Menjadi Istri Tua Di Usia Muda

Menjadi Istri Tua Di Usia Muda
bab 54


__ADS_3

Rahma pulang dengan perasaan kacau dia mendudukan tubuhnya di atas ranjang di kamarnya, Rahma menangis sesenggukan meluapkan semua tangisannya.


"Kalau papah tau bagai mana" gumam Rahma.


Rahma menenggelamkan wajahnya di bantal, bahkan Rahma tak memperdulikan Lian yang saat ini masih di troli.


"Cita cita aku besar tapi kenapa aku menjadi begini" gumam Rahma.


Hingga sampai sore hari Rahma terus saja menangis dia melihat ke arah jam dinding ternyata sudah pukul empat sore, Rahma sadar kalau dia belum memberikan Lian susu formula.


Rahma membuatkan dia langsung memberi kan nya pada Lian,


Dengan mata yang sembab Rahma menatap Lian yang sekarang anteng.


"Siapa yang harus aku salahkan" tanya Rahma pada bayi mungil itu.


Rahma ingat percakapan semalam yang dia lakukan bersama dengan Elpan.


Rahma hanya ingin membantu Elpan mencari kan Baby sitter tapi Elpan malah marah marah katanya pilihan Rahma gak bagus lah ini lah itu lah.


Hingga hal itu menjadi masalah di antara kedua nya, bahkan Elpan lah yang marah pada Rahma.


Elpan datang ke sana dia baru saja pulang dari kantor.


Elpan duduk di ranjang samping Rahma yang sekarang melihat Lian yang tengah rebahan di troli.


"Apa dia tidur" tanya Elpan.


"Belum" ucap Rahma.


"Kamu kenapa" tanya Elpan.


"Kau pasti senang mendengar hal ini" ucap Rahma.


"Emangnya ada apa" tanya Elpan.


"Aku di berhentikan sejenak oleh dekan kau senang kan, sekarang aku bisa menjaga Lian seharian penuh bahkan aku juga bisa tetap diam di rumah, hahaha bagus kan kak, aku juga bisa menjaga mamah nanti nya" ucap Rahma Dengan tersenyum padahal hati nya tetap saja kecewa bahkan air matanya juga menetes.


"Kenapa bisa" tanya Elpan.


"Karena kau" ucap Rahma menatap marah pada Elpan.


"Kenapa aku" tanya Elpan.


"Ya karena kau yang membuat aku begini kak, karena kau aku jadi di berhentikan sejenak aku bilang apa biarkan aku yang cari baby sitter, tapi kau malah bilang pilihan aku tak bagus lah pilihan aku ini lah pilihanan aku itu lah, lalu sekarang aku yang terpaksa di berhentikan sejenak, kau tau bagai mana rasanya jadi aku, aku bermimpi aku ingin sukses aku ingin cita cita aku tercapai tapi apa aku hanya mendapatkan ini" ucap Rahma.


"Kau bisa masuk lagi kan" ucap Elpan.


"Ya dengan rasa malu dengan ketinggalan pelajaran, kamu pikir apa hah aku hanya ingin hidup bebas aku hanya ingin hidup sebagai diri aku sendiri" ucap Rahma.


"Kau tak suka punya Lian" tanya Elpan.


"Tak suka? Bagai mana kau bilang begitu kak aku asuh Lian sampai aku bawa dia ke kampus, aku sayang pada Lian tapi tolong aku hanya ingin belajar dengan tenang aku belajar hanya 6 jam kak sisanya aku ada di rumah aku mengasuh Lian" ucap Rahma sambil menghapus air mata nya.


Elpan tak bicara dia hanya diam saja.


"Aku ingin seperti mbak Wanda yang bebas kemana saja tanpa harus ada suara anak kecil yang membuat orang orang menatap aku aneh, aku hanya ingin bebas tapi itu tak akan lama kak aku hanya ingin minta waktu 6 jam saja apa tak bisa kau mengabulkan nya" tanya Rahma.


