilan atau pesan dari Elpan untuk Rahma.


"Benar ternyata kau tak pernah menginginkan aku kak" batin Rahma.


Drtt


Drtt


Ponsel Rahma berbunyi ternyata Kevin yang menelpon Rahma.


📞📞


"Ya Kevin" tanya Rahma.


"Rahma maafkan aku karena aku gak bisa membujuk dekan untuk memasukan kamu lagi, tapi kamu bisa masuk satu Minggu lagi ke kampus" ucap Kevin.


"Ya aku tau" ucap Rahma.


"Maafkan aku" ucap Kevin.


"Aku tak terlalu berharap karena aku tau betul bagaimana dekan" ucap Rahma.


📞📞.


Rahma langsung mematikan nya secara sepihak karena dia sangat tak semangat sekarang.


"Bagai mana ini" batin Rahma.


Lama Rahma menunggu hingga papahnya itu keluar dari kamarnya.


"Ada apa Rahma apa yang mau kau katakan" tanya Argam.


"Dokternya" tanya Rahma.


"Sudah pulang'" ucap Argam.


"Begini pah aku hanya mau mengambil catatan di kamar" ucap Rahma.


"Kenapa tak mengambil nya langsung" tanya Argam.


"Aku ijin dulu" ucap Rahma.


"Kamu ini kaya di rumah siapa saja" ucap Argam.


"Apa kata dokter apa papah sudah baikan" tanya Rahma.


"Ya papah baik baik saja" ucap Argam.

__ADS_1


"Syukurlah" ucap Rahma.


Sedangkan di kediaman Elpan saat ini Wanda tengah di pusing kan dengan tangisan Lian yang tak berhenti berhenti sejak pagi pagi.


"Diam Lian kau menganggu aku saja" geram Wanda.


"Kenapa Lian menangis" tanya Mira.


"Gak tau mah dia nangis Mulu" ucap Wanda.


Mira menggendong nya dan menenangkan Lian yang masih menangis itu.


Mira rela semalaman tak tidur hanya untuk menggendong Lian.


Saking maunya Mira punya cucu dia sampai rela melakukan apa saja demi Lian, padahal dia tak tau saja kalau sebenarnya Lian itu bukan keturunan nya.


"Wanda kamu gantian dong gendong Lian mamah pegal" ucap Mira.


"Mah kan ada pelayan panggil saja dia" ucap Wanda.


"Wanda, Lian itu butuh mamahnya" ucap Mira.


"Apa aku salah menyingkirkan Rahma harus nya aku larang Rahma untuk pergi" ucap Wanda.


"Hey kamu ini, ini itu kesempatan kamu untuk mendapatkan Elpan sepenuh nya karena mamah yakin kalau Rahma itu gak baik untuk Elpan" ucap Mira.


"Tapi mah" ucap Wanda.


"Rahma itu gak baik sama saja seperti papahnya" ucap Mira.


"CK" Wanda berdecak dia langsung menggendong Lian dan memberikan nya pada pelayan yang ada di dapur.


"Asuh dia" ucap Wanda.


Wanda langsung pergi dari sana untuk jalan jalan karena dia sangat tak bisa kalau diam di rumah.


Sedang kan Elpan saat ini dia tengah mengurus perceraian dia dengan Rahma bahkan Elpan juga sudah memutuskan tanpa bicara dahulu dengan Rahma.


"Ini mungkin lebih baik, karena aku tau kalau Rahma juga sudah tak peduli pada ku" batin Elpan.


Elpan meminta pada pengacara nya agar segera di percepat karena dia tak mau kalau hubungan nya menggantung dengan Rahma.


Berbeda dengan Elpan saat ini Rahma tengah mencari apartemen yang bisa Rahma tempati untuk nya.


Karena dia tak mungkin menyusahkan Julia karena Rahma juga pasti akan lama.


Rahma ingat pada apartemen yang disewa kan yang pernah Rahma lihat di jalan.


Saat ini dia langsung menuju ke sana dengan naik ojeg.


Sesampainya di sana Rahma tercengang melihat keadaan apartemen itu.


"Benar kah ini apartemen nya" gumam Rahma.


Rahma berjalan ke arah satpam yang menjaga di sana.


"Apa ini di sewa kan" tanya Rahma.


"Bisa saya sewa satu unit di sini" tanya Rahma.


"Bisa satu kamar nya 900 ribu tiap bulan sudah termasuk listrik dan air" ucapnya.


"Apa ada ****** di dalam" tanya Rahma.


"Tidak ada ****** ada di paling ujung setiap lantai" ucapnya.


"Oh" ucap Rahma.


Mau tak mau Rahma menyewa apartemen di sana karena dia tak mungkin menyusahkan Julia terus.


Rahma mendapat kan kamar nomor 3 di lantai dua di atas, Rahma tak membawa apa apa dia hanya membawa baju sisa yang dia tinggal kan di kediaman papahnya.


"Kamu harus semangat Rahma, karena hidup mu masih berlanjut dan apa yang akan kamu pikirkan lagi, fokus saja membahagiakan diri sendiri" gumam Rahma.


Sedangkan di kediaman Elpan saat ini Mira dan Wanda tengah mengeluarkan pakaian Rahma mereka mencari barang berharga milik Rahma.


"Ayo cari yang benar siapa tau saja Rahma punya banyak harta" ucap Mira.


"Ya mah aku sedang mencari" ucap Wanda.


"Dimana Rahma menyimpan nya" gumam Mira.


Sampai pakaian Rahma keluar tak ada juga yang mereka temukan bahkan uang juga tak mereka temukan sepeser pun.


"Memang bokek di Rahma" ucap Wanda.