Rahma terduduk di lantai dia sangat marah namun dia tak bisa menumpahkan semua amarah ini pada Elpan.


"Hikss hikss hiks" Rahma menangis sesenggukan.


Dia tak sanggup untuk menatap Elpan lagi amarahnya sudah sangat meluap.


"Aku akan coba telpon dekan kamu" ucap Elpan yang langsung mengutak atik ponsel nya.


πŸ“žπŸ“ž.


"Hallo pak katanya Rahma di berhentikan sejenak" tanya Elpan.


"Ya pak karena saya mendapat kan banyak keluhan kalau bayi yang Rahma bawa menganggu pelajaran" ucap Dekan.


"Apa tak bisa di bicara kan lagi pak" tanya Elpan.


"Gak bisa pak, saya beri Rahma keringanan dia hanya di berhentikan satu bulan saja" ucap dekan.


"Oh baik lah" ucap Elpan.


πŸ“žπŸ“ž.


Elpan menatap pada Rahma yang sekarang tengah mengusap air mata nya.


Elpan baru saja melihat Rahma sehancur itu bahkan dia tak sanggup melihat hal itu.


"Rahma" ucap Elpan namun tak di jawab oleh Rahma.


"Maafkan aku" ucap Elpan.


"Apa maaf mu bisa mengembalikan aku untuk kuliah lagi" tanya Rahma dengan menatap datar.


"Maaf" ucap Elpan.


"Aku heran sebenarnya kau sayang pada ku apa pada mbak Wanda, dari pada Seperti ini terus aku lebih baik menyerah saja" ucap Rahma datar.


"Maafkan aku" ucap Elpan.


Rahma tak menjawab dia hanya melamun saja.


"Rahma aku akan masukan kau ke kampus yang bagus yang lebih bagus dari itu ayo lah Rahma maafkan aku" ucap Elpan.


"Aku gak bisa" ucap Rahma.


"Kenapa" tanya Elpan.


"Dengan teman yang baru dengan pelajaran yang baru dengan lingkungan yang baru aku tak akan bisa pindah dari sini, kecuali kau menceraikan aku maka aku akan pergi dari sini jauh sekali" ucap Rahma.


"Ayolah Rahma maafkan aku" ucap Elpan.


"Sudah lah lagi pula aku tak berhak untuk mengalah kan siapa pun" ucap Rahma.


Hari berhari berlalu namun Rahma hanya lah diam di rumah dan banyak mengurung diri saja bahkan Rahma sudah tak mengijinkan Elpan untuk datang ke kamarnya.


Rahma mengasuh Lian dengan sangat baik, bahkan Rahma juga membatasi komunikasi dengan teman temannya.


Rahma lebih banyak belajar dan membasuh Lian.


Rahma ikut pelajaran yang harusnya dia pelajari, bahkan dia juga sampai mengikuti les privat online hanya untuk belajar.


Rahma mengambil Lian dan membaringkan nya di kasur yang empuk itu.


Walau pun Lian sering rewel sekarang Rahma tak banyak bicara dia hanya diam saja namun Rahma tetap menjaga lian dengan baik.


Sedangkan Wanda dia sibuk setiap hari dia keluar dari rumah padahal apa yang Wanda lakukan dia hanya nongkrong dinner dengan Iqbal karena merasa sudah di bayar oleh Iqbal jadi Wanda terpaksa.


Elpan sekarang menjadi pengecut bahkan dia juga malah membela Wanda yang lepas tanggung jawab pada Lian bahkan Elpan malah menganggap Wanda memang pantas mendapatkan kebebasan karena dia baru saja melahirkan.


Rahma memutus kan untuk bekerja lumayan untuk satu bulan walau pun kurang satu bulan tapi Rahma berniat akan bekerja, dan uang hasil kerjanya dia akan gunakan untuk membayar baby sitter karena Rahma tau kalau Elpan pelit untuk membayar baby sitter.