"Tapi Wan dulu saat mamah lihat di lemari nya itu banyak sekali perhiasan mahal mamah yakin pasti Rahma menyimpan nya" ucap Mira.


"Tapi sekarang gak ada mah" ucap Wanda.


"Apa mungkin Rahma membawa nya" tanya Mira.


"Mungkin saja" ucap Wanda.


"Pelayan bereskan barang barang Rahma dan masukan ke dalam koper nya" titah Mira.


"Baik nyonya" ucap mereka yang langsung membereskan pakaian Rahma ke dalam koper.


Rahma hari ini akan mencari pekerjaan dia juga sudah menyiapkan berkas berkas yang akan dia bawa ke perusahaan yang akan menerima Rahma untuk bekerja.


Rahma keluar dari apartemen nya dia melihat orang orang sibuk di pagi hari namun tak ada yang saling sapa, apartemen ini cukup bebas untuk di datangi siapa saja jadi Rahma paham kalau mereka tak saling bertegur sapa karena mereka tak terlalu mengurusi hidup orang lain.


"Pagi dunia" gumam Rahma.


Rahma melihat lihat berkas yang ada di tangan nya,


"Apa aku membawa semua nya ya atau aku meninggalkan salah satu, jangan sampai tertinggal karena aku bisa gagal mencari pekerjaan" gumam Rahma sambil berjalan namun matanya fokus pada berkas berkas di tangan nya.


Brugh


Rahma menubruk seseorang yang ada di hadapannya, hingga berkas itu terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Rahma memungutinya satu persatu.


"Tuan maafkan saya" ucap Rahma.


"Tak apa" ucap laki laki itu dengan suara berat.


Rahma merasa tak asing dengan suara itu dia melihat laki laki yang ada di hadapan nya itu.


"Arman" tanya Rahma.


"Nona Rahma sedang apa di sini" tanya Arman.


"Kamu sedang apa di sini, di mana papah" tanya Rahma.


"Tuan Argam ada di rumah dia sekarang akan keluar kota aku gak akan menemani dia jadi karena itu aku kembali ke apartemen aku di sini" ucap Arman.


"Lalu dengan siapa papah ke luar kota" tanya Rahma.


"Dengan seorang wanita ada juga Dodi yang akan menemani nya, aku mengurus di sini Nona" ucap Arman.


"Oh" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan Arman.


"Nona tunggu kau belum bilang ada apa kau disini" tanya Arman.


Namun tak di gubris oleh Rahma, semakin Arman menyusul Rahma maka Rahma semakin menjauh, hingga Rahma masuk ke dalam sebuah taksi dan Arman tak bisa lagi mengejar nya.


"Nona" teriak Arman.


Rahma sudah pergi dari sana meninggal kan Arman.


"Pak itu menyewa apartemen yang baru" ucap pak satpam.


"Oh ya" tanya Arman.


"Apa dia punya masalah dengan anda kalau ada akan saya ingat kan kalau jangan punya masalah dengan anda" ucap Pak satpam.


"Jangan tak apa" ucap Arman.


"Baik lah" ucapnya.


Rahma menuju ke salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri, Rahma ke sana dan akan melamar pekerjaan.


Karena Rahma menikah muda kebetulan KTP nya masih tertidur belum menikah arti nya Rahma masih lajang.


Rahma masuk ke dalam dia menemui ruangan HRD karena akan interview langsung.


Namun Rahma tak tau dia masuk ke dalam ruangan yang bertuliskan nama itu.


"Apa mungkin ini ya ruangan nya" gumam Rahma.


Tok


Tokk


Rahma mengetuk pintu nya.


"Masuk" sahut seseorang dari dalam ruangan itu.


Rahma masuk dan melihat seorang laki laki paruh baya yang duduk di sana.


Namun di sana tertulis direktur utama.


"Mohon maaf tuan saya salah masuk" ucap Rahma yang langsung merasa malu.


"Siapa kamu" tanya nya tegas.


"Saya Rahma saya mau melamar pekerjaan di sini" ucap Rahma.


"Oh" ucapnya.


"Seharusnya saya ke ruang HRD maaf kan saya tuan" ucap Rahma.


"Masuk saja" ucapnya.


Rahma duduk di sana dan menyerah kan berkas itu.


"Maaf" ucap Rahma.


"Jangan minta maaf" ucapnya.


Direktur itu melihat lihat berkas Rahma, dia memperhatikan dari mana Rahma dan kelahiran tahun berapa.


"Rahma Arfani mahoji, 18 tahun kamu masih kuliah" tanya nya.


"Ya tuan" ucap Rahma.


"Keturunan Mahoji kan, aku tau perusahaan Mahoji yang sedang terkenal itu, kenapa kamu mau melamar di sini sedang kan Ayah kamu punya perusahaan yang sekarang tengah berkembang pesat" tanya nya.


"Ya saya tau tapi bekerja di perusahaan papah tak sama seperti di perusahaan orang lain" ucap Rahma.


"Pemikiran yang bagus, kamu mau menjadi sekretaris kedua" tanyanya.


"Oh tentu saja aku mau" ucap Rahma.


"Baik lah kamu keterima" ucapnya.


"Tapi aku belum di interview" ucap Rahma.


"Prestasi dan papah kamu tak perlu di ragukan lagi" ucapnya.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Mulai hari ini kamu di terima kerja" ucapnya.


"Tapi tuan ada yang mau saya bicara kan, satu Minggu lagi saya akan masuk lagi kuliah apa bisa saya kerja paruh waktu" tanya Rahma.


"Part time" tanyanya sambil berpikir karena sebelumnya tak ada yang kerja part Time.


"Bisa gaji kamu hanya separuh" ucapnya.


"Baik lah tak apa" ucap Rahma.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2