Bahkan sampai sekarang tak ada baby sitter yang datang ke sana karena memang tak ada yang mau bekerja dengan Rahma.


Bahkan Rani saja dia sampai tak masuk lagi ke sana.


Rahma mengambil formulir pendaftaran di sebuah perusahaan dia membuat data diri dan mempersiapkan semuanya.


Rahma memasukkan nya ke map berwarna merah yang ada di atas Laci kamarnya itu.


Rahma melihat kalau Lian sudah tertidur pulas dia hendak mandi karena sampai sekarang dia belum mandi.


Rahma masuk ke kamar mandi dia akan bersiap karena sejak pagi dia belum mandi.


Elpan datang ke sana dia meninggal kan map nya di ruangan kerja nya di rumah.


Elpan datang ke kamar Rahma karena akan melihat Lian.


"Tidur nyenyak sayang" ucap Elpan.


Namun Elpan melihat ada map merah di atas laci Rahma.


Dia melihat nya dan ternyata isinya adalah surat lamaran dan CV lengkap.


"Rahma akan melamar pekerjaan" ucap Elpan.


Elpan marah pada Rahma dia menatap pada map itu.


"Tak bisa di biarkan aku harus segera bakar ini" ucap Elpan.


Elpan langsung mengambil korek dan menyalakan nya dia membakar nap6 merah itu.


Secara bersamaan Rahma keluar dari kamar mandi, dia terkejut melihat Elpan yang sudah akan membakar map nya bahkan map itu sudah terbakar sepotong.


"Kak jangan" ucap Rahma yang langsung merebut map itu.

__ADS_1


"Kenapa kau mau kerja iya" tanya Elpan.


"Ya aku akan sewa baby sitter untuk menjaga El dan aku akan bayar baby sitter dari hasil kerja aku sendiri" ucap Rahma.


"Tak bisa aku tak bisa mengijinkan hal ini, aku tak mau kamu kerja" ucap Elpan.


"Tapi aku mau bebas" ucap Rahma.


"Pokok nya aku gak mau" ucap Elpan.


"Terserah kau terlalu curiga kau agresif kau sangat keras kepala" geram Rahma.


"Ya aku memang agresif Aku memang keras kepala kenapa" tanya Elpan.


Rahma tak menjawab dia hanya marah pada Elpan karena El sudah melakukan itu padanya.


"Aku akan tunggu waktu untuk tuhan lepaskan aku dari laki laki seperti dia" gumam Rahma.


Beberapa hari berikutnya Rahma tetap seperti itu dia semalaman tak tidur karena Menjaga Lian apa lagi Lian saat ini tengah sakit dia demam.


Drtt drtt


πŸ“žπŸ“ž.


"Ya pah ada apa" tanya Rahma.


"Nona tuan Argam dia sakit lagi" ucap Arman.


"Apa" tanya Rahma.


"Ya dia ada di rumah sakit" ucp Arman.


"Baik lah aku akan ke sana" ucap Rahma.


πŸ“žπŸ“ž.


Rahma langsung mengambil tasnya dia berjalan ke arah dapur karena Elpan juga sedang ada di dapur tengah makan bersama dengan Wanda dan Mira.


"Kak aku harus ke rumah sakit" ucap Rahma.


"Mau apa" tanya Elpan.


"Papah sakit" ucap Rahma.


"Lalu Lian bagai mana" tanya Wanda.


"Kan ada Mbak, masa gak bisa jaga anak mbak papah aku sakit jadi aku harus datang ke sana dia tak ada yang jaga" ucap Rahma.


"Rahma papah kamu itu kan ada asisten nya jadi kamu tak perlu repot repot datang ke sana" ucap Elpan.


"Kak plis aku hanya mau melihat nya" ucap Rahma.


"Tapi Rahma lebay sekali kamu" ucap Elpan.


"Lebay? apa jika mamah Mira sakit kau akan diam saja di rumah hah, apa kalau sampai mamah mira masuk rumah sakit kau akan membiarkan dia saja" tanya Rahma geram.


"Rahma" geram Elpan.


"Kak aku gak perduli kau mau apa, yang paling penting aku harus ke rumah sakit, kalau kamu mau kita pisah maka kau urus saja surat surat nya" ucap Rahma yang langsung pergi dari sana meninggal kan Elpan.


"Terserah Rahma" sahut Elpan.


Rahma langsung pergi dari sana menuju ke rumah sakit dia sangat khawatir dengan papahnya yang semakin tua itu malah semakin banyak penyakit.


Sedangkan Elpan dia duduk di meja makan dan melanjutkan makannya.


"El kau yakin akan menceraikan Rahma" tanya Wanda.


"Ya aku yakin" ucap Elpan.


"Jangan El kasihan Rahma bagai mana kalau dia di marahi papanya apa lagi papahnya cukup berpengaruh takut nya dia memasukan mu ke penjaga bagaimana, bujuk Rahma untuk tak cerai El" ucap Wanda membujuk Elpan karena kalau Rahma dan El pisah Wanda lah yang pasti akan mengurus Lian.


"kau benar juga Wanda, kau sangat baik tapi sayang Rahma salah tentang mu, Ya aku aja bujuk besok" ucap Elpan.


"Ya El tak apa aku paham kok aku kan hanya istri kedua kamu dan Rahma istri pertama mau bagai mana pun juga aku akan tetap salah" ucap Wanda.


"Ya" ucap Elpan.


"Kenapa Wanda ini, ide kon yol apa yang sedang dia rencana kan bukannya senang El akan menceraikan Rahma tapi kenapa dia gak mau El menceraikan Rahma" ucap Mira namun hanya dalam hati karena dia masih tak bisa menggerakkan tubuhnya.


(Ini nenek tua sudah stroke juga masih dukung El dan Rahma untuk pisah, ingat Bu Mira kalau sudah jodoh tak ada yang bisa memisahkan mereka walau pun pernikahan dengan air mata)


Rahma berjalan ke arah ruangan Argam dan benar saja Argam tengah berbaring di ranjang rumah sakit itu.


"Tuan baru tidur nona" ucap Arman.


"Kenapa papah" tanya Rahma.


"Di pingsan" ucap Arman.


"Kenapa papah" ucap Rahma menatap pada papahnya.


"Dia memikirkan anda nona" ucap Arman.


Rahma tak menjawab dia hanya diam saja.


"Nona mau minum kopi" tanya Arman.


"Boleh" ucap Rahma.


Arman mengambil kan kopi untuk Rahma, Rahma mengambil nya dan segera meminum nya.


"Terima kasih" ucap Rahma.


"Mau sekalian makan nona aku sudah masakan" ucap Arman.


"Tak usah Arman kau saja yang makan" ucap Rahma.


"Baik lah" ucap Rahma.


Arman langsung makan di sofa ruangan itu, karena yang di pesan ruang VVIP jadi di sana ada tv ada sofa juga.


Rahma berjalan mendekat pada Arman yang sekarang ada di sofa.


Rahma melihat Arman yang tengah makan namun Rahma melihat ada nasi di sudut bibir Arman.


Rahma mendekat kan tangan nya pada bibir Arman.


Namun karena takut di apa apa kan Arman langsung menghalangi dadanya dengan kedua tangan nya.


"Aku ga akan menyentuh itu aku hanya ingin mengambil ini" ucap Rahma memperlihatkan nasi yang dia bawa di sudut bibir Arman.


"Maafkan aku nona" ucap Arman.


"Rahma" ucap Rahma..


"Ya Rahma" ucap Arman.


"Baik lah makan lah yang banyak ya" ucap Rahma.


"Kau tak sekalian ikut makan" tanya Arman.


"Gak usah aku masih kenyang" ucap Rahma.


Mereka menunggu di sana lama sekali bahkan mereka mulai bosan.


"Nonton tv ya" ucap Rahma.


"Boleh" ucap Arman.


Mereka menonton serial Kartun yang lama tayang di tv, bahkan mereka sampai tertawa karena melihat tingkah kon yol yang di tampilkan di layar tv.


"Yah iklan" ucap Rahma.


"Rahma aku kemarin datang ke kampus mu katanya kamu di berhentikan sejen...." Ucapan Arman terhenti karena Rahma langsung menutup mulutnya Arman.


"Diam jangan bilang papah" ucap Rahma.


"Ya kenapa" tanya Arman.


"Tapi bener ya kau tak bilang pada papah kan" tanya Rahma.


"Tidak" ucap Arman.


"Aku emang di berhenti kan sejenak" ucap Rahma.


"Kenapa" tanya Arman.


"Banyak lah alasannya" ucap Rahma.


"Oh baik lah" ucap Arman yang tak mau kepo padahal dia sudah tau bahkan kalau di bicara kan Argam juga pingsan karena mendengar hal ini.

__ADS_1


"Jangan bilang papah" ucap Rahma.


"Ya tak akan" ucap Arman.


Sedangkan di kediaman Elpan saat ini mereka tengah di gemparkan dengan suara tangis Lian yang tak henti henti.


Bahkan Elpan sudah turun tangan namun tak bisa membuat Lian diam.


Elpan dengan geram dia langsung menghubungi Iqbal untuk datang ke sana.


πŸ“žπŸ“ž


"Datang lah kemari" ucap Elpan.


"Mau apa" tanya Iqbal.


"Lian rewel" ucap Elpan.


"Kenapa aku padahal kan aku bukan baby sitter, kau papahnya kan" ucap Iqbal.


"Datang lah ke sini" ucap Elpan.


"Ya aku datang" ucap Iqbal.


πŸ“žπŸ“ž


"Bagai mana" tanya Elpan pada pelayan yang menggendong Lian.


"Sudah diam tuan" ucap pelayan.


"Sudah lah El batalkan saja Undangan untuk teman mu itu" ucap Wanda.


"Kenapa, jangan lah takut nya nangis lagi kan berabe" ucap Elpan.


"Oh baik lah" ucapnya.


Padahal Wanda sangat tak suka kalau Iqbal datang ke sana karena Iqbal selalu saja akan melihat nya dengan sebelah mata terus kalau berdua Iqbal pasti menghina nya.


Iqbal datang ke sana dia langsung masuk ke dalam rumah elpan.


"Mana Lian" tanya Iqbal yang langsung masuk ke kamar Rahma karena dia tau Lian ada di mana.


"Baru mau diam" ucap Elpan.


"Kau ini bagai mana kau kan ayahnya kenapa panggil aku" ucap Iqbal.


"Dia suka pada mu" ucap Elpan.


"Apa pada mu dia tak suka" tanya Iqbal para Elpan.


"Diam kau" geram Elpan.


Hingga lama sekali Iqbal ada di sana karena menunggu Lian menangis lagi.


"Gue pulang ya ngantuk" ucap Iqbal.


"Baru saja sore" ucap elpan.


"Aku ngantuk aku akan tidur di sini boleh" ucap Iqbal menunjuk pada ranjang.


"Jangan itu tempat Rahma" ucap Elpan.


"Lalu aku dimana" tanya Iqbal.


"Di sana" ucap Elpan menunjuk pada kasur tempat Lian tertidur.


Dengan cepat Iqbal langsung tertidur sangat pulas walaupun ranjang yang dia tempati basah karena kencing Lian.


Sampai malam harinya Rahma tak pulang Elpan mencari cari keberadaan Rahma namun tak ada juga karena ponsel nya juga mati.


"Apa Rahma akan menginap di sana" gumam Elpan.


Elpan sangat cemas apa lagi Rahma cantik di luaran sana pasti banyak yang suka pada Rahma.


(Tuh makan nya El jangan marah marah kalau masih di cari lagi).


Sedangkan di rumah sakit Rahma tengah melihat jam dinding.


Adzan Maghrib berkumandang di sana bahkan terdengar sangat jelas sekali.


"Rahma kau suka sholat" tanya Arman.


"Suka cuman sekarang Jarang" ucap Rahma.


"Ayo sholat bareng aku akan jadi Imam mu" ucap Arman.


"Kau bisa" tanya Rahma.


"Tentu saja" ucap Arman.


"Baik lah aku ikut" ucap Rahma.


"Ayo" ucap Arman


Mereka sholat bareng Rahma mengikuti Arman yang menjadi imamnya.


Argam melihat hal itu dia merasa salah telah menyetujui pernikahan Elpan dan Rahma padahal imam yang mampu menjaga Rahma adalah Arman.


Hingga selesai Rahma melipat mukenanya karena punya orang.


"Kau bisa sholat" ucap Rahma.


"Sebenarnya aku lulusan pesantren" ucap Arman.


"Oh" ucap Rahma.


"Rahma sholat itu harus karena Sholat itu adalah tiang nya agama


Nabi Muhammad SAW bersabda:


"Salat adalah tiang agama, barang siapa mendirikannya, maka sungguh ia telah menegakkan agama (Islam) itu dan barang siapa meninggalkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu".


Ada juga hadis yang mengatakan kalau Sholat itu penenang hati.


Nabi Saw bersabda.


Artinya: "Dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikanlah penyejuk hatiku dalam ibadah salat."


Keutamaan salat 5 waktu juga dapat memberikan kebaikan yang melimpah bagi kita.


Berdasarkan hadis riwayat Ahmad, dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi SAW mengingatkan tentang salat pada suatu hari.


Kemudian, beliau berkata yang artinya:


"Siapa saja yang menjaga salat, maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, danΒ keselamatan pada hari kiamat.


"Kau sangat pintar kenapa tak jadi guru saja" tanya Rahma.


"Karena aku tak suka jadi guru" ucap Arman.


"Lalu" tanya Rahma.


"Aku sukanya jadi body guard" ucap Arman.


Rahma tersenyum mendengar hal itu karena dia tau kalau Arman suka pada pekerjaan itu karena bayaran nya cukup mahal.


Di kediaman Elpan saat ini dia tengah marah karena Lian terus saja menangis padahal ada Iqbal juga di sana.


"Ayo lah Iqbal kau jaga Lian" ucap Elpan.


"Bagai mna caranya" tanya Iqbal.


"Terserah yang paling penting dia diam" ucap Elpan.


"Tapi bagai mana" tanya Iqbal.


"Aku tau kalau bayi mau diam di harus di bacakan surat Al Qur'an" ucap Iqbal lagi.


"Tapi bagai mana" tanya Elpan.


Iqbal mencari cari surat yang mampu membuat Bayi diam.


Iqbal memutar video surat Ar Rahman.


Benar saja Lian langsung diam mendengarkan hal itu.


"Kau ini bisa saja padahal aku tau kau siapa" ucap Elpan.


"Kau gak tau saja kalau aku ini adalah seorang bapak yang sangat cerdas" ucap Iqbaal.


"Pret" Elpan tak percaya.

__ADS_1


Mereka melihat Lian yang tertidur, Iqbal dan Elpan juga tidur di sana dan Lian di jaga oleh pembantu.


Malam ini Rahma akhirnya tidur dengan nyenyak karena tak ada gangguan dari Lian yang suka nangis malam, padahal hati Rahma sangat berat jika jauh dari Lian namun setidaknya Rahma bisa memberikan pelajaran pada Elpan kalau mengasuh anak itu tak semudah membalikkan telapak tangan.


__ADS_2